The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 166 - Melawan Ular Air


__ADS_3

...Kapal Perang...


...Wilayah Pelabuhan Tortuga...


...Beberapa Hari Kemudian…....


‘Zraaatt!!! Zaaaapp!!!’


Rentetan sihir petir menyambar beberapa monster ular itu. Notifikasi yang muncul di hadapanku membuat diriku sedikit kesal.


[Anda telah memberikan 74.231 damage!]


[Anda telah memberikan 71.138 damage!]


[Anda telah …. ]


‘Sialan. Monster ini jauh lebih keras daripada perkiraanku. Padahal level mereka hanya berada pada kisaran 200.’ Ucapku dalam hati.


Sementara itu, Rendy nampak mencoba memukul ular bersisik biru muda itu.


‘Derrr.’


[Anda telah memberikan 0 damage!]


“Masbro! Kenapa aku tidak bisa melukainya?!”


Segera setelah meneriakkan hal itu….


‘Byurr!’


Rendy terjebur ke laut karena melompat keluar dari kapal.


‘Bocah ini…. Kurasa aku harus memikirkan sesuatu untuknya….’


Pertempuran melawan 4 Sea Serpent ini terus berlanjut. Aku terus menerus menggunakan sihir elemen petir karena memiliki keunggulan mutlak terhadap monster air.


Sementara itu, seluruh prajurit nampak menyerang dengan panah dan sihir mereka. Beberapa pendeta nampak sedang menggunakan sihir penyembuh untuk merawat luka-luka para prajurit.


Sesekali….


‘Duaarrr!!! Kraakk!!!’


Ekor Sea Serpent itu menghantam kapal dengan sangat kuat. Kerusakan yang terjadi cukup parah hingga menyebabkan kebocoran.


“Bagian teknisi! Cepat selesaikan masalah kebocoran itu!” Teriak kapten kapal yang merupakan bawahan dari Marcus.


‘Jika situasinya terus menerus seperti ini….’


...***...


...Kota Torka...


...Selatan Pegunungan Alpa...


...Kerajaan Farna...


Di dalam kota yang telah diselimuti kegelapan ini, nampak sosok seorang Pria dengan jubah coklat keemasan yang menutupi seluruh tubuhnya. Ia nampak membawa sebuah karung yang cukup besar di punggungnya.


“Oi oi…. Lihat itu. Apakah dia seorang NPC?” Ucap seorang pemain yang melihatnya.


“Pastinya. Tak ada player yang cukup bodoh untuk tidak menggunakan sistem penyimpanan Inventory. Sedangkan NPC… mereka tidak memilikinya kan?” Balas seorang Pria di sebelahnya.

__ADS_1


“Tapi perhatikan perlengkapannya. Dia nampaknya seorang NPC penting. Walaupun tidak, Ia nampaknya cukup kaya.”


“Kau benar. Melihat dirinya yang berkelana sendirian, nampaknya dia cukup kuat untuk menjaga dirinya sendiri.”


Tanpa semua orang itu sadari, Pria yang sedang mereka bicarakan adalah Aamori. Sang pandai besi legendaris yang kini sedang panas dibicarakan oleh media.


‘Eric…. Pesananmu telah selesai. Semoga saja aku bisa menemukan beberapa bawahanmu disini. Kau pasti meletakkan beberapa mata-mata di berbagai tempat kan?’ Tanya Aamori pada dirinya sendiri.


Ia segera memasuki sebuah kedai yang cukup sepi. Bahkan penerangannya hanya berupa lilin dalam jumlah yang sedikit.


‘Melihat kondisi tempat ini…. Aku yakin pasti ada sesuatu disini. Yah, walaupun aku telah memasuki 4 kedai lain yang tidak membuahkan hasil sama sekali.’ Ucap Aamori pada dirinya sendiri.


“Selamat datang. Apa pesanan Anda?” Tanya seorang pemilik kedai yang memiliki kulit pucat itu. Ia adalah seorang Wanita yang cukup anggun dengan rambut hitam yang panjang.


“Aku ingin menemui Eric. Dimana dia?” Tanya Aamori singkat.


Seketika, pemilik kedai itu menunjukkan sedikit ekspresi terkejut. Matanya sedikit melebar dan mulutnya sedikit terbuka.


“Bisakah Anda menjelaskan maksud dari pertanyaan itu?” Tanya pemilik kedai itu.


“Eric melakukan pemesanan pada beberapa barang ini. Aku ingin menemuinya untuk memberikan semua ini kepadanya.” Ucap Aamori sambil membuka karung besar itu.


Aamori mengangkat salah satu Item yang merupakan tongkat sihir lalu meletakkannya di meja.


Wujudnya begitu indah dengan warna perak dan corak keemasan di seluruh bagian tongkat itu. Tongkat itu mulai terbelah menjadi 6 bagian yang melingkat di ujungnya. Di tengah tongkat itu, nampak sebuah kristal yang begitu indah dengan warna biru.


Kristal itu terlihat diolah begitu rapi dan memiliki alur misterius di seluruh bagiannya. Alur itu memiliki warna putih yang menyala dengan terang.


