
...Kerajaan Farna...
...Di Luar Dinding suatu Kota...
“Rapikan barisan kalian! Apa yang kalian lakukan! Angkat perisainya hingga sejajar dengan orang di sebelah kalian!”
“Apa yang kalian lakukan! Serang dengan benar! Kalian tidak akan bisa mengenai apapun dengan kemampuan seperti itu!”
“Bidik baik-baik! Tembak!”
Terlihat ribuan orang sedang berlatih di beberapa tempat.
Sebagian nampak sedang berlatih dalam membentuk barisan formasi. Sebagian lagi nampak sedang berlatih berpedang melawan orang-orangan yang terbuat dari kayu. Sedangkan yang lain lagi nampak sedang berlatih menggunakan anak panah.
Mereka semua berlatih dengan giat.
Bukan hanya karena mereka takut kepada pelatih yang sangat kejam dan mengerikan, tapi juga karena mereka dipenuhi oleh keinginan untuk membalas kebaikan Arlond.
“Yang Mulia Raja benar-benar luarbiasa. Memberikan bayaran sebesar ini untuk menjadi seorang Prajurit. Bahkan memberikan pensiun kepada Prajurit.”
“Kau benar. Tak hanya itu, aku masih ingat dengan kisah Yang Mulia Raja mengalahkan salah satu petinggi iblis itu. Pertarungannya….”
Pada saat mereka sedang asik berbincang, pelatih yang memperhatikan tingkah mereka nampak mulai mendekat dan berteriak.
“Jika kalian punya tenaga untuk berbicara, maka berlatihlah dengan keras!”
Dan begitulah….
Seluruh tempat di Kerajaan Farna kini sedang sibuk melatih Prajurit baru. Semua orang nampak menjanjikan. Bahkan terdapat beberapa bakat-bakat langka yang dengan segera dilatih secara pribadi oleh Pelatih Veteran.
Sedangkan di bagian Istana Kerajaan….
Kota Reinard.
“Yang Mulia. Berikut laporan mengenai perekrutan prajurit yang telah dilakukan selama lebih dari 2 minggu ini.”
“Yang Mulia. Berikut ini merupakan laporan keuangan yang….”
Arlond nampak sedang sibuk mengurusi berbagai hal. Ia bahkan belum Log Out setelah berada di dalam dunia game ini selama lebih dari 7 hari.
“Jelaskan rinciannya padaku.” Balas Arlond singkat sambil memandangi berkas yang lain.
“Wilayah Utara berhasil merekrut sekitar 80.000 Prajurit baru berkat karisma Clever. Sedangkan Wilayah Timur Laut berhasil merekrut 50.000 Prajurit baru.” Jelas Menteri Pertahanan itu.
__ADS_1
“Sedikit sekali…. Itu sama sekali tidak mendekati target. Lalu bagaimana dengan wilayah Timur dan Selatan?” Tanya Arlond sambil memberikan tatapan yang dipenuhi kekesalan.
Sang Menteri Pertahanan yang mendengar hal itu nampak ketakutan. Bagaimana tidak, Arlond sangat jarang untuk memperlihatkan sikap dingin seperti ini bahkan kepada bawahannya.
“Me-mengenai hal itu…. Wilayah Timur hanya memperoleh 20.000 Prajurit baru. Sedangkan Wilayah Selatan….”
Ia menghentikan perkataannya sesaat seakan tak mampu untuk menyampaikannya kepada Arlond.
Sedangkan Arlond? Ia hanya melirik tajam ke arah Menteri Pertahanan itu sambil berkata.
“Kurang dari 5.000 kan? Aku baru saja mendengarnya dari beberapa administrator di bagian militer pagi tadi.”
‘Glek!’
Sang Menteri Pertahanan menelan ludahnya karena merasa dirinya telah gagal memenuhi harapan Tuannya.
Tapi Arlond hanya mengacuhkannya.
“Lanjutkan dengan laporan dinding pertahanan dan peralatan berat.” Ucap Arlond singkat sambil membolak-balikkan berkas yang ada di hadapannya.
“Ba-baik, Yang Mulia. Untuk dinding pertahanan, kami sedang mengerahkan sebanyak mungkin tenaga kerja untuk membangun ataupun meningkatkannya. Kemungkinan akan selesai sebulan lagi mengingat betapa besarnya tenaga kerja yang dikerahkan.
Sedangkan untuk alat beratnya, kami berhasil membuat sekitar 300 Onager atau pelontar batu, 500 Balista, dan 80 Trebuchet. Pasukan khusus untuk mengoperasikan dan menjaga seluruh peralatan berat itu sudah dilatih dengan baik dan siap bertempur kapan saja.” Jelas Menteri Pertahanan itu panjang lebar.
