Takdir Cinta Yang Kau Pilih

Takdir Cinta Yang Kau Pilih
Bab 119. Laporan Secara Langsung.


__ADS_3

Yara kembali melanjutkan perjalanan mereka sambil menahan kekesalannya. Dia benar-benar melarang Rydee untuk kembali bicara. Jangankan bicara, dia bahkan melarang laki-laki itu untuk membuka mulut.


Sesampainya di rumah sakit, Yara segera membawa Ryder ke ruang perawatan karena dia sendiri yang akan mengobati laki-laki itu.


Terlihat beberapa petugas medis terkejut saat melihat kedatangan Yara, karena setahu mereka wanita itu masih ditugaskan menjadi relawan di desa pedalaman nan jauh dimata.


"Dokter Yara?" seru Ambar yang saat itu akan pergi ke ruang salah satu pasien.


Yara yang sedang berjalan menuju ruangannya tampak menoleh ke arah sumber suara. "Eh, Ambar." Dia tersenyum melihat wanita itu.


Dengan cepat Ambar menghampiri Yara, begitu juga dengan perawat lain yang sedang bersamanya.


"Bagaimana kabar Anda, Dokter? Apa Anda sudah kembali?" tanya Ambar dengan senang, dia lalu melirik ke arah Ryder dan terkejut saat mengenali siapa laki-laki itu.


Yara tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "Alhamdulillah saya baik, tapi saya belum kembali karena tugas saya belum selesai."


Ambar dan yang lainnya tampak mengangguk-anggukkan kepala mereka. "Lalu, apa Anda ada urusan ke rumah sakit?"


Yara mengangguk. Dia lalu menjelaskan alasan kedatangannya hari ini, dan meminta Ambar untuk membantunya mengobati luka yang ada di lengan Ryder.

__ADS_1


Mereka lalu pergi ke ruangan dan segera melakukan pemeriksaan terhadap luka itu, tampak Yara mengobati Ryder dengan sangat telaten dan penuh dengan kehati-hatian.


Beberapa saat kemudian, Yara sudah selesai mengeluarkan peluru yang ada di lengan Ryder, dan untung saja peluru itu tidak menembus terlalu dalam.


"Aku mau ke ruangan Direktur sebentar, kau tunggu saja di sini," ucap Yara pada Ryder sambil memberikan resep obat pada Amber agar wanita itu segera mengantarnya kebagian apotek, karena dia harus menghadap Direktur sebelum pergi.


"Tunggu!"


Yara yang sudah berbalik terpaksa kembali menoleh ke belakang saat mendengar suara Ryder.


"Jangan terlalu lama bersama dengan laki-laki lain, aku tidak suka," ucap Ryder dengan tegas dan penuh penekanan.


Yara tercengang saat mendengar ucapan Ryder. Bisa-bisanya laki-laki itu berkata seperti itu, padahal dia bertemy dengan Direktur untuk membahas masalah penting, bukan untuk bercinta.


"Apa?" Ryder memekik kaget mendengar balasan Yara, sementara wanita itu langsung berbalik dan berjalan keluar dari ruangan itu. "Lihat saja, aku akan menyusulmu ke sana kalau lama." Dia sedikit berteriak dengan kesal agar Yara mendengar suaranya.


Yara terus melangkahkan kakinya tanpa peduli dengan teriakan Ryder, tetapi senyum tipis tampak menghiasu wajahnya saat ini.


"Apa-apaan dia itu," gumam Yara dengan tidak habis pikir. Dia tahu jika Ryder itu orang yang seenaknya, tetapi bagaimana mungkin Ryder bisa bersikap kekanak-kanakan seperti ini? Benar-benar membuatnya stres sendiri.

__ADS_1


Sesampainya di depan ruangan Direktur, Yara segera mengetuk pintu ruangan itu sambil meminta izin untuk menemui laki-laki tersebut.


"Masuklah."


Yara langsung membuka pintu ruangan itu saat mendengar suara dari dalam, dia lalu tersenyum sambil melangkah masuk menghampiri Direktur rumah sakit itu.


"Aku senang melihatmu baik-baik saja, Dokter Yara," ucap Rizal dengan ramah, dia lalu mempersilahkan wanita itu untuk duduk.


Yara mengangguk sambil duduk di hadapan laki-laki itu. "Terima kasih karena sudah mengizinkan saya untuk libur, Pak."


Rizal mengangguk. Sebelumnya Yara memang sudah menghubunginya dan meminta izin karena ada urusan penting yang harus diselesaikan, untuk itulah dia memberikan izin pada wanita itu.


"Lagi pula tugasmu hanya tinggal beberapa hari lagi, setelah itu kalian semua akan kembali ke sini," ucap Rizal kemudian.


Yara mengangguk. "Benar, Pak. Karena itulah saya juga ingin memberikan laporan secara langsung tentang kegiatan yang kami lakukan selama menjadi relawan, juga ada permintaan khusus yang ingin saya ajukan pada Anda dan rumah sakit."



__ADS_1



Tbc.


__ADS_2