
“Aku tak peduli lagi! Lucien, bantu aku!” Teriakku sambil segera melesat ke arah lubang di tubuh Leviathan itu. Pada saat itu juga, aku menggunakan skill [Assimilation] untuk bergabung dengan Lucien. Bonus berupa status tambahan dan trait apapun akan sangat membantuku menghadapi monster ini.
“Baik, Tuanku.” Balas Lucien dalam tubuhku.
Kini, penampilanku mulai berubah sedikit demi sedikit. Warna bola mataku semakin merah menyala. Telingaku mulai menjadi runcing dan kuku jariku semakin runcing dan tajam.
‘Fly ini jauh lebih mudah dikendalikan daripada sayap kelelawar.’ Ucapku dalam hati setelah mulai terbiasa menggunakannya.
Setelah berada tepat di hadapan lubang yang cukup besar itu, aku mengarahkan Oracle Staff milikku ke dalamnya.
“Meski sisikmu keras, bagian dalamnya pasti lunak kan? Rasakan ini, Water Burst!!!”
Semburan air yang sangat kuat mengalir dengan deras ke dalam lubang di tubuh Leviathan.
[Anda telah mengenai titik kelemahan Leviathan!]
[Anda telah memberikan 25.312 damage!]
[Bagian dalam tubuh target telah menerima status ‘Wet’]
[Serangan elemen petir dan es akan memperoleh peningkatan damage dengan signifikan!]
‘Jika semburan air saja bisa memberikan damage sebesar ini….’
“Amplify! Chain Lightning!”
‘Sraaatt!!! Zraatt!!!’
Sambaran petir yang kuat menyambar ke dalam tubuh Leviathan. Setiap kali petir itu mengenai bagian dalam tubuhnya, petir itu akan membelah menjadi dua dan menyambar tempat yang baru. Begitu seterusnya hingga menjadi badai petir yang mengerikan di dalam tubuh raksasa ini.
[Anda telah mengenai titik kelemahan Leviathan!]
[Status Wet telah meningkatkan damage serangan petir sebesar 120%]
[Anda telah memberikan 375.429 damage!]
[Anda telah memberikan 172.682 damage!]
[Anda telah memberikan …. ]
Rentetan notifikasi sistem mengenai damage yang kuhasilkan sangatlah panjang. Hal yang wajar karena Chain Lightning setelah menerima efek [Amplify] akan terus menerus membelah menjadi 2 dengan damage sedikit lebih rendah daripada setengah damage utamanya.
Total damage yang kuberikan mencapai angka lebih dari 400 juta dalam sekali serang ini.
‘Masih belum mencapai 1% ya? Sialan, tombak barusan masih memberikan damage yang jauh lebih besar dariku.’ Ucapku kesal dalam hati.
Tapi pada saat aku ingin melanjutkan pembantaian ini.
‘Splaaassshh!!!’
Leviathan segera masuk dengan cepat ke dalam air dan menimbulkan ombak yang sangat besar.
[Anda telah menerima 39.412 damage!]
Tak berhenti di situ….
‘Sraaassshhh!!!’
Semburan air yang sangat kuat muncul dari bawah permukaan air laut dan menembus tubuhku.
[Anda telah menerima serangan di titik vital!]
[Anda telah menerima efek Debuff Bleeding!]
[Anda menerima 2.500 damage tiap detiknya hingga luka disembuhkan!]
[Anda telah menerima 97.418 damage!]
“Sialan! Monster sialan ini!!!” Teriakku kesal setelah menerima serangan yang cukup mengejutkan itu.
...***...
__ADS_1
...Bagian Tengah Tubuh Leviathan...
“A-apa?!” Teriak Angie penuh keheranan setelah mengetahui Bar HP milik Leviathan berkurang cukup pesat.
“Siapa yang melakukan ini? Apakah kalian ada yang barusan menyerang?” Tanya Angie kebingungan.
“Tidak, kami masih sibuk untuk bertahan dari serangan Leviathan barusan. Ada apa, Angie?” Tanya Luna penasaran.
“Barusan…. HP milik Leviathan berkurang lebih dari 400 juta dalam sekejap….” Balas Angie singkat.
“Hah?! Apa katamu? Siapa yang mungkin melakukan itu? Miyamoto! Apakah kau yang barusan menyerang?!” Tanya Luna kebingungan.
“Jangan menyindirku. Seranganku bahkan kesulitan untuk memberikan damage sebesar 5 digit karena sisik keras itu.” Balas Miyamoto dengan tatapan sinis. Ia nampak menggenggam erat Katana yang ada di pinggangnya sambil bergelantungan di rantai raksasa itu dengan tangan kirinya.
