Takdir Cinta Yang Kau Pilih

Takdir Cinta Yang Kau Pilih
Bab. 66. Menjadi Bahan Taruhan.


__ADS_3

Semua orang yang ada di tempat itu langsung mengangkat gelas berisi wine mereka dengan suara teriakan yang sangat bersemangat, saat mendengar ucapan Alan membuat Yara tersentak kaget.


Sebenarnya Yara sudah tidak heran lagi saat melihat banyaknya minuman yang ada di atas meja mereka, tetapi dia terkejut saat mendengar suara teriakan sekaligus melihat apa yang Alan lakukan.


"Hello ladies, are you ready for play?"


"Yeah. I am ready for the winner, uuuh."


Suara teriakan dari para wanita yang ada di tempat itu membuat suasanan kian meriah, tentu saja Yara bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi.


"Ryder, bolehkah aku bertanya sesuatu?" Yara memalingkan wajahnya ke arah samping, terlihat Ryder sedang menyesap minumannya dengan santai.


"Hem. Tanya saja," ucap Ryder sambil meletakkan gelas berisi winenya ke atas meja, tentu saja karena tatapan Yara yang sangat menusuk.


"Sebenarnya apa maksud ucapan Alan, apa dia akan memainkan suatu permainan untuk mereka?" tanya Yara sambil menunjuk ke arah para wanita yang tadi berteriak.


Ryder terdiam saat mendengar ucapan Yara, sebenarnya dia sudah menduganya jika wanita itu pasti akan bertanya.


"Ya, mereka akan memainkan suatu permainan. Apa kau juga ingin ikut?" tawar Ryder membuat Yara menggelengkan kepalanya.


"Tidak. Aku sama sekali tidak beminat, lagi pula aku tidak tau permainan apa yang akan di mainkan," jawab Yara sambil kembali melihat lurus ke depan, di mana ada beberapa wanita yang berjalan ke arah panggung acara.


Ryder kembali diam saat mendengar jawaban Yara. Sebenarnya sejak tadi dia terus memikirkan tentang pertaruhan yang akan wanita itu ikuti, entah kenapa dia merasa tidak rela dan juga merasa tidak nyaman.


Apalagi saat mendengar ucapan Yara saat berada di mobil tadi, jujur saja jika hatinya bergetar dan tersentuh dengan semua ucapan wanita itu.


Tiba-tiba saja dia membayangkan kebahagiaan bersama dengan Yara saat sudah berumah tangga nanti, dan mungkinkah semua itu terwujud saat dia mempertaruhkan wanita itu?


"Wah, sepertinya kalian sudah bersemangat sekali yah. Oke, aku akan langsung mengumumkan hadiah yang akan kalian dapatkan jika memenangkan permainan ini," ucap Alan yang masih setia berada di atas panggung, tentu saja dengan ditemani wanita-wanita yang dia bawa.


"Kalian akan mendapatkan 27 milyar jika memenangkan permainan ini,"


"Yeah!"


Suara tepuk tangan dan teriakan kembali menggema di tempat itu ketika Alan menyebutkan besarnya hadiah yang akan di terima, tentu saja semua itu membuat Yara bertanya-tanya.

__ADS_1


"27 milyar? Memangnya permainan seperti apa yang akan mereka mainkan dengan hadiah sebesar itu?"


Yara terkesiap. Siapa pun orang juga pasti akan bereaksi sama sepertinya saat mendengar besarnya hadiah yang akan di menangkan.


"Oke, Ladies. Bukan hanya kalian saja yang akan mendapatkan uang itu, tetapi pemilik kalian juga. Tentu saja ada bonus khusus yang sudah kami siapkan untuk pemenang dalam permainan kali ini."


Alan memasukkan 4 lembar cek berisi nominal uang sejumlah 27 milyar ke dalam kotak kaca, itu sebagai bukti untuk hadiah yang akan diterima pemenang.


"Bukan hanya uang, kali ini kalian akan mendapatkan bonus yang lain. Yaitu berhak menghabiskan malam bersama dengan laki-laki atau wanita yang kalian inginkan di tempat ini."


Deg.


Yara tersentak kaget saat mendengar ucapan laki-laki itu. "Menghabiskan malam? Menghabiskan malam dia bilang?"


Suara teriakan dari para wanita fan lelaki terdengar lebih kencang dari pada saat pengumuman hadiah tadi, jelas mereka sudah menantikan kesempatan seperti ini. Bahkan ada beberapa wanita yang langsung melihat ke arah target yang diincar.


"Tenanglah. Aku tahu jika kalian semua menginginkan Ryder, untuk itu tunjukkan semua pesona kalian untuk memenangkannya," teriak Alan kembali sambil menuang wine yang masih berada di dalam botol ke tubuh wanita yang ada di sampingnya.


Yara langsung melihat ke arah Ryder dengan jantung berdegup kencang, sementara Ryder sendiri sedang mengepalkan kedua tangannya karena sedang merutuki Alan yang tadi menyebut namanya.


Glek.


Ryder menelan salivenya dengan kasar. "Dasar si*alan. Kenapa dia harus menyebut namaku sih?" Ingin sekali dia melayangkan pukulan ke wajah Alan.


"Kenapa kau diam, Ryder? Sebenarnya permainan seperti apa yang sedang kalian mainkan?" Akhirnya Yara mengungkapkan rasa penasarannya, karena dia sudah merasa ada yang tidak beres sekarang.


"Em, itu-"


"Hey, Ryder. Apa kau tidak mau mengantar wanitamu ke sini?"


Ryder tidak dapat melanjutkan ucapannya saat tiba-tiba mendengar suara Alan, sontak semua orang langsung melihat ke arahnya.


"Come on, Yara. Mari tunjukkan pesonamu pada kami semua,"


"Apa?"

__ADS_1


Yara memekik kaget dan langsung melihat ke arah Alan saat mendengar laki-laki itu menyebut namanya, sementara Ryder langsung beranjak bangun dari kursi.


"Yara tidak ikut dalam permainan ini."


Semua orang terkejut saat mendengar ucapan Ryder, terutama para teman-temannya. Bahkan shanty dan juga Bisma langsung menghampirinya.


"Ryder, apa-apaan kau?" tanya Bisma dengan tajam. "Kau kan sudah bertaruh, kenapa kembali menariknya?" Dia menatap tajam.


"Aku tidak akan menarik uangku, jadi kau tenang saja," ucap Ryder. Tidak, hatinya tidak rela mempertaruhkan Yara dalam permainan ini.


Yara sendiri terdiam saat mendengar dan melihat semua itu. Dia kini mengerti kenapa Ryder membawanya ke tempat ini, yaitu tidak lain dan tidak bukan untuk mempertaruhkannya.


"Kau membawaku datang ke sini karena ingin mempertaruhkanku?" tanya Yara pada Ryder dengan tajam.


Deg.


Ryder terkesiap. Tentu saja pertanyaan Yara tepat sasaran, tetapi sekarang tidak lagi. Dia sudah mengurungkan niatnya itu, bahkan dia sudah ingin mengajak wanita itu pulang sekarang.


"Tentu saja, semua wanita yang datang ke sini adalah bahan taruhan,"


"Tutup mulutmu, Bisma." Ryder menatap Bisma dengan tidak suka.


Yara langsung menganggukkan kepalanya dengan senyum getir, tentu dia sangat paham dengan apa yang terjadi sekarang.


"Kalau begitu baiklah. Aku akan ikut bertaruh."





Tbc.


__ADS_1


__ADS_2