
Pagi yang cerah….
Seperti biasa, aku memasuki kapsul untuk bermain Re:Life setelah selesai berolahraga. Tapi perbedaannya adalah….
...[Pengirim : Elina]...
...[Eric! Kenapa kau tidak mengajakku untuk melakukan pendaftaran kompetisi itu? Aku akan mendaftar dulu hari ini jadi aku akan sedikit terlambat untuk Log In.]...
Padahal aku sudah berniat untuk mengajaknya kemarin. Tapi sudahlah, aku tak terlalu ingin memikirkannya. Dengan segera, aku memasukkan identitas akunku dan masuk ke dunia virtual itu.
Sesaat setelah aku memejamkan mataku….
...[Bersiap untuk memindahkan kesadaran]...
...[Selamat datang kembali, Eric]...
Pemandangan di hadapanku yaitu sebuah ruangan dengan dinding batu yang cukup bagus. Posisi tubuh karakterku sedang berbaring di sebuah ranjang. Ya, ini adalah kamar pribadiku di dunia virtual ini.
Setelah pembangunan Dungeon milik Deus selesai, aku memutuskan untuk membangun kastil kecil bagi petinggi Origin di lantai 5. Setidaknya seluruh petinggi termasuk aku sudah memiliki ruang kerja dan istirahat yang lebih baik.
Meskipun…. Sejak saat Dungeon vampir itu selesai, Tasmith memutuskan untuk pindah kesana. Ia nampaknya telah memutuskan untuk hidup bersama dengan Liz. Jujur aku tidak memahami cara para monster ini berpasangan. Apakah mereka juga melakukan pernikahan? Entahlah.
Setelah mempersiapkan diriku, aku segera pergi menuju lokasi pembangunan Dungeon baruku. Aku telah memutuskan untuk menamai Dungeon itu ‘Treasure’ karena memang ciri khas utamanya adalah hartanya.
Bagaimana caraku pergi kesana?
Tentu saja dengan menggunakan lingkaran sihir teleportasi.
Pandanganku seketika berubah setelah diselimuti oleh cahaya biru. Di hadapanku nampak ribuan Goblin dan Kobold bekerja keras menambang untuk memperlebar Dungeon. Meskipun, saat ini Dungeon Treasure masih memiliki 8 lantai yang bahkan belum sempurna.
“Tuan Eric!” Teriak seseorang yang selalu membuatku nostalgia.
“Ah…. Oliver. Bagaimana perkembangannya? Apakah ada suatu hal yang kurang? Katakan saja dan aku akan berusaha mencarikannya.” Tanyaku sambil tersenyum dan menepuk pundaknya.
“Perkembangannya berjalan dengan sangat baik, Tuanku! Mengenai hal itu… sebenarnya….”
“Ada apa? Katakan saja.”
“Jika kemampuan dan jumlah pekerja hanya seperti ini…. Kemungkinan Dungeon ini tidak akan selesai sesuai target.” Ucap Oliver dengan sedikit ketakutan.
Aku memberikan target penyelesaian Dungeon ini yaitu sebelum Anniversary ke 4 Re:Life yang terjadi pada tanggal 13 Juli 2073. Jika aku membuka Dungeon tepat di hari perayaan ulang tahun game ini, kemungkinan perhatian yang diperoleh sangatlah besar.
Tapi jika hal itu tidak tercapai….
“Baiklah…. Aku akan melakukan pemberian sigil dan evolusi kepada para pekerja. Bariskan mereka sebanyak 20 Goblin tiap jamnya.” Balasku setelah memikirkan mengenai hal ini sejenak.
Jujur saja semenjak kedatangan Deus, aku terlalu mengabaikan para Goblin dan Kobold. Hasilnya adalah mereka semua sebagian besar masih berada di tangga pertama evolusi dan memiiki Rarity Normal.
Satu jam….
Sepuluh jam….
Waktu terus berlalu.
__ADS_1
Tapi hal yang kulakukan sama sekali tak berubah. Aku hanya terus menerus memberikan sigil dan melakukan evolusi kepada setiap pekerja yang berbaris di hadapanku. Karena sangat bosan aku melakukannya sambil menonton video Guide oleh Angie mengenai beberapa hal dalam game ini.
Hingga suatu ketika….
...‘Ttrriing!’...
“Huh? Notifikasi pesan? Siapa?” Ucapku sambil membuka jendela menu di hadapanku.
...[Pengirim : Elin]...
...[Eric? Dimana kau? Aku menemukan sesuatu yang gawat! Seorang vampir memiliki bakat yang luarbiasa mengerikan!]...
Melihat pesan itu, aku dengan segera beranjak dari batu tempatku duduk.
“Oliver, maaf. Tapi aku harus kembali ke Dungeon utama segera.” Ucapku singkat sambil berlari menuju lingkaran sihir teleportasi.
“Maaf telah merepotkanmu, Tuanku! Semoga selamat di jalan!” Balas Oliver sambil sedikit menundukkan kepalanya.
‘Bakat luarbiasa?! Seperti apa?!’ Pikirku dalam hati yang terlukis jelas dengan senyuman lebar di wajahku.
...***...
