
Segera setelah menyelesaikan urusanku dengan Arlond, aku kembali ke Dungeon Origin. Tujuannya? Aku ingin menggunakan lingkaran teleportasi dan pergi ke Kerajaan Salvation, tepatnya Reinard.
Tapi sebelum itu….
“Lucien. Aku akan memberimu tugas yang berbeda. Aku tidak memberitahu Agmar soal dirimu dan Arlond. Begitu juga sebaliknya. Aku juga mengatakan padanya bahwa aku adalah seorang Tamer.
Sedangkan kau mengetahui mengenai mereka berdua. Apakah kau sudah bisa menebak apa yang sebaiknya kau lakukan?” Tanyaku kepada Lucien yang sekarang sudah keluar dari tubuhku.
Lucien hanya berlutut sambil tersenyum lebar.
“Aku tak menyangka. Kau telah berkembang jauh melebihi bayanganku, Tuan Eric. Maafkan aku jika tebakanku salah, tapi aku sangat yakin bahwa kau ingin aku untuk memburu beberapa tokoh penting dari Fraksi Keluarga Kerajaan dan juga Bangsawan sambil mengawasi mereka berdua.” Ucap Lucien sambil terus menundukkan kepalanya.
“Lebih tepatnya hanya mengawasi Agmar. Bagaimana pun, Ia memiliki potensi yang tinggi untuk berkhianat. Itulah mengapa aku meminta Arlond untuk melakukan misi yang berbeda. Sedangkan untuk para tokoh penting itu, sesuai dengan perkataanmu.
Dengan kemampuanku yang sekarang, hanya inilah langkah terbaik dan paling mudah untuk mencapai tujuanku. Sampaikan kepada Tasmith untuk membuat imitasi zirah dengan lambang api biru itu. Dan juga Knox untuk memimpin beberapa pasukan penyerbuan itu. Dengan catatan bahwa….”
Aku pun menjelaskan keseluruhan rencanaku dengan panjang lebar kepada Lucien. Ia mendengarkan setiap perkataanku dengan seksama tanpa ada yang terlewat.
Pada akhir penjelasanku, terlihat sosok Lucien yang tersenyum lebar dan menampakkan gigi taringnya yang tajam.
“Sungguh luarbiasa, Tuanku! Sudah sepantasnya bagi seorang penguasa kegelapan untuk….” Lucien kembali meneruskan ocehannya. Sialan, kupikir Ia telah sembuh dari penyakit kegelapan ini tapi nampaknya aku salah.
“Kalau begitu, aku menyerahkan semua yang ada disini kepadamu. Aku harus pergi ke Reinard sekarang untuk memesan perlengkapan baru.” Ucapku sambil melangkahkan kakiku ke lingkaran sihir teleportasi itu.
“Serahkan saja padaku, Tuan Eric.”
Lingkaran sihir itu membungkusku dengan cahaya biru yang indah. Seketika, pandangan yang ada di hadapanku berubah.
...***...
...Kastil Kerajaan...
...Ibukota Reinard...
...Kerajaan Salvation...
“Eric! Sudah lama aku tidak melihatmu!!!” Teriak seorang Pria dengan rambut pirang dan badan kekar, Chris.
“Selamat datang, Eric.” Ucap Alice sambil sedikit tersenyum.
__ADS_1
“Aku memiliki sedikit kesibukan di dunia nyata jadi ya…. Begitulah hahaha.” Ucapku sambil sedikit tertawa.
Tapi reaksi Chris sedikit di luar dugaanku.
“Sedikit? Apa maksudmu dengan sedikit, Tuan CEO Grandia Group?” Balas Chris sambil tersenyum seakan mengejekku.
“Eh?! Bagaimana kau bisa tahu?!” Teriakku kebingungan.
“Hahaha! Meskipun sudah menjadi seorang CEO kau masih lugu seperti biasa! Tentu saja tindakanmu mendirikan perusahaan sebesar itu secara tiba-tiba akan menjadi berita panas di dunia bisnis. Bahkan berita tentangmu telah sampai di Amerika!” Balas Chris sambil menepuk punggungku berkali-kali.
“Eh? Aku tak menyangka bahwa berita itu akan sampai di luar negeri.”
Pada akhirnya, aku, Chris, Alice dan Neo melepas sedikit penat dengan saling tertawa dan sedikit membahas masa lalu kami. Termasuk ketika Chris bertemu denganku di wilayah Pegunungan Alpa pada saat itu.
“Jadi bagaimana? Apakah kau sudah menikahi gadis bernama Elin itu?” Tanya Chris sambil memasang wajah yang penuh dengan ejekan.
Alice dan Neo yang sejak tadi ikut mendengarkan juga terlihat penasaran.
“Kurasa aku akan menikahinya beberapa bulan lagi. Kau tahu kan, perusahaanku belum utuh jika apartemen itu belum selesai didirikan. Ngomong-ngomong, dimana Aamori. Aku ingin memesan Item padanya.” Ucapku untuk mengalihkan pembicaraan.
“Ah, Aamori? Dia ada di tempat kerjanya di lantai satu. Tapi memesan Item ya? Hmm…. Ikut aku.” Ucap Chris sambil berjalan meninggalkan ruang tahta ini.
Aku pun mengikutinya dari belakang. Sementara Alice dan Neo?
