The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 206 - Keputusan


__ADS_3

...[Headline News!]...


...[Kota Livia Hancur! Siapa Pelakunya?!]...


Berita itu disiarkan ke seluruh penjuru dunia dan menjadi sensasi yang baru. Hal yang wajar karena Kota Livia merupakan sebuah Kota Suci yang menjadi destinasi utama para Player maupun NPC. Mereka semua kesana untuk belajar Skill Pendeta atau Ksatria Suci.


Tapi kini, Kota itu telah hancur lebur.


Lebih dari 60% penduduk di Kota itu telah mati dan berubah menjadi cahaya putih. Sedangkan sisanya terpaksa harus mengungsi ke tempat lain. Begitu juga para Player yang kini harus menanggung derita yang cukup pedih.


“Bagaimana menurut Anda mengenai hal itu?” Tanya seorang pembawa acara itu kepada seorang Pria.


“Tindakan Pria misterius itu menurutku benar-benar gila. Bagaimana mungkin Ia menyerang Kota Suci itu? Jika dilihat dari penampilan dan perkataannya, Ia mungkin adalah seorang NPC.” Ucap Pria itu.


“Hoho? Apakah Anda memiliki bukti untuk mendukung perkataan itu?”


“Tentu saja. Aku baru menemukan video ini pagi tadi di MeTube. Pengunggahnya adalah seorang MeTuber pemula yang bahkan hanya memiliki sekitar dua ratus Subscriber. Tapi sejak kemunculan video itu, Ia segera melejit menjadi MeTuber dengan ratusan ribu Subscriber. Langsung saja….” Ucap Pria itu sambil menekan sesuatu di ponselnya.


Seketika, muncul sebuah video di layar ruangan itu. Semua orang terfokus pada video yang tengah viral itu.


Dalam video tersebut, nampak pemandangan Kota Livia yang diselimuti oleh api. Bangunan di segala arah nampak roboh dan hancur. Bahkan pada saat pengambilan video ini dilakukan, nampak ratusan hingga ribuan cahaya putih yang merupakan penanda kematian NPC.


Tapi bukan itu fokus utama dari video ini. Melainkan….


Sosok seorang Pria dengan jubah hitam pekat, serta tongkat yang terbuat dari tulang itu. Pria itu nampak mengenakan sebuah topeng perak dengan alur segienam berwarna biru.


Sedangkan di sisi lain, nampak seorang Ksatria yang memiliki lambang cahaya emas di bagian dada zirahnya. Ia memiliki perlengkapan serba putih. Termasuk pedang dan perisainya.


“Doakan aku semoga tidak mati…. Kumohon….” Ucap perekam video itu. Ia nampak sangat ketakutan karena dari panasnya api di sekelilingnya saja, Ia harus menerima ratusan damage per detiknya.


Pada saat itulah, salah satu puncak video ini terjadi.


“Kau! Kenapa kau melakukan ini?!” Teriak Ksatria berzirah putih itu.


“Kenapa tidak kau tanyakan kepada para pendetamu saja? Aku yakin mereka memiliki alasan untuk menjelaskan hal ini. Terutama mengenai kebiadaban mereka.” Balas Pria bertopeng perak itu.


“Beraninya kau menghina para pendeta!”


“Menghina? Aku hanya mengatakan yang sebenarnya saja.”


Pria bertopeng itu kemudian mengangkat tongkat sihirnya menghadap ke langit. Di ujung tongkat itu, nampak 4 buah lingkaran sihir berwarna merah yang memiliki ukuran berbeda-beda.


Seketika, awan yang gelap terkumpul di langit dan menutupi bintang-bintang. Segera setelah itu, terjadi sebuah hujan asam yang menyelimuti seluruh kota ini.

__ADS_1


‘Tik…. Tik….’


Bersamaan dengan tiap tetesan hujan itu, ribuan…. Bahkan puluhan ribu penduduk dan prajurit di kota ini mati.


Ksatria yang sebelumnya berdiri menghadapi Pria bertopeng itu nampak menunjukkan raut wajah yang dipenuhi bukan oleh ketakutan…. Melainkan oleh kemarahan.


“Hujan ini…. Kau…. Jadi kau iblis yang membunuh kakakku?!” Teriak Ksatria itu dengan keras.


Mendengar teriakan itu, sang penyihir bertopeng perak nampak terdiam sesaat dan sedikit menundukkan kepalanya. Tapi tidak dalam waktu yang lama, Ia segera membalas perkataan Ksatria itu.


“Iblis? Jangan salah sangka…. Aku adalah Raja Iblis, yang menguasai seluruh monster! Dan Kerajaan ini…. Akan segera menerima balasannya!”


Pertarungan epik antara kedua Pria itu pun terjadi.


Sang penyihir bertopeng nampak mengeluarkan puluhan jenis sihir yang menghantam Ksatria itu dengan kuat.


Meski begitu, sang Ksatria nampak mampu menahan seluruh serangan lawannya. Terlebih lagi, setiap tebasan pedang putihnya itu, mampu memberikan kerusakan yang sangat besar.


Angin yang keluar dari setiap tebasan pedangnya itu mampu memotong banyak rumah sekaligus.


