The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter Ekstra - Dungeon Diaries - Eric Part 1


__ADS_3

...[Perhatian]...


...Chapter ini tidak termasuk dalam cerita utama...


...Tapi menceritakan mengenai kisah tiap Karakter...


...Bagi yang menyukai Karakter terkait...


...Atau hanya ingin tahu lebih dalam...


...Maka chapter ini untuk Anda...


...Jika tidak, bisa langsung skip saja...


...-Latar Waktu-...


...-Sebelum Keberangkatan Kompetisi-...


Aku sangat menyukai kondisi Dungeon Origin saat ini. Semua orang hidup dengan nyaman dan damai. Bahkan mereka memperoleh penghasilan untuk memenuhi keinginan individual masing-masing.


Semua itu berkat Elin. Aku sungguh harus berterimakasih padanya suatu saat nanti. Tapi sekarang, aku sedang pergi menuju suatu tempat. Dimana kau tanya? Tentunya sebuah kedai makan di dalam Dungeon ini! Tepatnya di lantai 5 Dungeon Origin.


‘Trring ting!’


Suara bel yang ditempatkan di balik pintu itu terdengar begitu merdu ketika aku membukanya. Meskipun aku tidak terlalu peduli untuk makan dan minum di dunia virtual ini, sesekali aku masih tetap melakukannya.


Alasannya sangat sederhana. Itu karena aku bisa menikmati makanan dan minuman sepuasku tanpa perlu memikirkan kondisi tubuku di dunia nyata!


Sesaat setelah aku memasuki kedai itu, suara yang ramah terdengar menyapa diriku.


“Selamat datang, Tuan Eric.” Ucap pemilik kedai ini.


Ia merupakan seorang Goblin dengan jenis kelamin betina. Atau mungkin lebih nyaman jika kusebut seorang wanita. Bagaimana pun, parasnya cukup cantik untuk seorang monster dengan kulit berwarna hijau dan rambut berwarna abu-abu.


“Bagaimana kabarmu, Tia?” Balasku dengan senyuman.


“Sangat baik, Tuan Eric. Itu semua berkat semua kebaikan Anda.” Balas Tia.


Kondisi kedai ini sekarang tidak terlalu ramai tapi juga tidak terlalu sepi. Nampak beberapa pengunjung yang berupa Goblin dan Kobold sedang menikmati hidangan mereka di meja yang tersusun rapi di dalam kedai ini.


Sedangkan aku? Aku memilih duduk di depan Tia. Tepatnya menghadap sebuah meja panjang yang membatasi antara karyawan toko dan pembeli.


“Apakah seperti biasa, Tuan Eric?” Tanya Tia.


Aku hanya mengangguk sambil melihat-lihat kondisi di dalam kedai ini. Suasana kedai ini sungguh begitu nyaman. Cahaya yang cukup redup dari lentera yang tergantung di setiap sisi ruangan sangatlah indah bagiku.


Terlebih lagi angin sejuk yang beberapa kali berhembus di dalam ruangan ini. Angin itu berasal dari sebuah Rune yang dibuat oleh para Kobold. Efeknya cukup sederhana yaitu mengeluarkan sihir angin tingkat rendah yaitu Wind Blow.


Hasilnya?

__ADS_1


Kipas angin yang terbuat dari sihir!


‘Bukankah para NPC ini sangat hebat karena bisa membuat hal semacam ini?’ Pikirku dalam hati saat melihat Rune itu.


Wujudnya sangat sederhana. Sebuah huruf kuno dengan warna hijau nampak tertulis di sebuah batu jenis obsidian. Sedangkan untuk memenuhi Mana yang diperlukan untuk aktivasi sihir itu, di sebelahnya terdapat sebuah Mana Stone.


Mana Stone merupakan suatu jenis batuan yang menyimpan banyak Mana di dalamnya. Akan tetapi karena pengeluaran Mana yang cukup lambat menjadikan Mana Stone sulit dimanfaatkan dalam pertarungan. Tapi tentu saja, pemanfaatan untuk meningkatkan regenerasi Mana sangat umum dijumpai.


Mana Stone terdapat di banyak tempat. Tapi yang paling umum adalah dalam area tambang. Semakin dalam penambangan yang dilakukan, kualitas Mana Stone yang ditemukan juga akan meningkat. Bahkan tak jarang ditemukan Mana Ore dan Mana Crystal.


Tapi itu cerita untuk lain waktu.


Sekarang….


“Ini pesanan Anda, Tuan Eric.” Ucap Tia sambil menyerahkan pesananku.


Isinya cukup sederhana. Yaitu daging bebek panggang dan juga susu sapi dingin. Tentu saja aku tidak melupakan salad kesukaanku.


“Terimakasih, Tia.” Balasku singkat.


Tentu saja aku tidak berencana untuk makan saja. Tujuan lain aku kemari yaitu untuk mengumpulkan informasi mengenai keadaan Dungeon Origin. Lebih tepatnya mengenai kondisi penduduk Origin.


Meskipun semua monster memiliki kesetiaan yang sangat mutlak kepadaku, hal itu belum menjamin bahwa semua monster akan bisa hidup berdampingan satu sama lain. Apalagi antara monster yang memiliki perbedaan ras.


Oleh karena itu….


