Takdir Cinta Yang Kau Pilih

Takdir Cinta Yang Kau Pilih
Bab. 33. Keberhasilan yang Sempurna.


__ADS_3

Yara menatap Aidan dengan tidak percaya. Mungkinkah laki-laki itu tidak ingin berpisah darinya hanya karena harta?


"Kau, kau bilang apa?" Hati Yara terasa sangat sakit hingga seluruh tubuhnya bergetar hebat.


"Aku, aku hanya mengatakan sesuatu yang benar, Yara. Bukankah kita menjalani rumah tangga berdua? Itu artinya semua harta yang kita punya adalah milik bersama."


Yara menundukkan kepalanya dengan dada berdenyut sakit, bahkan napasnya terasa sesak seakan tercekat di tenggorokan.


Ambar yang baru saja sampai di klinik langsung menghampiri Yara dan berdiri tepat di depan wanita itu.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Ambar dengan tajam, tangannya memegang tubuh Yara dari depan.


"Minggir, aku tidak punya urusan denganmu."


"Tentu saja punya. Kau akan berurusan denganku jika mengganggu Dokter Yara, dan jangan lupa jika aku bisa mengadukan semua yang kau lakukan ini pada keluarganya."


Aidan mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Jika sampai keluarga Yara kembali menghajarnya, maka dia pasti akan langsug masuk ke dalam liang lahat.


Aidan lalu berbalik dan berjalan cepat ke arah mobilnya. Namun, dia kembali berbalik dan melihat ke arah Yara.


"Pikirkan apa yang aku katakan tadi, Yara."


"Pergi kau!" teriak Ambar membuat Aidan berdecak kesal. Dia lalu masuk ke dalam mobil dan berlalu pergi dari tempat itu.


"Dasar laki-laki brengs*ek!" Ambar benar-benar merasa kesal. Untuk apa lagi laki-laki itu mencari Yara setelah berselingkuh dengan wanita lain? Apa dia sudah gila?


Ambar lalu berbalik dan membawa Yara masuk ke dalam klinik. Dia lalu mengambil minum dan memberikannya pada wanita itu.


"Minum dulu, Dokter."


Yara menatap Ambar dengan sendu, dia lalu mengambil gelas itu dan meminumnya. Setelah selesai, dia meletakkannya di atas meja sambil menarik napas panjang dan menghembuskannya.


"Apa Dokter baik-baik saja?" tanya Ambar dengan khawatir sambil mengusap punggung Yara.


Yara menganggukkan kepala, tetapi air mata kembali menetes di pelupuk mata. "Aku tidak menyangka jika selama ini dia hanya memikirkan tentang harta saja, Mbar. Aku, aku benar-benar-" Dia tidak sanggup untuk melanjutkan ucapannya karena hatinya terasa sangat sakit.

__ADS_1


Wanita mana yang tidak terpukul saat mengetahui jika suaminya hanya memikirkan tentang harta saja? Bahkan laki-laki itu minta maaf setelah berselingkuh, dan meminta rujuk kembali hanya karena harta pernikahan.


Ambar memeluk Yara dengan erat. "Bersabarlah, Dokter. Laki-laki sepertinya tidak pantas untuk ditangisi, bahkan dia tidak pantas untuk hanya sekedar melintas dalam pikiran Anda."


Yara kembali mengangguk, tetapi si*alnya air mata tetap keluar membasahi wajah. "Allah memang maha baik, Mbar. Dia membuka mataku sehingga bisa melihat sifat aslinya, dan membuat namanya benar-benar hilang dalam hatiku."


"Syukurlah, Dokter. Itu artinya dia benar-benar tidak pantas untuk dijadikan seorang suami."


Ambar melerai pelukannya dan menatap Yara dengan senyum lebar, membuat Yara juga ikut tersenyum.


