The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 212 - Infiltrasi


__ADS_3

...Kerajaan Farna...


...Kota Forgia...


...Malam Hari...


Di tengah malam yang seharusnya sunyi ini, kini dipenuhi dengan suara yang memekikkan telinga hingga membuat semua orang terbangun dari tidurnya.


...‘NGIIIIIIIIIING!!!’...


Suara yang begitu keras dengan nada yang datar itu terdengar di beberapa lokasi berbeda secara bersamaan.


Sebuah skill tingkat Unique [Cry of the Banshee] yang cukup langka untuk ditemukan. Bahkan yang bisa menggunakannya dengan baik hanyalah segelintir orang saja di dunia ini.


Meski begitu, gadis penyihir yang merupakan salah satu anggota inti dari Guild Salvation ini mampu memanfaatkan skill itu dengan sangat baik.


Dengan menggabungkan skill itu dengan Epic Skill [Alarm] membuatnya mampu memasang [Cry of the Banshee] jauh sebelum waktu teriakan dimulai, membuatnya selamat dari debuff mengerikan berupa [Deaf] atau Tuli serta damage kerusakan telinga.


Di atas sebuah bangunan, nampak tiga orang sedang bersantai di atasnya. Salah seorang yang merupakan gadis penyihir itu nampak duduk sambil mengayun-ayunkan kakinya dengan ringan. Wajahnya dipenuhi dengan senyuman yang mengerikan, yang sama sekali tidak sesuai dengan betapa manisnya wajahnya itu.


Sedangkan dua orang lainnya yaitu Pria muda pengguna Kapak dan juga Pria tua yang hanya menggunakan tangan kosong itu nampak berdiri dan bersiaga. Mereka berdua melihat ke berbagai arah dengan tenang.


“Seperti biasa kau sangatlah kejam, Sophia.” Ucap Pria tua itu.


“Hah! Bukankah kau lebih kejam karena menghancurkan kepala dua orang prajurit sebelumnya dengan cengkeraman tanganmu, Garve?” Balas sang penyihir, Sophia.


“Kapan kalian akan memberikan jatah untukku?!” Teriak kesal sang pengguna kapak, Richard.


Mereka bertiga adalah tiga dari sepuluh Player terkuat yang ada di Guild Salvation.


Meskipun jarang terlihat, sepuluh anggota inti Guild Salvation ini selalu aktif melakukan Raid atau penaklukan Dungeon level tinggi. Terlebih lagi semenjak Chris, sebagai ketua Guild Salvation, menjadi seorang Raja. Mereka memonopoli Dungeon level tinggi dengan hadiah yang sangat besar untuk Guild Salvation sendiri.


Tindakan yang sangat wajar karena di dunia yang dikuasai oleh status, level dan atribut ini, mereka yang kuat yang akan berkuasa. Sedangkan yang lemah akan ditindas atau terpaksa menjadi pelayan yang kuat.


Oleh karena itu mereka terus menerus berburu tanpa henti untuk menjadi sangat kuat seperti sekarang ini.


“Apa yang akan kita lakukan selanjutnya?” Tanya Garve penasaran kepada dua orang rekannya.


Meski mereka sedang berbincang seakan kondisi saat ini begitu damai, pada kenyataannya jauh dari itu.


Saat ini, Kota Forgia sedang ditelan oleh teriakan Banshee yang memekikkan telinga semua orang yang ada di area atau zona teriakannya. Itulah kenapa ketiga penyusup ini memilih untuk berdiam diri, menanti teriakan itu terhenti.


“Tentu saja, membantai sebanyak mungkin musuh kan?!” Jawab Richard dengan wajah yang dipenuhi semangat itu.


“Hah…. Dasar bodoh. Aku tidak tahu kenapa Chris memintaku untuk membawamu, Richard. Yang harus kita lakukan setelah teriakan Banshee itu berakhir adalah memancing para NPC level tinggi itu keluar dari persembunyiannya. Caranya aku serahkan pada masing-masing diri kalian sendiri.

__ADS_1


Segera setelah kalian menemukan NPC yang sangat kuat, atau memiliki level tinggi, segeralah kabari Alice dengan menggunakan Chat. Berikan koordinatnya dengan pasti sehingga kita bisa membunuhnya secepat mungkin. Dengan hilangnya kekuatan terbesar itu, aku yakin Farna akan segera runtuh dengan sendirinya.” Jelas Sophia dengan rinci.


Mendengar hal itu, Garva nampak tersenyum puas sambil menyilangkan kedua lengannya.


Sedangkan Richard nampak masih kebingungan dengan apa yang baru saja di dengarnya. Meski begitu, Ia menangkap satu hal yang menurutnya paling penting dalam penjelasan yang panjang dan lebar itu.


“Pada intinya, aku boleh membantai banyak orang untuk menarik perhatian kan?! Bagus!” Teriak Richard penuh percaya diri sambil mengangkat kapaknya ke langit.


