The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 144 - Langkah Pertama


__ADS_3

“Apa yang kau katakan?!” Teriak Evan dengan mata yang memelototi diriku.


“Sudah kukatakan. Kita harus memperoleh kemenangan mutlak dari pihak Celestine dan Julia.” Ucapku singkat.


“Aku memang benar mengatakan bahwa aku meminta bantuanmu tapi…. Memperoleh kemenangan mutlak? Aku rasa itu….” Balas Evan.


“Aku memiliki lebih dari 2 juta pasukan yang siap berperang kapan saja.” Balasku memotong perkataan Evan.


“Hah?! Bagaimana itu mungkin….”


Sebelum Evan selesai berbicara, aku kembali memotongnya seakan tahu apa yang akan diucapkannya.


“Tak sepertimu, aku bergerak secara perlahan dan diam-diam. Kau itu terlalu mencolok, Evan. Tapi itu bukanlah hal yang buruk. Sebelum melanjutkan ke rencanaku, apakah kau harus membangun Kota Kematian ini di atas tanah? Bisakah kau melakukannya di bawah tanah?” Tanyaku rinci.


“Aku bisa membangunnya dimana saja. Hanya saja jika di permukaan maka akan lebih mudah untuk menyerang di berbagai tempat.” Jelas Evan.


“Termasuk juga diketahui orang! Tapi, senang mendengarnya. Sekarang….”


Aku pun menjelaskan secara rinci yang telah kurencanakan.


Pertama.


Aku dan Evan harus memperoleh kemenangan mutlak dimana pihak Celestine dan Julia sama sekali tidak bisa memberikan serangan susulan. Tapi aku tak berencana untuk menyerang wilayah mereka. Lalu untuk apa kemenangan itu?


Tentu saja untuk poin negosiasi. Segera setelah memperoleh kemenangan mutlak, aku…. Lebih tepatnya hanya Evan akan mengusulkan sebuah perdamaian.


Syaratnya sederhana, yaitu membiarkan Evan dan Undeadnya hidup di wilayah kecilnya sendiri, tepatnya di Kota Lesta di wilayah Selatan. Jika dipenuhi, maka Evan akan memberikan kedamaian pada dunia.


Jika mereka menerimanya, maka aku akan membangun lebih banyak Dungeon baru di bawah tanah untuk Necropolis milik Evan.


Kedamaian itu juga sangat berarti bagi diriku dan Evan untuk mempersiapkan pertempuran berikutnya. Aku sangat yakin Dewi bernama Celestine dan juga Julia itu pasti akan kembali bergerak segera setelah masa damai selesai.


Jika tidak diterima? Tentu saja aku dan Evan akan menggerakkan seluruh pasukan yang kami miliki untuk meratakan seluruh wilayah mereka.


Kedua.


Aku akan memberikan 2 buku kuno dan juga 1 buku legendaris ini kepada orang yang saat ini sangat kupercaya serta akan memegang peranan terpenting di rencana ini.


Buku kuno yang kupilih?


[Ancient Book – Heroic King]


Efek : Memberikan Skill : Heroic King dan Teknik : Kingdom Management kepada pembaca. Aku berencana untuk memberikan buku ini kepada Arlond karena sebentar lagi, rencana untuk mengangkatnya sebagai raja akan segera selesai.


Alasan kenapa aku tidak berencana memberikannya kepada Chris sangat sederhana. Meskipun aku dan Chris cukup bersahabat, dan bahkan beraliansi, tapi aku tidak tahu dia akan memihak mana setelah mengetahui aku memilih untuk bergabung dengan Evan.


Terlebih lagi, pihak Chris saat ini sudah terlalu kuat. Tak hanya Alice dan Neo, nampaknya Ia telah memperoleh seorang pengguna buku kuno dari mantan anggota Seven Star, Archie. Kemampuannya sebagai seorang Mystic Bard telah meningkatkan kekuatan militer Kerajaan Salvation hingga ke langit.

