
...Pelabuhan Tortuga...
...Pagi Hari...
“Tuan Eric, Apakah Anda telah siap untuk membantai semua ular laut ini?” Ucap Rebeca sambil tersenyum lebar. Ia nampak memamerkan tongkat sihir dengan kubus hijau di ujungnya.
“Tentu saja. Ngomong-ngomong bagaimana menurutmu kekuatan tongkat itu?” Tanyaku sambil melirik sosok Rebeca yang memeluk Staff of Enigma itu dengan erat.
“Kekuatannya sungguh luarbiasa! Aaah!!! Kekuatan ini!” Teriak Rebeca dengan penuh kegirangan.
“Uh…. Aku tahu kau senang tapi apakah kau perlu menciumi tongkat itu?”
Tapi pada saat aku masih melihat Rebeca dengan jijik, sebuah ombak yang sangat besar nampak bergerak ke arah pelabuhan ini. Saat aku memperhatikannya dengan memanfaatkan Trait [Enhanced Sight] milikku.
‘Zoom….’ Ucapku dalam hati sambil memfokuskan pandanganku ke arah ombak besar itu.
Setelah aku melihat sosok monster yang dibaliknya, aku menggunakan kemampuan Clairvoyant dari Oracle Staff di tangan kananku.
“Apa-apaan ini?!” Teriakku dengan sangat keras. Tanpa kusadari, ekspresi wajahku dipenuhi dengan kebencian.
“Tuan Eric, ada apa?” Tanya Rebeca setelah sadar dari kegilaannya.
“Perintahkan semua petualang dan prajurit untuk melakukan evakuasi secepatnya! 5…. Tidak, selesaikan dalam 3 menit! Sesuatu yang buruk sedang menuju kemari!” Teriakku sambil berjalan ke ujung pelabuhan ini.
Setelah menunjukkan wajah kebingungan selama beberapa saat, Rebeca mengangguk dan menerima perintahku.
“Dengan segera!” Balasnya sambil segera berlari untuk mengumumkan keadaan ini.
‘Sialan! Sialan!! Sialan!!!’
‘Jangan main-main denganku! Aku telah berjuang selama sebulan lebih di pelabuhan ini! Seenaknya saja ingin menghancurkan tempat dengan posisi perdagangan yang sangat strategis ini?! Tak ada ampun!’ Teriakku dalam hati dengan penuh kesal.
“Amplify!” Teriakku sambil memegangi Oracle Staff dengan kedua tanganku.
Setelah 30 detik, aku segera melanjutkannya dengan menggunakan [Overdrive]. Aku terus mengulanginya hingga 4 kali. Kini, skill yang berikutnya akan memiliki kekuatan 800% lebih besar daripada aslinya.
“Aku tak peduli apakah kau seorang raja iblis atau apapun! Berani mengganggu rencanaku berarti sudah siap untuk mati! Ice Wall!!!” Teriakku sekuat tenaga sambil mengarahkan tongkat sihirku ke lautan.
Seketika, muncul dinding es yang sangat tebal setinggi 100 meter lebih. Dinding es itu menutupi seluruh wilayah di pelabuhan ini.
Setelah selesai meneguk Full Mana Potion, aku segera melanjutkan aksiku.
“Overdrive! Amplify! Freezing Wind!!!”
Kini, muncul angin yang sangat dingin hingga mampu membekukan seluruh permukaan air di hadapanku.
‘Kraaakk!!! Kretaaakk!!’
“Hoo? Masih berani menabrak dinding esku? Fly!”
Aku segera terbang ke arah dinding es itu. Setelah sampai di sana, aku berdiri di bagian ujung dan menyiapkan seranganku berikutnya.
“Lightning Burst!”
‘Duaaarrr!!!’
Sambaran petir yang sangat dahsyat itu menghantam tubuh Leviathan. Akan tetapi….
[Anda telah memberikan 2.184 damage!]
‘Sudah kuduga. Melihat status defensenya saja seharusnya aku bersyukur masih bisa memberikan damage sebanyak 4 digit.’ Pikirku dalam hati setelah melihat notifikasi itu.
‘Tapi ada yang aneh…. Kenapa salah satu Raja Iblis Kuno ada di dunia manusia? Terlebih lagi, bagaimana bisa HP miliknya hanya tersisa 4% saja?! Bukankah HP miliknya lebih dari 94 Miliyar?’
Menyadari keanehan itu, aku segera menggunakan kemampuan Enhanced Sight milikku dan mengamati seluruh tubuh Leviathan.
‘Sialan. Panjangnya saja lebih dari 1000 meter, meskipun aku…. Tunggu, kilatan cahaya apa itu?’
Di bagian tengah tubuh Leviathan, nampak banyak sekali kilatan-kilatan cahaya dengan warna emas.
‘Jangan katakan…. Player?!’