Walaupun dalam keadaan bertarung melawan sosok yang menyebut dirinya sebagai seorang Raja Iblis, Ksatria itu nampak masih memiliki banyak keleluasaan dalam pertarungan ini. Hal itu ditunjukkan dengan dirinya yang masih mampu menyelamatkan banyak penduduk yang ada di sekitar tempatnya.


Akan tetapi, karena pertarungan yang terjadi begitu cepat dan mengerikan….


Hingga akhirnya, video ini memiliki anti-******* yang sangat menjengkelkan bagi semua orang.


Semburan api dari sang Penyihir bertopeng itu membakar kota ini dengan sangat kuat dan jangkauan yang luas.


Bahkan apinya mampu menyusuri setiap gang dan rumah-rumah yang terbuka, membakar apapun dan siapapun yang ada disana.


Termasuk sang kameramen MeTuber pemula itu yang hanya memiliki level sebesar 30an.


Akhirnya, video pun berakhir tanpa diketahui siapa pemenang dari pertarungan itu.


Meskipun menjengkelkan, video itu adalah satu-satunya bukti nyata mengenai sosok penyerang di Kota Suci Livia ini.


Bahkan dengan video ini, semua orang di dunia dapat mengetahui mengenai adanya Raja Iblis yang masih berkeliaran dengan bebas di dunia virtual itu.


Kembali ke studio….


“Gi-gila sekali! Apakah ini pertarungan antara 2 NPC yang telah mencapai puncak kekuatannya?!” Teriak pembawa acara itu dengan heboh.


“Kemungkinan besar seperti itu.” Balas Pria barusan.

__ADS_1


“Sayang sekali kami tidak bisa memanggil MeTuber itu secara langsung karena baru menyadari mengenai hal ini. Lalu, menurutmu siapakah sosok yang sebenarnya dari penyihir dan juga Ksatria itu?” Tanya pembawa acara itu kembali.


“Menurutku, Penyihir itu memanglah seorang NPC yang memiliki gelar Raja Iblis. Hal yang paling membuatku yakin adalah sihir hujan asam miliknya. Itu adalah sihir yang sama yang digunakan pada pertempuran di Kota Lesta.


Sedangkan untuk Ksatria berzirah putih itu sangatlah jelas bahwa dia merupakan seorang Inquisitor. Bisa dilihat dari lambang cahaya emas yang ada di perlengkapannya. Meski begitu, aku tak pernah mendengar adanya Inquisitor yang sekuat ini sebelumnya. Mampu menandingi Raja Iblis…. Itu adalah hal yang luarbiasa. Kemudian….”


Narasumber itu pun terus menerus menjelaskan pemahamannya dengan alasan yang se logis mungkin. Hal yang wajar karena Ia menganggap dirinya sebagai pakar atau ahli dunia Re:Life. Meskipun karakternya sendiri hanya berlevel belasan dan hanya memiliki kemampuan memancing ikan di kota.


Meski begitu, Ia tetap mengikuti perkembangan dan segala informasi yang ada di dunia virtual itu.


Sesi tanya jawab pun kembali berlangsung dengan sangat lancar.


Seluruh dunia yang mendengar berita ini mulai kehebohan sekaligus penasaran mengenai sosok yang sebenarnya dari dua orang Pria itu.


Sayangnya…. MeTuber yang paling dinantikan dan diharapkan kehadirannya untuk mengulas mengenai berita ini tak hadir. Bahkan Ia sangat sulit untuk dihubungi.


Siapa lagi jika bukan Nico, sang Pangeran MeTuber.


...***...


...Kulon Progo...


...Kediaman Erik...


“Elin, kau baik-baik saja?” Tanyaku sambil memijat pundaknya.


“Maafkan aku Erik…. Aku hanya…. Tidak menyangka bahwa hal itu akan ada. Kurasa aku akan mengaktifkan fitur filtering terhadap konten kekerasan di kapsulku.” Balas Elin dengan wajah yang pucat dan suara yang lemas.


“Tenang saja. Aku sudah membereskan semuanya setelah kau Log Out.” Balasku singkat sambil tersenyum.


“Membereskan? Apa maksudmu?”


Pada saat Elin membuka browser di ponselnya, Ia segera menyadari apa maksudku setelah melihat Headline News yang ada.


Elin segera membaca keseluruhan isi berita itu. Sedangkan aku hanya terdiam sambil terus memijat istriku yang sedang tidak enak badan ini.


“Kau serius melakukannya?” Tanya Elin dengan tatapan mata yang penuh keheranan.


“Maafkan aku karena tidak meminta pendapatmu terlebih dahulu. Tapi aku benar-benar tidak bisa menerima hal itu. Lagipula….”


Sebelum aku sempat menyelesaikan perkataanku, tak ku sangka Elin segera membalik tubuhnya dan mencium bibirku. Sontak perkataanku pun terhenti.


Setelah beberapa saat, Elin segera berbicara.

__ADS_1


“Untuk apa meminta maaf? Bahkan menjadi seperti yang kau katakan barusan itu…. Nampaknya sangat menarik. Terlebih lagi, aku akan selalu bersamamu seperti apapun keadaannya.”


__ADS_2