Takdir Cinta Yang Kau Pilih

Takdir Cinta Yang Kau Pilih
Bab 141. Sebuah Misteri.


__ADS_3

Kedua pupil mata Zafran melebar saat melihat foto seorang lelaki yang ada di dalam sebuah bingkai, dan wajah laki-laki itu sama persis dengan wajah makhluk tak kasat mata yang telah menunjukkan jalan keluar padanya.


"Ada apa, Zaf?" tanya Ryder saat melihat Zafran terus menatap ke arah foto itu, begitu juga dengan Edward yang ikut melihat ke arah tatapan Zafran.


"Itu adalah foto putra saya. Dia tampan, 'kan?" ucap Edward sambil tersenyum hangat.


Zafran langsung mengalihkan pandangannya ke arah Edward. "Putra Anda?"


Edward mengangguk. "Benar. Apa Anda dulu pernah mengenalnya?" Dia bertanya dengan sendu, teringat akan kehadiran sang putra yang sudah lama meninggalkannya.


Zafran terdiam. Tidak, dia tidak mengenalnya, tetapi pernah bertemu dengannya. Bahkan mereka bertemu tadi malam.


"Sebenarnya ada apa, Zaf?" tanya Ryder kembali dengan bingung. "Apa kau benar-benar mengenal putra pak Edward?"


Zafran menggelangkan kepalanya. "Tidak, aku tidak mengenal beliau."


Edward menghela napas berat. Memang tidak mungkin jika Zafran mengenal putranya, sementara sang putra sudah meninggal beberapa tahun yang lalu dalam sebuah kecelakaan.


"Saya memang tidak mengenalnya, tapi saya pernah bertemu dengannya," sambung Zafran.


Kedua mata Edward langsung berbinar saat mendengar ucapan Zafran. "Benarkah? Kapan Anda bertemu dengan Edwin, pasti sudah lama sekali 'kan?" Dia terlihat gembira.


Zafran kembali diam. Bagaimana ini, apa yang harus dia katakan? Apa dia jujur saja jika baru bertemu dengan laki-laki itu tadi malam?


"Edwin sudah meninggal 3 tahun yang lalu."


Deg.


Zafran tersentak kaget membuat Ryder juga ikut terlonjak karenanya. "Di-dia benar-benar sudah meninggal?" Dia bertanya dengan tergagap.


Edward menganggukkan kepalanya. Dia lalu mengatakan jika putranya meninggal akibat kecelakaan karena mobil yang dikendarai masuk ke jurang yang cukup dalam, bahkan sampai sekarang dia belum menemukan keberadaan mayat putranya itu.


Jantung Zafran berdebar keras mendengar semua cerita Edward. Sudah jelas jika yang bertemu dengannya tadi malam adalah makhluk halus yang menjelma sebagai Edwin. Namun, kenapa laki-laki itu berada di pabrik dan membantunya?


"Zafran, kau tidak apa-apa?" tanya Ryder sambil menepuk bahu Zafran. Dia merasa cemas saat melihat keanehan dari sikap laki-laki itu, apalagi kini wajah Zafran berubah pucat.

__ADS_1


"Jadi, kapan Anda bertemu dengannya? Apa saat dia masih kuliah di kota?" Edward kembali bertanya dengan semangat.


Zafran semakin dilanda kebingungan. Dia lalu mengusap wajahnya dengan kasar membuat Ryder semakin panik, begitu juga dengan Edward yang kini menatap laki-laki itu dengan heran.


"Tidak, saya bertemu dengannya bukan di kota. Saya, saya bertemu dengannya di sini," ucap Zafran dengan lirih.


Edward mengangguk-anggukkan kepalanya, sementara Ryder menajamkan tatapan matanya karena merasa aneh dengan ucapan Zafran.


"Tunggu, berarti ini bukan pertama kalinya Anda ke sini?" tanya Edward lagi.


Zafran menatap Edward dengan nanar, mungkin apa yang akan dia katakan ini bisa membuat laki-laki paruh baya itu terkejut. "Saya bertemu dengannya di desa ini, Pak. Dan saya bertemu dengannya tadi malam, di pabrik teh milik Anda dulu."


"A-apa?" Pekik Edward dengan kedua mata membulat sempurna, bahkan terlihat jelas keterkejutan dan ketidak percayaan diwajahnya. "Kau, kau bilang apa?" Dia bertanya dengan tajam.


Ryder yang mendengar ucapan Zafran langsung teringat dengan cerita laki-laki itu tadi malam. "Jadi, laki-laki yang sudah menunjukkan jalan keluar untukmu itu adalah Edwin?"


Zafran mengangguk. Dia lalu kembali menceritakan tentang apa yang terjadi tadi malam, juga tentang kemunculan sosok yang sangat mirip dengan mendiang Edwin.


Edward menggelengkan kepalanya dengan air mata mengalir deras membasahi wajah, sungguh dia tidak percaya dengan apa yang Zafran ceritakan tentang putranya. Bagaimana mungkin Edwin bisa muncul seperti itu?


"Tidak, kau pasti bohong!" ucap Edward dengan gemetar.


