Takdir Cinta Yang Kau Pilih

Takdir Cinta Yang Kau Pilih
Bab 167. Kebahagiaan yang Sesungguhnya.


__ADS_3

Yara menatap Ryder dengan tajam karena sepertinya laki-laki tahu tentang apa yang terjadi, apalagi saat ini suaminya sedang senyum-senyum sendiri.


"Suamimu yang telah membangun jalan ini, Sayang."


"Hah?" Yara terlonjak kaget saat mendengar ucapan sang mertua dan langsung menolehkan pandangannya ke samping. "Suamiku?" Dia bertanya kembali.


Riana menganggukkn kepalanya. "Iya, Sayang. Ryder yang telah membangun jalan ini agar mudah untuk dilewati."


Yara tercengang saat mendengar ucapan mama Riana, dia lalu kembali melihatke arah Ryder dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


Ryder terkekeh melihat raut wajah Yara yang tampak sangat kebingungan, begitu juga dengan kedua orangtuanya yang ikut tertawa melihat menantu mereka.


"Iya, Sayang. Akulah yang membangun jalan ini sampai ke desa sana," ucap Ryder. Dia lalu menjelaskan semuanya pada Yara yang memang sama sekali tidak tahu tentang pembangunan itu. Memang dia pernah mengatakan jika akan membangun jalan, tetapi setelahnya tidak pernah membahas lagi. "Aku ingin memberi kejutan untukmu, itu sebabnya sengaja menyuruh semua orang untuk tidak memberitahukan apapun padamu."


Yara mengusap wajahnya dengan kasar saat mendengar penjelasan Ryder. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang suaminya lakukan. Namun, dia juga merasa senang dengan niat tulus Ryder itu.


"Orang-orang yang ada di desa pasti sangat senang saat mengetahui bahwa jalan desa mereka dibangun," ucap Yara sambil menggelengkan kepalanya.


"Tentu saja," sahut Ryder sambil menggelengkan kepalanya. "Mereka sangat berterima kasih atas pembangunan itu, dan aku senang melihat kebahagiaan diwajah mereka semua."


Yara tertegun mendengar ucapan Ryder. Sungguh hatinya berdesir mendengar kalimat terakhir dari perkataan laki-laki itu.


Kebahagiaan yang sesungguhnya ialah saat kita membuat orang lain bahagia, dan orang lain merasa bahagia karena apa yang kita lakukan. Sederhana bukan?


"Aku juga bahagia mendengarnya, Mas. Terima kasih karena sudah membangun jalan untuk mereka," ucap Yara dengan senyum tulus.


Ryder mengangguk. Dia lalu kembali fokus dengan jalanan agar bisa cepat sampai di tempat tujuan.


Beberapa jam kemudian, mobil mereka memasuki gapura dengan bertuliskan selamat datang di desa Hyla. Lalu bangunan yang terlihat pertama kali adalah rumah sakit membuat kedua mata Yara terbelalak lebar.


"I-itu, itu rumah sakit 'kan?" tanya Yara dengan gemetar. Dia benar-benar terkejut saat melihat bangunan yang berada beberapa meter saja dari mereka.


"Iya Sayang, itu rumah sakit," jawab Ryder sambil memasang senyum cerah.

__ADS_1


"Apa Mas juga yang membangunnya?" tanya Yara kembali dengan berkaca-kaca, dan dibalas dengan anggukan kepala sang suami. "Ya Allah Mas." Dia langsung terisak membuat semua orang tersentak kaget.


"Ada apa, Sayang? Kenapa kau menangis?" tanya Riana dengan panik. Dia lalu memegang kedua bahu Yara dan mencoba untuk menenangkannya.


Eric dan juga Ryder juga tampak panik saat melihat tangisan Yara, bahkan Ryder sampai menghentikan mobilnya membuat mobil-mobil lain yang dia dibelakang mereka ikut berhenti.


"Loh, kenapa berhenti?" tanya Zafran sambil melihat ke arah mobil Ryder. Dia merasa heran kenapa mobil itu berhenti sedangkan mereka belum sampai di tempat tujuan.


River yang ada dimobil belakang bersama keluarga kecilnya juga menatap dengan heran, mungkinkah mereka sudah sampai itu sebabnya berhenti?


Semua keluarga Yara semakin bertambah heran saat melihat Ryder keluar dari mobil, lalu kembali masuk lagi di bagian kursi belakang di mana Yara berada. Jelas saja membuat mereka semua menjadi panik.


"Apa terjadi seuatu dengan Yara?" tanya Via. Dia lalu keluar dari mobil dengan diikuti oleh yang lainnya.


River dan sang istri juga ikut keluar untuk melihat apa yang terjadi, begitu juga dengan Junior yang ikut panik saat melihat wajah panik Zafran.


"Ada apa? Apa yang terjadi dengan putriku?" tanya Vano dengan tajam saat sudah mendekati mobil Ryder, membuat kedua orangtua Ryder menatap dengan bingung.


