The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 229 - Eric Vs Brunhilda


__ADS_3

'Tap! Tap! Tap!'


Brunhilda berlari dengan sangat cepat ke arahku. Hanya dalam waktu satu detik, Ia telah mampu memotong jarak yang sejauh 50 meter lebih itu.


Akan tetapi, aku juga telah bersiap. Lingkaran sihir berwarna putih telah terbentuk di hadapanku. Sebuah lingkaran sihir yang berasal dari skill [Magic Barrage] yang akan menembakkan 60 peluru sihir ke arah yang ditentukan.


'Dyaaaarrr! Duaaarr! Deeeerr!'


Renteran peluru sihir itu menghancurkan semua yang ada di depanku.


Akan tetapi....


"Lambat!" Teriak seroang wanita yang kini telah berada di belakangku.


'Stab! Stab! Stab!'


[Anda telah menerima 7.431 damage!]


[Anda telah menerima 8.130 damage!]


[Anda telah menerima 6.845 damage!]


Brunhilda berhasil menusukkan Rapiernya ke tubuhku sebanyak 8 kali dalam waktu satu detik. Sedangkan pada saat tusukannya yang ke sembilan, aku berhasil menahannya dengan skill [Crystal Shield] sehingga menggagalkan combonya.


Sekitar 1 menit lebih terus berlalu dengan pertarungan jarak dekat. Tentunya aku yang sebagai seorang penyihir sangat dirugikan dengan kondisi pertarungan ini.


Tusukan demi tusukan terus menerus dilancarkan oleh Brunhilda dengan kecepatan yang sangat tinggi. Aku yang memiliki bantuan Crystal Shield sekalipun menjadi kerepotan untuk bertahan dari serangannya.


Sering kali aku meletakkan Crystal Shield di tempat yang salah sehingga gagal menahan tusukan Rapier dari Brunhilda. Hal itulah yang terus menguras Health Point milikku sedikit demi sedikit.


Akan tetapi, masalah yang sebenarnya bukanlah hal itu. Melainkan....


'Sialan! Efek Slow ini benar-benar mengganggu!' Teriakku dalam hati sambil berusaha sekuat tenaga untuk berlari menjauhi Brunhilda. Akan tetapi kecepatan gerakku saat ini telah menurun cukup drastis karena efek Eternal Snow pada Rapier milik Brunhilda.


'Fly!' Teriakku dengan kuat dalam hati untuk segera menghindari rentetan serangan berikutnya dari Brunhilda.


Akan tetapi nampaknya aku terlalu memandang rendah kecepatan gerakannya. Pada saat aku masih melompat untuk bersiap terbang ke udara, 14 tusukan Rapier itu telah menembus tubuhku dan menguras sekita 20% Health Point milikku.


Tak hanya itu, aku juga menerima efek Frost pada kaki kananku yang sejak tadi menerima 12 tusukan Rapier milik Brunhilda.


'Bruk!'


Aktivasi sihir [Fly] milikku pun berhasil digagalkan dan kini aku terjatuh ke padang pasir ini dengan kaki kanan yang membeku.


Brunhilda nampak akan segera menyerang bagian kakiku yang membeku untuk memberikan damage sebanyak mungkin.


Akan tetapi aku telah selangkah lebih cepat darinya saat ini.


"Wind Blast!" Teriakku sambil mengarahkan Oracle Staff milikku ke arah datangnya Brunhilda.


Seketika muncul ledakan tekanan angin yang begitu kuat dan menghempaskan kami berdua bersama dengan pasir di gurun ini.


'Bruuukk! Sruuuugg!'


Aku pun terjatuh dan menggelinding di salah satu lereng di padang pasir ini.


Tanpa menunggu lama, aku segera menggunakan skill [Cure] untuk menyembuhkan efek negatif yang saat ini kuderita .


Sebuah lingkaran sihir hijau keputihan yang indah muncul di depan tangan kiriku. Di depan lingkaran sihir itu, nampak butiran-butiran yang bercahaya dengan warna kehijauan yang cukup redup.

__ADS_1


Pada saat butiran itu mengenai kaki kananku, efek [Frost] atau beku yang kuderita kemudian segera menghilang.


Setelah itu, aku pun segera menggunakan skill [Heal] untuk mengembalikan HP milikku.


[Anda telah menyembuhkan 241.427 Health Point pada diri Anda sendiri]


Bersamaan dengan notifikasi itu, aku kembali berdiri dan segera bersiap untuk kembali bertarung melawan Brunhilda.


'Amplify! Overdrive! Amplify!' Teriakku dalam hati sambil terus menerus mengulangi penggunaan Amplify hingga 3 kali.


Kini di ujung tongkat sihirku, nampak 3 buah lingkaran sihir berwarna merah yang cukup mengerikan. Aku telah menentukan sihir apa yang akan ku gunakan. Tapi sebelum itu....


"Fly!"


Pada akhirnya aku segera terbang ke udara dan bersiap untuk menyerang Brunhilda sekuat tenaga tanpa sedikitpun ampunan.


Melihat sosokku yang telah berada di udara, Brunhilda nampal menurunkan Rapiernya dengan wajah yang sedikit kesal.


Tapi aku tidak peduli, yang harus kulakukan saat ini adalah memenangkan kompetisi PVP dan memperoleh buku kuno itu.


Pada saat aku akan menggunakan skill [Extermination Ray], tiba-tiba Brunhilda mengangkat Rapiernya setinggi mungkin.


Pada saat itu juga, awan gelap mulai muncul di langit dan menyelimuti padang pasir yang sangat panas ini.


