Takdir Cinta Yang Kau Pilih

Takdir Cinta Yang Kau Pilih
Bab 180. Kebahagiaan Semua Keluarga.


__ADS_3

Vano, Eric, dan Mahen memekik kaget saat mendengar ucapan Yara, seketika para calon kakek itu heboh mengetahui bahwa saat ini putri mereka sedang mengandung.


"Sayang, apa kau serius?"


"Kau sudah memeriksakannya, Nak?"


"Apa sekarang kau baik-baik saja, Yara?"


Ketiga lelaki paruh baya itu langsung memberondong Yara dengan berbagai pertanyaan membuat Yara tertawa geli, begitu juga dengan Ryder yang tersenyum bahagia melihat reaksi dari orangtua mereka.


"Tenanglah, Pa. Keadaanku baik-baik saja, dan besok para petugas medis dari kota sudah sampai ke sini. Jadi besok aku akan memeriksakan kehamilan ini pada dokter kandungan," ucap Yara dengan senyum lebar.


Vano, Eric, dan Mahen merasa benar-benar bahagia dengan kabar kehamilan Yara ini. Mereka bertiga bersyukur akan kepercayaan yang telah Tuhan berikan pada anak-anak mereka.


"Syukurlah kau baik-baik saja, Sayang. Jagalah kesehatanmu dan jangan terlalu banyak beraktivitas," ucap Vano dengan penuh haru.


"Benar, Nak. Perbanyaklah istirahat dan jangan terlambat makan," sambung Mahen dengan penuh syukur.


"Fokus saja dengan kehamilanmu dan jangan memikirkan apapun. Ibu hamil tidak boleh terlalu banyak pikiran apalagi sampai stres," lanjut Eric dengan senyum bahagia.


Yara merasa terharu mendengar semua nasihat dari papanya. Sungguh dia merasa beruntung mempunya papa seperti mereka, dan merasa sangat disayangi.


"Insyaallah, Pa. Aku pasti akan selalu mengingat semua ucapan Papa," ucap Yara sambil menganggukkan kepalanya.


Eric lalu memanggil Ryder yang sejak tadi hanya diam memperhatikan di samping Yara, karena ada hal penting yang harus dia katakan.

__ADS_1


"Ada apa, Pa? Apa Papa sudah selesai bicara dengan menantu kesayangan Papa?" ucap Ryder sambil mencebikkan bibirnya, merasa cemburu karena semua orang sangat memperhatikan sang istri.


"Cih, tentu saja Yara adalah menantu kesayangan papa. Memangnya siapa lagi yang akan menjadi menantu papa?" sahut Eric dengan kesal. Anaknya saja cuma satu, sudah jelas jika Yara adalah satu-satunya wanita yang menjadi menantunya.


Ryder tergelak mendengar ucapan sang papa, begitu juga dengan Yara dan para papa yang lain. "Iya-iya. Mana tau 'kan, suatu saat nanti aku punya istri lagi. Hehe."


Yara langsung menatap Ryder dengan tajam saat mendengar ucapan laki-laki itu, begitu juga dengan ketiga papa yang langsing mengumpati Ryder dengan kesal.


"Dasar kurang ajar. Awas saja kalau kau berani macam-macam, papa sendiri yang akan mengulitimu hidup-hidup!" ucap Eric dengan tajam dan penuh penekanan.


Vano dan Mahen juga tidak mau kalah. Mereka langsung melayangkan ancaman pada Ryder jika laki-laki itu berani macam-macam dan menyakiti hati Yara.


"Iya-iya, mana mungkin aku melakukan itu," bantah Ryder dengan pucat. Ancaman ketiga papanya sungguh sangat mengerikan, padahal dia hanya becanda saja. "Susah payah aku mendapatkannya sampai keluar keringat darah, tidak mungkin aku sia-siakan." Tambahnya lagi sambil menggenggam tangan Yara.


