
Setelah meninggalkan Reinard dengan hati yang sedikit remuk, aku segera memutuskan untuk pergi ke Dungeon Perbatasan dan berburu Barbarian untuk menaikkan level.
Aku ingin mengejar ketertinggalanku selama tidak bermain hampir selama 6 bulan.
Meskipun….
[Anda telah naik level!]
Notifikasi itu sesekali muncul meskipun aku tidak melakukan apapun.
“Sebelum membuang-buang level ini lebih banyak lagi, Ascension!” Ucapku pada diriku sendiri.
Aku pun segera memilih untuk memasukkan 8 Growth Point ke beberapa Stats. 3 Point di Strength, 3 Point di Intelligence dan 2 Point di Stamina.
Cahaya emas yang sedari tadi mengelilingi tubuhku dengan lembut kini bergerak dengan cepat dan seakan memasuki tubuhku.
“Bagus! Sekarang aku akan mencoba kembali Skill [Overdrive] dan [Amplify] di tengah padang pasir itu!” Ucapku pada diriku sendiri dengan penuh semangat sambil melangkah ke lingkaran sihir teleportasi yang ada di Dungeon Barrack.
...***...
...Padang Pasir di Timur...
...Dungeon Perbatasan...
Dungeon ini terletak di dalam gua di sebuah perbukitan batu di tengah padang pasir ini. Di sekelilingnya terdapat dinding pertahanan yang melindungi Dungeon ini dari serangan para Barbarian.
Tentu saja, karena invasi Barbarian telah lama berlalu maka dinding pertahanan itu sedikit kehilangan fungsinya. Meskipun….
“Apa-apaan ini?!” Teriakku penuh terkejut setelah melihat kondisi kastil di Dungeon Perbatasan ini.
Sepanjang mata memandang terdapat perumahan tiga lantai yang sangat padat penduduk. Bahkan perumahan itu tak hanya digunakan oleh Prajurit melainkan penduduk sipil. Terlebih lagi, perumahan yang terdapat di luar dinding telah tumbuh sangat pesat. Seakan….
“Apakah Dungeon Perbatasan ini akan menjadi sebuah kota baru? Hahaha…. Aku tak pernah menyangkanya.” Ucapku pada diriku sendiri.
Di kejauhan, nampak ladang gandum yang begitu subur meskipun berada di tengah padang pasir yang tiada ujung ini. Itu semua berkat adanya efek khusus di Dungeon Perbatasan yang meningkatkan kesuburan tanah di sekitarnya serta memberikan pasokan air yang tak terbatas jumlahnya.
Sungguh…. Kurasa aku telah membangun sebuah kota baru yang makmur di tengah padang pasir ini. Bahkan monster dan manusia yang tinggal di kota ini nampak dapat hidup berdampingan dengan damai.
“Tuan Eric!” Teriak seorang Ksatria sambil berlari ke arahku.
“Ah! Kalau tidak salah namamu adalah…. Blaive? Komandan Pasukan Salvation di Dungeon, tidak, Kota Perbatasan ini?” Balasku kepada Ksatria dengan zirah Mithril itu.
“Sungguh, suatu kehormatan bahwa Anda mengingatku. Ngomong-ngomong, apa yang akan Anda lakukan disini?” Tanya Blaive sambil berlutut di hadapanku.
__ADS_1
“Aku ingin berburu Barbarian dalam jumlah yang besar untuk menaikkan levelku dengan cepat. Apakah kau memiliki saran?” Tanyaku kepada Blaive.
“Kalau soal itu….”
Aku pun segera mengikuti langkah Blaive ke suatu tempat yang menurutnya adalah tempat penghasil EXP yang luarbiasa. Setidaknya, itulah yang disampaikan oleh Chris kepadanya dan meminta Pasukan Salvation untuk berburu di tempat itu.
...***...
...Padang Pasir di Timur...
...Desert Dragon Valley...
“Blaive?! Kalian berburu disini?!” Teriakku penuh terkejut setelah mengetahui bahwa tempat tujuannya adalah sebuah lembah tempat sarang Naga Pasir.
Naga atau Dragon adalah salah satu spesies terkuat yang ada di dalam Game Re:Life ini. Meski begitu, mereka telah hampir punah dan setiap individu Naga termasuk dalam kategori Boss. Sebesar itulah kekuatannya.
Mengetahui bahwa aku memasuki wilayah sarang Naga? Tentu saja aku cukup ketakutan.
“Tenang saja, Tuan Eric. Naga Pasir itu tak ada disini. Meskipun ada, aku yakin jika Tuan Eric pasti bisa mengalahkannya. Sedangkan yang ada disini hanyalah ras Draconic dan Lizardmen yang merupakan keturunan dari sang Naga Pasir.
Memburu mereka cukup sulit, tapi EXP yang diperoleh sangatlah besar.” Jelas Blaive dengan wajah yang serius.
“Jadi begitu ya…. Sekarang aku paham. Tapi apakah kau memperbolehkanku untuk mengambil wilayah berburumu?” Tanyaku dengan sedikit cemas.
Tapi jawaban dari Blaive cukup menenangkan hatiku.
“Tenang saja. Dengan kemampuan kami yang sekarang, berburu di sana hanyalah mempertaruhkan nyawa dengan sia-sia. Oleh karena itu, kami hanya akan kembali kemari setelah menjadi cukup kuat.” Balas Ksatria itu sambil tersenyum.
Segera setelah itu, Blaive kembali ke Kota Perbatasan dan meninggalkanku sendirian di lembah yang dipenuhi bebatuan raksasa dan pasir ini. Bahkan, lembah ini sangat curam dan hampir mencapai kemiringan 80 derajat.
