
Keesokan harinya, seperti biasa Zafran pergi ke perusahaan seorang diri karena sang papa berada di rumah kakaknya sampai beberapa hari ke depan. Sepertinya akan lembur karena harus menggantikan sang papa untuk bertemu dengan beberapa klien, belum lagi mengerjakan pekerjaannya sendiri.
Zayyan juga sudah berangkat ke sekolah dengan menaiki kuda besi kesayangannya. Dia singgah sebentar ke rumah temannya karena bisa pergi bersama laki-laki itu.
"Ayo, kita pergi!" ajak Clay saat sudah naik ke motor Zayyan. "Pelan-pelan pak supir."
"Cih, memangnya aku supir apa?" seru Zayyan dengan tidak terima. Dia lalu melajukan motor itu dengan kencang membuat Clay kewalahan, bahkan pakaian mereka sudah terbang-terbang akibat kekencangan yang luar biasa. Untung saja tidak sampai koyak-koyak.
Hana sendiri tetap berada di rumah karena tidak akan pergi ke mana pun. Terlihat dia sedang membersihkan meja makan dan menyusun lauk-pauk ke dalam lemari, setelah itu dia mencuci piring dan membantu pekerjaan Jane dan yang lainnya.
Setelah jam menunjukkan pukul sembilan, Hana menghentikan aktivitasnya dan bergegas untuk membersihkan diri karena satu jam lagi gurunya akan datang.
Tidak lupa Hana menyiapkan minuman dan makanan ringan untuk sang guru, ada buah-buahan juga yanv selalu tersaji di meja gurunya.
Seraya menunggu sang guru datang, Hana memutuskan untuk menonton televisi. Sebenarnya dia ingin melukis, tetapi gurunya bilang jika tidak boleh terlalu memaksakan diri dalam melukis. Apalagi sampai membuat tangannya sakit.
Saat menonton acara gosip, Hana dikejutkan dengan pemberitaan tentang kasus dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh anak dari pengusaha ternama berinisial Z.A. Beberapa foto juga tampak ditampilkan dalam pemberitaan itu membuat kedua mata Hana terbelalak lebar.
"Bu-bukannya itu aku dan tuan Zafran?" ucap Hana dengan tergagap, dia bahkan sampai menjatuhkan remot yang ada ditangannya. "A-apa yang sebenarnya terjadi, kenapa ada foto-fotoku dan tuan Zafran?" Dia benar-benar sangat bingung dan tidak percaya.
Walau foto-foto itu sedikit di blur, tetapi Hana kenal jelas dengan wajahnya sendiri dan juga wajah Zafran. Dia bahkan ingat di mana foto-foto itu diambil, dan ada juga foto yang di ambil di halaman rumah ini.
Bukan hanya itu saja, bahkan Dion juga memberikan keterangan pada para wartawan tentang kasus dugaan perselingkuhan itu dengan menggunakan topi dan masker. Namun, Hana tahu jelas jika laki-laki itu adalah Dion.
"Saya tidak tahu jelas apakah wanita dalam foto itu benar-benar istri saya, hanya saja wajahnya memang sangat mirip. Lalu saat ini saya juga dalam proses perpisahan dengan istri saya, jadi saya sedang dirundung kesedihan," ucap Dion saat diwawancarai oleh para wartawan.
Hana mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Tidak, bagaimana mungkin semua ini bisa terjadi? Bagaimana mungkin Dion tega memfitnahnya seperti ini?
__ADS_1
"Tidak, ini tidak benar," gumam Hana dengan gelisah. Dia lalu mengambil ponselnya dan berniat untuk menghubungi Zafran, tetapi dia tidak punya nomor ponsel laki-laki itu. Alhasil Hana menelepon Via karena hanya wanita itu satu-satunya tempat untuk mengadu, apalagi ini menyangkut nama baik Zafran.
Sementara itu, di perusahaan terlihat Junior dan River langsung mendatangi Zafran ke ruangan untuk memberitahu apa yang sedang terjadi saat ini. Mereka mengetahui tentang gosip yang sedang beredar dari kuasa hukum perusahaan, dan itu semua membuat River dan Junior merasa sangat marah.
Zafran yang sedang fokus bekerja sama sekali tidak tahu tentang apa yang sedang terjadi. Dia langsung mempersilahkan Junior untuk masuk saat mendengar suara laki-laki itu di depan pintu ruangannya.
"Maaf jika saya mengganggu Anda, Tuan. Tapi saat ini sedang terjadi masalah," ucap Junior saat sudah berdiri di hadapan Zafran.
Zafran yang masih menatap laptop langsung mendongakkan kepalanya untuk menatap Junior, ternyata ada River juga di dalam ruangannya.
"Memangnya ada masalah apa?" tanya Zafran. Terlihat jelas kemarahan diwajah kedua lelaki itu.
