
'Tap! Zraattt!'
Pendekar pedang itu bergerak persis dengan prediksiku. Ia menggunakan skill [Dash] yang memungkinkan dirinya memperpendek jarak dengan cepat ke arahku.
Sebuah keputusan yang tepat untuk segera membunuh penyihir. Akan tetapi, karena aku sudah tahu apa yang akan Ia lakukan maka ceritanya akan sedikit berbeda.
"Fire Wall." Ucapku santai sambil mengarahkan tongkatku ke tanah di hadapanku.
'Wuuuuooosshh!'
Seketika, api merah yang sangat panas dan besar itu menjulang tinggi menjadi sebuah dinding yang melindungiku.
Pendekar pedang yang saat itu sedang melakukan [Dash] kini kesulitan untuk menghentikan langkahnya.
"Sialan! Kenapa...." Teriak Pria itu sambil berusaha sekuat tenaga untuk mengubah arah gerakannya.
Tapi itu semua hampir sia-sia karena dinding api yang kubuat memiliki tinggi mencapai 10 meter lebih dengan lebar dinding mencapai 5 meter.
Menghindarinya tentu bukan hal mudah bagi seseorang yang sebelumnya berlari sekuat tenaga untuk mendekatiku.
'Sreeeettt!'
Pada akhirnya, Pria itu memutuskan untuk menusukkan pedangnya ke tanah agar bisa berhenti.
Keputusan yang sangat tepat tapi juga salah pada saat yang bersamaan.
Pria yang kini sedang mengambil nafas karena berhasil lolos dari maut itu, telah dihadapkan dengan masalah yang baru.
'Syuuut! Duaaarr! Duaaarr!'
Beberapa Magic Missile nampak melesat dari balik dinding api itu. Tentu saja aku yang menggunakannya.
Setelah melewati dinding api itu, skill [Magic Missile] memperoleh sedikit atribut api dan meningkatkan damagenya.
Meskipun skill yang sangat sederhana, tapi dengan statusku yang saat ini telah mendekati seorang monster itu....
[Anda telah memberikan 68.913 damage!]
[Anda telah memberikan 71.296 damage!]
[Anda telah memberikan 64.520 damage!]
Hanya dari 3 buah Magic Missile, aku mampu menguras Health Point lawanku sebesar 80%. Jumlah yang sangat besar mengingat pertandingan baru saja dimulai selama 15 detik.
Pada saat di dalam dunia virtual ini, sang pendekar pedang sedang dipenuhi rasa kesal dan kemarahan yang luarbiasa besar....
Para penonton di stadion maupun di rumah masing-masing yang memutuskan untuk melihat pertandinganku bersorak dengan sangat meriah.
"Gilaaaaaa!"
"Apa-apaan skill itu?! Bukankah itu hanya skill tingkat rendah?!"
"Oioi! Kalian harus melihat level Eric! Dia memiliki level sebesar 291 dengan total Rebirth sebanyak 12 kali!"
__ADS_1
"Apa kau bilang?! Bukankah itu sangat tinggi?! Aku bahkan baru saja melakukan Rebirth pertama kemarin!"
"Tidak! Level Eric tidaklah tinggi. Apakah kalian melupakan Angie yang saat ini berdiri dengan level 311 dan total Rebirth sebanyak 18 kali?!"
"Hah?! Apakah Angie sekarang sudah sekuat itu?!"
Kehebohan pun terjadi. Seluruh penonton memperdebatkan berbagai hal yang menyangkut mengenai kompetisi ini.
Seperti siapa yang terkuat, siapa yang akan menang, siapa yang memiliki level tertinggi dan lain sebagainya.
Tak sedikit MeTuber yang melakukan Review atau ulasan mengenai para pemain. Mereka melakukan Theorycrafting atau membuat semacam spekulasi berdasarkan status dan level serta keahlian Player yang mengikuti kompetisi ini.
Meskipun terdengar aneh dan tidak masuk akal, pembahasan secara rinci mengenai seorang Player sangat banyak diminati. Terlebih lagi mengingat adanya FFA PVP yang akan memberikan keuntungan besar tak hanya bagi pemain, melainkan juga penonton.
Di sisi lain di Negara Indonesia....
"Mantap! Hajar dia Nak!" Ucap seorang Pria paruh baya yang memakai topi ala penyihir berukuran besar itu.
"Huhu.... Anakku sungguh luarbiasa! Apakah kau lihat caranya bertarung itu?" Ucap seorang wanita paruh baya sambil mengenakan jubah putih yang bercorak emas.
"Kakak pasti bisa memenangkan kompetisi tahun ini!" Teriak gadis berambut panjang dan terurai itu sambil memeluk tongkat sihir yang setinggi badannya.
Mereka bertiga adalah keluarga Erik yang kini sedang menonton acara pertarungan itu melalui televisi di tempat tinggal mereka.
Tanpa Erik sadari, mereka ternyata sangat mendukungnya. Bahkan bisa dibilang sangat fanatik.
Kembali ke dunia virtual tempat pertarungan itu terjadi....
"Sialan! Sialan! Sialan! Apakah aku harus kalah dengan memalukan di babak pertama ini?!" Teriak Pria berambut merah itu dengan penuh kesal.
"Ada apa? Sudah menyerah? Mana perkataanmu tadi yang bisa mengalahkanku dalam sekali tebasan?" Tanyaku sambil berusaha memprovokasinya.