“Summon. Vampire.” Ucapku pada diriku sendiri. Seketika, sebuah lingkaran sihir muncul di hadapanku. Di balik cahayanya yang indah, nampak sosok seorang Vampire yang anggun.
‘Nampaknya kali ini aku memanggil seorang Vampire Wanita? Bukan masalah juga sebenarnya, hanya saja….’ Pikirku dalam hati.
“Tuanku. Aku siap melayani seluruh perintahmu.” Ucap Vampire Wanita itu sambil berlutut di hadapanku.
Sosoknya sungguh anggun, mungkin hanya kalah dari keanggunan Liz. Dengan rambut peraknya serta mata berwarna emas miliknya itu…. Tunggu!!! Mata berwarna emas?!
Aku segera menyadari sesuatu yang janggal. Hampir seluruh Vampire yang ada memiliki bola mata berwarna merah cerah, merah gelap dan sisanya memiliki warna merah yang sangat gelap hingga dapat dikatakan sebagai warna hitam.
Tapi aku belum pernah menjumpai seorang Vampire memiliki mata berwarna emas.
‘Sialan! Jika Elin ada disini, maka Ia bisa segera melihat status dan Trait atau bakat yang dimiliki oleh Vampire ini. Mungkin saja Vampire ini….’ Pikirku dalam hati.
__ADS_1
“Tuanku, apakah ada yang salah?” Tanya Vampire itu dengan suara yang cukup merdu. Parasnya yang sangat cantik dan menawan hanya membuat orang bertanya-tanya apakah Ia benar-benar termasuk dalam kategori Iblis?
“Apakah kau memiliki nama?” Balasku terhadap pertanyaannya.
“Jika diperkenankan, aku memiliki sebuah nama yang diberikan oleh seorang kenalanku.” Ucap Vampire Wanita itu.
‘Tunggu dulu! Diberikan oleh seorang kenalan? Memangnya setiap kali aku menggunakan skill Summoning mereka itu berasal dari mana?! Sial…. Semakin kupikirkan detail kecil ini semakin banyak saja pertanyaanku.’ Pikirku dalam hati setelah mendengar ucapannya.
“Catherine. Anda dapat memanggilku Cathy, Tuanku.” Lanjut Vampire Wanita itu.
Dan itulah, bagaimana aku bertemu dengan sosok Vampire yang akan menjadi salah seorang penggerak gerigi takdir dunia ini selamanya.
...***...
Di sebuah pegunungan yang cukup tinggi ini, terlihat sosok 8 orang yang sedang menghadapi gerombolan Harpy. Harpy adalah monster tipe Demi-Human yang memiliki tubuh manusia namun di beberapa bagiannya merupakan tubuh burung.
Semua Harpy merupakan gadis cantik yang memiliki sayap dan cakar yang sangat tajam. Tentu saja, kecantikan itu tidak perlu diperhatikan karena bagaimana pun Harpy adalah monster yang cukup kejam dengan level yang melebihi angka 200.
Sedangkan Party beranggotakan 8 orang itu?
Mereka sama sekali tidak dalam keadaan terdesak. Menghadapi lebih dari 50 Harpy sekaligus seharusnya merupakan sebuah hukuman mati bagi siapapun. Meski begitu….
“Lilith, habisi mereka semua. Sedangkan yang lain, bunuh siapapun yang menyerang kalian.” Ucap seorang Pria berambut putih itu dengan nada datar.
“Dengan segera, Tuanku.” Balas seorang Wanita yang memiliki dua buah tanduk di kepalanya dan sebuah sayap yang menyerupai sayap naga itu.
Dari tangan Wanita itu, muncul api hitam yang menyelimutinya. Dengan segera, Ia melesat dengan cepat dan berpindah dari satu Harpy ke Harpy yang lain. Hanya dengan dengan sebuah pukulan, tubuh Harpy itu hancur lebur dan mulai terbakar dengan hebat.
Hanya dalam waktu kurang dari 5 detik, Wanita itu mampu menghabisi lebih dari 15 Harpy dengan sangat mudah.
Pada saat yang bersamaan, Pria berambut putih itu mulai berjalan. Ia mengeluarkan sebuah botol dengan cairan berwarna hijau dari Inventorynya. Tanpa menunggu lama, Ia membuka tutup botol itu dan menyebarkannya ke segala arah dimana para Harpy itu sedang mengelilinginya.
‘Splaaaashhh!!! Cyassss!!!’
“Gyaaaaaahh!!!” Teriak para Harpy yang menerima cairan itu meskipun hanya setetes. Itulah kekuatan dari [Extreme Acid Liquid] yang hanya bisa dibuat oleh seorang Alkemis tingkat tinggi. Dari seluruh dunia ini, yang dapat membuat cairan ini dapat terhitung dengan jari di satu tangan.
“Sialan! Apa yang kau lakukan?!” Teriak Harpy itu dengan tubuh yang mulai meleleh.
Tapi wajah Pria itu masih datar seperti sebelumnya.
“Setelah melawan Sainteess itu puluhan… tidak, ratusan kali…. Tak ada satupun yang mampu memberikan tantangan lagi. Apakah itu artinya Sainteess itu saat ini berada di puncak dunia sebagai yang terkuat?” Ucap Pria berambut putih itu pada dirinya sendiri.
Segera setelah itu, pembantaian seluruh monster yang ada di pegunungan ini oleh 8 orang dimulai tanpa ada seorang pun yang mengetahuinya.
__ADS_1