
...Hai... bagaimana kabar kalian?...
...Suka tidak sama ceritanya?...
...Kalo suka jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya!....
...Udah dulu sambutannya sampai sini....
...Let's go.... kita lanjut up cerita lagi....
#Happy reading
Kyara pun terlonjak kaget mendengar penuturan sang suami saat selesai menceritakan kejadian yang sebenarnya, dan sedangkan alvard.
Dia bernafas lega akhirnya yang selama ini dia pendam pun lolos juga dari mulut datarnya itu yang selalu berbicara sedikit ketus.
"bagaimana papa bisa tau kejadiannya?". tanya Kyara heran.
"kamu ingatkan ma, yang waktu Keira kecil kita berlari menghampiri kita dengan mata yang sembab?". sahutnya bertanya.
Kyara pun berpikir sejenak, lalu dia pun menganggukkan kepalanya mengingat kejadian 10 tahun yang lalu.
"ya, Mama ingat itu pa!". balasnya pelan.
"nah, waktu itu papa tugasin Anton dan mengarahkan semua anak buat kita buat mencari kebenarannya dengan detail,saat Keira menangis!". ujar alvard meyakinkan istrinya.
"terus.... setelah itu apa yang terjadi pa?". tanyanya semakin penasaran.
"sepertinya sekarang Fano amnesia deh ma?". balasnya.
"amnesia?". ulang Kyara.
Alvard pun mengangguk.
"amnesia kenapa pa?". sambungnya masih penasaran.
Alvard pun menceritakan kembali.
Kenapa defan bisa amnesia?!.
Pertanyaan itu masih bertanda tanya di pikiran Kyara.
#Flashback on #
Mengulang kembali masa lalu 10 tahun kemudian yang lalu.
Dimana hari Caistal waktu itu pasca kecelakaan.
Defan bersama kedua orang tuanya pamit terlebih dahulu dari rumah sakit meninggalkan Stephan sendirian di depan ruang rawat Caistal.
Setelah sampai di rumah defan.
Cindy Yuvia Galanendra ______mama defan, Dan Erlangga Zejuan Galanendra ______papa defan.
mereka pun memasuki rumah mereka bersama Putra kesayangan satu-satunya.
Setelah sampai di dalam rumah, lebih tepatnya ruang tamu.Cindy dan Juan serta defan kecil pun duduk di sofa merebahkan tubuh mereka yang pegal-pegal akibat perjalanan tadi menuju rumah sakit melihat keadaan Caistal.
"Fano". panggil Cindy dan Juan bersamaan.
Defano kecil pun menoleh.
"ya mom,dad.ada apa?". sahutnya memelas.
"besok kita akan pergi dari sini!". ucap Juan mengalihkan perhatian defan.
"kenapa? kenapa kita harus pergi dari sini pa?".beo defan kecil mengernyit heran.
"kita akan pindah ke rumah baru di Amsterdam!". ucapnya tegas.
"tapi pa.....". ucapnya terpotong.
"gak ada kata tapi-tapian Fano!". tekannya tidak mau di bantah maupun di tolak.
"pokoknya Fano gak mau pergi dari sini!".kekeuhnya tidak mau menuruti perkataan sang Daddy.
Urat-urat di leher Juan pun menonjol dengan jelas, dia pun tanpa sadar mengepalkan tangannya kuat-kuat sehingga buku kuku-kukunya memutih.
Dengan emosi yang memuncak dan kehabisan kesabaran akhirnya Juan pun melemparkan Gucci termahalnya hingga pecah berserakan .
Prraannggg....
Suara pecahan Gucci itu pun berdentingan dengan marmer lantai rumah di ruang tamunya sehingga memekakkan telinga ketiga orang itu.
Juan hanya menatap putranya tajam, sedangkan Cindy sudah panik melihat suasana yang tegang dan panas itu, dia pun hati-hati menenangkan lengan sang suami dengan pelan.
Tetapi akibat Juan di kuasai oleh amarah yang meledak-ledak tanpa sadar pun dia menepis tangan Cindy dengan kasar dari lengannya.
Defan kecil pun hanya merundukkan kepalanya takut.
"Kamu harus dengerin Daddy Fano! kamu tau kan? kalo Daddy gak suka di bantah!". ketusnya emosi.
Defan hanya menitikkan air matanya yang menetes di pipi putihnya itu, dia tidak menjawab sepatah katapun perkataan Daddynya.
"kamu harus tau Fano! Daddy tidak mau Kamu berteman lagi dengan Caistal, seperti sebelum-sebelumnya.tuan Stephan mengancam Daddy, dia pernah bilang ke Daddy seperti ini waktu di kantor milik keluarga Creedon group!".
Juan pun mulai membuka pembicaraannya.
