Takdir Cinta Yang Kau Pilih

Takdir Cinta Yang Kau Pilih
Bab. 99. Kecelakaan Kerja.


__ADS_3

Vano tersentak kaget saat mendengar ucapan River, maka perusahaannya sendiri juga akan terkena dampak dari perbuatan itu.


"Tidak, itu tidak boleh terjadi. Jika pemerintah mengetahuinya, maka kita akan sangat dirugikan," ucap Vano. Bukan berarti perusahaannya sedang melakukan sesuatu yang dilarang pemerintah, tetapi karena mereka bekerja sama, maka ujung-ujungnya akan kena juga.


"Saya akan menyelidikinya lebih dalam lagi, Tuan. Sejal awal tuan Zafran juga sudah merasa curiga saat William tidak tahu alasan kenapa tiba-tiba keluarganya kembali ke kota ini, bahkan langsung bersiap untuk membangun perusahaan," ucap River memberi penjelasan.


Sejak awal Zafran memang sudah merasa ada yang aneh, dan meminta River untuk menyelidiki tentang semua itu, dan akhirnya mereka mengetahui jika Felix dan Kimi bergabung dalam kelompok mafia yang ada di Italia.


"Panggil Zafran ke sini, kita harus memikirkan semua ini dengan baik-baik atau perusahaan akan terkena imbasnya," perintah Vano kemudian membuat River mengangguk dan langsung beranjak keluar dari ruangan itu.


Vano memijat kepalanya yang berdenyut sakit. Pantas saja Felix langsung medatanginya saat baru sampai di kota ini dan menceritakan jika akan membangun perusahaan baru setelah mengalami kebangkrutan.


"Awas saja kalau kau sampai menipuku, Felix. Aku tidak akan tinggal diam," gumam Vano dengan geram.


Sementara itu, di tempat lain terlihat Yara dan rekan-rekannya yang lain sudah selesai melakukan pemeriksaan. Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, lalu mereka bersiap-siap untuk pulang dan mengistirahatkan diri


Ryder yang saat ini masih berada di pabrik, tampak fokus mengawasi beberapa orang yang sedang memindahkan beberapa balok besar yang baru saja sampai di tempat itu.


Dia memperhatikan mereka dari atas sambil mengamati ratusan hektar kebun teh yang sudah berhasil dia genggam. Jangan tanya bagaimana cara dia menggenggamnya, pokoknya digenggam gitu saja maka semua sudah menjadi miliknya.


Ryder lalu melangkah turun dari tempat itu untuk memeriksa bagian yang lain, sementara Bayu masih berada di dalam kantor karena sedang memeriksa beberapa pesanan dari para pelanggan yang setiap hari semakin bertambah.


Pada saat Ryder berjalan tepat di bawah alat berat yang membawa balok itu, lalu tiba-tiba kaitan yang ada dibagian atasnya terlepas membuat balok itu goyang dan tidak seimbang.


Krak.


Ryder terlonjak kaget saat mendangar suara yang sangat kuat, sontak dia mendongakkan kepalanya untuk melihat apa yang terjadi.


"Ryder, awas!" teriak Bayu dan beberapa orang yang ada di tempat itu.


Dum.


Pyar.


Semua orang yang sedang duduk di teras depan terlonjak kaget saat mendengar suara pecaham kaca, membuat mereka segera berjalan masuk ke dalam rumah untuk melihat apa yang terjadi.

__ADS_1


"Dokter Yara, kau tidak apa-apa?" tanya Ansel dan Lewis secara bersamaan saat melihat Yara sedang berjongkok sambil memunguti pecahan piring yang ada di lantai.


"Aku tidak apa-apa, maaf sudah membuat keributan," ucap Yara yang merasa tidak enak hati karena sudah membuat keributan di tempat itu.


"Tidak apa-apa, lagi pula inikan tidak sengaja," ucap Ansel, yang langsung dianggulo oleh Anggie dan yang lainnya.


Yara tersenyum lalu segera membersihkan tempat itu dengan dibantu oleh Anggie, dia lalu membawa pecahan piring itu ke belakang rumah dan di buang ke dalam lubang yang digunakan untuk membuang sampah.


Yara menghela napas kasar saat mengingat apa yang terjadi beberapa saat yang lalu. Niat hati ingin mengambil piring untuk tempat nugget yang baru saja dia goreng, malah berakhir membuat keributan seisi rumah.


