
Segera setelah aku kembali ke dalam Dungeon Origin....
“Apa kau yakin, Elin?!” Tanyaku sambil terkejut mendengar perkataannya.
“Sangat yakin! Lihat saja ini!” Balas Elin sambil membagikan informasi suatu individu monster.
[Vampir]
[Ras : Vampir]
[Rarity : Normal]
[Level : 63]
Growth Stats :
STR : 9
AGI : 10
INT : 8
VIT : 9
STA : 5
DEX : 3
[Trait]
[Battle Instinct] Rating : S
Memiliki naluri yang luarbiasa dalam pertarungan, memungkinkan adaptasi dalam situasi yang sulit.
Efek : Meningkatkan adaptasi yang cepat dalam kondisi pertarungan. Meningkatkan seluruh status sebesar 2% tiap menit hingga 20 menit selama dalam pertarungan. Meningkatkan perolehan EXP sebesar 50%.
[Exceptional Constitution] Rating : S
Memiliki kekuatan tubuh yang melebihi rata-rata rasnya. Memungkinkan pemilik untuk mengeluarkan kekuatan yang lebih besar dari yang seharusnya.
Efek : Meningkatkan Growth pada status pada STR dan AGI sebesar 50%.
[Unique Mana Circuit] Rating : SS
Memiliki sirkuit Mana dalam tubuh yang unik. Memungkinkan pemilik menggunakan dan mengendalikan Mana melebihi orang lain.
Efek : Meningkatkan jumlah Mana Point yang dimiliki sebesar 300%. Memungkinkan penggunaan skill [Overload] yang akan meningkatkan kekuatan sihir sebesar 150% dengan harga Mana 600% lebih tinggi.
“Di-dia benar-benar seorang monster!!!” Teriakku setelah melihat Trait atau bakat yang dimiliki seorang vampir di hadapanku. Meskipun kini para vampir berada di bawah naungan Deus, aku masih memiliki otoritas terhadap mereka.
Meskipun Elin beberapa kali menemukan vampir yang berbakat, tapi Ia tak pernah mengambilnya. Itu semua demi hari ini.
“Eric! Apa yang terjadi?!” Teriak seorang gadis dengan rambut pirang, Deus.
“Begini, Deus. Meskipun aku sudah mengatakan bahwa para Vampir yang kupanggil akan menjadi bawahan langsung milikmu…. Tapi aku sangat tertarik dengannya. Bisakah aku menjadikannya tangan kananku untuk membantuku dalam pertempuran?” Tanyaku kepada Deus.
Tapi Deus hanya diam.
Ia terus mengamati seorang vampir yang sedang berlutut di hadapanku.
Penampilannya sangatlah tampan. Rambutnya yang berwarna hitam dan sedikit mengombak, warna kulit putih agak pucat serta bola mata berwarna merah menyala hanya memperindah wajah vampir ini. Bahkan membuatku ragu apakah dia seorang Pria atau Wanita karena wajahnya yang sangat indah.
“Ah…. Aku mengerti maksudmu, Eric. Dia benar-benar sangat berbakat. Bahkan aku sangat menginginkannya untuk menjadi salah satu petinggiku.
Tapi kau tahu? Dia bisa ada disini karena dirimu, Eric. Aku takkan menghentikanmu untuk yang satu ini. Tapi pastikan kau memberiku petinggi yang kuat lain kali, ya?” Ucap Deus dengan panjang lebar sambil tersenyum.
“Terimakasih banyak, Deus.” Balasku sambil bernafas lega.
“Baiklah kalau begitu aku pergi dulu, Eric. Aku masih ingin mengurusi beberapa hal kecil lainnya.” Ucap Deus sambil pergi meninggalkan kami bertiga.
“Bukankah ini hal yang bagus, Eric? Dia bisa menjadi pengawal pribadimu.” Ucap Elin sambil tersenyum ke arahku.
“Kau benar. Tak salah lagi dia akan menjadi sangat kuat. Selain itu… apakah kau memiliki nama?” Tanyaku kepada vampir itu.
“Untuk saat ini aku masih merupakan makhluk rendahan yang tak bernama. Tapi jika diperbolehkan untuk memilih, aku akan memperkenalkan diriku sebagai Lucien.” Balas vampir itu.
“Lucien…. Cien…. Baiklah. Sekarang namamu adalah Lucien.” Ucapku sambil memberikan sigil dan bersiap untuk melakukan evolusi.
Aku terus mengulangi proses itu hingga mencapai puncak evolusi yang saat ini bisa kugapai. Itu semua karena syarat evolusi berikutnya yaitu harus berada di Rarity Unique.
Setelah semua itu selesai, aku mencoba untuk melihat status milik Lucien.
[Lucien, Vampire Earl]
__ADS_1
[Ras : Vampir]
[Rarity : Epic]
[Level : 63]
Growth Stats :
STR : 22
AGI : 26
INT : 15
VIT : 14
STA : 11
DEX : 8
“Gi-gila!!!” Teriak Elin setelah melihat status milik Lucien.
