
Pov Arsy
Matahari terus terbit menyinari seluruh isinya, seorang cowok berhoodie hitam itu pun tampak kosong tatapannya.
lalu dia pun bangkit dari duduknya dan pergi ke ruangan boxing room , lalu dia pun membuka Hoodie dan menaruhnya di atas kursi.
Dia terus meninju samsek itu melampiaskan amarahnya dan menumpahkan segala ke amarahannya tentang kejadian kemarin di parkiran sekolahnya.
Lagi-lagi keringatnya membasahi pelipisnya itu yang putih mulus, Arsy masih kesal dengan kejadian kemarin, dia pun hanya tertawa sinis tentang nasibnya yang di tampar oleh kenyataan.
Laras yang melewati boxing room pun menoleh ke arah samping karena mendengar suara samsak yang di pukul sangat keras oleh putranya.
Tok Tok Tok
Suara pintu boxing room pun terdengar oleh Arsy.
"masuk".suruhnya dengan ketus.
lalu Laras pun masuk ke dalam ruangan itu.
"Arsy...". panggil Laras pada Arsy lalu Arsy pun menoleh ke sang pemilik suara.
"Mama, Mama ngapain kesini?". tanya Arsy pada Laras sang ibu tercinta.
"Oh, tadi Mama gak sengaja dengar kamu lagi marah-marah nak, kamu lagi ada masalah?". tanya Laras pada putranya.
"o-oh,itu... Arsy baik-baik aja kok ma, Arsy cuma sedikit capek ". balasnya tersenyum.
"kalo kamu capek istirahat aja gih, supaya besok bangun-bangun udah fit lagi badannya ".ujar Mama suruhnya.
"i-iya ma, Arsy nanti tidur kok ". balasnya grogi.
Laras hanya menampilkan senyumannya kepada putra tunggalnya itu.
"ya udah, kalo gitu Mama tinggal ya?". pamitnya.
"iya mah ". balas Arsy lalu Laras pun pergi meninggalkan Arsy sendiri kembali di boxing room dan menutup kembali pintunya.
akhirnya Arsy pun bernafas lega.
"maafin Arsy mah, karna udah bohongin Mama, Arsy gak mau Mama tau tentang masalah Arsy". batinnya menggerutu lalu dia pun mengembuskan napas gusarnya, Arsy pun akhirnya terlelap di atas Sofanya dan masuk ke bawah alam sadarnya.
******
pov Nara
Cewek berhijab itu dari sejak tadi hanya bermondar-mandir kesana-kemari di dalam kamarnya, pikiran dan hatinya sudah tenggelam dengan masalahnya yang porak-poranda tentang kejadian kemarin, dia jadi tak enak hati dengan perasaannya sefora.
jangankan perasaannya sefora, lalu bagaimana dengan perasaannya dia sendiri?!!!.
menerima semua kenyataan yang pahit, bukanlah hal yang mudah bagi seorang Nara.
seharusnya kemarin dia tolak saja perjodohan itu, karena perjodohan itu hubungan Arsy dan sefora hancur berantakan.
cewek itu pun hanya termenung saja sendirian, lalu berjalan menghampiri balkon kamarnya.
Keira is calling...
Hp Nara pun berdering pertanda telepon dari Keira pun menyala, lalu dia pun mengangkatnya.
"ya halo, assalamu'alaikum.kenapa kei?". tanya Nara di ujung telepon menyambungkan sambungnya dengan Keira.
"wa'alaikumsalam, Ra Lo lagi apa? gue gabut nih, kita jalan yuk ". balas Keira ajaknya kepada Nara.
"tapi kei....". ucap Nara terpotong.
"ssshhhuuuttt... udah ayo, gue lagi pengen banget keluar rumah nih soalnya". balasnya gregetan.
"tapi...". ucapnya terpotong.
Tut Tut Tut...
Belum sempat Nara menjawab, tetapi Keira sudah terlebih dulu memutuskan sambungan telponnya, Nara pun hanya menghembuskan nafas gusarnya.
akhirnya mau tidak mau Nara pun mengikuti kemauannya Keira juga.
Ting!
Notifikasi dari Keira pun menyala di layar ponselnya.
Keira:
gue sama Syarah lagi otw.
Nara:
okay 😔.
Balasnya dengan pasrah.
Notifikasi pun tidak muncul lagi di layar hpnya.
Lalu dia pun pergi masuk ke dalam kamarnya kembali, dia pun mencari pakaian yang pas untuk dia pakai malam ini.
setelah 5 menit memilih-milih baju yang pas untuknya dari dalam lemari,akhirnya dia pun menemukan baju secel tunik warna krem, lalu dia pun mengambil baju itu dan mengambil kerudungan pashminanya yang krem, lalu dia taruh di atas kasurnya.
dia pun dengan segera berapih-rapih untuk memakai baju yang barusan dia pilih tadi, dia pun sudah rapih memakai bajunya, lalu dia pun tinggal mempoles sedikit wajahnya dengan bedak pigeon setipis mungkin, lalu setelah itu dia mempoles bibirnya dengan lip balm juga setipis mungkin.
setelah selesai semuanya dia pun akhirnya keluar dari kamarnya itu.