Setelah merasa lebih baik, Yara lalu masuk ke dalam ruangannya dan bersiap untuk memulai pekerjaan hari ini. Sudah tidak ada lagi keraguan atau pun rasa kasihan untuk Aidan, terserah apa yang akan terjadi pada laki-laki itu.  Dia sudah tidak mau lagi peduli.


Sementara itu, di tempat lain terlihat Rosa baru saja keluar dari dalam taksi. Dia berjalan cepat ke arah sebuah rumah yang kebetulan pintunya tidak tertutup.


"Permisi!"


Nova yang saat itu sedang berada di dalam dapur bergegas untuk melihat siapa yang datang.


"Siapa kau?" tanya Nova dengan tajam.


Nova langsung diam saat mendengar ucapan wanita itu. Mungkinkah dia wanita yang menjadi selingkuhan Aidan?


"Apa kau wanita yang punya hubungan dengan putraku?"


Rosa langsung menganggukkan kepalanya dengan bangga. "Benar, Tante. Saya senang karena Tante mengetahuinya."


Nova lalu menyambut uluran tangan Rosa dan mengajaknya untuk masuk ke dalam rumah. Dia bertanya-tanya apakah yang wanita itu inginkan sehingga datang ke rumah ini.


"Maaf karena tiba-tiba datang ke sini, Tante. Aku pasti sudah membuat Tante terkejut."


Nova memperhatikan penampilan Rosa yang tampak sopan dan anggun di matanya. Dia lalu melihat wajah wanita itu membuat Rosa menjadi gugup dan salah tingkah.


"Wajahnya lumayan walaupun tidak secantik Yara. Penampilannya juga sopan, sepertinya dia wanita baik-baik."


"Ma-maaf Tante, apa kedatanganku ini menganggu?"

__ADS_1


Lamunan Nova terhenti saat mendengar pertanyaan Rosa. "Tidak, Tante hanya sedang menyusun makanan saja tadi."


Rosa mengangguk paham sambil memperhatikan seisi rumah. Betapa beruntungnya dia jika bisa menjadi nyonya di rumah mewah dan cantik itu, tentu dia sudah tidak sabar lagi untuk menunggunya.


"Jadi, kenapa kau datang ke sini?" tanya Nova membuat Rosa langsung menoleh ke arahya.


"Ada sesuatu yang ingin aku katakan pada Tante." Rosa menundukkan kepalanya dengan tangan yang saling bertautan, dia harus menampilkan kesan polos dan juga lugu di hadapan orang tua Aidan.


"Katakan saja, apa ini tentang Aidan?"


Rosa pura-pura terkejut saat mendengar ucapan wanita paruh baya itu, padahal memang itulah niat kedatangannya.


"Aku ingin minta maaf karena sudah merusak rumah tangga Aidan dan juga mbak Yara, sungguh aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu." Mata Rosa berkaca-kaca dan suaranya pun terdengar lirih.


"Apa kau mencintai Aidan?"


Rosa langsung mengangkat kepalanya dan menatap Nova. "A-apa?" Dia terkejut dengan pertanyaan wanita paruh baya itu.


"Tante bertanya apa kau mencintai Aidan?" Nova kembali mengulang pertanyaannya dan langsung dijawab dengan anggukan kepala Rosa.


"Kalau kau memang mencintainya, maka Tante akan mendukung kalian. Toh rumah tangga Aidan dan wanita itu memang sudah rusak dan akan berpisah."


Ingin sekali Rosa bersorak senang saat mendengar ucapan Nova, tentu saja dia merasa bahagia karena mendapat dukungan dari wanita paruh baya itu.


"Tapi ada satu hal yang Tante inginkan darimu." Nova menatap Rosa dengan tajam membuat wanita itu tegang. "Kau harus melayani dan memperlakukan Aidan dengan baik, juga mengurus Tante dan rumah ini."


"Ba-baik, Tante. Aku janji akan memperlakukan Aidan dengan baik, dan menuruti semua kemauan Tante."





Tbc.

__ADS_1


__ADS_2