Wilayah Teokrasi Julia.
Ibukota, Vicea.
Di dalam sebuah Katredal Suci yang begitu megah. Ukurannya yang begitu besar tak membuatnya kehilangan keindahan yang dimiliki. Lampu gantung raksasa yang berada di tengah ruangan serta jendela dengan mosaik yang sangat indah menghiasi ruangan ini.
Di ujung ruangan, nampak sebuah patung besar. Sebuah patung yang mengukir wujud dari Dewi Julia itu sendiri. Kecantikannya yang luarbiasa dibalut dengan gaun yang nampak begitu menawan. Tiga pasang sayap besar yang berada di punggungnya hanya semakin memperindah patung itu.
Puluhan ribu orang nampak berada di dalam ruangan raksasa ini untuk menghadiri suatu acara.
Di hadapan patung Dewi Julia, nampak lima orang dengan jubah putih dan alur biru sedang berdiri membelakangi patung itu. Mereka semua menatap seseorang. Seorang gadis yang sedang berlutut di hadapan para Uskup itu.
“Saintees Lorelei…. Dewi Julia telah meramalkan akan datangnya ancaman besar di dunia ini. Tepatnya di dalam Katredal Suci ini. Katakan….
Apakah kau rela mempertaruhkan semuanya untuk melawan kejahatan itu?” Tanya Uskup Agung yang berdiri di tengah. Penampilannya seperti orang tua biasa dengan jubah Gereja Julia.
“Aku… Lorelei…. Menyerahkan seluruh hidupku kepada Dewi Julia….” Balas gadis dengan rambut berwarna biru muda itu.
“Sikap yang luarbiasa. Terimalah ini…. Sebuah Relik yang ditinggalkan oleh Dewi Julia kepada pengikutnya sejak jaman dahulu kala. Sebuah Relik yang dapat membantumu melawan kejahatan itu.
Pedang yang digunakan oleh Dewi Julia itu sendiri pada saat peperangan antara Dewa dan Iblis.” Ucap Uskup Agung itu sambil menyerahkan sebuah pedang.
Penampilan pedang itu sangatlah indah. Panjang bilah pedang ini mencapai 100 cm dengan panjang pegangan 25 cm. Warna bilah pedang ini yaitu putih dengan alur seperti ombak berwarna biru yang menyala.
Bahan dasar dari pedang ini sendiri tidak diketahui oleh siapapun. Tapi semua orang meyakini bahwa pedang ini terbuat dari cahaya itu sendiri.
Meskipun NPC tidak dapat mengetahui status dari suatu Item, tapi mereka memahaminya dengan satu kali pandangan. Sebuah kenyataan bahwa pedang ini sangatlah kuat.
[Julia’s Sword]
[Rarity : Mythical]
__ADS_1
[Pembuat : Tidak Diketahui]
[Atribut]
Attack Power : 38.750 – 49.250
Attack Speed : + 25%
Strength : + 50%
Agility : + 50%
Stamina : + 25%
Vitality : + 25%
[Efek Khusus]
Godly Design
Efek : Pedang ini dibuat dengan desain yang hanya mampu dipahami oleh para Dewa. Mencegah Item untuk jatuh. Item tidak akan pernah mengalami pengurangan Durability. Item hanya bisa digunakan oleh orang terpilih.
Ethereal
Efek : Pedang ini dapat menembus pertahanan yang ada. Meniadakan 80% Defense yang dimiliki oleh musuh.
Godly Aura
Efek : Memberikan Aura yang luarbiasa kepada pengguna pedang. Meningkatkan Maximum Health Point sebesar 250.000, Mana Point sebesar 100.000, Stamina Point sebesar 100.000 serta meningkatkan Defense sebesar 8.000
Sword of Holy Light
Efek : Sebuah pedang yang terbuat dari cahaya suci. Setiap kali melakukan Basic Attack akan menimbulkan Epic Skill [Holy Light Slash]. Holy Light Slash akan memberikan 80% total Physical Attack Power ditambah 50% total Magic Power pengguna ke sebuah garis lurus tebasan dengan jarak maksimal 20 meter.
Efek tambahan : Memberikan bonus damage sebesar 100% ketika target memiliki atribut kegelapan.
Mythical Skill : God’s Vessel of Julia
Efek : Memungkinkan pengguna pedang untuk menghubungi Dewi Julia. Membiarkan Dewi Julia merasuki tubuh pengguna. Meningkatkan seluruh status sebesar 1.000% selama 50 detik.
Harga : 2% Health Point per detik. Memperpendek umur pengguna.
Melihat salah satu Relik terbesar milik Teokrasi Julia dipercayakan kepadanya, Lorelei hanya bisa menundukkan kepalanya sambil mengucapkan kalimat sederhana.
“Aku, Lorelei…. Pasti akan menghapuskan kejahatan itu!”
...___________________________________...
...[Sebelum lanjut membaca]...
...[Ada baiknya untuk menekan tombol Like]...
...[Dan juga meninggalkan komentar dalam bentuk apapun]...
__ADS_1
...[Tak ada ruginya bagi kalian]...
...[Tapi percayalah, hal sederhana itu yang menyemangatiku untuk terus menulis]...