Takdir Cinta Yang Kau Pilih

Takdir Cinta Yang Kau Pilih
Bab 208. Kejahilan Ryder.


__ADS_3

Akhirnya mereka semua memutuskan untuk pulang dan tidak jadi bermain karena sudah hilang semangat, terutama Zafran yang terus diam disepanjang perjalanan pulang membuat Zayyan dan Hana tidak berani bersuara.


Sementara itu, di tempat lain terlihat Vano dan Via sudah sampai di rumah Yara. Mereka sengaja tidak memberitahu kedatangan itu karena ingin membuat kejutan, tentu saja Yara berteriak histeris saat melihat kedua orangtuanya.


"Mama, Papa!" ucap Yara saat baru keluar dari rumah dan melihat keberadaan kedua orangtuanya. Dia yang sedang istirahat dibangunkan oleh Ryder dan di ajak keluar dengan alasan kedatangan tamu penting, ternyata tamu itu adalah orangtuanya sendiri.


"Bagaimana kabarmu, Sayang? Apa kalian baik-baik saja?" tanya Via sambil mengusap perut Yara yang masih rata.


Yara tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. "Alhamdulillah aku baik, Ma. Bagaimana kabar Mama dan papa?" Dia balik bertanya.


"Alhamdullillah mama baik. Maaf karena tidak saat akan datang ke sini," ucap Via.


"Tidak apa-apa, Ma. Yang penting Mama dan papa baik-baik saja. Ayo, kita masuk!" ajak Yara sambil menggandeng lengan sang mama. Dia juga menyalim tangan papanya dan mengajak mereka untuk masuk ke dalam rumah.


"Bagaimana perasaanmu sekarang, Ryder? Apa kau masih mencintai Yara?" tanya Vano saat sudah duduk di ruang keluarga.


Ryder mengernyitkan kening bingung saat mendengar pertanyaan sang mertua, sementara Via terkekeh pelan melihat apa yang suaminya lakukan.


"Tentu saja, Pa. Aku sangat mencintai Yara, dan akan tetap mencintainya selamanya," jawab Ryder dengan tegas dan penuh kesungguhan, walau dia merasa bingung kenapa papa mertuanya bertanya seperti itu.


"Kamu ngapain sih, Mas? Kenapa tiba-tiba mengungkapkam cinta padaku?" tanya Yara dengan heran saat mendengar suara sang suami. Dia baru saja menyuruh pembantu untuk menyiapkan minuman dan makanan ringan untuk orangtuanya, jadi tidak dengar apa yang papanya tanyakan pada Ryder.


"Syukurlah kalau kayak gitu," ucap Vano sambil menghela napas lega.


"Mas ini ada-ada saja. Jangan samakan apa yang orang lain lakukan, setiap orang itukan berbeda," seru Via sambil menggelengkan kepalanya.


"Memangnya ada apa, Ma?" tanya Yara sambil duduk di samping sang mama.


Via lalu menceritakan tentang apa yang terjadi pada Hana karena dia memang belum memberitahukannya pada Yara, sengaja melakukan itu karena ingin membicarakannya secara langsung dengan putri sulungnya itu.


"Jadi Hana tinggal bersama dengan Mama dan papa?" tanya Yara dengan sangat terkejut. Tidak disangka ada kejadian seperti itu, dan lebih tidak terduga lagi jika yang mambawa Hana adalah Zafran.


"Iya, Nak. Sudah lebih dari seminggu dia tinggal bersama dengan kami, dan sekatang proses perceraiannya sedang berjalan," jawab Via.


Yara mengangguk-anggukkan kepalanya. "Hana wanita yang baik dan rajin, Ma. Tidak apa-apa jika dia tinggal di rumah Mama dan papa, malah bagus supaya bisa menemani Mama. Tapi bagaimana dengan suaminya? Apa nanti tidak akan jadi masalah?" Dia bertabya dengan khawatir.


"Itulah yang sedang Mama pikirkan, tapi semoga saja semuanya berjalan lancar. Jadi Hana bisa segera berpisah dengan suaminya," jawab Via kembali.

__ADS_1


Yara langsung mengaminkan ucapan sang mama. Dia merasa kasihan dan tidak menyangka jika Hana disiksa oleh suami wanita itu sendiri, bahkan mertua Hana juga melakukan penyiksaan. Namun syukurlah jika saat ini Hana sudah sembuh dan tinggal bersama keluarganya.


"Padahal dia wanita yang berbakat, tapi sayang sekali diperlakukan layaknya sampah," seru Vano sambil menyandarkam tubuhnya ke sandaran sofa.


"Benar. Hana itu sangat pintar melukis, dan lukisannya sangat cantik. Sebentar, biar mama tunjukkan," sahut Via sambil mencari foto-foto lukisan Hana yang ada di ponselnya, lalu menunjukkan foto itu pada Yara. "Lihat, itu lukisan Hana."


"Masyaallah, ini cantik sekali," ucap Yara dengan kagum. Lukisan pemandangan yang Hana buat sangat indah, begitu juga dengan lukisan wajah sang mama yang tampak sangat cantik. "Tidak disangka dia sangat berbakat seperti ini." Dia benar-benar merasa terkejut.