"Juan !". panggil Stephan.
Juan pun menoleh dengan tatapan tidak bersahabat.
"ada apa, langsung saja.saya tidak suka basa-basi!". ketusnya dingin.
Stephan pun tertawa sinis.
"tenang saja! saya lagi tidak ingin membahas tentang perusahaan keluarga Creedon group dengan keluarga Galanendra group!".cecarnya ketus.
"lalu.... ada apa Kamu memanggil saya?". ketusnya dingin.
"saya hanya ingin memberitahu Kamu! Kamu harus dengar ini baik-baik!". tekan Stephan tegas.
Juan pun mendengarkan penjelasan Stephan baik-baik.
"ini masalah tentang Fano putramu!". ucapnya.
Juan pun menaikkan sebelah alisnya.
"ada apa dengan sangkut paut putraku Stephan?!". tanyanya mengernyit heran.
Stephan pun tertawa sinis.
"aku hanya ingin memberitahumu, Fano dan Caistal sangat dekat, berarti jika Putramu tidak bisa menjaga Caistal dengan baik, dan dia membuat Caistal terluka sedikit pun, maka tidak segan-segan aku akan menghancurkan keluargamu dan merebut istrimu Juan darimu!".sarkasnya lalu pergi.
Juan pun hanya mengepalkan tangannya kuat-kuat sehingga buku kuku-kukunya memutih, lalu dia pun pergi dari sana.
Juan pun akhirnya selesai menceritakan semuanya tentang pembicaraannya dengan Stephan tempo hari yang lalu.
Sedangkan Cindy pun mengangguk mengerti, dia sangat tau bagaimana sifat arogan Stephan mencintai dirinya dari sejak SMA.
Saat Stephan melamar Cindy kerumahnya, tiba-tiba saja dia di kejutkan oleh kedatangan Juan yang lebih dulu melamar Cindy, sejak saat itulah persahabatan Juan dan Stephan hancur, sehingga Stephan mengibarkan bendera permusuhan dan menjadi rivalnya Juan.
__ADS_1
Tetapi tidak dengan defan kecil, dia tetap kekeuh pada pendiriannya ingin tetap tinggal di Indonesia.
Akhirnya dengan cepat pun defan berlari kencang menaiki tangga,saat dia ingin menginjakkan anak tangga atas yang terakhir, tiba-tiba saja takdir berkata lain.
Defan pun tergelincir jatuh dari tangga atas hingga tandas sampai tangga bawah dan terjatuh tepat kepalanya mengenai benturan keras di marmer lantai rumahnya.
Sehingga Cindy dan Juan pun yang melihatnya pun langsung terpekik kaget.
Keduanya pun langsung menghampiri defan.
"Fano, astaga!".pekik keduanya kencang lalu memeluk tubuh defan.
Dahi defan sudah berlumuran darah.
Mau tidak mau pun akhirnya Juan mempercepat jadwal penerbangannya menuju Amsterdam.
Dan defan kecil pun di bawa oleh kedua orang tuanya menuju Amsterdam sehingga mendapat perawatan yang lebih aktif lagi tentang keselamatannya defan.
Sejak saat itulah defan amnesia dan tidak mengingat apa-apa pun yang telah terjadi kepada dirinya hingga sampai beranjak dewasa sampai detik ini.
#Flashback off #
Dengan nafas lega, akhirnya alvard pun telah selesai menceritakan kebenarannya.
Ludah Kyara pun seperti tercekat begitu saja mendengar penjelasan sang suami.
Kyara tidak pernah tau selama ini suaminya benar-benar sedetail itu mencari informasi tentang keluarga Galanendra group dan Creedon group.
Karena masalah ini juga bersangkut pautkan kepada putrinya yang tak lain adalah Keira sendiri.
Akhirnya tidak mau membuang-buang waktu lagi, alvard dan Kyara pun beranjak dari duduknya melanjutkan pencarian Keira, menaiki mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan standar meninggalkan pekarangan rumahnya yang besar dan menjulang tinggi itu.
****
Sedangkan di sisi lain, seorang cowok berbaju lengan pendek berwarna putih yang setengah di masukin sedikit berantakan itu ke dalam celana jeans putihnya.
Dia pun terlonjak kaget setelah mendengar penjelasan dari Arsy, bahwa Arsy mengatakan kalo Keira juga menghilang begitu saja bagai di telan bumi dalam-dalam.
Saat dia ingin beranjak dari duduknya tiba-tiba saja dia teringat angel dan sefora di depan kamar mandi wanita sekolah pada kemarin sore pukul 15.45 wib.
Dia sempat melihat gelagat mencurigakan angel dan sefora saat dirinya menghampiri keduanya.
Dugaan cowok itu pun menuju ke arah dalam kamar mandi wanita di sekolah.