“Jadi bagaimana situasi di sekitar sini? Apakah ada masalah atau keributan?” Tanyaku kepada Tia sambil menyantap makananku.


‘Sudah kuduga.’ Pikirku dalam hati.


Aku memang cukup yakin bahwa kesetiaan mereka kepadaku bukan berarti mereka akan hidup damai dengan perbedaan ras seperti ini. Terlebih lagi Kobold merupakan ras yang sedikit lebih tinggi daripada Goblin.


Haruskah aku memaksakan mereka untuk selalu hidup rukun? Memangnya hal itu bisa dilakukan?


Aku terus menerus menyibukkan pikiranku sendiri. Sesekali aku juga bertanya mengenai berbagai hal dan rumor lain yang ada.


“Soal itu…. Terdapat seorang penjahit yang cukup mumpuni dari ras Goblin, Tuan Eric. Ia tinggal di lantai 3 bersama dengan keluarganya.” Balas Tia.


Waktu terus berlalu dan hari telah semakin larut. Meskipun…. Dungeon Origin selalu berada dalam kegelapan layaknya malam hari. Banyak pengunjung telah mulai meninggalkan kedai ini. Hingga akhirnya hanya menyisakan diriku dan Tia.


Saat itulah…. Aku memulai pembicaraan yang mungkin sedikit sensitif.


“Tia, maafkan aku karena selalu mengganggumu dan membuatmu pulang larut malam.” Ucapku sambil meneguk gelas keempat susu sapi dingin.


“Ti-tidak masalah, Tuan Eric. Tentu saja aku tidak akan pernah mengabaikan kehadiran Tuanku.” Balasnya dengan gugup.


“Bagaimana dengan keluargamu? Apakah mereka baik-baik saja?”


“Suamiku masih bekerja dengan baik sebagai penambang di Dungeon baru Anda, Tuan Eric. Sedangkan kedua anak laki-laki ku tumbuh dengan sehat. Sementara ini aku menitipkan mereka pada tetanggaku yang bekerja sebagai pandai besi.” Jelas Tia sambil melihat di kejauhan.

__ADS_1


Di wajahnya nampak senyum yang lembut dan penuh kasih sayang akan keluarganya. Melihatnya saja sudah membuatku bahagia. Jika saja….


“Tuan Eric. Mungkin permintaanku ini sedikit egois tapi…. Apakah kedua anakku dapat bergabung dalam militer? Mereka berdua nampak sangat kegirangan ketika melihat pedang dan terus berkata bahwa mereka ingin menjadi pedang Tuan Eric… tapi….”


Kini Tia menunjukkan raut wajah yang sedikit sedih. Meski begitu, Ia masih berusaha untuk tersenyum. Aku yakin Ia sangat khawatir bahwa kedua anaknya mungkin akan berada dalam situasi yang sangat berbahaya.


Meski begitu….


Ia tetap berusaha untuk memenuhi keinginan dan harapan kedua anaknya.


Untuk menjawab perasaannya itu….


‘Truuk tuk tuk….’


Aku mengeluarkan beberapa koin emas dari Inventoryku dan meletakkannya di meja yang memisahkan diriku dan Tia.


“Tu-Tuan Eric? Apa maksudnya ini? Bukankah sudah kukatakan bahwa Tuan Eric tidak perlu untuk….”


Aku segera memotong perkataan dari Tia.


“Ambil sebagian dan bagikan kepada tetanggamu yang selalu merawat kedua anakmu itu, Tia. Sedangkan sisanya, gunakanlah untuk membiayai pelatihan kedua anakmu di sekolah militer milik Knox.


Aku yakin dengan ini kau bisa memberikan mereka berdua makanan terbaik, guru terbaik serta perlengkapan yang lengkap. Dengan begitu, kedua anakmu akan menjadi sangat kuat hingga kau tak perlu lagi khawatir soal mereka, Tia.” Jelasku panjang lebar sambil tersenyum.


Tapi Tia tak menjawabnya.


Ia hanya bisa terdiam dan menangis. Tapi aku tahu, itu bukanlah air mata kesedihan. Ia terus menerus berusaha untuk berbicara sambil mengelap kedua matanya yang dibanjiri oleh air mata itu.


“Terimakasih, Tuan… hiks… Eric. Aku…. Hiks….”


...____________________________...


...Author's Note...


...Buat yang tanya, kenapa kok muncul sekarang Dungeon Diariesnya?...


...Itu karena 2 hal....


...1. Ini bertepatan sebelum Eric berangkat ke Jepun buat mulai Kompetisi....


...2. Karena kalo kutaruh di 95.5 bakal aneh....


...So, kedepannya Dungeon Diaries bakal muncul secara acak dan tokohnya menyesuaikan situasi....


...Bagi yang ngga suka, gausa dibaca. Ini cuma semacam sisi lain dibalik setiap karakternya....


...Jadi yang baca bakal lebih ngerti sifat suatu karakter. Termasuk juga kegiatannya selain bekerja di Dungeon....


...Trus soal Deus, kenapa ga dikelarin?...

__ADS_1


...Jawabannya karena pertempuran akhir Deus melawan Raja Iblis kuno bakal punya peranan cerita yang sangat besar alias Seepooileeer....


...See ya....


__ADS_2