"Diam kau! Jika aku bisa mengayunkan pedangku ke arah lehermu maka kau akan kalah saat itu juga!" Teriak Pria itu sambil memelototiku dengan tajam.
Aku pun tertawa ringan melihat tingkahnya yang begitu konyol.
"Hei kawan. Kenapa kau begitu serius? Ini hanyalah sebuah kompetisi. Kalah atau menang adalah hal yang biasa. Jangan dibawa hati seperti itu." Ucapku sambil memberikan gestur yang mengejek.
"Kaaaauuuu! Aku akan mengalahkanmu sekarang!"
"Apa yang kau tunggu? Ayo segera kalahkan aku."
Beberapa puluh detik berlalu dengan keheningan. Di saat aku berdiri santai sambil bertumpu pada Oracle Staff milikku, Pria itu justru berdiri sambil memasang kuda-kudanya dengan sikap tegang.
Jujur saja, melihat tingkahnya itu mengingatkanku pada diriku setahun yang lalu.
'Apakah aku nampak seperti itu di kompetisi tahun lalu? Tidak... setidaknya aku menerima kekalahanku dengan lapang dada dan menyadari kelemahanku sendiri. Oleh karena itu aku bisa belajar dan berdiri disini saat ini.' Pikirku dalam hari sambil memperhatikan tingkah musuhku ini.
Karena waktu terus berlalu tanpa adanya pertarungan yang jelas, aku pun berniat untuk memberikan kemudahan baginya.
Bukan karena aku ingin mengalah. Tapi karena aku sudah yakin akan menang dalam pertarungan ini dan ingin mencoba skill baru yang kuperoleh setelah menggabungkan tiga buah skill.
Yaitu Rare Skill [Mana Shield], Epic Skill [Ice Shield] dan juga Legendary Skill [Water Manipulation].
__ADS_1
Dengan menggabungkan ketiga skill itu, aku memperoleh sebuah skill legendaris yang bernama [Crystal Shield] sesuai dengan perkataan Cathy.
Aku jauh lebih heran dengan prediksi Cathy yang bisa sangat akurat ini. Mungkin lain kali aku akan menanyakannya.
Sekarang....
"Kau bilang bahwa kau bisa menang selama bisa mengayunkan pedang besarmu itu kan? Boleh saja. Silahkan lakukan sesuka hatimu. Tenang saja, aku tidak akan membalasmu satu kali pun. Tapi setelah kau berhenti menyerang atau memilih untuk menyerah, aku akan segera membunuhmu." Ucapku dengan tenang sambil berdiri santai.
Mendengar perkataanku, Pria itu nampak tergoda.
Tanpa sebuah balasan ataupun jawaban, Ia dengan segera melesat ke arahku dan bersiap untuk mengayunkan pedang besarnya itu.
"Powered Slash!" Teriaknya dengan keras segera setelah berdiri tepat di hadapanku.
'Future Sight!' Teriakku dalam hati menggunakan sebuah skill legendaris yang berasal dari Oracle Staff milikku. Skill itu memungkinkan diriku melihat prediksi arah gerakan yang akan dilakukan oleh lawanku dengan bantuan dari genesis.
Prediksi itu diperlihatkan dengan sebuah bayangan sosok lawanku yang seakan berasal dari masa depan. Jumlah bayangan yang terbentuk saat ini ada dua yang menunjukkan adanya dua kemungkinan yang akan terjadi. Aku memanfaatkan seluruh informasi itu dan mengetahui dengan pasti bayangan mana yang akan benar-benar terjadi.
Itulah pemandangan yang terlihat di balik mataku yang kini bersinar keemasan.
Dalam waktu kurang dari setengah detik itu, aku pun segera mempersiapkan diriku.
'Zraaaaat!'
Benar saja, Ia mampu mengayunkan pedangnya dari arah kiri ke kanan begitu cepat dengan kekuatan yang sangat mengerikan.
Jika saja pedang itu tepat menebas leherku, kemungkinan besar aku akan menerima damage fatal meskipun tidak sampai mati karena Health Point milikku yang saat ini telah mencapai 600.000 lebih.
Tapi sayang sekali....
Aku telah melihat arah serangan lawanku dengan Legendary Skill [Future Sight] dan memasang skill [Crystal Shield] pada lokasi yang tepat.
'Klaaaaang!!!'
Suara benturan antara pedang besarnya dengan sebuah perisai kristal bening yang tembus pandang dan melayang di udara itu pun terdengar begitu nyaring.
"A-apa yang?!" Teriak kaget Pendekar pedang itu dengan mata yang terbuka lebar.
Di hadapanku, nampak notifikasi sistem yang memperjelas apa yang sedang terjadi.
[Crystal Shield telah menahan serangan dengan sempurna!]
[Crystal Shield telah menerima 338.148 damage!]
[Health Point Crystal Shield kini tersisa 683.197 HP]
Melihat notifikasi itu, aku pun tersenyum lebar.
"Ada apa? Bukankah kau bilang bisa mengalahkanku selama bisa mengayunkan pedang kebanggaanmu itu?" Ucapku sambil tersenyum lebar dan mengarahkan tongkat sihirku kepadanya.
Setelah itu, aku segera menghabisinya dengan skill [Lightning Strike].
Sungguh pertarungan yang sangat berat sebelah.
__ADS_1
Meski begitu, aku memperoleh hampir seluruh informasi yang ku perlukan mengenai skill baruku ini.
Bersamaan dengan hal itu, aku pun di deklarasikan sebagai pemenang babak pertama ini oleh penyelenggara acara.