The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 252 - FFA PvP 5


__ADS_3

...[Sisa Waktu Dukungan]...


...[00:00:52]...


Meski hanya tersisa 52 detik saja untuk memberikan dua dukungan, dua player yang dianggap memiliki peluang besar untuk memenangkan pertandingan FFA PvP ini justru dalam keadaan yang tak terduga. Bahkan mereka berdua tak memperoleh dukungan sama sekali.


Di satu sisi, Angie justru bersantai di suatu desa. Mungkin menyebut bersantai terlalu bagus untuknya. Angie justru tertidur pulas bersama dengan petani tua yang bersamanya seharian tadi.


Levelnya pun terhenti di angka 19.


Dalam daftar ranking para Player yang masih hidup, level Angie terbilang sangat rendah yaitu pada peringkat 3195 dari 3672 player yang masih hidup.


Itulah kenapa tak ada yang mendukungnya sama sekali meski mereka tahu bahwa Angie sangatlah berbakat.


Medan pertandingan yang adil. Ditambah dengan level semua player yang dimulai dari angka satu tanpa memiliki skill atau senjata apapun. Terlebih lagi, Free For All benar-benar berarti bebas untuk semuanya.


Setiap pemain bisa membentuk kelompok yang tak diikat oleh sistem Party. Meski beresiko untuk ditusuk dari belakang, membentuk kelompok dengan orang yang bisa dipercaya adalah keputusan terbaik yang bisa dilakukan dalam pertandingan ini.


Lalu bagaimana dengan Player yang satunya?


Ia masih sibuk bertarung dengan lebih dari 200 monster yang mengelinginya. Levelnya juga tak meningkat sama sekali sejak siang tadi.


Hal itulah yang membuat kedua orang yang dianggap 'hebat' ini justru tak memperoleh dukungan sama sekali.


Tapi sesaat sebelum mencapai detik terakhir waktu dukungan itu, suara sistem yang cukup nyaring dan merdu itu terdengar oleh Eric bersamaan dengan munculnya jendela menu di hadapannya.


'Ttrriiing!'


...[Anda memperoleh dukungan dari Lisa!]...


...[Lisa telah memberikan Anda beberapa hadiah sebagai berikut!]...


...[Unique Gear Box (Weapon) x 5]...


...[Unique Gear Box (Armor) x 10]...


...[Unique Gear Box (Accessory) x 12]...


...[Random Potion Box (Low - High) x 40]...


...[Random Consumables x 10]...


...[Semua Item telah dimasukkan ke dalam inventory!]...


...[Lisa telah memberikan pesan singkat yang telah diverifikasi agar memenuhi Syarat dan Ketentuan oleh Penyelenggara Acara!]...


...[Tuan Eric, Nyonya Elin sedang menonton bersamaku. Berjuanglah.]...


Bersamaan dengan itu, waktu dukungan telah ditutup sehingga para Supporter tak lagi mungkin memberikan dukungan kepada para Player.


Seakan-akan itu adalah hal yang telah dinantikannya, Eric tersenyum sangat lebar sambil segera membuka beberapa [Unique Gear Box] yang diperolehnya.


Dari Gear Box yang pertama, Eric memperoleh sebuah zirah kulit ringan yang cukup kuat. Sedangkan Gear Box kedua berisi sebuah pedang satu tangan dengan bilah perak yang cukup indah.


[Ogre Leather Armor]


[Rarity : Unique]


[Gear level : 30]


[Atribut]


Strength : + 82

__ADS_1


Vitality : + 35


Agility : + 15


Defense : + 120


Health Point : + 1.180


Movement Speed : + 8%


'Cukup bagus.' Pikir Eric dalam hatinya sambil segera mengenakan zirah kulit berwarna hitam itu.


Sedangkan pedang yang diperoleh dari Gear Box itu juga tak kalah menarik.


[Silver Sword]


[Rarity : Unique]


[Gear Level : 30]


[Atribut]


Attack Power : 180 - 320


Strength : + 42


Agility : + 20


Stamina : + 20


Critical Hit Chance : + 12%


Critical Damage : + 30%


Eric segera mengayunkan pedang perak itu sambil membaca deskripsi yang tertera di dalamnya.


Hanya dalam dua tebasan, kepiting besar yang diseeangnya itu segera hancur dan berubah menjadi cahaya putih.


[Anda telah memperoleh ....]


[Anda telah naik 3 level!]


'Bagus sekali!'


Pembantaian monster yang sebelumnya hanya dijadikan sebagai lawan latih tanding itu pun segera terjadi.