“Ini adalah salah satu mahakaryaku. Oracle Staff.” Ucap Aamori sambil membelai lembut tongkat sihir itu.


“Jadi begitu. Perkenalkan namaku adalah Adrienne. Salah satu bawahan Tuan Eric yang menjadi mata dan telinganya. Aku akan segera memberitahu Tuan Eric mengenai ini.” Ucapnya sambil menundukkan kepalanya.


“Terimakasih.” Balas Aamori sambil kembali membungkus semua barang-barangnya ke dalam karung itu.


...***...


...Pelabuhan Tortuga...


“Tuan Eric. Adrienne telah melaporkan bahwa seseorang bernama Aamori ingin menjumpai Anda untuk memberikan beberapa item. Apakah hal itu benar?” Tanya seorang Wanita berambut perak yang mendekati diriku di tengah pelabuhan ini.


“Hah? Aamori? Kenapa dia tidak memanggilku dengan fitur pertemanan?” Tanyaku keheranan dengan situasi ini.


Tapi aku segera menjawab pertanyaan Vampir itu.


“Ya, aku memang memesan Item darinya. Dimana Aamori berada? Aku akan menemuinya sekarang.” Ucapku sambil berjalan ke arah portal Dungeon di bawah Pelabuhan Tortuga ini.


“Mengenai hal itu…. Nampaknya Aamori menolak Anda untuk datang kesana. Dia bilang bahwa akan segera melakukan perjalanan kemari. Kemungkinan akan memakan waktu 3 minggu.” Jawab Vampir yang berada di sebelahku itu.


“Hah?! Kenapa begitu? Tunggu aku akan segera….”


Tapi pada saat aku membuka panel pertemananku….


“Aamori sialan. Dia telah menghapusku dari daftar temannya?”


...***...


...Kota Torka...


“Terimakasih atas informasinya, Adrienne. Dan juga…. Minuman ini sangat enak. Simpanlah kembaliannya.” Ucap Aamori sambil menjatuhkan sekantung uang berisi ratusan koin emas.


“Terimakasih banyak, Tuan Aamori. Aku akan menanti kedatangan Anda kembali.” Ucap Adrienne sambil membungkukkan badannya ke arah Aamori.

__ADS_1


‘Pelabuhan Tortuga ya…. Di sebelah Barat Daya Ibukota kerajaan ini. Hmm…. Nampaknya cukup menarik untuk sekaligus berkelana ke Kota Forgia yang terkenal sebagai pusat pandai besi itu.’ Ucap Aamori pada dirinya sendiri sambil memperhatikan peta kertas yang sudah cukup usang di tangannya.


Di wajahnya, nampak senyum yang cukup lebar setelah memikirkan perjalanannya sendiri.


‘Seharusnya sudah sejak awal aku menikmati dunia game seperti ini….’


...***...


...Pelabuhan Tortuga...


...Beberapa hari berlalu....


Aku terus melakukan perburuan Sea Serpent dengan bantuan pasukan militer di pelabuhan ini. Tapi ada sesuatu hal yang berbeda….


“Chain Lightning!” Teriakku sambil mengarahkan Staff of Enigma milikku.


Seketika, sambaran petir yang cukup besar itu menyambar salah satu Sea Serpen dan merambat ke Sea Serpent yang lain.


‘Zraaatttt!!!’


[Anda telah memberikan 112.418 damage!]


[Efek dari Chain Lightning telah aktif!]


[Chain Lightning telah mengenai target musuh di sebelahnya!]


[Anda telah memberikan 54.831 damage!]


[Efek dari …. ]


‘Bagus-bagus…. Teruslah menyebar. Sekarang, Amplify…. Overdrive….’ Ucapku dari dalam hati.


Setelah mengangkat tongkat sihirku yang kini memiliki lingkaran sihir berwarna merah di ujungnya, aku kembali mengucapkan skill baruku. Sebuah skill tingkat Unique yang memiliki kekuatan luarbiasa jika lawan yang kuhadapi cukup banyak.


“Chain…. Lightning!!!”


Kini, sambaran petir itu menjadi lebih besar dan menyebar menjadi dua sekaligus. Tentu saja, damage yang dihasilkan telah meningkat hingga 2x lipat lebih.


“Hahaha! Ular sialan! Sekarang apakah kalian masih berani menyentuh pelabuhan dan kapal ini?!” Teriakku dengan keras sambil melihat Sea Serpent yang hangus dan mulai berubah menjadi cahaya putih itu.


“Wuuuooohh! Hidup Tuan Eric!”


“Sang pahlawan penyihir!”


“Tuan Eric sang Penyihir Agung!”


Semua prajurit mulai meneriaki namaku. Termasuk Rendy yang entah bagaimana selalu mengikuti diriku.


Pada saat itulah, entah kenapa aku memperoleh panggilan ‘Penyihir Agung’.


...___________________________...


...[Author's Note]...


...Bakal kuusahain up 2 chap per hari...


...Tapi harap maklum jika kadang ga sesuai jadwal ya hehehe...


...Mohon dukungan like dan komennya biar aku makin semangat...


...Kalau ada jatah vote, bisa diberikan ke TDM jika memang novel ini memuaskan...

__ADS_1


...See ya...


__ADS_2