Vano, Eric, dan Mahen menghela napas lega. "Ya sudah. Mulai sekarang, kau harus menjaga istrimu dengan baik. Selalu perhatikan dia dan penuhi segala keinginannya. Kau juga harus memperhatikan kesehatannya, jangan buat dia terlalu lelah." Ucap Eric. Vano dan Mahen juga mengingatkan Ryder agar menjaga Yara dengan sungguh-sungguh, jangan sampai terjadi sesuatu dengan wanita putri mereka dan juga kandungannya.


Setelah panggilan video call itu selesai. Vano, Eric, dan Mahen langsung beranjak pulang untuk memberitahukan kabar kehamilan Yara pada istri mereka dan pada yang lainnya.


Kabar kehamilan Yara menyebar cepat kesemua keluarga, membuat mereka sangat bahagia dan terharu dengan kabar baik itu. Terutama Via, Riana dan Riani yang langsung menghubungi Yara dengan penuh tangisan haru, tidak ketinggalan oma Camelia dan nenek Novi yang juga tidak kalah bahagia dari mereka.


kehebohan kembali terjadi membuat Yara dan Ryder hanya bisa menggelengkan kepala mereka. Namun, mereka merasa sangat bahagia melihat kebahagiaan diwajah semua orang karena kabar kehamilan buah cinta mereka.


Nasihat demi nasihat semua orang berikan untuk Yara dan Ryder, bahkan besok Via dan Vano akan kembali ke desa untuk melihat keadaan mereka.


"Tidak perlu Ma, Pa. Aku tidak ingin merepotkan Mama dan Papa. Lagipula Mama dan Papa kan baru kembali dari sini, pasti sangat lelah kalau harus bolak-balik lagi," ucap Yara.

__ADS_1


"Apa yang Yara bilang benar, Ma, Pa. Aku kan ada bersamanya, jadi kalian semua tidak perlu khawatir," sambung Ryder.


Via dan Vano tetap akan datang melihat keadaan mereka tanpa mempedulikan ucapan Yara dan Ryder. Apalagi mereka tinggal jauh dari semua keluarga, dan tidak ada yang mengawasinya secara langsung.


"Kalian harus tetap pergi ke sana, Via, Vano. Jaga kesehatan Yara, bila perlu tinggal di sana saja," ucap Oma Camelia.


Yara dan Ryder tidak bisa lagi mencegah keinginan orangtua mereka, dan sejujurnya mereka senang jika bisa berkumpul dengan keluarga. Hanya saja mereka tidak mau merepotkan dan membebani orang lain.


Sementara itu, di perusahaan Zafran juga mendengar kabar tentang kehamilan sang kakak dari mamanya. Dia ikut merasa bahagia dengan kabar baik itu, dan tidak menyangka jika kakaknya akan hamil secepat ini.


"Padahal dulu saat bersama Aiden mbak Yara tidak hamil, padahal pernikahan mereka lebih dari satu tahun. Tapi dengan Ryder, mbak Yara langsung hamil hanya dalam hitungan hari saja," gumam Zafran.


Takdir Tuhan terkadang memang sangat aneh sekali. Namun, Zafran bersyukur karena sang kakak tidak punya anak dari pernikahan yang dulu. Sehingga tidak ada anak yang harus dikorbankan karena adanya perpisahan, dan mungkin itulah hikmah yang Tuhan berikan.


"Ah, iya. Aku dengar para petugas medis besok akan berangkat ke desa, aku harus mencari satu orang yang bisa dipercaya untuk menjaga mbak Yara," ucap Zafran saat mengingat jadwal keberangkatan para petugas di rumah sakit milik Ryder.


Dengan cepat Zafran beranjak keluar dari ruangannya menuju ruangan Junior, dia lalu mengajak laki-laki itu untuk pergi ke rumah sakit tempat Yara dulu bekerja.


"Aku harus mencari wanita, bisa gawat urusannya kalau laki-laki yang menjaga mbak Yara."




__ADS_1


Tbc.


__ADS_2