The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 134 - Babak Akhir


__ADS_3

...-Desert World-...


...Day 10...


...[PERINGATAN!]...


...[KONDISI TUBUH ANDA …. ]...


“Berisik sekali…. Bisakah kau berhenti mengocehkan itu setiap saat….” Ucapku kesal sambil melangkahkan kakiku ke dalam sebuah gua kecil yang kutemukan.


Gua ini terbentuk dari lapisan batuan yang cukup keras dengan jalan masuk yang sangat kecil. Aku selalu kembali ke dalam gua ini segera setelah matahari terbenam. Termasuk juga setelah aku memburu sebagian besar monster berukuran raksasa yang ada.


Untuk memasukinya, aku harus memakasakan tubuhku secara perlahan agar tidak tersangkut di mulut gua itu.


Kenapa aku tidak memperlebarnya?


Tentu saja….


Agar para monster itu tidak bisa masuk.


‘Grrrr!!! Grrr!!!’


Terdengar suara beberapa Desert Lizardmen yang berusaha keras untuk memasuki gua ini. Tapi sayangnya, tubuh mereka yang cukup besar serta akal mereka yang rendah membuat mereka tidak mungkin untuk memasuki gua ini.


Sedangkan di dalam gua ini….


“Selamat datang kembali, Tuanku.” Ucap seorang Vampir, dan dua orang Goblin yang kini berada di tangga evolusi ke tiga serta pada tingkatan Epic. Level mereka? Sudah mencapai 200 lebih semenjak aku menjadikannya penjaga disini.


“Aku akan tidur. Aku tidak tahu apakah ini akan membantuku beristirahat tapi…. Kumohon, lindungi aku. Pada saat situasi sudah memburuk, bangunkan aku.” Ucapku sambil melemparkan tubuhku ke sebuah batu yang memiliki permukaan halus itu.


‘Bruk!’


[Anda telah menerima 39 damage!]


“Bisakah sistem ini tidak memberitahukan apapun yang sedang terjadi? Hah…. Sialan, aku sangat lelah.” Ucapku sambil memejamkan mata di dunia virtual ini.


Kelelahan ini merupakan hal yang sangat wajar karena aku paling lama hanya bermain selama 12 jam atau sekitar 5 hari kurang di dunia virtual ini. Sementara kondisiku saat ini telah jauh melebihi itu.


Aku telah berada di dunia virtual ini selama 10 hari dan kini…. 24 jam waktu di dunia nyata telah berlalu dengan tubuhku yang belum beristirahat maupun mengisi kembali tenaga dengan makan dan minum.


Rasa lelah yang ada di tubuh asliku terbawa hingga ke dunia virtual ini. Itulah mengapa pihak pengembang Re:Life menganjurkan untuk memainkan game ini maksimal selama 12 jam secara berturut-turut. Lebih dari itu, maka akan sedikit membahayakan tubuh.


Setelah beberapa puluh detik tenggelam dalam pikiranku sendiri, aku pun tertidur di dunia virtual ini. Harapanku…. Otak di tubuh asliku dapat beristirahat walaupun hanya sekejap.


...***...


...-Desert World-...


...Day 12...


Kesehatanku semakin memburuk. Aku bahkan mulai menerima pesan dari dunia luar.


...[Pengirim : Operator Perangkat Kapsul]...


...[Kakak! Menurut dokter, kesehatanmu cukup terancam. Jika kau tidak segera keluar, kemungkinan kau akan …. ]...


“Rina ya? Terimakasih telah memperhatikanku….” Ucapku sambil berjalan dengan lemas di tengah panasnya padang pasir ini. Kini aku telah bermain selama 30 penuh di dunia nyata. Sungguh angka yang gila.


Kenapa?


Itu karena beban otak yang diberikan oleh mesin berteknologi Accelerated Thoughts ini beberapa kali lipat lebih berat daripada begadang seperti biasa.

__ADS_1


Hal yang wajar karena mesin ini memaksa otak manusia untuk bekerja 10 kali lipat lebih cepat daripada desain aslinya.


Dengan kata lain, beban yang diderita oleh seorang gamer akut yang memainkan komputer di dunia nyata selama 24 jam berturut-turut itu hanya setara dengan 8 atau 10 jam bermain Re:Life.


Sedangkan untuk kasusku?


Kini aku seperti orang yang begadang untuk memainkan game online di komputer selama 70 jam lebih di dunia nyata tanpa makan, minum dan istirahat sama sekali.


Tapi karena aku telah cukup sering menggunakan teknologi ini, otakku masih dapat beradaptasi. Tentu saja, beban yang kuderita masih sangat besar.


...[PERINGATAN!]...


...[ANOMALI PADA DETAK JANTUNG TERDETEKSI!]...


...[JIKA ANOMALI TERUS TERJADI, MAKA SISTEM AKAN MELAKUKAN LOG OUT SECARA PAKSA!]...


“Kumohon…. Hentikanlah semua itu. Bukankah aku sudah berjuang hingga sekarang…. Sialan. Halangi mereka semua.” Ucapku dengan tubuh yang sempoyongan meskipun seluruh HP, MP dan SP ku dalam kondisi penuh.


