Takdir Cinta Yang Kau Pilih

Takdir Cinta Yang Kau Pilih
Bab. 89. Primadona Desa.


__ADS_3

Ryder yang akan kembali memasukkan pisang goreng ke dalam mulutnya terhenti saat mendengar ucapan Weny, dia lalu menurunkan tangannya, dan meletakkan pisang itu di atas meja.


"Sudah ada kakek dan masyarakat lain yang akan menyambut mereka, untuk apa lagi bertemu denganku?" tanya Ryder sambil mengernyitkan kening, terlihat jelas jika dia tidak suka dan tidak berniat untuk bertemu dengan mereka.


"Itu benar," ucap Weny sambil menganggukkan kepalanya. "Tapi tujuan utama mereka 'kan untuk bertemu denganmu, bertemu dengan lelaki yang sudah mengubah wajah desa ini." Dia berucap dengan penuh penekanan, seolah-seolah sedang membujuk Ryder.


"Lupakan saja. Kalau mereka memang mau datang melihat desa ini, yah tinggal datang. Tidak perlu susah-susah memintaku untuk bertemu segala," ucap Ryder dengan kesal, dan penuh dengan penolakan.


Weny menghela napas kasar. Dia hanya ingin agar Ryder dikenal banyak orang, apalagi para pemerintahan tinggi walaupun dia tahu jika laki-laki itu bukan orang sembarangan.


"Maaf, Nek. Aku tidak bermaksud untuk membentak Nenek," ucap Ryder dengan tatapan penuh penyesalan. Dia jadi terbawa emosi karena membahas masalah tamu yang akan datang ke desa tempatnya tinggal, tentu dia tidak mau bertemu dengan mereka karena takut jika mereka mengenali siapa dia yang sebenarnya.


"Tidak apa-apa, Nak. Seharusnya nenek yang minta maaf karena sudah memaksamu," balas Weny sambil mengusap punggung Ryder.


Ryder menganggukkan kepalanya dengan senyum tipis, kemudian dia beranjak dari tempat itu untuk melanjutkan pekerjaannya.


Sesaat kemudian, semua kayu sudah terbelah menjadi beberapa bagian. Dia segera menyusunnya ke tempat yang sudah di pasangi atap agar tidak terkena hujan, yang akan membuat kayu itu menjadi basah.


"Mas Ryder!"


Ryder menghentikan pekerjaannya saat mendengar panggilan seseorang. Dia lalu menoleh ke arah belakang, terlihat seorang gadis berwajah manis sedang berjalan ke arahnya.


"Ada apa, Yu? Tumben sore-sore ke sini?" tanya Ryder. Dia menepuk-nepukkan kedua tangannya untuk menghilangkan debu yang menempel di sana.


"Ayu tadi belajar masak, rupanya jadinya kebanyakan. Jadi Ayu antar ke sini untuk Mas," ucap Ayu dengan rona malu di kedua pipinya. Dia lalu memberikan sesuatu yang ada di tangannya pada Ryder.

__ADS_1


"Terima kasih." Ryder menerima makanan itu dengan senyum tipis sambil menganggukkan kepalanya. Alasan yang dibuat wanita itu sangat klise sekali, kenapa Ayu tidak langsung ngomong aja kalau membuat makanan untuknya?


"Apa ada lagi yang mau kau katakan?" tanya Ryder dengan tatapan bingung, pasalnya wanita itu tetap diam di tempat itu padahal sudah memberikan makanan padanya.


Ayu yang sempat melamun mengerjapkan kedua matanya. "I-itu, Mas. Na-nanti malam Mas mau ke mana?" Dia bertanya dengan gugup dan penuh keragu-raguan.


"Em ... paling juga ronda. Kenapa?" jawab Ryder sambil berjalan ke arah meja kecil yang ada di tempat itu, lalu meletakkan makanan pemberian wanita itu di sana.