...***...
Aku memasuki sebuah ruangan yang cukup besar. Ruangan ini dipenuhi dengan berbagai alat tempa dan tungku pembakaran yang hanya membuat situasi sangat panas. Di tengah panasnya ruangan ini, terdapat sosok 4 orang Pria.
Mereka adalah Aamori dan ketiga saudaranya. Hanya mereka berempat yang diijinkan untuk bekerja di tempat ini. Tentu saja, terdapat asisten lain yang tugasnya hanya melakukan pekerjaan kasar dan pembelian material. Tapi itu semua dilakukan di ruangan yang berbeda.
Sekarang….
“Aamori. Aku membawa pelanggan baru.” Ucap Chris.
“Ah! Tunggu sebentar. Aku akan membersihkan diriku terlebih dahulu.” Balas Aamori.
Setelah itu, kami bertiga duduk di sebuah ruangan di sebelah tempat penempaan ini. Di ruangan ini hanya terisi meja, kursi, beberapa pajangan serta seorang pelayan. Tujuan dari ruangan ini? Tentu saja untuk menjamu pelanggan Aamori.
“Jadi, apa yang kau inginkan Eric?” Tanya Aamori dengan segera.
__ADS_1
“Satu set perlengkapan untuk penyihir dan juga satu set perlengkapan untuk Assassin.”
Aku pun mulai menjelaskan kriteria perlengkapan yang kuinginkan.
Pada set perlengkapan penyihir yang akan kugunakan, aku ingin item yang meningkatkan daya serang setinggi mungkin. Termasuk juga meningkatkan Mana Point. Tak hanya itu, aku ingin sebuah perlengkapan yang dapat menyembunyikan identitasku termasuk skill, nama, level, dan jika bisa nama merah di atas kepalaku.
Sedangkan untuk set perlengkapan Assassin yang akan digunakan oleh Elin, Ia menginginkan item yang meningkatkan kecepatan gerak dan penyerangan setinggi mungkin. HP dan MP tidak akan menjadi masalah selama kecepatannya tinggi.
Meskipun, Stamina akan menjadi masalah karena terlalu banyak bergerak akan menghabiskan Stamina Point dengan sangat cepat.
Oleh karena itu, Ia meminta item yang mampu meningkatkan Stamina Point setinggi mungkin. Tentu saja, Ia juga ingin efek yang mampu menyembunyikan skill, level dan nama serta jika memungkinkan yaitu menyembunyikan nama merah di atas kepala.
Aku sadar bahwa nama merah di atas kepala tidak dapat disembunyikan semudah itu. Tidak seperti nama kuning. Meski begitu…. Jika saja Aamori mampu membuat Item yang seperti itu….
“Aku tidak yakin bahwa aku akan mampu membuat item yang mampu menyembunyikan nama merah, Eric. Tapi untuk kriteria yang lainnya, aku akan mencobanya.” Balas Aamori sambil mencatatnya di jendela menunya. Nampaknya Ia mengirim pesan ke salah seorang saudaranya sebagai bentuk memo.
“Terimakasih, Aamori. Kemudian untuk biayanya…. Kira-kira berapa yang harus ku persiapkan?” Tanyaku sambil menggosok-gosokkan kedua telapak tanganku.
'Semoga saja 200.000 koin emas sudah cukup. Dengan begitu aku bisa....'
Sebelum sempat menyelesaikan perkataanku di dalam hati, Aamori telah menjawabnya.
“Melihat dari kriteriamu kemudian bahan yang diperlukan…. Hmmm…. Setidaknya kau perlu menyiapkan sekitar 3 hingga 4 juta koin emas.” Jawab Aamori dengan wajah datar.
“Eh?! Maaf, aku tidak terlalu mendengarnya barusan. Tiga hingga empat apa?” Tanyaku dengan keringat dingin yang mulai bercucuran dengan deras di seluruh tubuhku.
“3 hingga 4 juta koin emas.” Balas Aamori tetap dengan wajah yang datar.
Aku pun mulai lemas mendengarnya. Bagaimana pun, itu adalah jumlah yang sangat fantastis. Jika ditambah satu juta koin emas lagi, mungkin aku bisa mendirikan kerajaan seperti Chris. Tapi demi sebuah set Item?!
Chris yang sejak tadi hanya terdiam mulai tersenyum lebar dan memberikan jempolnya kepadaku.
Tapi aku cukup senang. Setidaknya, aku akan segera memiliki perlengkapan di tingkat Legendary yang….
“Ah! Aku lupa memberitahumu. Masih terdapat antrian pembuatan item sebanyak 18 orang. Mungkin permintaanmu baru akan kukerjakan 2 atau 3 bulan lagi. Tentu saja, waktu dunia nyata.” Ucap Aamori sambil membalikkan badannya.
“Baiklah….” Balasku sambil membuat senyuman pahit.
Aku merasa kalah telak dengan Aamori. Bagaimana lagi, Ia bisa menghasilkan uang sebanyak itu hanya dengan membuat Item.
__ADS_1
Tidak.... Aku hanya tidak mengetahui seberapa keras usahanya dibalik itu.
Bagaimana pun, Aamori adalah seorang Player yang mampu menjadi legenda hanya dengan kerja kerasnya sendiri.