__ADS_1


Jika saja Chris akan memihak umat manusia dan tidak diriku…. Akan terlalu berat untuk melawannya.


Sedangkan untuk Arlond? Aku sangat yakin bahwa dia akan mengikuti seluruh rencanaku dengan senang hati. Yah, bagaimanapun…. Ia memperoleh keuntungan yang sangat besar dengan mengikutinya.


[Ancient Book – Astronomer]


Efek : Memberikan Skill : Astronomer dan Teknik : Astrology kepada pembaca. Aku berencana memberikan buku ini kepada Lucien. Alasannya? Karena Lucien selalu berkata soal pangeran kegelapan dan dewa-dewa tak jelas itu, aku berencana untuk memberikannya ini.


Lagipula, aku merasa bahwa skill ini cukup unik dan pasti memiliki kekuatan yang besar.


Sedangkan untuk [Legendary Book - Ancient Desert Dragon’s Footwork] akan kuberikan kepada Elin. Aku sangat yakin kemampuannya sebagai seorang Assassin akan semakin bersinar dengan efek yang ada di buku ini.


Segera setelah itu, mereka akan menjalankan peran mereka masing-masing.


Elin berperan sebagai Assassin yang akan membantu Lucien dalam mengeksekusi Raja dan seluruh keluarga kerajaan secepatnya. Aku akan menghubungi Elin segera setelah ini.


Lucien akan fokus menjadi senjata rahasia milikku. Ia akan menjalankan berbagai misi rahasia yang hanya bisa dilakukan beberapa orang saja.


Sedangkan Arlond akan menjadi seorang Raja baru di negara boneka yang ada dibawah kuasa Origin. Tentu saja, Ia tetap akan memperoleh keuntungan yang luarbiasa dari hal itu.


Segera setelah perdamaian dibuat, Arlond sebagai Raja harus mendukung keputusan perdamaian ini. Termasuk memberikan contoh bahwa hidup disamping Undead milik Evan tidaklah berbahaya. Tentu saja, karena Arlond berada di pihakku.


Tapi dengan begitu, Arlond harus menyelesaikan prosesi dirinya yang menjadi Raja dalam waktu kurang dari 3 minggu waktu dunia Re:Life. Atau lebih tepatnya… 2 hari waktu dunia nyata.


‘Tenang saja Arlond. Aku akan mendukungmu sekuat tenaga.’ Ucapku dalam hati segera setelah menjelaskan hal itu.


Sedangkan Evan? Ia nampak sedang memperhatikan peta dan berkas-berkas yang kuberikan dengan serius. Sungguh, apakah ini orang gila yang sama yang kutemui di dalam gua pada saat itu?


Kemudian langkah ketiga dan sekaligus yang terakhir.


Menghilang dari dunia ini. Atau mungkin lebih tepatnya adalah mengurangi tindakan yang dapat memicu perhatian sebesar mungkin. Sedangkan aktivitas yang sebenarnya akan dilakukan di bawah tanah.


Aku juga punya rencana untuk melebarkan sayap ke Dunia Bawah. Tapi aku tidak tahu bagaimana caranya untuk….


“Untuk itulah aku harus bisa memasuki wilayah Teokrasi Julia dan juga Kekaisaran Avertia, Eric. Aku berencana menggunakan beberapa artifak milik mereka untuk membuat celah dunia atau World Rift dan memasuki Dunia Bawah.” Jelas Evan segera setelah mendengarkan penjelasanku mengenai Dunia Bawah.


“Apakah hal itu mungkin untuk dilakukan?” Tanyaku keheranan.


“Mungkin, jika aku bisa memperoleh 2 artifak lagi. Saat ini aku telah memiliki 3 artifak di tanganku. Setidaknya, itulah yang dikatakan oleh Lilith kepadaku.” Balas Evan.


Jujur saja itu adalah hal yang bagus. Tapi….


