
Sejak tadi pulang sekolah pandangan Nara hanya kosong dan tersirat kesedihan di belak matanya yang cantik itu terlihat sedikit sayu.
Perempuan itu hanya mondar-mandir seperti orang kebingungan dan gelisah.
Saat dia ingin melangkahkan kakinya tiba-tiba saja terdengar...,.
Tok Tok Tok
Suara ketukan pintu dari luar kamarnya pun terdengar olehnya.
"siapa?". tanyanya dari dalam kamar.
"ini Mama sayang, boleh Mama masuk?". jawabnya dari luar pintu kamarnya.
"oh iya mah, silahkan". balasnya lalu wanita paruh baya itu pun masuk ke dalam kamar putrinya itu dengan menampilkan senyum simpul padanya.
Nara yang melihat Mamanya pun langsung duduk di tepi kasurnya yang empuk itu.
"ada apa mah? Mama tumben banget ke kamar Nara?". tanyanya to the poin.
"Mm... Mama cuma pengen ngobrol sebentar sama kamu sayang ".ucap airen lembut sambil membelai lembut rambut putrinya.
"emangnya Mama mau ngobrolin apa sama Nara ma?". tanya Nara penasaran pada mama tersayangnya itu.
Airen menatap manik mata putrinya sangat dalam.nara hanya bisa terdiam tanpa bertanya padanya sang ibu tercinta.
"almarhum papa kamu meninggalkan wasiatnya sejak sebelum Kamu lahir sayang". balasnya sambil menangis tanpa suara.
"M-maksud Mama wasiat apa ma?". tanyanya lagi pada sang ibu.
"dulu sebelum papa kamu meninggalkan Mama dan kamu, dia meninggalkan tanah seluas 1 meter dengan seharga sekitar Rp.4-5 jutaan M2 termahalnya sampai Rp.25,9 juta per m2 di jakarta selatan sayang, dan dia minta satu permintaan, yaitu...". ucapnya gantung.
"yaitu apa ma?". tanyanya penasaran.
"menjodohkan kamu dengan anak sahabat papa kamu Nara, namanya pak Hendrick dan Bu Laras sayang ". katanya tak kuat menampung air matanya lagi yang mengalir membasahi pipinya yang putih itu.
Deg
jantung Nara seolah-olah copot dari tempatnya, dia gak percaya sama sekali dengan perkataan Mamanya itu.
"Mama gak lagi bercanda kan?!". katanya gak percaya pada sang ibu tercinta.
"Mama lagi gak bercanda sayang, Mama serius". jawabnya sekali lagi dengan suara serak dan bergetar.
Lalu airen Pun memeluk putrinya erat tak kuasa menahan yang selama ini dia pendam bertahun-tahun dari sebelum mendiang suaminya meninggalkan dirinya dan putrinya.
"ayo sayang kamu siap-siap ya, Kita bakalan pergi ke rumah pak Hendrick dan Bu Laras , sayang ". katanya berlalu pergi ke kamarnya.
"baik Ma". balasnya lalu pergi.
Mereka berdua pun akhirnya sudah siap semua pergi ke rumah calon keluarga mereka yang baru, penampilan Nara hari ini membuat semua orang terpesona dengan dirinya.
Skip (di rumah keluarga Hatmaza)
pak Himalzan pun menghampiri mereka berdua, satpam kepercayaan pak Hendrick.di depan gerbang rumah pak Hendrick aryaga Hatmaza, CEO terkenal sejagat raya yang memiliki perusahaan terbesar di wilayahnya.
Azka Arsyzein Hatmaza adalah putra tunggal kesayangan Hendrick aryaga Hatmaza, laki-laki yang akan di jodohkan dengan anak almarhum sahabatnya Hendrick yang bernama zayyan Arshad Fadhillah
"assalamu'alaikum pak". panggil Airen dari luar gerbang rumah pak Hendrick.
__ADS_1
Belum ada respon dari penghuni rumah.
Airen pun memutuskan untuk memencet bel rumah besar itu.
Ting Nong....
Suara bel rumah besar itu pun berbunyi cukup keras membuat pak Himalzan terbangun dari tidurnya yang nyenyak itu.
Bu Laras pun keluar dari rumahnya.
"Ada siapa Pak?". tanya Bu Laras kepada pak Himalzan.
"wah kurang tau Bu, saya belum liat". balas pak Himalzan pada Bu Laras, meskipun Bu Laras lebih muda tiga tahun dari Pak Himalzan.
"ya sudah kamu liat aja dulu, nanti kalo ada Bu Airen suruh masuk aja pak". ucapnya berlalu masuk ke dalam rumahnya.
"baik Bu". balasnya lalu pergi menuju gerbang rumah pak Hendrick.
"assalamu'alaikum". panggil Airen sekali lagi dengan suara yang cukup keras.
"wa'alaikumsalam". balasnya akhirnya dengan nada sopan santun.
"maaf ibu siapa ya?". tanya pak Himalzan lembut kepada Bu Airen.
"oh ya, saya Airensha caluna fazirrah pak". balas Airen lembut.
"oh iya Bu silahkan masuk sudah di tunggu oleh Bu Laras di ruang tamu". katanya mempersilahkan mereka berdua masuk kedalam dan mengantarkannya.
Keduanya pun sampai di depan rumah.
"terimakasih banyak pak". ucap Bu Airen lembut.