Hingga akhirnya….
“Kerja yang bagus. Tingkatkan lagi perekrutan pasukannya. Aku tidak ingin melakukan sesuatu seperti mobilisasi rakyat secara paksa untuk berperang. Oleh karena itu, lakukanlah dengan baik dan latih mereka sebaik mungkin.” Balas Arlond sambil terus memperhatikan berkas yang ada di hadapannya.
“Terimakasih banyak atas pujiannya. Kami akan bekerja sekuat tenaga untuk memenuhi harapan Anda, Yang Mulia.” Balas Menteri Pertahanan itu lalu segera pergi.
Kemudian, kini giliran sang Menteri Keuangan untuk memberikan laporannya.
“Yang Mulia. Dari 9.745.800 koin emas yang telah dialokasikan untuk militer…. Kini hanya tersisa sebesar 4.132.000 koin emas saja. Itu semua sudah termasuk untuk menggaji seluruh pasukan termasuk yang baru saja bergabung selama 1 tahun. Jika terus seperti ini….”
Ia nampak gemetaran dalam menjelaskannya. Bukan masalah sepele karena kini Kerajaan Farna harus mengeluarkan sekitar 4.500.000 koin emas setiap tahunnya hanya untuk menggaji seluruh pasukannya. Belum termasuk untuk mengatasi kebutuhan yang lain seperti pengembangan sektor lain, perawatan infrastruktur, gaji pegawai Kerajaan dan lain sebagainya.
Sedangkan pendapatan tahunan Kerajaan Farna dari pajak?
Dengan total penduduknya yang mencapai 16 juta jiwa dan pajak yang cukup rendah, Kerajaan Farna hanya memperoleh sekitar 4 juta koin emas per tahunnya dari pajak.
Meskipun ada pendapatan lain dari sektor penambangan, kerajinan dan sebagainya, jumlah totalnya hanya mencapai sekitar 2 juta koin emas saja karena kini Kerajaan Farna sedang dalam kondisi terpuruk.
Oleh karena itu….
__ADS_1
“Pengeluaran ini terlalu besar. Aku tahu itu. Tapi berdasarkan informasi yang diperoleh, kita harus mengorbankan ini untuk menjaga eksistensi Kerajaan Farna di dunia ini.” Balas Arlond dengan suara tegas.
“Tapi Yang Mulia! Dengan segala kehormatan! Jika terus seperti ini maka Kerajaan Farna akan segera runtuh!” Teriak Menteri Keuangan itu.
Mendengar hal itu, Arlond hanya terdiam.
Bagaimana tidak. Itu karena Ia sadar betul akan hal tersebut.
Kini, Kerajaan Farna dihadapkan pada dua nasib yang sama tragisnya.
Hancur dalam invasi Kerajaan Salvation….
Atau hancur karena kehabisan uang….
...***...
...Wilayah Hutan Suci...
...Daerah Barat Daya Kerajaan Suci Celestine...
Di dalam hutan yang sangat rimbun dengan pepohonan yang menjulang tinggi ini…. Nampak sosok 5 orang yang berjalan dengan santai. Meski pada siang hari, cahaya matahari kesulitan untuk menembus lebatnya pepohonan yang ada di hutan ini.
“Tuan Eric. Relief di tempat ini….” Ucap Cathy sambil memperhatikan batuan dengan ukiran yang aneh itu. Ia menemukan batuan itu tertimbun tanah.
“Coba kulihat.” Ucapku sambil mendekat ke tempat Cathy.
Sedangkan Lucien dan Elin sampak sedang bersiaga dari serangan hewan buas yang ada disini. Meskipun disebut hewan buas, penampakan mereka lebih mirip dengan hewan sakral.
“Eric cepatlah. Kita tidak bisa berlama-lama disini.” Ucap Elin dengan pandangan mata yang bergerak kesana kemari.
Sementara itu, Rianne sedang terbang menembus pepohonan yang memiliki tinggi lebih dari 50 meter ini. Ia bertugas sebagai mata untuk menentukan arah di dalam hutan suci ini.
Pada saat Rianne kembali….
“Tuan Eric. Di sebelah Utara, terdapat area yang sedang mengalami kebakaran hebat. Mungkin saja….”
Dengan modal informasi dari Cathy, serta tambahan informasi dari Rianne aku pun memahaminya.
“Sialan! Kita terlambat! Semuanya! Kita harus segera kesana!”
Dengan teriakan sederhana itu, semua orang ikut berlari ke arah yang ditunjukkan oleh Rianne.
Dan itulah….
__ADS_1
Awal mula kami mengetahui sebagian kecil kebenaran di dunia ini.