__ADS_1
"loh, kamu mau kemana malam-malam begini rapih sayang?". tanya airen pada putrinya.
tanya airen saat memergoki putrinya yang rapih itu.
"Nara mau dinner dulu mah, bareng Keira sama Syarah". balasnya lalu tersenyum.
Tok Tok Tok
Tidak lama setelah itu pintu rumah pun berbunyi saat ada yang mengetuknya.
Nara dan airen pun menunda percakapannya.
lalu keduanya pun menghampiri pintu.
Krek...
Suara pintu di buka pun berbunyi dan menampilkan sosok Syarah dan Keira.
"assalamu'alaikum Tante". salam Keira berbarengan.
lalu keduanya pun mencium tangan punggung airen.
"wa'alaikumsalam, kalian malam-malam begini mau kemana sayang?". tanya airen pada keduanya.
"kita mau dinner di cafe terdekat sini Tante, lagian ini juga baru pukul 19.05 wib Tante ". jawab salah satunya kepada airen.
Airen pun hanya menganggukkan kepalanya.
"ya udah, kalian Tante izinkan.tapi ingat, pulangnya jangan terlalu malam ya". balasnya tersenyum.
"baik Tante ". ujarnya berbarengan sambil hormat.
keempatnya pun tertawa bahagia karna tingkah lakunya Keira dan Syarah.
"kalo gitu kita pamit ya Tante,mah". ucapnya berbarengan lalu menyalimi tangan punggung airen kepada ketiganya.
"assalamu'alaikum mah, Tante". salamnya berbarengan lalu pergi.
"wa'alaikumsalam, hati-hati ya sayang ". balas airen teriak kepada ketiganya.
"ya mah,Tan". ucapnya berbarengan,lalu ketiganya pun memasuki mobil, dan mobil pun jalan dengan kecepatan standar.
*****
Pov Garlind-dye
Auline dari sejak tadi hanya melihat sang kakak mondar-mandir kesana-kemari yang gelisah memikirkan sesuatu di dalam kamar yang pintunya tidak tertutup itu.
lalu dia pun berjalan menghampiri sang kakak.
"Kak aura". panggil auline pada sefora, lalu dia pun menoleh ke arah sang adik.
"what happened to sis aura?". tanya auline.
"gak ada apa-apa kok". balasnya cuek.
"sis aura is sick?". tanya auline sekali lagi.
"No,I'm not sick, I'm fine, thank you for caring about me ". balasnya.
"oh ya sudah, kalo gitu aku pergi dulu ya, kalo ada apa-apa hubungin aku ". ujarnya lalu pergi.
"Oke ". jawabnya singkat.
Lalu sefora pun merebahkan tubuhnya di kasur dan dia pun masuk ke bawah alam sadarnya.
*****
seorang cowok bermata coklat dengan ekor elangnya yang tajam itu hanya berdiam diri saja mengamati seluruh isi kamarnya.
dia pun bingung harus berbicara apa kepada sefora nanti jika bertemu kembali?!.
hatinya terus gelisah memikirkan masalah hubungan tentang dirinya dan sefora.
"gue minta maaf sama Lo sef, tapi gue benar-benar gak bisa bohongin perasaan gue lagi, gue capek pura-pura bohong jadiin Lo pelampiasan hati gue demi dapatin hatinya Nara". lirihnya pasrah.
akhirnya dia pun memutuskan untuk menghubungi sefora melalui panggilan telepon.
My Crush❤️ is calling....
Ponselnya sefora pun berdering di atas nakas meja rias kamarnya, pertanda kalau sambungan telepon pun terhubung dengan seseorang.
Sefora pun yang kaget mendengar deringan sambungan teleponannya berbunyi, akhirnya dia pun beranjak dari tempat tidurnya, karna saking ngantuknya akhirnya dia pun mengangkat panggilannya kepada seseorang, dia tidak menyadari kalo yang menelepon adalah Arsy.
Meskipun sefora agak lama mengangkat panggilannya, akhirnya sambungan itu pun terhubung ke layar ponsel seseorang.
"hallo....how are you?". sapa tanya seseorang dengan lembut dari ujung telepon sana.
Seketika mata sefora pun terbuka lebar mendengar suara yang sangat di kenalinya itu, ngantuknya pun seketika dalam sekejap menghilang.
"Hallo...hey,are you okay?". sapa tanya seseorang sekali lagi dari seberang telepon sana.