Junior lalu mengambil ponselnya dan menunjukkan sesuatu pada Zafran, yaitu siaran televisi yang memuat tentang berita gosip dikalangan artis dan pengusaha.
Awalnya Zafran tidak mengerti kenapa dia harua melihat acara itu, tetapi saat acaranya berjalan, kedua matanya menajam melihat foto-fotonya dan Hana bertebaran dalam acara itu.
Zafran mencengkram ponsel itu dengan erat sampai membuat urat-urat ya menonjol ke permukaan. Wajahnya berubah menjadi merah padam dan dipenuhi dengan amarah.
River dan Junior terdiam melihat kemarahan diwajah Zafran. Tidak bisa dibayangkan andai Vano berada di perusahaan, laki-laki itu pasti akan mengamuk dan langsung mendatangi stasiun televisi itu.
"Su-suami nona Hana juga memberikan keterangan pada awak media, Tuan. Sepertinya dialah yang sengaja memfitnah Anda dan nona Hana," ucap Junior dengan hati-hati.
Zafran terdiam dan mencari video yang dimaksud oleh Junior. Kedua matanya berkilat marah saat melihat video itu, apalagi ketika mendengar ucapan yang Dion katakan pada para wartawan.
"Padahal selama ini aku sudah diam dan tidak melakukan apa-apa, tapi kau malah memancing kehancuranmu sendiri," gumam Zafran. Dia lalu mengembalikan ponsel itu pada Junior yang diterima dengan sangat hati-hati oleh asistennya itu.
Sesaat keadaan terlihat sangat hening karena tidak ada yang bersuara dalam ruangan itu. Junior dan River sedang menunggu apa yang sedang Zafran pikirkan saat ini, sementara Zafran sedang berpikir untuk memasukkan Dion ke dalam penjara secepat mungkin.
__ADS_1
"Kita tunggu saja sampai fitnah ini menyebar supaya bisa memberikan pukulan telak pada bajing*an itu dan memasukkannya ke dalam penjara. Selagi menunggu, cari semua bukti untuk menyangkal tuduhan keji itu, lalu kumpulkan bukti-bukti tentang kejahatannya," ucap Zafran memberi perintah pada Junior dan River.
Kedua lelaki itu menganggukkan kepala secara bersamaan. "Saya akan mengurus masalah internal perusahaan. kemungkinan nanti akan ada para wartawan yang mencoba untuk menemui Anda dan meminta keterangan, untuk itu saya akan melakukan pengamanan yang ketat untuk keluar masuk perusahaan." Ucap River.
"Baiklah, aku sangat mengandalkan Om," balas Zafran dengan senang.
River kembali menganggukkan kepalanya dan berlalu pamit untuk menjalankan apa yang sudah dia katakan tadi, begitu juga dengan Junior yang harus menjalankan perintah untuk mencari bukti-bukti.
Pada saat yang sama, Via dan Vano sangat terkejut ketika mendapat kabar dari Hana tentang gosip yang sedang tersebar. Begitu juga dengan Yara dan Ryder, mereka tidak menyangka jika suami Hana akan melakukan fitnah seperti ini.
"Kau tidak perlu meminta maaf, Hana. Semua ini bukan salahmu, dan kami tidak pernah menyalahkanmu," ucap Via, mencoba untuk menenangkan Hana yang lagi-lagi meminta maaf atas kejadian ini.
"Mama benar, Hana. Semua ini bukan salahmu, tapi salah dari orang yang tidak bertanggung jawab. Kau tenang saja, Zafran pasti bisa mengurus masalah ini. Ada papa dan suamiku juga," sambung Yara. Saat ini mereka sedang melakukan panggilan video call.
"Sekali lagi saya mohon maaf Tante, Dokter Yara. Jika ada sesuatu yang bisa saya lakukan, maka akan saya lakukan untuk menyelesaikan masalah ini. Saya tidak mau nama baik tuan Zafran hancur karena saya," ucap Hana dengan lirih.
Via dan Yara kembali menenangkan Hana dan meyakinkan jika masalah ini bukanlah masalah besar. Orang-orang juga tidak sepenuhnya percaya dengan gosip belaka yang belum tentu kebenarannya.
"Kau tidak perlu melakukan apa-apa, Hana. Fokus saja pada belajarmu dan jangan pikirkan masalah ini. Tujuan bajing*an itu melakukan fitnah terhadapmu dan Zafran karena ingin agar kalian bereaksi, terutama kau. Jadi diam saja dan jangan lakukan apapun, serahkan semuanya pada kami," ucap Ryder, dan ucapannya itu dibenarkan oleh Vano.
Hana lalu mengucapkan terima kasih karena lagi-lagi mereka bersedia untuk membantunya, padahal dia telah mencoreng nama baik keluarga itu.
"Aku mohon bantu kami, Tuhan. Jangan biarkan Dion menyebar fitnah dan merusak nama baik Tuan Zafran."
•
•
__ADS_1
•
Tbc.