"Tenanglah, Sayang. Kenapa kau menangis?" tanya Ryder sambil berusaha untuk menenangkan sang istri. "Maaf kalau aku membuat kesalahan, tapi aku mohon jangan menangis lagi." Dia menjadi bingung dan tidak tahu harus berbuat apa.


Via lalu menepuk bahu Ryder dan menyuruh menantunya itu untuk keluar, biar dia saja yang mencoba untuk bicara dengan Yara.


Namun, belum sempat Ryder keluar. Yara langsung memeluk tubuh suaminya itu dengan erat membuat Ryder terkejut, bahkan kepalanya sampai tidak sengaja membentur pintu bagian atas mobil.


"Kenapa kau baik sekali, Mas? Kau bukan hanya membangun jalan untuk masyarakat, tetapi juga membangunkan rumah sakit untuk mereka. Sungguh aku sangat beruntung sekali memiliki suami sepertimu," ucap Yara dengan tersedu-sedu.


Sejak tadi Yara menangis bukan karena merasa sedih atau tidak setuju dengan apa yang Ryder lakukan, melainkan merasa sangat tersentuh dengan apa yang suaminya itu lakukan. Sampai dia tidak bisa mengatakan apa-apa, itu sababnya hanya air mata sajalah yang bicara.


"Jadi kau tidak marah denganku, Sayang? Aku tidak membuat kesalahan?" tanya Ryder.


Yara menggelengkan kepalanya. "Bagaimana mungkin aku marah dengan perbuatan terpuji yang kau lakukan, Mas? Aku saja merasa sangat bangga dan beruntung bisa menikah dengan laki-laki sepertimu.


Semua orang langsung menghela napas kasar saat mendengar ucapan Yara, terutama Ryder yang langsung lemas dengan perasaan sangat lega.

__ADS_1


"Syukurlah kalau seperti itu, kau benar-benar membuatku hampir terkena serangan jantung, Sayang," ucap Ryder dengan lirih.


Semua orang yang ada di tempat itu tampak menggelengkan kepala mereka melihat apa yang Yara lakukan. Mereka benar-benar tidak habis pikir bisa-bisanya wanita itu menangis tersedu-sedu, karena merasa bangga dan beruntung bisa menikah dengan Ryder.


Mreka semua lalu kembali ke mobil masing-masing untuk melanjutkan perjalanan yang hanya tinggal beberapa meter lagi, terlihat para penduduk berkumpul di halaman depan rumah Ryder.


"Selamat datang kembali," ucap semua warga yang ada ditempat itu saat melihat kedatangan Ryder dan Yara. Mereka bahkan sampai menyiapkan karangan bunga untuk dikalungkan dileher Ryder dan semua keluarga laki-laki itu.


Yara kembali menangis saat melihat sambutan yang dilakukan oleh warga desa, sementara keluarganya juga tersenyum senang dengan keramahan yang semua warna berikan untuk mereka.


Para warga pun terlihat sangat bahagia menyambut kedatangan Ryder dan Yara. Bagi mereka, pasangan suami istri itu sudah seperti malaikat yang Tuhan kirim untuk mereka semua, dengan kebaikan hati dan ketulusan yang juga mereka berikan pada semua orang.


Bukan hanya itu saja, mereka bahkan berdecak kagum saat melihat keluarga bedar Ryder Yara. Tidak ada satu pun yang jelek di antara mereka, semuanya punya kulit putih bersih dengan wajah tampan dan cantik. Benar-benat bibit unggul yang harus dilestarikan.


Edward juga menyambut kedatangan mereka semua dengan senyum bahagia. Keluarga Ryder dan Yara mengucapkan bela sungkawa yang sangat besar atas meninggalnya Edwin, walaupun putranya itu sudah beberapa tahun yang lalu meninggal. Hanya saja tubuhnya baru ditemukan saat ini.


Setelah sambutan itu selesai, para warga dipersilahkan menikmati makanan yang telah disajikan, yang menyiapkannya adalag Edward. Sementara Ryder dan keluarganya ingin masuk lebih dulu ke dalam rumah baru itu.


"Masyaallah, Mas," seru Yara kembali dengan berlinangan air mata. Hari ini dia terus-terusan dibuat terkejut oleh suaminya sendiri. Mulai dari jalan, rumah sakit, bahkan sekarang rumah juga.


"Ini adalah hadiah untuk pernikahan kita, Sayang. Apa kau menyukainya?" tanya Ryder sambil mengusap wajah Yara yang sudah sembab karena kebanyakan menangis.


Yara menganggukkan kepalanya. "Aku suka, Mas. Aku suka dengan semua pemberianmu." Dia menatap sang suami dengan tulus.


Semua orang menatap sepasang suami istri itu dengan penuh kebahagiaan, terutama kedua orangtua Rayder dan juga kedua orangtua Yara. Merekalah yang jauh lebih bahagia jika melihat anak-anak mereka bahagia. Begitu pun sebaliknya, mereka akan jauh lebih sakit jika melihat anak-anak mereka sakit.





Tbc.

__ADS_1


__ADS_2