Takdir Cinta Yang Kau Pilih

Takdir Cinta Yang Kau Pilih
Bab. 45. Berita Viral.


__ADS_3

Yara memekik kaget saat melihat video dirinya sedang menyelamatkan korban kecelakaan pagi tadi. Netizen benar-benar bergerak sangat cepat, padahal kejadian itu baru saja terjadi beberapa jam yang lalu.


"Mama bangga sekali padamu, Sayang."


Riani langsung memeluk tubuh Yara dengan erat. Terlihat jelas bagaimana perjuangan putrinya itu untuk menyelamatkan nyawa orang lain dalam video tersebut, dan siapa saja yang melihatnya pasti merasa tersentuh.


"Semua orang juga akan melakukan hal yang sama, Ma. Bahkan mereka berusaha keras untuk mengeluarkan korban dari dalam mobil sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," ucap Yara merendah.


Sejujurnya Yara sangat malu sekali saat melihat video tersebut, apalagi saat melihat jumlah tayangan yang sudah mencapai 4 juta orang hanya dalam waktu beberapa jam saja.


Kecepatan internet dan jari-jari netizen memang tidak bisa diragukan lagi. Video tentang penyelamatan yang Yara lakukan sudah menyebar pesat bak angin ke seluruh penjuru tanah air.


Orang-orang yang merasa kagum langsung membuat petisi agar pemerintah memberi hadiah atas apa yang sudah Yara lakukan, mereka juga mulai mencari-cari identitas Yara yang tentu saja sangat mudah untuk diketahui.


Mahen yang saat itu sedang berada di perusahaan bergegas pulang saat mendapat kabar dari sang istri tentang Yara, begitu juga dengan opa Adrian yang membatalkan semua rapat untuk pergi ke rumah Mahen.


Kehebohan tentang Yara tidak hanya terjadi di indonesia saja, bahkan di London Via dan juga Vano tidak kalah heboh dari mereka. Tentu saja Riani langsung menghubungi semua orang untuk memberitahukan tentang Yara.


"Sudah cukup, Ma. Aku merasa sangat malu," ucap Yara saat Riani sibuk menghubungi semua orang.


Yara merasa bersalah dengan korban yang sudah ditolong. Dia tidak tahu bagaimana kabar laki-laki tersebut, tetapi videonya sudah beredar luas di dunia maya.


"Kenapa kau harus merasa malu, Sayang. Apa kau tidak tahu betapa bangganya kami padamu."


Yara dan Riani langsung menoleh ke arah pintu di mana Mahen dan opa Adrian berada, sementara oma Camelia masih berada dalam perjalanan bersama dengan eyang erina dan juga nenek Novi.


"Bukan seperti itu, Pa. Hanya saja-" Yara sampai tidak bisa berkata apa-apa untuk mengungkapkan perasaannya saat ini, membuat semua orang menatapnya dengan haru.


Mendengar berita tentang Yara, tentu saja membuat Vano dan juga Via bersiap untuk kembali ke tanah air. Mereka terlihat sangat bersemangat sekali, begitu juga dengan kedua putra mereka dan juga River.

__ADS_1


Kemudian Yara dan yang lainnya berkumpul di ruang keluarga. Mereka langsung memintanya untuk menjelaskan apa yang terjadi sehingga dia bisa menolong laki-laki itu.


Yara lalu menceritakan semuanya. Mulai dari saat dia dan adik-adiknya hampir kena tabrak, sampai suasana dramatis saat dia melakukan penyelamatan.


"Kurang ajar. Untung saja dia tidak menabrak anak-anakku, kalau sampai dia menabraknya. Maka aku pastikan dia tidak akan hidup lagi walau kau menolonganya, Yara."


Semua orang tergelak saat mendengar ucapan Riani. Tentu saja wanita itu merasa emosi karena nyawa anak-anaknya hampir saja berada dalam bahaya.


Beberapa saat kemudian, rumah Mahen semakin ramai karena oma Camelia, nenek Novi, dan juga eyang Erina sudah sampai di tempat itu.


Tentu saja mereka langsung memeluk Yara dengan penuh kebanggaan atas apa yang telah cucu mereka lakukan, sampai-sampai air mata kebahagiaan tidak luput dari mata mereka.


"Kenapa Nenek menangis?"


Yara mengusap air mata yang membasahi wajah nenek Novi, membuat wanita paruh baya itu tersenyum sendu.


"Kami sebagai orang tua sangat bangga padamu, Nak. Dan kami selalu mendo'akan agar kau menjadi wanita yang kuat, sukses, dan juga dipenuhi kebahagiaan."


Sementara itu, di rumah sakit pelita harapan sedang diliputi ketegangan. Terlihat beberapa orang berjas hitam berdiri di depan ruang operasi, tampak sepasang suami istri yang sedang saling berpelukan dan berdo'a agar putra mereka baik-baik saja.


"Tuan, ada yang ingin saya-"


Laki-laki paruh baya itu mengangkat tangannya karena tidak mau mendengar ucapan sang anak buah, padahal anak buahnya hanya ingin melaporkan tentang video tuan muda mereka yang tersebar luas di dunia maya.


"Bagaimana ini? Tuan muda pasti akan marah jika tahu tentang video itu," bisik anak buah dari laki-laki yang menjadi korban kecelakaan.


"Lebih baik amankan semua video yang beredar luas di internet, dan kerahkan semua anggota untuk menghapusnya."


Laki-laki itu mengangguk dan beranjak pergi untuk mengamankan video-video itu. Bisa terjadi perang dunia ketiga jika tuan mudanya membuka mata dan melihat keramaian yang terjadi.

__ADS_1


Setelah beberapa jam menjalani operasi, akhirnya ruangan itu terbuka juga. Kedua orangtua laki-laki itu bergegas menghampiri Dokter yang baru saja keluar.


"Bagaimana keadaan anak saya, Dokter?" tanya ibu dari laki-laki itu dengan khawatir.


"Keadaan tuan Ryder baik-baik saja, Nyonya. Tapi beliau harus tetap mendapat perawatan khusus untuk menjaga kestabilan tubuhnya."


Sepasang suami istri itu langsung bernapas lega saat mendengar ucapan Dokter. Mereka hanya punya satu anak saja, dan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan maka hidup mereka pasti akan hancur.


"Apakah kami sudah bisa menjenguknya?"


Dokter itu menggelengkan kepalanya. "Untuk saat ini tuan Ryder masih belum boleh dijenguk, Tuan. Kami harus melakukan pengawasan terlebih dahulu supaya keadaan beliau benar-benar stabil."


"Baiklah. Lakukan apa saja untuk menyembuhkan putraku."


Dokter itu lalu mengangguk paham dan kembali masuk ke dalam ruang operasi, sementara sepasang suami istri itu kembali duduk di kursi yang ada di tempat tersebut.


"Hah. Anak itu selalu saja membuat ulah, apa dia pikir nyawanya itu ada 100?"


Laki-laki paruh baya bernama Eric itu berdecak kesal dengan apa yang terjadi pada putranya. Walau dia merasa khawatir, tetapi di sisi lain juga merasa kesal karena Ryder selalu saja membuat ulah.


"Buah itu jatuh tidak jauh dari pohonnya, Sayang. Sifat Ryder ini sama persis sepertimu saat masih muda dulu," ucap wanita bernama Adena membuat suaminya bertambah kesal.


"Padahal waktu membuatnya dulu aku sudah menghapal do'a yang pak ustadz itu beri, bahkan aku tidak ugal-ugalan. Tapi jadinya malah seperti itu."




__ADS_1


Tbc.


__ADS_2