Via lalu menceritakan jika saat ini Hana sudah belajar dari seorang guru setiap empat kali dalam sebulan, dan semua itu yang menyiapkannya adalah Zafran.


"Syukurlah kalau Zafran dan Zayyan memperlakukan Hana dengan baik tapi yah adik-adikku kan memang baik," seru Yara sambil tersenyum.


"Tentu saja. Semua anak papa itu baik, lihat dulu siapa papanya," ucap Vano dengan bangga.


Mereka semua tertawa mendengar ucapan Vano yang penuh dengan kesombongan, tetapi apa yang laki-laki itu ucapkan memang benar.


Ryder yang sejak tadi diam dan hanya mendengarkan obrolan mereka, terlihat sibuk mengirim pesan pada seseorang. Dia lalu tersenyum saat pesan yang dia kirim sudah dibaca oleh orang tersebut.


"Wah, sepertinya kau sedang menyukai seseorang yah, Zafran."


Ternyata Ryder mengirim pesan ejekan kepada Zafran setelah memdengar semua cerita kedua mertuanya. Jelas saja laki-laki itu menyukai Hana, jika tidak maka tidak mungkin lelaki sedingin Zafran mempedulikan wanita itu.


"Dasar kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu."


"Apa sih? Mama dan papa sudah sampai belum?"


"Aku akan katakan pada mama dan papa kalau kau menyukai Hana."


"Apa? Hey!!!" 😠


Ryder langsung tertawa terbahak-bahak saat membaca pesan kemarahan yang Zafran berikan, membuat Yara dan kedua orangtuanya menatap dengan bingung.


"Ada apa, Mas? Kenapa kau tiba-tiba tertawa?" tanya Yara sambil menyipitkan kedua matanya, menatap sang suami dengan curiga.


"Tidak ada, Sayang. Aku hanya sedang chattingan dengan Zafran dan mengerjainya saat dia bertanya apakah mama dan papa sudah sampai."


"Ya Allah, benar juga. Mama belum memberi kabar pada mereka kalau sudah sampai," seru Via dengan panik, dia sampai lupa menelepon Zafran dan Zayyan padahal sudah sampai setengah jam yang lalu.

__ADS_1


"Nah, Zafran menelepon ini," ucap Ryder membuat Via tidak jadi menghubungi Zafran. Dia lalu menjawab panggilan itu. "Halo, Zafran."


"Apa maksud Kakak, sih? Jangan bicara sembarangan!" ucap Zafran dengan kuat membuat Ryder terpaksa menjauhkan ponselnya dari telinga.


"Dasar gila, apa kau mau membuat gendang telingaku pecah?" omel Ryder sambil terkikik geli, merasa lucu dengan kemarahan Zafran. Dia lalu memberikan ponsel itu pada mama mertuanya tanpa memberitahu laki-laki itu.


"Makanya jangan ngomong sembarangan, sejak kapan pula aku suka dengannya," ucap Zafran di sebrang telepon tanpa sadar jika benda pipih itu sudah berpindah tangan.


"Memangnya kau suka dengan siapa, Zaf?"


"Ma-Mama?" pekik Zafran dengan kaget saat mendengar suara sang mama membuat mamanya langsung menjauhkan ponsel itu. "A-aku tidak suka dengan siapa pun, Ma." Ucapnya dengan tergagap.


Via menggelengkan kepalanya saat mendengar suara Zafran yang cetar membahana, sementara Ryder tertawa terbahak-bahak karena panggilan itu sengaja diloudspeaker saat memberikannya pada sang mertua.


"Iya-iya, jangan teriak-teriak begitu, Zaf. Telinga mama sakit ini," ucap Via sambil menghela napas kasar.


"Maaf Ma, aku tidak sengaja," balas Zafran dengan rasa bersalah. "Apa Mama dan papa baru sampai di rumah kakak?"


Via lalu ikut meminta maaf karena lupa memberitahu saat sudah sampai. Kemudian mereka saling mengobrol dengan ria dan mengubah panggilan itu menjadi video call. Tidak lupa mereka juga bicara dengan Zayyan dan Hana.


Pada saat yang sama, di tempat lain terlihat Dion sedang bertemu dengan seseorang. Orang itu meletakkan sebuah amplop berwarna coklat ke atas meja dan berada tepat di hadapan Dion.


"Saya sudah mendapatkan banyak foto-foto mereka, juga mendapatkannya dari rekaman cctv," ucap lelaki itu.


Dion tersenyum senang saat mendengar ucapan laki-laki itu. Dia lalu membuka amplop itu dan melihat foto-foto yang ada di dalamnya.


Seketika darah Dion terasa terbakar melihat foto-foto Hana dan Zafran, bahkan ada beberapa foto pada saat wanita itu masih tinggal bersamanya.


"Kalian benar-benar brengs*ek! Tapi lihat saja, aku akan menghancurkan kalian dengan foto-foto ini," gumam Dion dengan geram. Dia lalu memberikan bayaran pada lelaki yang sudah memata, matai Hana dan Zafran selama beberapa hari ini, dan berhasil mendapat foto-foto mereka bahkan sampai foto yang terjadi saat Hana masih tinggal bersamanya.


"Aku akan segera menyebarkan foto ini, aku akan membuat semua orang tahu tentang perselingkuhan kalian."


•


•


•

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2