"Na-nanti malam ada temenku yang nikahan, ja-jadi aku mau ajak Mas ke sana. Gimana?" tanya Ayu dengan suara yang sangat lirih, bahkan hampir tidak terdengar ditelinga Ryder.


Ryder terdiam saat mendengarnya. Terlihat jelas sekali jika wanita yang ada di hadapannya ini tertarik padanya, tetapi dia sama sekali tidak tertarik pada wanita itu. Bahkan pada semua gadis yang ada di desa itu, walau ada beberapa yang sering bekerja sama dengannya.


"Gimana ya? Aku-"


"Ryder, Ayo!"


"Iya, sebentar!" balas Ryder dengan teriakan yang sama seperti lelaki itu. Dia lalu menoleh ke arah Ayu yang masih setia di sana.


"Maaf, Ayu. Aku harus pergi, sekali lagi terima kasih makanannya," ucap Ryder dengan cepat. Setelahnya dia membawa makanam itu masuk ke dalam rumah, jika tidak akan habis di makan kucing atau ayam.


"Tu-tunggu, Mas. Kau belum menjawab ajakanku!" teriak Ayu pada Ryder yang sudah tancap gas untuk pergi dari tempat itu, dia pura-pura tidak dengar karena tidak mau menjawab ajakan wanita itu.


"Ada apa, Ryder. Apa Ayu mengajakmu pergi lagi malam ini?" tanya lelaki yang memanggil Ryder tadi sambil mengedipkan sebelah matanya, bermaksud menggoda Ryder.


"Ck." Ryder hanya berdecak saja untuk menanggapi ucapan temannya itu, membuat laki-laki itu langsung tertawa lebar.

__ADS_1


Laki-laki bernama Bayu itulah yang pertama kali mengajak Ryder bicara di desa itu. Sifatnya yang supel dan ramah membuat Ryder nyaman bersamanya, tetapi terkadang sifatnya juga terasa menyebalkan.


"Ayolah, Ryder. Dia lumayan cantik 'kan? Bisa di bilang paling cantik di desa ini, kembang desa," ucap Bayu dengan semangat, seperti sedang menunjukkan kalau dialah yang menyukai wanita bernama Ayu itu.


"Kalau kau suka, ambil saja. Aku tidak berminat," cibir Ryder sambil mengernyitkan keningnya, dan memasang wajah mengejek.


"Cih, sok jual mahal sekali kau ini. Kayak yang paling tampan saja," balas Bayu dengan kesal, dengan bibir yang maju beberapa senti ke depan.


"Aku 'kan memang yang paling tampan di sini," ucap Ryder dengan bangga sambil membusungkan dada, membuat Bayu langsung serasa ingin muntah saat mendengarnya.


"Tapi iya sih, wajahmu memang tampan sekali." Lirih Bayu dengan tidak ikhlas, bisa-bisanya laki-laki yang ada di sampingnya terlahir sempurna seperti itu.


Ryder langsung tergelak saat mendengarnya. Walau di mana pun dia berada, ketampanannya memang tidak akan pernah luntur. Itu sebabnya dia menjadi kejaran para gadis-gadis yang ada di desa itu, walau kulitnya sedikit lebih gelap ketimbang dulu.


Setelah sampai di balai desa, Ryder dan semua masyarakat yang sudah berkumpul di tempat itu mulai melakukan kerja bakti. Dia bertugas untuk membersihkan saluran air yang terhambat karena banyaknya sampah, benar-benar membuat urat sarafnya langsung putus akibat menahan amarah.


"Kenapa selalu aku sih, yang bersihin yang kotor-kotor?" ucap Ryder dengan kesal. Ingin sekali dia membasmi selogan yang mengatakan berani kotor itu tampan.


"Sabar, Ryder. Kau tau 'kan, kalau banyak anak muda sini yah iri denganmu? Kalau kau disukai semua wanita, maka kau harus siap jadi musuh para pria."




__ADS_1


Tbc.


__ADS_2