Dia pun dengan cepat keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga satu persatu.
Saat dirinya menginjakkan lantai.
Tiba-tiba saja ada seorang wanita paruh baya menghentikan langkahnya.
"tunggu!mau kemana kamu defan?". ucapnya menghentikan langkah defan.
Ya, laki-laki itu adalah defan.dan wanita paruh baya itu yang memanggilnya adalah Cindy Yuvia______ Mommy defan sendiri.
"kenapa kau terlalu terburu-buru?". sambung Juan yang tiba-tiba muncul.
"defan ada urusan penting mom,dad!". balasnya lalu melanjutkan kembali langkahnya.
Tetapi saat dia ingin melanjutkan langkahnya, tiba-tiba di berhentikan kembali,kali dengan Juan.bukan dengan Cindy.
"urusan apa? tentang Keira!menghilangnya gadis itu?". ucap Juan tiba-tiba.
Deg
Jantung defan berdetak tak karuan setelah nama Keira di sebut oleh Daddynya sendiri, darahnya pun mendidih bergejolak hebat.
Juan dan Cindy pun yang melihat amarah sang putra, akhirnya dia pun mengizinkannya untuk pergi.
"carilah dia defan, bersama kedua temannya juga! janganlah kamu sampai terlambat sedikitpun!". ucap Juan membuat defan tertegun sesaat.
Dia pun memasuki mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan standar.
Juan dan Cindy pun yang melihatnya hanya tersenyum kecil melihat kepergian sang putra.
"aku tidak ingin semua ini terulang kembali mas!". ujar Cindy tiba-tiba.
"ya,aku pun juga!". balasnya, lalu mereka pun pergi memasuki rumah itu kembali.
****
Di lain sisi, maupun Arsy, defan, kedua orang tua Keira, mama Nara begitu juga Mama-papanya Arsy pun mulai kembali mencari keberadaan ketiganya.
Ketujuhnya pun telah sampai di pekarangan sekolah.
Mereka pun menuruni kendaraan masing-masing.
Karena hari ini hari weekend, akhirnya mereka pun pergi ke sekolah.karena memang mereka yakin, kalo ketiganya pasti ada di dalam sana.
Pencarian pun di mulai.
Mereka pun mulai membagi tugas untuk mencari ketiganya.
Defan, alvard dan Kyara mencari Keira di toilet wanita, sedangkan Arsy, Laras, Hendrick dan Juga Airen mencari kebelakang halaman sekolah.
Lebih tepatnya ke arah gudang es kantin sekolah.
saat defan dan ketiganya mulai masuk ke dalam toilet wanita, tatapan defan tertuju ke arah toilet yang sudah tidak terpakai lagi.
Lalu dengan cepat pun dia langsung mendobrak pintu dengan kasar sehingga terbuka.
Ketiganya pun terbelalak kaget melihat penampilan Keira yang sudah kacau dengan nafas yang lemah dan wajah yang pucat pasi.
"ya ampun, Keira!". pekik Kyara menutup mulutnya kaget.
Dengan cepat pun defan langsung membopong tubuh Keira keluar dari dalam toilet wanita yang di ikuti oleh Mama papanya Keira di belakang.
Sedangkan Arsy, tatapan matanya tidak pernah berhenti menatap ke arah gudang es kantin sekolah.
Akhirnya dengan cepat pun dia langsung mendobrak pintu itu dengan kasar sehingga terbuka.
Keempatnya pun membola kaget, melihat keadaan Nara dan Syarah yang tubuhnya sudah mulai membiru akibat suhu ruangan yang cukup dingin di dalam sana.
Dengan langkah tertatih pun Arsy langsung membopong tubuh Nara keluar dari sana, sedangkan Hendrick memapah tubuh Syarah yang di bantu oleh Laras dan Airen.
mereka pun berhasil keluar dari sana.
Akhirnya ketujuh orang itu pun berhasil menemukan orang yang sedang di carinya.
Dengan cepat pun kejutuhnya langsung melarikan ketiganya ke rumah sakit.
Setelah sampai di rumah sakit akhirnya mereka pun teriak memanggil suster dan dokter.
Tidak ada sampai 5 menit pun akhirnya suster dan dokter serta brankar pun datang secara bersamaan.
"ada apa dengan mereka?". tanya dokter Ardi penasaran.
"mereka berdua terlalu lama di gudang es kantin sekolah Dok, sedang satunya terlalu lama di dalam kamar mandi sekolah yang sudah tidak terpakai lagi!". sahut salah satunya.
Akhirnya dokter Ardi pun mengangguk mengerti.
singkat cerita, ketiganya pun langsung di bawa ke ruangan VVIP rumah sakit Citra Medika Setya.
