Takdir Cinta Yang Kau Pilih

Takdir Cinta Yang Kau Pilih
Bab 123. Rencana pembangunan.


__ADS_3

Wajah Yara langsung bersemu merah saat mendengar ucapan Rayder, dia lalu berbalik sambil menyambar tas yang ada di atas meja.


"A-aku akan ke depan duluan," ucap Yara sambil melangkah pergi keluar rumah.


Ryder tersenyum simpul melihat wajah malu Yara. Benar, dia tidak perlu terburu-buru untuk menikah dengan wanita itu. Jangan sampai dia kembali salah langkah seperti dulu, atau jika tidak maka hubungannya akan benar-benar hancur.


Yara lalu berpamitan pada semua orang yang ada di rumah itu, begitu juga dengan Ryder dan Zafran yang dipaksa untuk ikut oleh Ryder.


Dengan menaiki mobil Ryder, Zafran melajukan mobil itu dengan cepat menuju tempat tujuan. Dia yang belum pernah pergi ke desa itu hanya bisa mengandalkan gps saja, sementara dua penumpang yang ada di kursi belakang tampak saling membuang buka.


"Cih, sudah dipaksa. Sekarang malah dijadikan supir, bener-bener keterlaluan." Zafran nengumpat dalam hati. Entah apa maksud Rayder memaksanya untuk ikut bersama mereka, awas saja jika laki-laki itu berbuat macam-macam.


Beberapa jam kemudian, mereka sudah sampai di tempat tujuan setelah menghabiskan perjalanan panjang yang menguras emosi jiwa dan raga Zafran.


Sepanjang perjalanan tadi, Zafran terus menggerutu kesal saat melintasi jalanan yang luar biasa rusak. Bebatuan yang besar dan tidak merata, sukses membuat perutnya terasa mual dan kepala pusing. Dia bahkan sampai harus minum obat untuk menghilangkan pusing dikepalanya.


"Sekarang kita sudah sampai, Dek," ucap Yara sambil tertawa lucu melihat wajah masam Zafran.


Zafran membuang muka kesal. Jika tahu jalannya akan rusak seperti itu, maka dia tidak akan mau ikut walau dipaksa sekali pun.


"Dasar lemah, baru begitu saja sudah tidak sanggup," cibir Ryder sambil mengeluarkan tas Yara yang ada di bagasi mobil.


Zafran sama sekali tidak menanggapi ucapan dua manusia itu. Tenaganya sudah terasa habis, dan rasanya dia ingin tidur aja sekarang.


"Kalian sudah kembali?" seru pak kepala desa.


Ryder dan Yara langsung menoleh ke arah belakang saat mendengar suara seseorang, terlihat ada pak kades dan bapak-bapak yang lainnya.


"Alhamdulillah, Pak," sahut Yara. Dia lalu menyalim tangan pak kades beserta yang lainnya, sementara Ryder hanya menganggukkan kepala saja pada mereka semua.

__ADS_1


"Syukurlah, kami kira kalian tidak akan kembali lagi," ucap pak kades, yang disetujui oleh yang lainnya.


"Saya pasti kembali karena tugas saya belum selesai, Pak," jawab Yara.


Pak kades dan yang lainnya lalu mengangguk-anggukkan kepala mereka, setelah itu mereka melihat ke arah Zafran yang sedang bersandar di mobil.


Melihat tatapan semua orang, Yara langsung paham dan meminta sang adik untuk mendekat di sampingnya.


"Perkenalkan Pak, ini adik saya. Maaf jika saya sudah lancang membawa dia ke sini, tapi dia datang hanya untuk membantu saja," ucap Yara. Dia lalu melirik ke arah Zafran agar memperkenalkan diri pada semua orang.


Dengan sangat malas, Zafran terpaksa memperkenalkan dirinya pada orang-orang yang ada di tempat itu. Tidak lupa meminta maaf karena sudah datang secara tiba-tiba seperti ini.


"Wah, ternyata adiknya Dokter Yara toh. Pantas ganteng sekali," seru salah seorang laki-laki di tempat itu.


"Iya benar. Orang tua Dokter Yara pasti tampan dan cantik sekali, makanya anak-anaknya juga tampan dan cantik," ucap yang lainnya juga.


Yara tersenyum sambil mengucapkan terima kasih atas pujian dari semua orang, sementara Zafran hanya diam sambil memikirkan berbaring di atas ranjang.


"Aku capek Mbak, aku mau istirahat," ucap Zafran saat sudah masuk ke dalam rumah, tetapi sebelum itu dia harus mandi dulu karena tubuhnya terasa lengket.


"Kau tidak akan tidur di sini, Zafran. Tapi tidur bersamaku di rumah kakek Domi," sahut Ryder.


Zafran mengernyitkan kening saat mendengar ucapan Ryder, begitu juga dengan Yara yang langsung menatap ke arah laki-laki itu.


"Kenapa tidak di sini saja?" tanya Yara dengan bingung.


Ryder menggelengkan kepalanya. "Tidak usah, biar dia tinggal bersamaku. Lagi pula kamar di sini sudah pas kan, tidak mungkin dia tidur di luar."


Betul juga, Yara tidak ingat jika hanya ada 3 kamar saja di rumah ini. Satu untuknya dan perawat yang bersamanya, satu untuk para lelaki, dan satu lagi untuk siempunya rumah.

__ADS_1


"Lalu aku tidur di mana?" tanya Zafran dengan tajam.


Ryder beranjak dari kursi lalu mengajak Zafran untuk ikut bersamanya, tidak lupa pamit pada Yara untuk pergi ke rumah kakek Domi dan nenek Weny.


"Kau mau ke mana?" tanya Ryder pada Zafran saat sudah berada di luar rumah. Terlihat laki-laki itu berjalan ke arah mobil.


Zafran menunjuk ke arah mobil. Mereka 'kan mau pergi, sudah pasti akan naik kendaraan roda empat itu. Kenapa masih bertanya lagi sih? Membuatnya kesal saja.


"Kita jalan saja, jaraknya enggak jauh kok. Sekalian melihat-lihat kebun tehnya," ucap Ryder kemudian.


Zafran menghela napas kasar. Entah kenapa dia merasa sangat menderita walau baru menginjakkan kakinya ke desa ini, dab tidak tahu apalagi yang akan terjadi ke depannya.


Mereka lalu berjalan menuju rumah Domi yang berada di ujung perkampungan. Beberapa orang yang melihat langsung menyapa dengan ramah, juga merasa bertanya-tanya dengan sosok laki-laki tampan yang ada di samping Ryder.


"Bagaimana, Zafran? Tempat ini sangat asri dan indah bukan?" tanya Ryder sambil menatap ke arah hamparan kebun teh yang membentang luas di hadapannya.


Zafran mengangguk. "Yah, tempat ini memang sangat indah dan juga sejuk. Tapi sayang sekali akses menuju ke sini sangat parah." Dia menekankan suaranya pada kata parah karena merasa kesal.


Ryder terkekeh mendengar kekesalan Zafran. "Aku mengerti, aku juga merasa seperti itu saat pertama kali kemari. Tapi, sebentar lagi jalan itu akan menjadi bagus."


Zafran langsung menghentikan langkah kakinya saat mendengar ucapan Ryder. "Tunggu, jangan bilang kau akan membangunnya?" Dia menatap dengan curiga.


Ryder mengangguk. "Benar. Aku akan membangun jalan menuju desa ini, juga melakukan pembangunan terhadap fasilitas umumnya. Termasuk rumah sakit, aku akan membangunnya untuk kakakmu."




__ADS_1


Tbc.


__ADS_2