“Axius? Apakah itu kau?” Tanya Rachel, seorang gadis dengan gitar kecil di punggungnya.
“Meskipun aku memiliki kemampuan sihir yang kuat, bukan berarti aku bisa menembus sisik monster ini seperti Angie. Jangan memandangku terlalu tinggi.” Balas Axius yang merupakan seorang penyihir tingkat tinggi.
Pada saat mereka semua masih kebingungan, mereka kembali dikagetkan dengan kenyataan bahwa HP milik Leviathan kini berkurang lebih dari 2% sekaligus.
“Ini…. Ada kelompok lain yang melawannya! 6 orang periksa bagian belakang tubuh Leviathan! 5 orang periksa di seluruh bagian tengah! Aku akan maju ke bagian kepala Leviathan sendirian. Rachel, Iveria, beri aku buff yang bertahan lama!” Teriak Angie dengan wajah serius.
Rachel dengan segera mengambil gitar kecilnya dan melepas pegangannya pada rantai itu. Ia nampak menyanyikan sebuah lagu yang indah. Berbagai cahaya berwarna merah dan hijau yang memiliki bentuk notasi musik itu bergerak ke arah Angie.
Meski terjatuh, Ia segera memasuki sebuah portal yang dibuat Luna dan kembali terjatuh dari langit. Setelah cukup dekat dengan rantai, Rachel segera meraihnya dan kembali bergelantungan.
“Terimakasih atas Battle Rhythmmu, Rachel.” Ucap Angie singkat.
Rachel nampak mengangguk secara perlahan.
Sementara itu, seroang gadis dengan pakaian yang menyerupai penyihir dengan tongkat kayu putih itu masih melafalkan mantranya.
Lingkaran sihir berwarna biru tua dan merah berukuran cukup besar itu berada di depan tongkat Iveria sang Enchantress. Setelah beberapa saat, lingkaran sihir itu bergerak dan mulewati tubuh Angie.
[Anda telah menerima efek Enchanting kuat!]
[Seluruh status Anda akan meningkat sebesar 20% selama 30 menit!]
[Senjata Anda, Dragon Impaler Spear, akan memiliki status 30% lebih tinggi dan memberikan damage elemen petir setiap kali digunakan. Durasi Enchantment : 15 menit!]
“Terimakasih.”
Setelah balasan singkat itu, seluruh kelompok Angie segera bergerak sesuai dengan instruksi. Termasuk Angie yang berlari di atas tubuh raksasa Leviathan dan menuju ke arah kepalanya.
...***...
...Bagian Kepala Leviathan...
“Hah…. Hah… Hah….” Aku menghela nafasku setelah bertarung mati-matian dengan monster ini.
“Tuanku, apakah perlu kugantikan?” Tanya Lucien dari dalam tubuhku.
“Ide yang bagus…. Aku sedikit kelelahan setelah menggunakan Amplify sebanyak 5 kali barusan. Tak kusangka Chain Lightning akan menjadi sekuat itu setelah 5 kali amplifikasi. Tapi beban ini…. Hah….” Balasku sambil terengah-engah.
Stamina Pointku telah penuh setelah meneguk Stamina Potion. Begitu juga Mana Point dan Health Pointku. Meski begitu….
‘Kenapa aku merasa selelah ini? Apakah ini batasanku dalam menggunakan skill Amplify?’ Tanyaku pada diriku sendiri.
Tapi pada saat itu, tubuhku telah diambil alih oleh Lucien.
Ia mengamuk sesuka hati dengan menggunakan gabungan dari seluruh kemampuanku ditambah dengan kemampuannya. Nampaknya, Ia sangat menyukai tongkat baruku itu.
‘Lucien…. Habisi monster ini…. Aku akan beristirahat sejenak.’
Tanpa kusadari, HP milik Leviathan kini hanya tersisa sekitar 1% saja.
...***...
...[Aamori’s Journey]...
...[Part 2]...
__ADS_1
...Kerajaan Ilandis...
...Pelabuhan Searis...
Suasana pelabuhan ini jauh berbeda daripada yang ada di Pelabuhan Tortuga.
‘Sepi sekali….’ Ucap Aamori dalam hatinya setelah melihat keadaan di tempat ini.
Tak hanya itu, nampak banyak sekali pengemis dan gelandangan. Mereka mulai mencoba mendekati Aamori karena merasa bahwa pendatang dari Kerajaan Farna pasti memiliki banyak uang.
