The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 52 - Pandai Besi


__ADS_3

“Bawa kami menemui Kobold yang menempa pedang ini!” Teriakku.


“Dengan segera, Tuanku!.”


Kami pun segera kembali ke kota. Suasana kota yang ramai tidak menghentikan langkah kaki kami semua. Tujuannya hanya satu. Yaitu menemui pandai besi ini.


“Eric, jika Kobold ini mampu membuat item tingkat Epic….”


“Aku tahu, Elin. Dia sangat berharga.” Jawabku singkat memutus perkataan Elin di tengah jalan.


Akhirnya kami sampai. Kobold yang menempa pedang ini nampak sangat kelelahan dan sedang meminum air di sebuah gelas kayu. Meski demikian, Ia dengan segera berlutut di hadapanku dan Elin tanpa sepatah kata.


“Bangunlah. Apakah kau yang menempa pedang ini?” Tanyaku kepada Kobold itu.


Mendengar ucapanku, Kobold itu menganggukkan kepalanya.


“Elin sepertinya….” Belum selesai berkata, aku melihat sosok Elin yang kebingungan.


“Elin ada apa?”


“Kobold itu…. Aku sangat yakin bahwa dia tidak memiliki bakat sama sekali sebelumnya. Tapi sekarang….” Jawab Elin sambil terpatah-patah. Ia seakan tidak percaya bahwa skill Observer miliknya bisa salah.


Dengan segera, Elin membagikan informasi yang Ia peroleh melalui skillnya kepadaku.


[Kobold]


[Rarity : Normal]


[Trait]


[Dedication of the Talentless] Rating : S


Ketidakmampuan memenuhi harapan dari Tuannya membuat dirinya merasa lemah. Tanpa memiliki bakat, Ia hanya mampu mengerjakan apapun dengan dedikasi yang ekstrim.


Efek : Meningkatkan hasil pekerjaan apapun yang dilakukan ke tingkat yang lebih tinggi dengan harga berupa waktu pengerjaan dan konsentrasi yang ekstrim.


“Ah…. Jadi seperti itu? Apakah karena Ia tidak berbakat dan merasa tidak mampu memenuhi harapan kami….” Aku pun mulai berpikir.


Jika saja Trait yang dimiliki seekor monster dapat bertambah maupun berevolusi seperti milik Oliver, maka potensiku sebagai seorang Summoner… tidak, sebagai seorang Dungeon Master akan meningkat dengan pesat.


‘Tapi kenapa hal ini tidak pernah muncul sebelumnya?’ Pikirku dalam hati.


Seketika aku teringat mengenai salah satu skill pasif milikku.


【Master of The Monster】


Selain meningkatkan kesetiaan dan status monster milikku, skill ini juga meningkatkan perkembangan individual monster. Dengan kata lain, beberapa Trait yang berkembang akhir-akhir ini dikarenakan oleh skill ini.


‘Sungguh skill yang sangat kuat…. Pantas saja tergolong dalam tingkat Legendary’ Pikirku dalam hati.


“Eric, apa yang kau lakukan?” Tanya Elin yang melihatku dari tadi terdiam.


“Ah tidak apa. Ngomong-ngomong…. Kerja bagus. Aku akan memberikanmu hadiah atas kerjamu yang luarbiasa.” Ucapku kepada Kobold itu.


Skill Mana Link yang menghubungkan Mana milikku dengan Elin selalu diaktifkan. Dengan memanfaatkan itu….


“Sigil” Ucapku.


Aku memberikan 2 sigil kecil dan 1 sigil sedang. Seketika, cahaya menyelimuti tubuh Kobold itu. Dua buah simbol yang mirip seperti tato muncul di lengan kiri Kobold itu. Sedangkan sigil berukuran sedang muncul di lengan kanannya.

__ADS_1


Tak cukup sampai disitu. Aku meminta Elin untuk meneguk beberapa botol Mana Potion untuk segera mengembalikan Mana miliknya. Meskipun mahal, tapi aku ingin menyelesaikan semuanya saat ini juga.


“Evolve”


[Kobold akan berevolusi!]


[Silakan pilih arah evolusi yang Anda inginkan!]


Kobold Warrior


Kobold Smith


Kobold Jeweler


Kobold Carpenter


“Sudah kuduga, sebagian besar arah evolusinya menuju ke bidang produksi.” Ucapku pada diriku sendiri. Setelah itu, aku segera menekan tombol pada [Kobold Smith].


Kejadian yang berikutnya terjadi sama seperti seluruh proses evolusi. Cahaya emas menyelimuti tubuh Kobold itu dan kini muncul sesosok Kobold dengan tubuh yang cukup besar dan berotot.


Seperti biasa, setelah evolusi sigil yang sebelumnya diberikan akan menghilang sebagai syarat dimungkinkannya evolusi. Maka dari itu aku segera memberikan 2 sigil kecil dan 1 sigil sedang lagi.


“Namamu sekarang adalah Tasmith!” Ucapku keren kepada Kobold itu. Ya meskipun itu hanyalah nama asal yang kubuat dari Talentless dan Smith. Jujur saja aku lelah jika harus memberi nama mereka semua. Lagipula memangnya aku mampu menghafal semua nama mereka nantinya?


“Layanilah aku sebagai pemimpin dari para pandai besi!”


