
Vano langsung memberikan ultimatumnya pada Myra membuat gadis itu semakin ketakutan, tetapi dengan cepat Via menenangkan sang suami karena merasa kasihan dengan Myra.
"Ayo, kita kembali! Ryder dan Yara pasti sudah menunggu kita," ajak Via kemudian.
Semua orang lalu beranjak pergi dari tempat itu tanpa melihat ke arah Myra dan ibunya, sementara Zafran dan Zayyan masih berdiri di tempat itu.
"Kenapa kau diam saja, Zay?" tanya Zafran dengan heran saat adiknya tidak pergi bersama dengan yang lain.
"Kakak sendiri kenapa masih di sini?" Zayyan malah balik bertanya membuat sang kakak menghela napas kasar.
"Masih ada yang harus kakak urus, jadi kembalilah bersama yang lain," jawab Zafran.
Dengan cepat Zayyan menggelengkan kepalanya. Tentu saja dia tetap berada di tempat itu karena sang kakak masih berada di sana, dan dia juga merasa penasaran dengan apa yang akan kakaknya lakukan.
Zafran berdecak kesal melihat penolakan Zayyan. Tidak mau meladeni tingkah sang adik, dia lalu bergegas mendekati Myra yang masih menunduk dengan takut.
"Kau dengar apa yang barusan kami katakan?"
Myra tersentak kaget mendengar suara Zafran, sementara ibunya tampak memeganginya dan berusaha untuk menenangkan.
"Sa-saya minta maaf. Saya, saya tidak akan menganggu lagi," ucap Myra dengan lirih dan suara bergetar.
"Baguslah. Ada atau tidaknya aku di sisi dokter Yara, jangan sekali-sekali kau mengusiknya. Jika tidak, maka jangan salahkan aku jika menghancurkanmu sampai tidak bersisa," sambung Zafran.
Dia lalu berbalik dan beranjak pergi dari tempat itu tanpa merasa iba dengan Myra, sementara Zayyan hanya diam dan tidak ikut campur.
__ADS_1
"Kak Zafran memang mengerikan. Apalagi kalau berhubungan dengan mbak Yara, dia akan berubah menjadi seekor singa." Zayyan juga bergidik ngeri melihat kemarahan sang kakak. Apa kira-kira kakaknya juga akan marah seperti itu jika dia yang diganggu orang lain? Entahlah, dia merasa penasaran sekaligus takut.
"Apa kau mau tetap di sana, Zay?"
Zayyan terkesiap mendengar ucapan sang kakak lalh bergegas menyusul kepergian kakaknya itu. "Tunggu aku!"
Akhirnya mereka berdua kembali ke rumah Ryder dan bergabung dengan semuanya, terlihat Yara dan Ryder juga sudah bergabung bersama dengan mereka.
"Oh ya, papa berencana untuk memberikan bantuan untuk semua masyarakat di desa ini berupa uang tunai. Apakah kalian bisa kembali mengumpulkan mereka?" ucap Vano. Melihat kehidupan sederhana para penduduk desa, dia jadi ingin sekali memberikan bantuan.
"Tentu saja bisa, Pa. Itu masalah gampang," jawab Ryder.
Vano mengangguk senang mendengar jawaban sang menantu, sementara Eric juga berniat untuk memberikan bantuan yang sama sepertinya.
"Ya sudah, bagaimana kalau bantuan kita digabungkan saja. Setelah itu baru dikasi satu per-satu pada setiap orang," usul Riana.
Ryder dan Zafran juga segera memberitahu para perangkat desa agar mengumpulkan semua warga di rumahnya, karena sore nanti akan ada pembagian hadiah dari keluarganya untuk mereka semua.
Bukan hanya masyarakat sekitar, bahkan para pekerja proyek yang membangun rumah sakit juga akan mendapat hadiah dari mereka. Pokoknya semua orang yang ada di desa itu akan mendapat bagian masing-masing.
"Sambil menunggu papa kembali, aku ingin mengajak mama ke suatu tempat yang sangat indah. Ayo!" ajak Yara pada kedua mamanya.
Via dan Riana langsung bertanya mereka akan pergi ke mana saat ini, tetapi Yara tidak memberitahukannya dan hanya meminta mereka untuk mengikutinya saja.
Yara juga mengajak Jean, Zafran, Zayyan dan Junior untuk ikut bersamanya. Mereka lalu masuk ke dalam mobil dan berlalu pergi ke tempat yang akan dituju.
__ADS_1
Zafran yang sudah tahu tempat tujuan mereka tidak lagi sibuk bertanya. Lain hal dengan Zayyan, laki-laki itu terus saja bertanya mereka akan pergi ke mana saat ini.
"Duduklah dengan tenang, Zay. Sebentar lagi kita sampai," ucap Yara sambil menggelengkan kepalanya.
Zayyan berdecih kesal karena merasa sangat penasaran, yang langsung membuat Zafran dan mamanya tertawa melihat kekesalan diraut wajahnya.
Beberapa saat kemudian, sampailah mereka ke tempat tujuan. Yara segera turun dari mobil dengan diikuti oleh yang lainnya, lalu mereka beranjak pergi memasuki kawasan yang terlihat penuh dengan semak belukar itu.
"Ayo, sebentar lagi kita akan melihat surga dunia!" ucap Yara menyemangati.
Semua orang menggelengkan kepala mereka sambil tetap mengikuti Yara untuk melewati semak belukar, walau merasa penasaran juga dengan tempat tujuan mereka.
Setelah beberapa saat berjalan masuk, akhirnya sampai juga mereka ke tempat tujuan yang membuat mata mereka membukat sempurna.
"Masyaallah," seru Via saat melihat pemandangan yang ada di hadapannya, begitu juga dengan Riana yang menatap dengan lebar tanpa bisa mengedipkan kedua matanya.
"Ini, ini indah sekali, Sayang. Kenapa ada tempat seindah ini di sini?" tanya Riana dengan heran.
Yah, Via membawa mereka ke tempat yang ditunjukkan oleh Ryder. Reaksi semua orang sama terkejutnya dengan reaksinya dulu saat pertama kali melihat betapa indahnya pemandangan alam itu.
"Ryder yang telah menemukan tempat ini, Ma. Dia berencana untuk mengelola air terjun ini agar bisa dinikmati oleh semua orang, tetapi tetap terjaga keasriannya."
•
•
__ADS_1
•
Tbc.