Takdir Cinta Yang Kau Pilih

Takdir Cinta Yang Kau Pilih
Bab. 56. Tempat Persembunyian.


__ADS_3

Yara benar-benar kesal dengan apa yang Ryder lakukan, dengan cepat dia menghubungi salah satu perawat yang bekerja dengannya dan meminta wanita itu untuk memeriksa keadaan Ryder.


"Hah, aku yakin jika dia pasti tidak benar-benar sakit."


Yara menggelengkan kepalanya dan melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda, dia harus harus segera menyiapkan laporan kesehatan laki-laki itu.


Sementara itu, Ryder yang akan diperiksa oleh perawat suruhan Yara kembali menolak.


"Aku tidak mau diperiksa oleh siapapun selain Yara," ucap Ryder dengan tajam dan penuh penekanan.


"Mati saja kau, Ryder. Apa kau tidak kasihan dengan wanita itu?"


Ryder langsung melirik ke arah sang papa yang sedang menatap dengan tajam, dia lalu menghela napas panjang sambil mengusir perawat itu.


"Dia sudah ditugaskan untuk merawatku, jadi sudah seharusnya dia berada di sini," ucap Ryder dengan cepat membuat kedua orang tuanya benar-benar merasa geram


"Tapi itukan karena permintaanmu, jika tidak maka Yara juga tidak akan mau untuk merawatmu," balas Eric dengan tidak kalah cepat. "Dan jangan lupa siapa wanita itu, Ryder. Kedua ayahnya pasti akan langsung menghancurkanku jika kau macam-macam."


Ryder mengernyitkan kening saat mendengar ucapan sang papa. "Dua ayah? Apa dia terlahir dari dua laki-laki?"


Plak.


Ryder langsung meringis kesakitan saat sebuah pukulan mendarat di lengannya. "Kenapa Mama memukulku sih?" Dia menatap mamanya dengan tajam.


Ryder memang sudah mencari tahu identitas Yara, tetapi dia tidak tahu jika wanita itu punya dua orang ayah.


Adena langsung menceritakan pada Ryder tentang keluarga Yara, jelas dia sudah tahu semuanya dari sang suami.


"Ah, apa itu yang dinamakan turun ranjang?" tanya Ryder saat sudah mendengar cerita dari sang mama.


"Benar. Jadi kau jangan macam-macam, kau sudah bertemu dengan salah satu ayahnya kan?"


Ryder langsung mengangguk paham, dia tidak menyangka jika ternyata ibu kandung Yara menikah dengan mantan adik ipar sendiri setelah bercerai dari ayah kandung wanita itu.


"Aku yakin ibunya Yara pasti sangat cantik, itu sebabnya dia bisa membuat kakak beradik itu saling jatuh cinta."

__ADS_1


Ryder jadi ingin sekali bertemu dengan ibu kandung Yara, dan melihat secantik apa wanita paruh baya itu.


Pada saat yang sama, di tempat lain terlihat seorang wanita sedang bersembunyi di sebuah desa yang terletak jauh dari kota.


Setelah mengambil dan mengirim uang Aidan ke kasino untuk membayar hutang, Rosa memutuskan untuk pergi dari kota itu. Dia yakin jika Aidan pasti sudah melaporkannya ke kantor polisi, apalagi saat ini dia sedang dikejar-kejar oleh petugas dari kasino tempatnya berhutang karena sudah lebih dari seminggu tidak melunasi kekurangannya.


"Aku harus segera melunasi utang itu agar bisa kembali ke kota. Lagi pula Aidan tidak punya bukti bahwa aku yang sudah mengambil uangnya, jadi dia tidak bisa memenjarakanku."


Rosa menganggukkan kepalanya. Dia harus segera mencari mangsa baru untuk mendapat uang sebesar 10 juta, dan setelah itu dia baru bisa kembali ke kota.


"Mau ke mana kau?"


Deg.


Tubuh Rosa mendadak jadi kaku saat mendengar suara seseorang, sontak dia melihat ke belakang dan terkejut ketika melihat empat orang lelaki sudah berdiri di belakangnya.


"Kau pikir bisa lepas dari kami, hah?"


Rosa segera berbalik dan berlari meninggalkan tempat itu. Dia tidak menyangka jika orang-orang yang mengejarnya sudah menemukan tempat ini.


Rosa terus berlari menuju kerumunan warga yang sedang mengadakan acara hajatan, dia segera menyusup dan menyembunyikan diri di antara mereka.


"Cepat cari wanita itu sampai dapat!" Perintah lelaki yang waktu itu berada di apartemen Rosa, dan dia jugalah yang sudah mengambil uang Aidan.


Rosa bersembunyi di bawah meja dengan tubuh gemetaran. Tidak, dia tidak boleh sampai tertangkap atau akan dijadikan seorang budak yang tidak akan bisa melihat matahari disiang hari lagi.


Setelah merasa aman, Rosa bergegas keluar dari tempat itu. Dia harus berpindah ke lokasi lain untuk mendapatkan uang, tidak masalah jika harus menjual diri asal jangan menjadi seorang budak s*e*k*s.


Ketika baru beberapa langkah meninggalkan tempat persembunyian, Rosa memekik kaget saat ada sebuah tangan yang membekap mulutnya.


"Emp, emp."


Ternyata salah satu orang yang mengejar Rosa sengaja diam menunggu di tempat itu, dia yakin jika wanita itu masih bersembunyi dan akan keluar saat sudah merasa aman.


"Kau pikir bisa lepas dari genggaman kami, dasar j*a*l*a*n*g."

__ADS_1


"Emp, emp."


Rosa terus memberontak untuk melepaskan bekapan tangan laki-laki itu, bahkan kini kedua tangannya juga sudah terikat tali oleh lelaki yang lainnya.


"Bagus. Bawa j*a*l*a*n*g ini ke mobil, dia harus segera diserahkan pada madam Greta."


Deg.


Rosa menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah membasahi wajah. Dia tahu betul siapa wanita yang baru saja di sebut oleh laki-laki itu, yaitu seorang wanita yang mengatur dan bertugas untuk mendisiplinkan para budak.


"Hah, hah."


Napas Rosa tersengal-sengal saat laki-laki itu sudah melepaskan bekapannya, dia lalu berusaha untuk melepaskan tali yang sedang mengikat tangannya.


"Aku mohon lepaskan aku, aku janji tidak akan lari lagi dan-"


"Diam!"


Rosa tersentak kaget saat mendengar bentakan seseorang, saat ini mereka sudah berada di dalam mobil sehingga membuatnya langsung mengkerut takut.


"Apa kau pikir kami bod*oh, hah?"


Laki-laki itu mencengkram wajah Rosa membuatnya meringis kesakitan. "Tidak ada lagi ampun untuk wanita sepertimu, bersiaplah masuk ke dalam neraka." Dia lalu menghempaskan wajah Rosa dengan kasar sampai membuat wanita itu mengerrang sakit.


"Tidak. Aku mohon lepaskan aku, aku janji akan melunasi semua utang-utangku." Rosa menghiba dan terus memohon, dia bahkan menyerahkan tubuhnya pada mereka semua agar mereka mau melepaskannya.


"Hahaha, itu ide yang bagus. Tapi sayangnya kami tidak bisa melepaskanmu lagi."





Tbc.

__ADS_1



__ADS_2