"iya Bu sama-sama". balasnya lalu pergi meninggalkan mereka berdua di depan rumah, lalu beliau pun kembali ke tempat kerjanya dan lanjut bekerja.
Tok Tok Tok
"assalamu'alaikum". panggilnya.
"ya, wa'alaikumsalam.sebentar dul...".
Kreeekkk...
Pintu pun telah terbuka lebar menampilkan seseorang yang di nantikannya sejak dari tadi dia menunggu akhirnya telah tiba berada di hadapannya sekarang.
"ya ampun jeng Kita udah lama gak ketemu ya? gimana kamu?". tanyanya sambil memeluk melepaskan rindu pada sahabatnya semasa dia waktu SMA.
"Alhamdulillah aku baik kok, kamu sendiri gimana ras?". balas tanyanya sambil melepaskan pelukannya.
"Alhamdulillah aku juga baik kok mbak". balasnya lembut.
Saking asyiknya mengobrol bersama Nara pun terlupakan oleh keduanya.
"ya Allah kenapa aku jadi obat nyamuk begini sih?". batin Nara sabar.
Arsy pun sudah siap semua dengan pakaian yang dia kenakan sangat rapih sekali, di saat dia ingin keluar dari rumahnya tiba-tiba saja.
Bruuukk...
Dia pun menabrak tubuh seseorang di hadapannya karena saking fokusnya pada gadgetnya yang dia pegang.nara dan Arsy pun bertubrukan di bawah tubuh Arsy, sedangkan Arsy di atas tubuhnya Nara.
__ADS_1
Laras dan Airen yang menyaksikan pun juga sama syoknya melihat mereka berdua terjatuh dalam keadaan terlentang.
Arsy sangat dalam menatap mata Nara yang indah itu berwarna coklat kebiruan.
Hendrick yang baru keluar dari kamarnya pun juga sama syoknya melihat aksi keduanya.
"Hmm... sayang ada siapa di depan?". tanya Hendrick menyadarkan keempatnya.
Arsy dan Nara pun segera bangkit dari jatuhnya sejak tadi.
"oh,papa.good morning.ini lho pa ada mbak Airen istrinya almarhum kak zayyan". balasnya sambil tersenyum ke arah sang suami tercintanya.
"ya ampun Airen,apa kabar Kamu?". tanyanya.
"Alhamdulillah aku baik kok bang". balasnya lembut sambil tersenyum simpul.
"lho...papa kenal sama mamanya Nara?".sambar Arsy kebingungan.
Hendrick, Laras dan Airen Pun hanya tersenyum simpul mendengar pertanyaan Arsy.nara dan Arsy hanya terdiam perkumpulan antar orang tuanya Arsy dan Nara, mereka berdua pun hanya menyaksikan ketiganya yang asyik mengobrol bertiga.
"Nara, arsy.ayo sini nak Kita ngobrol di ruang tamu aja sayang". ucap Hendrick lalu pergi dari sana meninggalkan keempatnya.
Keempatnya pun membuntuti Hendrick kearah ruang tamu.
Skip (ruang tamu)
"sebenarnya ada apa sih pa?kok Arsy di suruh balik,ini baru siang lho pa".tanya Arsy pada Hendrick sang papa.
"sebenarnya papa ingin memperkenalkan kamu dengan Bu Airen sayang, papa ingin menjodohkan kamu dengan Nara ". ucapnya.
Deg
Jantung Arsy berdebar tak karuan mendengar ucapan sang papa.dia hanya bisa terdiam tanpa bersuara sedikit pun.
Sama halnya dengan Nara yang mendengar ucapan Hendrick tadi.
"Arsy gak salah dengar kan pah?". tanyanya masih tidak percaya pada sang papa.
"iya Arsy, Kamu gak salah dengar kok.pernikahan Kamu sama Nara bakalan papa percepat dengan segera, sekitar dua atau tiga bulan lagi,eits... tapi ingat...". ucap Hendrick gantung sambil tersenyum melihat putra tunggalnya itu.
"tapi ingat apa pah?". tanya Arsy penasaran.
"ya Kamu harus tetap ingat, acara pernikahan Kamu sama Nara tanpa acara, Kamu gak mau yang lain tau kan.bukannya itu yang kamu mau Arsy?". tanya Hendrick pada putranya.
Arsy hanya membalasnya dengan anggukan kecil dan tersenyum simpul pada sang papa dan yang lainnya.
"bagus, kalo begitu mari, saya permisi dulu". ucap Hendrick lalu pergi meninggalkan keempatnya di ruang tamu.
"kalo begitu mbak balik dulu ya, bye Laras". ucapnya sambil melambaikan tangannya.
lalu Laras pun membalasnya dengan pelukan dan tersenyum simpul padanya.
"hati-hati di jalan ya mbak". teriaknya.
"ya, sama-sama ras ". balik teriaknya lalu keduanya pun menghilang dari pandangannya.
Arsy pun masih sangat kebingungan melihat sang ibunya itu yang berada di hadapannya.
"why?are you still surprised? don't worry dear, Nara is a good child ". ucap Laras lalu pergi.
__ADS_1
"gak Mama gak papa samanya,masa tiba-tiba saja gue di jodohin sama cewek yang gue suka dari lama?ah bodo amat deh yang penting impian gue tercapai dapatin hatinya Nara seutuhnya,yes ". ucapnya pada diri sendiri kesenangan lalu pergi.
😘......😊