“Terserah kau saja.” Balas Sophia kesal.


“Jadi…. Berapa lama lagi teriakan ini akan berakhir?” Tanya Garva penasaran.


“Lima menit lagi. Setelah lima menit, kita akan memiliki waktu sebanyak 15 menit untuk memancing perhatian NPC kuat itu sebelum kesadaran dan pendengaran seluruh pasukan yang ada di wilayah ini kembali. Meskipun kita bertiga bersatu, melawan seribu lebih prajurit itu adalah hal yang mustahil.” Jelas Sophia dengan rinci.


“Aah…. Bagus. Aku akan menantikannya.”


Sementara itu….


...***...


...Istana Kerajaan Farna...


...Kota Forgia...


...Saat yang sama...


Beberapa orang nampak berusaha berbicara sekuat tenaga. Meski begitu, tak ada satu pun kata yang mampu tersampaikan di tengah teriakan Banshee yang begitu keras ini.


Akan tetapi, seorang Pria tak kehilangan akal. Ia menghiraukan teriakan keras itu dan mengambil beberapa kertas termasuk juga pena dan tinta untuk menulis.


Di hadapannya, nampak notifikasi sistem yang begitu mengerikan.


[Anda telah mendengar teriakan Banshee!]


[Seluruh Status Anda akan menurun sebesar 30%]


[Anda telah mendengar suara yang terlalu keras!]


[Anda telah menerima efek Deaf atau Tuli selama 20 menit!]


[Suara yang terlalu keras telah merusak gendang telinga Anda!]


[Anda akan menerima 324 damage per detik!]


[Tutupilah telinga Anda dengan sesuatu untuk mengurangi efek ini!]

__ADS_1


Saat ini, Health Point Pria yang memutuskan untuk membiarkan telinganya terbuka lebar untuk menulis sesuatu itu terus menerus turun hingga pada akhirnya mencapai titik kritis.


Pada saat itu terjadi, Ia akan segera meneguk Health Potion yang telah Ia siapkan sebelumnya.


Segera setelah meneguknya, Ia akan kembali menulis di kertas itu seakan semuanya bergantung pada apa yang akan Ia sampaikan.


Beberapa puluh detik telah berlalu.


Akhirnya, Pria dengan zirah putih itu telah menyelesaikan tulisannya.


Bersamaan dengan hal itu, Ia memberikannya kepada para Menterinya yang saat ini masih sibuk menutupi telinga dengan kedua telapak tangannya.


Pada saat mereka membacanya….


[Kesalahan Fatal! Musuh melakukan penyerangan secara langsung! Segera panggil seluruh pahlawan untuk segera kembali ke Kota Forgia dengan menggunakan lingkaran sihir teleportasi yang ada di ruang bawah tanah! Kalian akan berpencar ke beberapa kota! Sementara itu, aku akan menahan mereka bersama dengan prajurit yang ada!]


Meskipun mengandung isi yang cukup panjang, mereka semua segera memahami isinya dan segera bergerak.


Tak ada satu detik pun yang disia-siakan oleh mereka.


Setelah melihat seluruh menterinya berlari ke arah ruang bawah tanah di Istana kota Forgia ini, Pria bernama Arlond itu segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruang tahta ini.


Ia mencari sebanyak mungkin prajurit untuk segera berdiri dan mengikutinya.


Tentu saja, efek dari [Ancient Book : Heroic King] membuat Arlond mampu mengembalikan moral dan memberikan perintah dengan mudah.


Sepuluh…. Duapuluh….


Kini setelah Arlond sepenuhnya keluar dari istana, Ia telah membawa sekitar 200 prajurit bersamanya.


Pada saat itu juga, teriakan Banshee telah berakhir. Seluruh pasukan dan penduduk sipil merasa lega dengan hal itu.


Hal yang wajar karena sekarang mereka dapat melepaskan tangan yang menutupi telinga mereka secara terus menerus. Bahkan sebagian besar orang telah mengalami pendarahan hebat hanya karena mendengar teriakan itu.


Meskipun teriakan Banshee itu telah berakhir….


Efek tuli yang diderita masih berlangsung hingga setidaknya untuk 20 menit ke depan.


Oleh karena itu, koordinasi pasukan akan sangat sulit untuk dilakukan. Meski begitu, Arlond tidak kehilangan semangatnya.


Itu karena….


Jauh di distrik Utara Kota Forgia, nampak terjadi kebakaran yang cukup hebat.


Dengan itu saja, Arlond memahaminya.

__ADS_1


‘Para penyusup itu, pasti ada disana! Tidak…. Mereka mungkin berpencar tapi…. Aku harus segera menghentikannya!’ Pikir Arlond dalam hatinya.


Dan dengan begitulah, peperangan di Kota Forgia pada malam yang dihiasi bulan sabit ini dimulai.


__ADS_2