Hanya dalam waktu kurang dari 5 menit, Eric berhasil membantai total 286 monster berlebel 20-35 yang memberikannya banyak sekali Experience Point.


Pada saat itu juga, levelnya melejit ke angka 42.


...***...


Di sebuah desa yang sepi ini, cahaya rembulan menyinari dengan lembut.


Angie yang masih tertidur pulas tak melihat adanya notifikasi sistem yang muncul di hadapannya.


...[Anda memperoleh dukungan dari Ardi!]...


...[Ardi telah memberikan Anda hadiah sebagai berikut!]...


...[Potion Box (Low) x 1]...


...[Ardi telah memberikan pesan singkat yang telah diverifikasi agar memenuhi Syarat dan Ketentuan oleh Penyelenggara Acara!]...

__ADS_1


...[Semoga kak Angie menang! Aku selalu mendukung kakak! Salam dari Indonesia. Maaf jika hadiahku tak seberapa!]...


Meski notifikasi sistem itu bersinar tepat di wajah Angie, Ia hanya bisa tertidur pulas. Sesekali terlihat sosok Angie yang merubah posisi tidurnya.


...***...


Di ruang VIP penonton....


"Sialan! Sialan! Sialan!" Teriak seorang Pria tua yang memukul kursi virtual itu berkali-kali.


Semua orang yang ada di ruangan itu dengan segera mengalihkan pandangannya ke arah Pria tua itu. Mereka semua penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Setelah meluapkan kekesalannya, Pria tua itu kembali berbicara.


"Jika aku tahu bahwa Eric ternyata sekuat itu dengan menggunakan pedang.... Aku pasti akan meletakkan semua uangku padanya!"


"Hei orang tua, apa maksudmu dengan itu? Eric adalah penyihir, tak mungkin dia bertarung dengan menggunakan pedang." Balas Pria gagah yang mendekat ke tempat duduk Pria tua itu.


"Penyihir adalah kemampuannya di Re:Life, tapi di kompetisi dimana semua status dan skill pemain di reset, Ia justru menunjukkan gaya berpedang yang luarbiasa!" Balas Pria tua itu sambil berdiri dan memelototi sang Pria gagah.


Seakan tak percaya dengan perkataan orang tua itu, Ia akhirnya memindah saluran tayangannya ke channel 2775 yaitu channel kamera hologram yang fokus merekam semua aksi Eric.


Pada saat itulah dia tersadar.


"Tunggu dulu?! Apa-apaan ini?!"


Di layar hologram itu, terlihat sosok Eric yang memburu semua monster yang ada di dalam hutan seakan tak ada lagi hari esok.


Akan tetapi, yang membuat Pria gagah itu seakan tak percaya adalah pergerakan Eric.


"Dia benar-benar pandai menggunakan pedang? Apakah mataku sedang menipu diriku sendiri?"


Semua orang yang mendengar obrolan itu segera merubah channel mereka ke kamera hologram Eric.


Di balik layar itu....


'Zraaaat! Zraaat! Slaaaassh! Stabb!'


Eric berlari kesana kemari dengan sangat gesit sambil membunuh [Strong Ape] yaitu sejenis monster dengan tipe Kera yang berlevel 60 ke atas.


Meski terdapat perbedaan level, Eric masih tetap mampu mengungguli 40 kera yang kini mulai melemparinya dengan batu dari atas pohon.


'Sreeett! Tap!'


Dengan Agilitynya yang sangat tinggi beserta dengan pengalaman bertarungnya yang sudah dipupuk oleh para ahli di Origin, Eric mampu menghindari semua serangan itu dengan mudah.


Bahkan memberikan serangan balasan.


'Jleeebb!'


"Groooaaaaaarrr!"


Kera itu berteriak dengan keras setelah menerima tusukan oleh Eric.


Meski seakan dalam kondisi yang penuh kemenangan, wajah kesal dan penuh dengan amarah menghiasi wajah Eric.


Di dalam hati kecilnya, Ia berkata.


'Developer sialan! Bukankah senjata mahal yang diberikan oleh Supporter ini tidak berguna? Gear Level 30? Jangan bercanda! Bahkan tombak kayu milik kera ini memiliki status yang lebih tinggi daripada pedang ini!'


Tapi tak bisa dipungkiri, bahwa perlengkapan tingkat Unique itu menjadi batu loncatan yang sangat luarbiasa bagi Eric untuk segera tiba di posisi ini.


Dan dengan begitulah....

__ADS_1


Eric telah memantapkan hatinya untuk mencari lagi senjata dan perlengkapan yang lebih kuat lagi.


Pertandingan pun mulai memasuki babak pertengahan.


__ADS_2