Tapi aku tak berhenti di sana.
“Lucien, katakan apakah kau mau menjadi tangan kananku dalam pertempuran dimanapun?” Tanyaku singkat.
“Pertempuran? Apakah aku mau? Hah! Pertanyaan konyol! Pertempuran itu sendiri adalah impianku! Jika kau tidak membiarkanku bertarung, itu justru yang membuatku tidak senang!” Balasnya sambil berdiri dan menutupi sebelah matanya.
Jujur saja semakin tinggi tingkat evolusi Lucien, wajahnya nampak semakin tampan.
“Kalau begitu…. Terimalah ini. Ascension.” Ucapku sambil mengarahkan lengan kananku pada Lucien. Dengan levelku yang kini sudah sangat tinggi, aku yakin takkan masalah untuk memberikan Trait tambahan padanya.
...[Trait : Enhanced Regeneration telah berhasil diberikan!]...
[Enhanced Regeneration] Rating : S
Memiliki tubuh yang beregenerasi dengan sangat cepat. Memungkinkan pemilik untuk melakukan regenerasi tingkat tinggi.
Efek : Meningkatkan kecepatan regenerasi Health Point, Mana Point dan Stamina Point pemilik Trait sebesar 100%. Memungkinkan regenerasi bagian tubuh yang hilang atau rusak.
“Kekuatan ini…. Aaah! Aku bisa merasakannya! Kekuatan dari kegelapan!!!” Teriak Lucien sambil kegirangan seperti orang aneh.
“Uh…. Aku tak tahu apa yang kau maksudkan Lucien. Tapi selama kau menyukainya, itu bukanlah masalah bagiku.” Balasku sambil sedikit merasa aneh.
Ocehan tak masuk akal mulai dilontarkan oleh Lucien. Entah apa yang dia katakan. Bahkan Ia membuat pose aneh yang membuatku merinding. Tapi apapun itu, kekuatan dan bakatnya memang bukan main-main.
“Baiklah-baiklah, apapun itu aku akan memberikan tugas pertamamu. Naikkan levelmu! Aku sarankan….”
Belum menyelesaikan perkataanku, Lucien kembali melontarkan omong kosong.
“Hahaha! Menaikkan level! Suatu hal yang sangat mudah bagi pangeran kegelapan ini! Aku akan segera kembali, Tuanku!” Teriak Lucien sambil melesat terbang jauh menggunakan sayapnya.
“Uh…. Apakah dia benar-benar paham atas apa yang harus dia lakukan? Aku bahkan belum menentukan dimana dia sebaiknya menaikkan level. Ah… sudahlah.” Ucapku pada diriku sendiri.
Elin yang melihat tingkah Lucien sejak tadi hanya bisa menutupi wajahnya.
...***...
“Sialan! Kenapa ada monster seperti ini disini?!” Teriak seorang Player yang sedang berburu di Pegunungan Alpa.
Pegunungan Alpa merupakan tempat perburuan yang menarik banyak minat Player. Semakin tinggi dan semakin jauh dari peradaban, monster yang ditemui akan semakin kuat. Tentu saja hal itu juga berarti semakin banyak EXP dan Drop Item serta koin.
Semua yang pergi ke puncak Pegunungan Alpa sudah memahami hal itu.
Dan tentu saja, sudah menyiapkan semuanya untuk mengatasi para monster yang ada. Itu semua karena banyak MeTuber yang memberikan Tips mengenai cara berburu di Pegunungan Alpa.
Tapi untuk kali ini….
“Kukuku…. Apakah kalian juga akan menjadi lawanku, wahai Prajurit Pilihan Dewi?!” Ucap seorang Pria berambut hitam dengan paras yang sangat tampan.
Akan tetapi nampak sepasang sayap berwarna hitam pekat di punggungnya. Pakaiannya yang serba hitam hanya menambah kengeriannya.
“Kau!!! Siapa kau?! Apakah kau seorang Player? Aku tidak pernah mendengar ada makhluk seperti ini di sini!!!”
Seketika Party yang beranggotakan 8 orang itu mulai panik. Mereka merasa takut menemui monster dengan wujud manusia itu.
“Player? Aku tidak mengerti apa maksudnya itu. Tapi aku telah menerima tugas dari Tuanku untuk berburu. Sekarang…. Apakah kalian juga termasuk mangsaku?” Ucap Pria berambut hitam itu yang tak lain adalah Lucien.
“Hiiiii!!! Tidaaak!!!”
“Bodoh! Jangan panik! Segera siapkan formasi!” Ucap seorang Pria dengan kepala botak.
Seketika seluruh anggota merapikan barisan mereka.