__ADS_1
Ketujuhnya pun sangat khawatir kepada keadaan ketiganya.
Lalu setelah itu pintu ruang rawat pun terbuka menampilkan sosok dokter Ardi.
Semuanya pun langsung melayangkan banyak pertanyaan kepada dokter Ardi.
"wali dari pasien atas nama Kinara Aishwa Fadhillah?". tanya dokter memanggil.
Lalu dengan cepat pun Airen langsung mengacungkan tangannya.
"saya Dok, saya ibunya!". sahut Airen deg-degan.
"maaf Bu....nona Kinara.....". ucapnya gantung.
Dokter Ardi pun menghembuskan nafas panjangnya.
"ada apa dengan putri saya Dok?".
"apa yang terjadi Dok? dengan calon menantu saya?".
"ada apa dengan Nara Dok?".
"apa yang telah terjadi kepada Nara dokter?".
Berbagai banyak pertanyaan pun membuat dokter Ardi merasa bersalah untuk mengatakan keadaan Nara yang sebenarnya,karena telah membuat semuanya cemas.
"kami semua sudah sebisa mungkin Bu,pak.buat menolong nona Kinara, tetapi sayangnya Bu,pak.tuhan telah berkehendak lain, nona Kinara.... tidak terselamatkan!".
Deg
Jantung Arsy dan yang lainnya pun berdegup tak karuan, Arsy tidak percaya akan kenyataan ini.
Arsy hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saja tidak percaya.
"gak mungkin, ini gak mungkin Dok, ini gak mungkin Dokter, ini gak mungkin! gak mungkin putri saya secepat itu meninggalkan saya! hiks.... hiks....". lirih Airen tidak percaya di sertai tangisan yang pecah.
Lalu Airen pun meluruh ke bawah lantai rumah sakit dengan tidak berdaya dan nafas yang memburu.
Saat di pecah tangisannya tiba-tiba saja Airen.
Bruukkk
Tubuh Airen pun tumbang tidak sadarkan diri.
Semua orang pun syok melihat Airen pingsan termasuk dokter Ardi juga.
"Hah, Mbak Airen!". pekik Laras.
"Airen!".
"jeng Airen!".
"Tante!".
Semua orang pun yang melihatnya langsung terpekik kaget.
Lalu dengan cepat tubuh Airen pun di bawa ke ruang rawat tempat Nara di rawat juga.
"eum....". lenguh Keira.
Monitor detak jantung pun masih berdetak normal.
Dengan perlahan pun Keira membuka matanya.
Lalu saat matanya sudah terbuka sempurna sepenuhnya pun yang di lihat Keira hanyalah defan seorang.
"de...de-fan". lirih Keira terbata memanggil defan.
Dia pun mengerjapkan matanya berkali-kali.
Lalu defan pun menoleh dia pun tersenyum dan langsung menghampiri Keira.
"Hi, you're awake. How are you feeling better or not?".kata cowok itu bertanya.
"Yes, I am fine.". balas Keira pelan.
"hm...def....". ucap Keira terpotong.
"panggil aja gue defan!".sela defan di sertai senyuman kecil.
Keira pun mengangguk mengerti.
"oh iya, kok gue ada di rumah sakit sih? apa yang udah terjadi sama gue?". tanyanya heran.
Defan pun hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan Keira.
"def....". panggilnya.
Lalu defan pun tersadar dari lamunannya.
"H-hah iya, kenapa Ra?". sahutnya gelagapan.
"Lo... lagi pikirin apa?". tanyanya.
Defan pun hanya menggelengkan kepalanya lemah.
"oh iya def, Nara sama Syarah ketemu kan?". tanya Keira tiba-tiba.
Deg
Jantung defan seakan berhenti berdetak, dia tidak sanggup menjelaskan yang sebenarnya telah terjadi kepada Nara.
Apakah dia harus mengatakan yang sebenarnya?.
"def....". panggilnya.
Lagi, defan pun tersadar dari lamunannya.
"H-hah iya ada apa?". sahutnya gelagapan.
"gimana keadaan Nara?". tanya Keira sekali lagi.
"Nara....". ucap defan gantung.
"Nara kenapa def?".desak Keira penasaran.
"Nara....na-ra udah tenang di alam sana!". balasnya terbata.
Deg
Jantung Keira seakan berhenti berdetak, dia tidak sanggup mendengar jawaban dari defan.
"APA!".seru Keira kaget.
Bersambung
****
sesuai janjiku ya udah di up bab yang ini.
Maaf lama update nya, sekali update terlalu panjang.
__ADS_1
Tapi gak pa.pa ya lah yang penting kalian suka, bye-bye,see you again next chapter.
Semoga aja kalian suka sama ceritanya ya,tenkyu 😘😘😘.