Edward benar-benar merasa terkejut dan bingung dengan apa yang terjadi saat ini. Selama ini putranya tidak pernah muncul di hadapannya, bahkan dalam mimpinya sekali pun. Lalu kenapa sekarang Zafran malah berkata seperti itu, apa laki-laki itu sengaja berbohong untuk mengerjainya?


"Coba Anda pikirkan, bagaimana mungkin Zafran bisa berbohong seperti itu?" tanya Ryder. "Dia sendiri tidak kenal dengan putra Anda, dan dia baru pertama kali datang ke desa ini. Lalu, apa untungnya dia berbohong pada Anda dengan mengarang cerita tersebut?"


Edward terdiam. Dia sedang mencoba untuk mencerna ucapan Ryder, dan mencoba untuk berpikir dengan menggunakan akal sehatnya.


"Tapi kenapa? Kenapa putraku muncul di pabrik itu dan membantunya, kenapa?" tanya Edward dengan tajam.


"Itulah yang tidak kita ketahui, Pak. Dan karena masalah itu jugalah saya datang ke sini untuk meminta bantuan Anda," jawab Ryder.


Dia lalu menceritakan semua tentang Bayu pada Edward, tidak lupa dengan rencana busuk laki-laki itu yang ingin merebut perkebunan serta pabrik miliknya.


Edward tercengang mendengar semua cerita Ryder. Sungguh semua yang terjadi hari ini benar-benar mengguncang jiwanya.

__ADS_1


"Zafran dikejar oleh bajing*an itu sampai membuat kedua kakinya terluka, dan yang membantunya lolos adalah putra Anda," ucap Ryder saat sudah selesai menceritakan semua kebusukan Bayu.


Semua cerita ini benar-benar sangat tidak masuk akal dan membuat Edward tidak bisa memberikan reaksi apa-apa karena merasa sangat terguncang.


"Memang semua itu sangat tidak masuk akal. Bagaimana mungkin orang yang sudah meninggal bisa muncul lagi ke hadapan saya? bahkan saya pun merasa kebingungan dan takut," sambung Zafran. "Saya tidak tahu kenapa putra Anda membantu saya, yang jelas dia menyuruh saya untuk masuk ke dalam ruangan itu. Setelah masuk, dia membuka lemari yang langsung terhubung ke luar pabrik. Apa dulu ruangan itu adalah miliknya?" Dia bertanya dengan heran.


Edward menggelengkan kepalanya. Tidak, ruangan itu bukan ruangan kerja putranya, karena ruangan itu hanya digunakan untuk menyimpan berkas-berkas saja.


"Saya sudah lama mendengar jika ruangan itu sangat angker dan seram, bahkan ada beberapa orang yang diganggu saat berada dalam ruangan itu. Apa mungkin putra Anda yang melakukannya?" ucap Ryder.


"Tidak, dia tidak mungkin mengganggu orang-orang. Walau menjadi setan sekali pun, anakku adalah orang baik," bantah Edward. "Tapi dulu saya memang pernah menemukan kejanggalan dalam ruangan itu saat mengambil beberapa berkas."


Edward lalu menceritakan jika dulu sempat masuk ke dalam ruangan itu untuk mengambil sesuatu, lalu dia mencium aroma busuk yang sangat menyengat hingga membuatnya muntah-muntah dan bergegas untuk keluar.


Setelah diselidiki, Bayu mengatakan jika bau busuk itu berasal dari kucing mati yang ada dalam ruangan itu, dan dulu ruangannya masih beralaskan tanah.


"Saya sempat melihat ada sebuah gundukan di sudut ruangan itu, tapi bergegas keluar karena tidak tahan dengan baunya," ucap Edward kemudian.


Ryder dan Zafran saling pandang saat mendengar penjelasan Edward, mereka sama-sama merasa ada yang tidal beres dengan ruangan itu. Mungkinkah ada sesuatu di sana hingga membuat ruangan tersebut disebut ruangan angker dan menyeramkan?


"Kita harus melakukan penyelidikan, Pak. Saya yakin ada sesuatu dalam ruangan itu, dan kita juga harus mengawasi serta menyelidiki Bayu. Aku merasa bahwa semua ini berkaitan erat dengannya," ucap Ryder.


Edward mengangguk setuju. Dia lalu menghubungi beberapa orang kepercayaannya untuk segera datang menemuinya saat ini juga, karena dia harus segera memerintahkan mereka untuk menyelidiki semua itu.


Sementara itu, di tempat lain terlihat Bayu sedang bersama dengan orang-orangnya. Dia sudah menyuruh mereka untuk memeriksa semua orang yang ada di desa, dan mencari laki-laki yang sudah lolos dari kejarannya malam tadi.


"Kalian tidak boleh gagal. Jika laki-laki itu sampai buka mulut dan mengadu pada Ryder, maka semua rencanaku akan gagal!" ucap Bayu dengan tajam.


Sesaat kemudian, datanglah seorang lelaki sambil membawa berkas-berkas ditangannya.


"Semua berkasnya sudah siap, Pak. Kita hanya perlu tanda tangan dari tuan Ryder, setelah itu maka perkebunan dan pabrik itu akan menjadi milik Anda."



__ADS_1



Tbc.


__ADS_2