Akhirnya sefora pun memutuskan sambungannya.
"halo...".sapanya terputus.
Tut Tut Tut...
belum sempat Arsy meneruskan pertanyaannya, tetapi sambungannya sudah terputus sepihak lebih dulu di banding dirinya.
__ADS_1
Dengan kesal Arsy pun membating hpnya kekasur dengan sangat keras.
dia pun mencengkram rambutnya kasar sehingga kubu-kubu kukunya memutih.
"Aaakkkhhh...damn". teriaknya emosi.
Lalu dia pun pergi keluar kamarnya dan menuruni anak tangga satu persatu menuju pintu utama rumah dan keluar rumah menghampiri mobil dan memasukinya, mobil pun jalan dengan kecepatan 40 kilometer di atas rata-rata.
Cewek berambut pirang itu pun hanya menangis sesenggukan tanpa suara di dalam kamarnya.
"forgive me Arsy, forgive me , I'm really not strong with all this". lirihnya sesenggukan.
Lalu dia pun memejamkan matanya dan masuk ke dalam bawah alam sadarnya kembali.
..........
Cowok itu pun memberhentikan mobilnya di depan rumah bernuansa putih menjulang tinggi, siapa lagi kalau bukan rumahnya Nara.
dia pun turun dari mobilnya lalu pergi masuk ke dalam rumahnya Nara.
Ting Nong !
Suara bel depan rumah Nara pun berbunyi pertanda seseorang memencetnya, pak Samsul yang sebagai satpam rumah Nara pun menghampirinya dan membukakan pintu untuknya.
"assalamu'alaikum pak,pak maaf.naranya ada enggak?'.tanya Arsy sopan kepada pak Samsul.
"Aden ini....den Arsy ya?". balas tanya pak Samsul.
"iya pak benar ". balasnya tersenyum.
"ada kok den,non Nara ada di dalam, silahkan masuk aja ke dalam". ucap pak Samsul membuka pintu gerbangnya dan mempersilahkan Arsy masuk ke dalam rumahnya Nara.
Akhirnya Arsy pun masuk ke dalam rumahnya Nara.
Lalu dia pun mengetuk pintu utama rumah Nara.
Tok Tok Tok
Ketuknya dari luar, tetapi sang tuan rumah pun belum membukanya.
"assalamu'alaikum". salamnya sekali lagi memanggil.
Tok Tok Tok
Ketuknya sekali lagi.
Lalu pintu pun terbuka.
Krek....
Dan menampilkan sosok seseorang yang dia rindukan setelah kejadian 5 hari yang lalu.
Nara pun di buat kaget oleh kedatangan Arsy.
Nara ingin menutup kembali pintunya, tetapi Arsy keburu menahannya.
"Nara tunggu, gue pengen ngomong sesuatu sama Lo". ujarnya lalu Nara pun kekeuh pada pendiriannya.
"lebih baik kamu pulang Arsy". suruhnya.
tanpa Nara sadari, matanya sudah berlinang airmata dan terisak tanpa suara.
"gue mohon sama Lo Ra, tolong kasih gue waktu buat ngejelasin semuanya".mintanya pada sang tuan rumah.
akhirnya mau tidak mau pun Nara kembali membuka pintu rumahnya itu.
lalu Arsy pun langsung menarik pergelangan tangan Nara dan di bawa ke belakang rumah, lebih tepatnya sih taman di belakang rumahnya.
"mau apa kamu kesini?". tanya Nara to the poin lalu langsung melepaskan genggaman tangannya pada tangan Arsy.
"Lo harus dengar penjelasan gue dulu Ra". balasnya memohon kepada Nara.
"aku gak punya banyak waktu Arsy, cepat kamu katakan sekarang ". desaknya pada Arsy.
"sebenarnya gue....". ucapnya gantung.
"sebenarnya apa Arsy?". desaknya sekali lagi.
tetapi Arsy tak kunjung melanjutkan pembicaraannya dengan Nara.
saking kesalnya Nara akhirnya dia pun pergi meninggalkan Arsy sendiri.
"gue udah lama cinta sama Lo Ra". teriaknya dan Nara pun memberhentikan langkahnya.
lalu dia pun membalikkan badannya kembali.
"gue udah lama cinta sama Lo Nara". ucapnya sekali lagi pada Nara.
Nara hanya mendengarkan perkataan Arsy dari jauh.
"apa alasan kamu mencintaiku Arsy?". tanyanya sambil berteriak keras pada Arsy.
"because my love is only for Nara". balas teriaknya.
lalu Nara pun pergi meninggalkan Arsy sendirian dengan begitu saja lalu Arsy pun tersenyum dan pergi dari rumah Nara.
*****
Jangan lupa bantu aku buat bangun semangat yang tinggi ya Readers, selamat membaca semuanya.
__ADS_1