Dia sendiri tidak tahu kenapa bisa melepaskan piring itu begitu saja, padahal sudah jelas-jelas dia memegangnya dengan kuat.


"Tapi kenapa tadi jantungku tiba-tiba berdegup kencang yah, aku juga merasa sesak dan perasaam khawatir secara tiba-tiba. Sampai akhirnya aku menjatuhkan piring itu," gumam Yara yang merasa ada sesutau yang sangat aneh.


Tangan Yara lalu terulur memegang dadanya yang masih saja berdebar-debar. Rasanya seperti sedang ada sesuatu yang terjadi, tetapi dia sendiri juga tidak tahu alasan kenapa dia jadi merasa seperti ini.


Sementara itu, dipabrik semua orang memekik kaget dengan wajah pucat dan panik saat melihat apa yang terjadi. Dengan cepat mereka segera menghampiri Ryder yang sudah tergeletak di tempat itu.


"Ryder, Ryder! Buka matamu," teriak Bayu dengan panik. Darah segar mengalir dari pelipis Ryder membuat wajahnya merah terkena darah yang mengalir deras.


Semua orang terus mencoba untuk menyadarakan Ryder, tetapi laki-laki itu tetap tidak sadar dan tidak bergerak.


"Minggir!"


Ke empat lelaki itu menari paksa dan menyingkirkan orang-orang yang mengerumuni Ryder, termasuk Bayu juga yang tersentak kaget saat tubuhnya di tarik dan dihempaskan sampai dia terduduk di tanah.


"Tuan, tuan muda. Bangun, Tuan!"


Deg.


Semua orang terkejut saat mendengar panggilan yang disematkan oleh keempat lelaki itu, bahkan mareka tidak tahu datang dari mana atau siapa sosok lak-laki berpakaian hitam yang saat ini sedang mencoba untuk membangunkan Ryder.


"Detak jantungnya sangat lemah. Cepat, kita harus membawanya pada Dokter Yara."


Deg.

__ADS_1


Lagi-lagi orang-orang yang ada di tempat itu terkejut saat mendengar ucapan mereka. Padahal ada 3 orang Dokter di tempat itu, tetapi kenapa harus Dokter Yara yang disebut?


Mereka segera membawa Ryder dengan dibantu oleh yang lainnya untuk dibawa pada Yara. Mereka segera memasukkan Ryder ke dalam mobil anggota Eric yang memang dia tugaskan untuk memantau Ryder di desa itu.


Namun, saat kejadian ini menimpa Ryder. Bertepatan saat mereka baru saja pulang dari kota, dan tidak sempat untuk melindungi sang tuan muda. Beruntungnya Ryder berhasil menghindar dari balok yang akan menimpa tubuhnya, tetap dia sempat untuk mengelak saat rantai besar yang melilit balok itu mengenai tubuhnya.


"Dokter Yara, Dokter Yara!"


Yara dan yang lainnya tersentak kaget saat melihat kedatangan beberapa orang yang terus menyebut namanya sambil berlarian dia jalan.


"Ada apa ini?" tanya Yara dengan panik, begitu juga dengan teman-temannya.


"Nona, tolong tuan muda!" Pekik laki-laki itu membuat Yara mengernyitkan keningnya.


"Ryder?"


"Benar, Nona. Tuan muda tertimpa balok,"


"Apa?" Yara dan yang lainnya memekik kaget dengan tatapan tidak percaya dan wajah yang sangat panik, matanya langsung berkaca-kaca.


"Yang lain sudah membawa tuan ke-"


Yara langsung berlari menuju tenda medis karena dia yakin jika Ryder sedang berada di sana, sementara Dokter yang lain juga bergegas mengejar langkah Yara yang sudah menjauh.


"Aku mohon, aku mohon selamatkan dia ya Allah. Aku mohon," gumam Yara dengan air mata yang sudah bercucuran diwajahnya. Dia semakin mempercepat larinya saat melihat kerumunan warga di tempat itu


"Minggir!" teriak Yara membuat semua orang langsung memberi jalan untuknya, dia lalu berjalan cepat untuk masuk ke tempat itu.


Deg.


"Ryder!"



__ADS_1



Tbc.


__ADS_2