“Baik, Tuanku.” Ucap beberapa Vampire dan Kobold.


Mereka bergerak maju untuk menahan monster yang jumlahnya tak dapat terhitung lagi. Sejak hari ke 10, jumlah monster yang muncul meningkat dengan drastis.


Aku yakin bahwa monster panggilanku saja takkan mampu untuk menahan mereka. Tapi setidaknya, itu memberikanku waktu untuk menggunakan skill dengan daya hancur tertinggi.


“Amplify…. Extermination… ray….” Ucapku dengan suara yang hampir tak terdengar itu.


Segera, muncul cahaya yang sangat terang dan panas di hadapanku. Cahaya itu melelehkan apapun yang tersentuh olehnya karena damage yang begitu tinggi. Tapi untuk meningkatkan jumlah kematian yang kuberikan….


“Tolong…. Bantu aku menggeser tongkat sialan ini.” Ucapku kepada beberapa Goblin Knight yang berada di sisiku.


Mereka segera mengangguk dan mulai menarik lenganku ke arah kanan secara perlahan. Hasilnya? Aku melelehkan tidak hanya pada satu garis lurus, tapi juga beberapa puluh derajat lebih lebar dari sudut awal.


Meskipun….


Jujur saja, hatiku seperti teriris melihat mereka semua mati di tanganku sendiri. Tapi mau bagaimana lagi? Aku sudah sedekat ini dengan targetku yaitu bertahan selama 14 hari. Aku harus meraihnya apapun yang terjadi atau semua yang kulakukan ini akan sia-sia.


“Summon…. Kobold.” Seketika, di hadapanku muncul 50 Kobold yang siap tempur dengan perlengkapan seadanya. Mereka nampak berlutut di hadapanku. Meski begitu….


“Bantu yang lain. Aku akan mendukung dari belakang.” Ucapku sambil mempersiapkan diriku untuk melontarkan sihir berikutnya.


...***...


...-Desert World-...


...Day 14...


...Dini Hari...


Akhirnya….


Aku sampai di hari ke 14.


Meskipun, seluruh monster bawahanku yang ada disini telah mati dan hanya tertinggal aku sendirian di tengah gelapnya padang pasir ini…. Aku sangat senang dengan semua ini.


Saat ini, pandanganku dipenuhi dengan jendela menu berwarna merah menyala yang mengatakan peringatan secara terus menerus. Berapa kali pun aku menekan untuk menutupnya, ataupun meminta sistem untuk menutupnya dengan suaraku….


Semua itu kembali muncul sesaat kemudian.


Aku sudah tidak peduli lagi.


Kini…. Aku akan segera memperoleh kemenangan….

__ADS_1


Aku telah melakukan 2 kali Ascension lagi hingga hari ini. Aku meletakkan 12 Point yang kuperoleh di Vitality karena aku sama sekali tidak ingin mati konyol di hari terakhirku. Sedangkan sisanya? Aku meletakkan 4 Point di Agility agar aku mampu menghindar dengan lebih baik.


Setelah beberapa gerakan tangan, jendela menu yang menampilkan statusku muncul dihadapanku dan menutupi seluruh jendela menu berwarna merah itu.


[Eric]


[Ras : Half Demon – Human/Vampire]


[Level : 246]


[Rebirth : 6]


Health Point : 318.620


Mana Point : 473.930


Stamina Point : 57.564


Attack Power : 3.690


Magic Power : 32.745


Defense : 6.718


[Status]


STR : 3.690


AGI : 2.706


INT : 15.375 (+ 150%)


VIT : 7.675 (+ 30%)


STA : 5.166


DEX : 984


[Growth Point]


STR : 15


AGI : 11


INT : 25


VIT : 24


STA : 21


DEX : 4


Total Growth Point : 100


Tapi seakan tak ingin aku bahagia, tiba-tiba terdengar suara yang menggemparkan seluruh dunia yang hanya dipenuhi pasir ini.


“Luarbiasa, Manusia! Meskipun hanyalah seorang manusia, kau mampu bertahan hingga hari ke 14! Aku, Sang Naga Gurun Kuno, Ruderioss, memujimu! Oleh karena itu, aku akan membiarkanmu untuk memperkenalkan namamu padaku!” Ucap Ruderioss dengan suara yang sangat keras.


“Eric, namaku adalah Eric. Seorang Penguasa Dungeon.” Balasku dengan suara yang cukup lirih. Meski begitu, Ruderioss mampu untuk mendengarnya.


“Eric! Aku akan mengingat nama itu hingga akhir dari hidupku! Untuk menghormatimu, aku akan memberikanmu sebuah kemuliaan.” Ucap Ruderioss yang wujudnya bahkan tak nampak dimana pun. Suaranya yang keras seakan terdengar dari dalam tubuhku.

__ADS_1


“Apa itu?” Tanyaku singkat.


“Aku sendiri yang akan menjadi lawanmu, wahai Penguasa Dungeon, Eric!”


__ADS_2