“Dengan rencanamu itu, maka kita tak akan bisa memasuki Dunia Bawah untuk sementara waktu. Tapi aku tak masalah dengan itu. Kau memang benar jika aku terlalu tergesa-gesa selama ini.” Lanjut Evan.


“Jadi…. Apakah kau menerima usulanku?” Tanyaku singkat.


“Hanya satu syarat.” Balas Evan.

__ADS_1


“Apa itu? Katakan saja.”


“Kau bilang ingin membangun Kerajaan Bawah tanah bersama Monster dan juga Undead milikku kan? Setelah kita memiliki kekuatan untuk melawan seluruh dunia, maka kita akan menyerang dan mulai menguasai dunia. Kau bisa mengambil sebanyak mungkin harta yang kau inginkan. Bagaimana?” Jelas Evan dengan tatapan yang tajam.


“Tentu saja. Semua persiapan yang akan kita lakukan mulai hari ini adalah demi menguasai dunia kan?” Balasku sambil tersenyum lebar.


“Hahaha…. Baguslah. Sekarang, bisakah kita mulai persiapannya?” Tanya Evan sambil segera berdiri dari tempat duduknya.


“Tapi sebelum itu, Lucien…. Sampaikan semua rencana barusan kepada Arlond. Selain itu, buku ini adalah untukmu. Berikan juga kedua buku lainnya kepada Arlond dan Elin. Ingat, Elin yang akan menerima buku dengan sampul emas ini. Aku akan menghubunginya di dunia nyata nanti.” Ucapku sambil melepas Lucien dari efek Asimilasi.


“Sungguh, kehormatan yang luarbiasa untuk bisa menerima kekuatan dari buku kuno ini Tuanku. Dengan segera akan kulaksanakan perintahmu, Tuanku.” Balas Lucien sambil berlutut.


...***...


...Forgia...


...Kerajaan Farna...


Hari berikutnya….


Di sebuah kastil yang megah, nampak seorang Ksatria dengan zirah perak yang mengkilap, perisai besar yang indah dan dihiasi dengan alur emas, serta pedang yang nampak seperti pedang suci legendaris. Ialah Arlond, seorang Ksatria yang mampu memperoleh gelar Count hanya dalam beberapa bulan saja.


“Bukankah itu Tuan Arlond?”


“Dia terlihat gagah seperti biasanya!”


“Apakah kalian tahu? Kabarnya Ia baru saja memburu ribuan Skeleton Warrior sendirian!”


“Sendirian? Bukankah itu terlalu berlebihan?!”


“Aku berbicara apa adanya! Rombongan pedagang yang diselamatkan olehnya yang menceritakan hal itu!”


“Sungguh, sekuat apa sebenarnya Tuan Arlond? Aku hanya bisa semakin mengaguminya.”


Terdengar percakapan-percakapan kecil dari beberapa bangsawan yang melihat Arlond. Meski begitu, Arlond seakan tidak mendengarnya dan terus berjalan dengan gagah. Sesekali, Ia menoleh dan memberikan salam.


‘Tap. Tap. Tap.’


Arlond terus melangkahkan kakinya ke ruangan Tahta sang Raja Trias.


Segera setelah sampai di hadapan sang Raja, Arlond segera berlutut.


“Count Arlond. Alasanku memanggilmu cukup sederhana. Kerajaan Suci Celestine dan Teokrasi Julia telah memberikan perintah mutlak. Bantu mereka untuk menghabisi seluruh Undead yang ada, termasuk pimpinan mereka yang bernama Evan. Aku akan memberikanmu hak memimpin seluruh pasukan itu padamu.” Ucap sang Raja.


“Bagaimana dengan Jendral Agmar, Yang Mulia?” Tanya Arlond.


“Pria itu sudah tidak dapat dipercaya dan hanya mampu memberikan kekalahan. Oleh karena itu, aku memilihmu. Tentu saja, aku akan memberikan imbalan yang setimpal.” Ucap Raja Trias.

__ADS_1


“Aku akan kembali dengan mempersembahkan kemenangan padamu, Yang Mulia.”


__ADS_2