“Saya akan melaksanakan perintah Anda sebaik mungkin, Tuanku.” Jawab Kobold itu dengan berlutut dihadapanku dan Elin.


Elin yang melihat status milik Tasmith merasa ngeri. Benar, Tasmith merupakan seorang pandai besi. Akan tetapi jumlah seluruh Growth Statsnya melebihi player. Player pada awal permainan hanya memiliki 30 poin Growth Stats. Sedangkan Tasmith yang baru saja dipanggil kemarin, kini telah memiliki total 40 Growth Stats.


“Mengerikan sekali! Eric, apa jadinya jika kau berhasil memanggil monster yang jauh lebih kuat? Lagipula Oliver kini juga telah memiliki status yang mengerikan.” Ucap Elin melihat status dari Tasmith.


“Bukan itu! Bukankah keseimbangan game ini rusak jika kau mampu terus menerus memanggil monster yang jauh melebihi kemampuan Player?” Teriak Elin.


Setelah dipikir sejenak.


“Huh? Benar juga ya? Tapi meskipun begitu, Aamori juga seorang Legenda yang sama denganku. Kau sudah lihat pisau daging itu kan? Bukankah kemampuannya jauh lebih mengerikan daripada milikku?” Balasku mengenai argumen Elin.


“Ah, iya. Bahkan dia berencana untuk menyerahkan pisau itu kepada seorang NPC tukang potong daging di pasar. Kekuatannya jauh melebihi Crystal Dagger yang kumiliki. Tapi tetap saja dia….”


Aku pun memotong perkataan Elin.


“Bagaimana jika Aamori berkembang lebih lanjut dan mempersenjatai seluruh anggota Guild Salvation dengan perlengkapan tingkat Legendaris? Aku yakin dia akan membuat item yang jauh lebih mengerikan dari pisau itu dengan dukungan keuangan dari Chris.” Jawabku.


Mendengar jawabanku, Elin segera terdiam.


“Entahlah mana dari kalian yang lebih mengerikan tapi pernyataanku mengenai keseimbangan game tidak salah. Daripada melanjutkan perdebatan ini, apakah kau bisa melakukan Evolusi lebih lanjut kepada Tasmith?” Tanya Elin.


Ya, sambil berdebat selama beberapa saat, Elin terus meneguk Mana Potion dari Inventorynya.


“Aku akan mencobanya. Evolve.” Ucapku kepada Tasmith yang masih berlutut di hadapan kami berdua. Di sekitar tempat ini terdapat puluhan Goblin dan Kobold yang berkumpul untuk melihat apa yang sedang terjadi.


...[Kobold Smith, Tasmith akan berevolusi!]...


...[Silakan pilih arah evolusi yang Anda inginkan!]...


...Kobold Craftsmen...


...Kobold Runemaker...

__ADS_1


“Uh…. Runemaker? Apa itu? Entahlah tapi untuk sekarang aku akan memilih Craftsmen.” Ucapku sambil menekan tombol di depanku.


Akan tetapi terjadi suatu hal yang diluar dugaanku. Cahaya keemasan yang seharusnya membungkus tubuh Kobold itu dengan lembut kini meledak-ledak dengan liar. Alirannya begitu cepat serta menimbulkan angin yang menghempaskan apapun di tempat ini.


‘Sialan! Apa yang terjadi? Apakah gagal?’


Tapi notifikasi sistem yang muncul di hadapanku membuat bibirku tersenyum sangat lebar.


...[Evolusi Abnormal telah terjadi!]...


...[Tasmith melampaui batasan Rasnya!]...


...[Perubahan Ras Tasmith dari Kobold menjadi Halfing antara manusia dan Kobold!]...


...[Peningkatan parameter secara ekstrim sedang berlangsung!]...


...[Penggunaan Mana meningkat drastis!]...


...[Evolusi Berhasil!]...


Setelah proses yang mengagetkan itu selesai, aku segera memberikan sigil kembali pada Kobold itu agar mencapai tingkat Epic. Elin yang sejak tadi telah terbelalak kini jatuh ke tanah setelah melihat status akhir dari Tasmith.


[Tasmith, The Craftmaster]


[Ras : Halfing – Human/Kobold]


[Rarity : Epic]


[Level : 5]


[Growth Stats]


STR : 8


AGI : 7


INT : 5


VIT : 10


STA : 16


DEX : 22


“Oi Elin! Jangan hanya duduk disana dan segera katakan padaku seperti apa kemampuannya?” Teriakku kepada Elin yang hanya bisa terdiam di tanah.


Sementara itu, sesosok Serigala yang menyerupai manusia berlutut di hadapanku. Tubuhnya lebih ramping dari yang sebelumnya. Meski begitu, otot di seluruh tubuhnya nampak begitu kuat. Wajahnya yang kini nampak seperti seorang Pria berumur sekitar 25 tahun membuatku heran mengenai evolusi yang terjadi.


‘Sialan! Bukankah dia jauh lebih tampan dariku?!’ Teriakku dalam hati.


...___________________________________...


...[Sebelum lanjut membaca]...


...[Ada baiknya untuk menekan tombol Like]...


...[Dan juga meninggalkan komentar dalam bentuk apapun]...


...[Tak ada ruginya bagi kalian]...

__ADS_1


...[Tapi percayalah, hal sederhana itu yang menyemangatiku untuk terus menulis]...


__ADS_2