Takdir Cinta Yang Kau Pilih

Takdir Cinta Yang Kau Pilih
Bab 113. Binasakan Tempat Itu.


__ADS_3

River memekik kaget saat melihat Zafran ada di depan matanya, sementara Zafran yang melihat keberadaan River langsung berlari dan memeluk tubuh laki-laki itu dengan erat.


"Syukurlah Om baik-baik saja," ucap Zafran dengan perasaan lega.


River yang merasa sangat terkejut segera melerai pelukan itu dan menatap Zafran dengan tajam. "Apa yang Anda lakukan di sini? Kenapa-" Dia tidak bisa melanjutkan ucapannya saat melihat keberadaan Ryder yang berjalan di belakang Zafran.


River menatap kedua orang itu secara bergantian dengan bingung, lalu dia dikejutkan dengan suara tembakan yang mengarah pada mereka.


"Cepat masuk!" teriak River sambil menarik tangan Zafran agar mengikutinya.


Ryder dan Junior juga ikut masuk ke dalam rumah itu saat mendapat serangan dari musuh, mereka lalu melihat dari jendela dan segera membalas tembakan itu.


River dan Zafran juga tidak tinggal diam, mereka juga menyerang beberapa orang yang mulai berdatangan. River melompat naik ke atas sebuah meja, lalu bergantung pada tirai jendela sambil membidik beberapa orang yang datang hingga mereka semua terkapar karena terkena tembakannya.


Zafran dan Ryder terpaku di tempat mereka saat melihat aksi River. Pantas saja Luke terus mengejar laki-laki itu selain karena mencintainya, tetapi juga karena kemampuan River yang sangat hebat.


"Ayo, kita harus segera pindah!" ajak Junior membuat kedua lelaki itu terkesiap, sementara River sudah melompat ke atas tangga untuk memeriksa musuh dari lantai 2.


Ryder dan Zafran lalu mengikuti mereka menuju lantai 2 dengan tetap siaga, jangan sampai mereka lengah atas serangan musuh.


Sementara itu, Vano dan Eric juga sedang melakukan serangan dengan bersembunyi dibalik mobil-mobil yang terparkir di tempat itu. Mereka merunduk, melompat, bahkan sampai merangkak untuk menghindari serangan-serangan yang diberikan oleh musuh.


"Cepat, Tuan. Kita harus segera bergabung dengan yang lainnya," ucap Eric. Dia menarik tangan Vano yang terlihat sedang kesusahan.


Vano menganggukkan kepalanya dan mencoba untuk menahan berat tubuhnya sendiri, karena saat ini mereka sedang merangkak dari sela-sela mobil untuk berpindah.


Caldo sendiri sedang sibuk membantai semua anak buah Luke. Dia tidak ingin ada satu orang pun yang tersisa sebelum laki-laki itu datang, dia yakin jika saat ini Luke sedang dalam perjalanan menuju tempat ini.


Dari kejauhan, Sasa memperhatikan penyerangan itu dengan senyum lebar. Dia merasa senang karena sebentar lagi Luke akan hancur, dan dendam atas kematian ibunya terbalaskan.


Sasa lalu melihat ke arah belakang saat mendengar suara mobil. Dia segera menyuruh anak buahnya untuk membantu kelompok River, karena mobil-mobil yang datang itu pasti Luke dan anak buah yang lain.

__ADS_1


Semua anak buah Luke yang ada di markas sudah habis tidak bersisa akibat bantaian dari Eric dan yang lainnya, terutama Caldo yang menyerang dengan membabi buta.


"Tuan?" ucap River saat melihat kedatangan Vano.


Vano tersenyum lebar melihat River baik-baik saja. "Aku senang melihatmu lagi, River." Dia berucap dengan napas terengah-engah.


River merasa sangat terharu dengan kedatangan mereka semua, tidak disangka mereka datang untuk membantunya.


"Kau baik-baik saja, River?" tanya Caldo sambil menyimpan senjatanya ke dalam saku.


River menganggukkan kepalanya. "Saya baik, Tuan Caldo. Terima kasih sudah bersedia untuk membantu tuan saya."


Caldo tergelak sambil menepuk bahu River. "Itu semua tidak gratis, River. Kau harus membalasnya dengan kematian Luke, atau kalau tidak kita semua yang akan mati."


"Tentu saja, Tuan. Saya sendiri yang akan membawanya pada Anda," ucap River dengan yakin. Mereka semua sudah datang untuknya, maka dia akan memastikan mereka semua baik-baik saja.


"Tuan, Luke sudah datang!" ucap Junior yang sedang mengamati sekitar melalui jendela.


Mereka semua beranjak pergi dari tempat itu untuk bersembunyi, sementara River memilih untuk tetap berada di tempat itu. Dia mengambil semua pistol yang tergeletak di atas lantai, lalu meletakkannya dibaju dan mengikatnya dengan kuat.


Ryder yang melihat River tidak pergi langsung melompat naik ke atas jendela, membuat Zafran langsung panik.


"Apa yang kau lakukan di sana?" tanya Zafran dengan tajam.


"Cepat masuk, Zaf!" ucap Ryder, dia lalu beralih melihat ke arah sang papa. "Pa, jaga Zafran."


Eric menganggukkan kepalanya dan segera membawa Zafran naik ke lantai 2, dia harus mengatur strategi untuk membinasakan tempat ini.


"Brengs*ek!" umpat Luke saat keluar dari mobil. Matanya menyala penuh kemarahan saat melihat markasnya porak-poranda, dengan anak buah yang tergeletak di mana-mana. "Bunuh bajing*an-bajing*an itu saat ini juga!" Perintahnya pada semua anak buah yang datang bersamanya.


Mereka semua menganggukkan kepala dan segera memburu orang-orang yang telah menghancurkan tempat itu. Ada sekitar 25 orang yang datang bersama dengan Luke ke markasnya.

__ADS_1


Brak.


Dor.


Dor.


Dor.


Begitu mereka membuka pintu, Caldo, asistennya, dan River langsung menembaki mereka semua hingga mereka terpukul mundur. Sementara yang sudah tertembak terkapar dengan tidak bernyawa.


Ryder yang sedang berada dijendela segera membidik tembakan ke arah Luke, tetapi sayang laki-laki tahu dan malah menembak ke arahnya.


Dor.


Brak.


"Ryder!" pekik River yang melihat Ryder terjatuh dari jendela, dengan cepat dia berlari ke arah laki-laki itu untuk melihat apa yang terjadi.


"Aku tidak apa-apa," ucap Ryder sambil menahan sakit dilengannya yang tertembak.


"Menjauhlah, biar aku yang-"


"Ayo kita kalahkan mereka bersama-sama! Aku ingin segera bertemu dengan Yara."





Tbc.

__ADS_1


__ADS_2