Tapi sayangnya, Aamori sama-sama miskinnya dengan mereka.
Dengan menyegerakan langkahnya, Ia mulai melakukan hal terpenting baginya saat ini. Yaitu….
“Berikan aku misi! Aku sangat butuh uang!” Teriak Aamori dengan keras di dalam gedung Guild Petualang itu.
“Ma-maafkan saya Tuan. Tapi apa yang barusan Anda katakan?” Tanya seorang pegawai wanita di tempat itu.
“Sudah kukatakan. Aku akan mengerjakan misi atau Quest apapun karena sedang butuh uang. Apakah ada?” Tanya Aamori sekali lagi.
Tapi pegawai itu nampak sedikit kebingungan.
“Sebelum diijinkan untuk mengambil misi, Anda harus membuktikan kemampuan terlebih dahulu. Biarkan saya melihat status Anda.” Ucap pegawai itu seraya mengambil sebuah kacamata dengan banyak lensa yang bertumpuk-tumpuk itu.
Mendengar perkataannya, Aamori nampak gugup.
Bagaimana tidak? Ia berpikir bahwa dirinya yang kini hanya memiliki level sebesar 1 jelas tak mungkin diijinkan mengambil Quest apapun!
“Permisi Tuan, saya akan melihat….”
‘Srriing!!’
Tepat sebelum pegawai itu melihat status Aamori, Ia dengan cepat menarik pedang legendaris miliknya dengan bilah biru dan garis merah di tengahnya. Setelah itu, Ia segera meletakkan pedangnya ke meja pegawai itu.
“I-Ini kan?!” Teriaknya setelah melihat pedang itu.
“Hahaha! Apakah kau masih perlu repot-repot untuk melihat levelku? Bukankah mengetahui bahwa aku memiliki item sehebat ini sudah cukup?” Ucap Aamori untuk mengalihkan topik pembicaraan.
“Pedang legendaris…. Crystal Lake…. Terbuat dari Super Reforged Mana Steel?!” Teriak pegawai itu setelah melihat pedang legendaris Aamori dengan kacamata penilainya.
Seketika, semua orang yang ada di dalam ruangan ini nampak terkejut. Mereka mulai melirik ke arah Aamori dengan tatapan penuh rasa penasaran.
“Benar sekali! Kekuatan pedang itu…. Kau pasti sudah memahaminya kan?” Tanya Aamori singkat.
“Tentu saja! Semuanya terlihat dengan jelas melalui kacamata penilai ini! Bagaimana mungkin Anda memiliki item sekuat ini?!” Tanya pegawai itu kebingungan.
“Seorang pandai besi legendaris menempakan pedang ini untukku. Soal diriku yang mengenal pandai besi itu…. Kau pasti tahu alasannya kan?”
“Pahlawan…. Apakah kau pahlawan dari Kerajaan Farna yang terkenal karena mampu membantai serbuan 10.000 Goblin sendirian itu?!”
“Pahlawan dari Kerajaan Farna?! Apakah kau yang berhasil membunuh salah satu Raja Iblis itu?!”
“Jangan katakan?! Kau yang menghentikan serbuan 50.000 Skeleton ke Kota Forgia?”
“Jika dilihat dari perlengkapannya dan pedangnya…. Pria itu pasti adalah pahlawan dari Kerajaan Farna yang sedang ramai dibicarakan!”
“Tolong selamatkanlah kami dari kesengsaraan ini!”
Semua orang mulai meneriakkan berbagai hal yang sama sekali tidak dipahami oleh Aamori. Meski begitu, Ia nampak tersenyum lebar dan mengangkat Crystal Lake Sword miliknya.
‘Aku sama sekali tak tahu apapun yang kalian katakan…. Tapi setidaknya, aku bisa mendapat pekerjaan disini kan?’ Gumam Aamori dalam hati.
Tanpa Ia sadari, Aamori telah menjerumuskan dirinya sendiri ke dalam masalah yang sangat rumit di masa yang akan datang.
Semua itu terjadi hanya karena masalah sepele. Yaitu demi mencegah pegawai itu melihat statusnya yang masih berada pada level 1.
Aamori tak tahu….
Bahwa syarat mengambil Quest hanyalah status saja, bukan level. Dengan semua perlengkapan legendaris miliknya, Ia akan dengan mudah diterima bergabung ke dalam Guild.
Tapi tentu saja….
__ADS_1
Itu semua sudah terlambat.