Melihat awan gelap itu, perasaanku sungguh tidak enak. Aku sangat yakin sesuatu yang menyebalkan mungkin saja segera terjadi. Dan awan itu adalah perantaranya.


Tak ingin mengambil resiko, aku segera memasang 3 lapir [Crystal Shield] menghadap ke langit.


Lapisan paling atas dan yang paling kecil justru merupakan yang terkuat. Dengan bentuk lingkaran yang sedikit mengerucut, Crystal Shield lapisan paling atas ini memiliki 1.500.000 Health Point setelah aku menghabiskan 300.000 Mana Point.


Sedangkan lapisan kedua memiliki HP setengah dari lapisan pertama, tapi memikiki ukuran yang lebih besar dengan bentuk yang serupa.


Hingga akhirnya, firasatku benar adanya.


Beberapa kilatan cahaya berwarna kuning keemasan nampak menyambar kesana kemari sambil memberikan suara gemuruh yang begitu mengerikan.


Bersamaan dengan hal itu....


'JEDUAAAAAAARRR!!!'


Sebuah sambaran petir yang begitu besar dan dahyat muncul tepat dari awan yang berada di atasku.


Petir berwarna kuning keemasan itu memiliki ukuran yang luarbiasa besar hingga membuat Unique Skill milikku [Thunder Burst] seperti Normal Skill.


Notifikasi yang muncul di hadapanku membuatku lega karena membuat lapisan keempat dengan lebih dari 1.000.000 Mana Point milikku.


[Crystal Shield (1) telah menerima 1.500.000 damage!]


[Crystal Shield telah hancur!]


[Crystal Shield (2) telah menerima 750.000 damage!]


[Crystal Shield telah hancur!]


[Crystal Shield (3) telah menerima 375.000 damage!]


[Crystal Shield telah hancur!]


[Crystal Shield (4) telah menerima 3.139.745 damage!]

__ADS_1


Tepat sesaat setelah menerima sambaran petir yang mematikan itu, cahaya putih yang mampu melelehkan segalanya yaitu [Extermination Ray] telah menyapu bersih apapun yang ada di hadapannya.


Dengan amplifikasi sebanyak 3 kali, maka kekuatan, daya hancur, dan ukuran [Extermination Ray] telah meningkat sebesar 400%.


Dan tentunya, di ujung cahaya itu....


Terlihat sosok Brunhilda yang telah berubah menjadi cahaya putih.


Bersamaan dengan kejadian itu, pertarungan yang hanya berlangsung sekitar 3 menit ini telah berakhir.


Kedadaranku pun kembali ke dunia nyata. Tapatnya di panggung Kompetisi Internasional.


"Luarbiasa sekali! Erik mampu menahan petir yang sangat kuat itu dengan perisainya sekaligus mampu memberikan serangan yang mengalahkan Brunhilda dalam sekali serang!" Teriak sang pembawa acara yang bahkan telah menggunakan Mic.


Aku hanya berjalan ke tempat yang sudah ditentukan oleh para penyelenggara. Begitu pula dengan Brunhilda.


Pada saat ini, Brunhilda nampak diwawancarai oleh beberapa wartawan. Sementara itu, aku ditanyai secara langsung oleh sang pembawa acara.


"Jadi bagaimana komentar Anda mengenai pertarungan barusan?" Tanya sang pembawa acara itu.


Aku pun meraih Mic yang Ia berikan padaku. Setelah beberapa detik memikirkannya matang-matang, aku segera menjawabnya.


"Brunhilda benar-benar kuat. Jika saja aku tak memiliki kemampuan perisai itu, aku sudah pasti akan kalah. Bahkan setelah memikiki kekuatan itu, aku hampir saja kalah karena sambaran petir yang mengerikan itu. Tapi untungnya aku menghabiskan sebagian besar Mana Point milikku untuk berjaga-jaga terhadap serangannya." Jelasku kepada semua orang.


Mendengar hal itu, sang pembawa acara merasa penasaran.


"Sebelumnya Anda hanya membentuk tiga lapisan perisai kristal. Lalu kenapa tiba-tiba Anda membuat yang keempat? Apakah karena Anda sudah mengetahui seberapa besar daya hancur petir itu?" Tanya sang pembawa acara sambil memperlihatkan video penayangan ulang di layar hologram raksasa itu.


Aku pun menjawabnya dengan singkat padat tapi mungkin tidak jelas.


"Insting."


...________________________...


...[Author's Note]...


...NEW NOVEL...


...[Pahlawan Menjadi Guru]...



Mengisahkan mengenai dunia setelah peperangan melawan Iblis. Cukup banyak yang membahas bagaimana dunia bertarung melawan raja iblis dan menang.


Lalu, bagaimana kelanjutannya? Apa yang terjadi pada dunia setelah memenangkan peperangan antar ras yang membuat kehancuran sebagian besar dunia?


Dan apa yang akan dilakukan oleh para pahlawan yang memiliki kekuatan untuk menyelamatkan dunia itu setelah perang?


Baca aja kalo berminat.


Genre : Komedi, Guru-Murid, Sekolah Sihir, Overpower, Santuy-santuy.


Rencana update : 1 chapter tiap 2 hari (mungkin bisa lebih cepat tp itu batas minimalnya)


Oke kalo begitu saya ijin beristirahat sambil menulis novel sebagai hobi, bukan profesi.


Dan tentunya....


...TERIMAKASIH BANYAK UNTUK SEMUA PENDUKUNG TDM...

__ADS_1


...SAYA TAKKAN PERNAH BISA SAMPAI DISINI TANPA DUKUNGAN KALIAN SEMUA...


__ADS_2