__ADS_1
Tiga orang yang berperan sebagai Tanker berdiri di bagian terdepan. Dua diantaranya menggunakan perisai besar sedangkan salah satunya menggunakan pedang dua tangan yang cukup besar.
Dua orang yang berperan sebagai pengguna sihir berdiri di tengah. Salah satunya merupakan penyihir penyerang sedangkan yang satunya lagi merupakan seorang penyembuh.
Seorang yang berperan sebagai Assassin segera menyembunyikan keberadaannya untuk serangan dadakan. Sedangkan dua orang sisanya merupakan pemanah. Mereka mengambil posisi paling belakang untuk bersiap menembak dari jarak jauh sambil menjaga penyihir yang lebih lemah.
Lucien yang melihat pergerakan mereka membuat senyum yang mengerikan.
“Bagus sekali! Dengan begini setidaknya pertarunganku tidak akan membosankan!!!”
Lucian segera terbang dan melesat jauh, menembus formasi pertahanan yang dibuat oleh tiga orang Tank itu. Dalam sekejap, Lucien kini telah berada di tengah formasi para Player itu.
Keadaan Party yang mulai panik melihat kecepatan gerak monster itu dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Lucien.
“Blood Harvesting!” Teriak Lucien sambil tersenyum.
“Kuaahhk!!!”
“Arrghh!!!”
Seluruh anggota Party itu berteriak kesakitan. Bukan tanpa alasan, tapi darah mereka dihisap dengan sangat cepat oleh Lucien dengan menggunakan sihir. Seluruh darah yang terhisap terkumpul di atas telapak tangan Lucien.
[Darah Anda telah terhisap!]
[Anda kehilangan 3.952 Health Point!]
[Anda kehilangan 3.631 Health Point!]
[Anda kehilangan …. ]
Meskipun di dalam dunia virtual, rasa sakit bagi Player dan NPC tetap ada. Akan tetapi tingkat rasa sakit telah diatur hingga minimal oleh pihak pengembang. Sehingga tebasan pedang yang mampu memotong lengan hanya akan setara dengan rasa sakit teriris pisau.
Semakin besar damage yang diterima, maka akan semakin besar juga rasa sakit yang diterima.
Hal yang sama dialami oleh delapan pemain itu.
“He-hentikan dia!!!” Teriak Pria berkepala botak itu sambil berusaha mendekati Lucien. Tapi hal itu sangat sulit dilakukan karena darah di seluruh tubuh mereka tersedot oleh suatu sihir, membuat pergerakan mereka semakin sulit karena Debuff yang diterima.
Hingga akhirnya….
“Release…. Blood Festival!” Teriak Lucien sambil mengangkat gumpalan darah berukuran besar di tangan kanannya.
‘Wuuuooosshh!!!’
‘Duuuaarrr!!!’
Gumpalan darah itu segera melesat ke berbagai arah dengan ukuran yang beragam. Kecepatannya yang luarbiasa tinggi membuat daya hancurnya meningkat. Bahkan hingga mampu menembus zirah yang dikenakan oleh ketiga Tank itu.
“Ugh! Sialan! Sialan!!!” Teriak Pria kepala botak itu untuk terakhir kalinya, sebelum Ia dipaksa untuk Log Out.
Hasil akhir pertarungan ini sangat mengerikan. Tanah disekitar tempat itu hancur lebur dan penuh dengan cipratan darah. Delapan Player dengan rata-rata level 120 itu mati seketika, dalam pertarungan yang tidak sampai satu menit.
Di atas semua itu….
“Kukuku…. Tuanku! Aku akan segera kembali sebagai Pangeran Kegelapan yang sebenarnya! Tunggu saja! Hahaha….” Teriak Lucien sambil membuat senyum yang lebar dan menutupi salah satu matanya dengan tangan kanannya.
Lucien memburu semua yang nampak di pandangannya di Pegunungan Alpa ini.
Monster, Field Boss, bahkan Player. Semuanya tanpa terkecuali.
Tentu saja, ratusan Player yang cukup sial untuk bertemu dengan Lucien juga akan terbunuh.
Setelah kejadian itu, muncul suatu rumor tentang kemunculan Field Boss baru di wilayah Pegunungan Alpa. Semua Player mencoba berspekulasi mengenai hal itu.
Beberapa berpendapat bahwa monster ini merupakan Unique Boss, beberapa lagi berpendapat bahwa monster ini merupakan Dewa Kematian.
Tapi semakin lama mereka berpendapat, semakin jauh pula mereka dari kebenaran.
Apakah Eric mengetahui semua hal ini?
Tentu saja tidak!
...___________________________________...
...[Sebelum lanjut membaca]...
...[Ada baiknya untuk menekan tombol Like]...
...[Dan juga meninggalkan komentar dalam bentuk apapun]...
...[Tak ada ruginya bagi kalian]...
...[Tapi percayalah, hal sederhana itu yang menyemangatiku untuk terus menulis]...
__ADS_1