Tapi sebelum aku sempat kebingungan lebih lanjut lagi….
__ADS_1
‘Wuuuoosshhh!!!’
Sebuah tombak perak berlapis emas menembus tubuh Leviathan dan kini melesat ke udara. Kilatan berwarna keemasan yang mengerikan nampak menyelimuti tombak itu.
‘Jangan katakan?!’
...***...
...Di Bagian Tengah Tubuh Leviathan...
...Beberapa menit yang lalu…....
“Angie! Kita tidak mungkin bisa membunuhnya sebelum Leviathan menghantam kota itu! Jika sampai kota itu hancur maka….” Teriak Robert dengan penuh kekhawatiran.
“Aku tahu itu! Sialan! Robert, Luna! Berikan aku buff terkuat kalian! Aku akan meminum ramuan ini.” Balas Angie sambil mengeluarkan sebuah botol kaca berisi ramuan berwarna merah menyala.
Seketika, notifikasi sistem muncul di hadapannya.
[Anda telah meminum High Strengthening Potion!]
[Strength Anda telah meningkat sebesar 30% selama 3 menit!]
[Anda telah memperoleh efek Buff : Strength Up!]
[Anda telah memperoleh efek Buff : Agility Up!]
[Anda telah memperoleh …. ]
Rentetan pesan muncul di hadapannya. Semuanya berkat sihir Buff milik Robert.
Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, Angie segera menggunakan skill terkuat miliknya.
“Earth Piercing Spear!” Teriaknya dengan keras sambil menggenggam [Dragon Impaler Spear] dengan kuat di tangan kanannya.
Cahaya berwarna keemasan mulai menyelimuti tombak di tangan kanan Angie. Setelah beberapa saat, muncul petir emas di ujung tombak.
‘Hanya sampai sini ya kekuatanku?’ Keluh Angie dalam hatinya.
Tangan kanannya nampak tak kuat menahan beban tombaknya. Sedangkan tangan kirinya nampak memegang rantai raksasa itu sekuat tenaga agar tidak terjatuh.
‘Jika saja…. Aku bisa mengoyak tubuh monster ini dari dalam….’
Segera setelah meyakinkan dirinya sendiri, Angie segera melepaskan pegangannya dari rantai raksasa itu.
‘Wuuusshh!’
Ia nampak terjatuh dari ketinggian dan mulai mendekati tubuh utama Leviathan yang berada di permukaan air itu. Angie memfokuskan dirinya untuk menemukan momen tepat untuk melempar tombaknya di tengah badai dan ombak yang mengerikan ini.
Pada momen yang sangat tepat….
‘Zrrraaattt!!!’
Angie segera melempar tombaknya tanpa terlambat satu detik pun.
‘Slasshh!! Duaarrr!!’
Petir keemasan menyambar kesana kemari. Dengan kekuatannya yang sangat dahsyat itu memungkinkannya menembus sisik Leviathan yang sangat keras.
Tombak itu melesat dengan sangat cepat menembus tubuh Leviathan hingga ratusan meter.
[Anda telah memberikan 29.313 damage!]
[Anda telah memberikan damage tambahan sebesar 9.423 damage yang mengabaikan defense!]
[Anda telah menembus sisik keras Leviathan!]
[Anda telah mengenai titik kelemahan Leviathan!]
[Anda telah memberikan 3.582.135 damage!]
[Anda telah memberikan damage tambahan sebesar 6.423.421 damage yang mengabaikan defense!]
[Anda telah memberikan 4.219.531 damage!]
__ADS_1
[Anda telah memberikan damage tambahan sebesar 7.214.992 damage yang mengabaikan defense!]
[Anda telah …. ]
Meski damage yang diberikan nampak sangat luar biasa, Angie mendecakkan lidahnya dengan penuh rasa kesal.
‘Ckk! Tak cukup! Jika begini, aku hanya mampu menggores 1% Bar HP miliknya!’
...***...
...Pelabuhan Tortuga...
“A-apa itu barusan?!” Teriakku penuh rasa terkejut setelah melihat tombak melesat ke udara disertai petir dan cahaya emas itu.
“Terlebih lagi…. Apa-apaan damage yang dihasilkan ini?!”
Aku terus menerus memantau Health Point milik Leviathan sejak tadi. Damage yang kuberikan sama sekali tidak mampu menggores HP miliknya. Meski begitu, serangan barusan mampu untuk menguras 1% lebih HP Leviathan yang gila itu.
Tapi seakan belum cukup terkejut, aku melihat tombak yang sebelumnya melesat ke langit kini seakan terbang kembali ke pemiliknya.
“Siapa…. Apakah pendekar tombak legendaris yang pernah heboh di berita itu?!”
...∥\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=∥...
...Cerita berikut ini merupakan cerita sampingan yang masih termasuk dalam cerita utama. Hanya saja, pemeran utamanya adalah Aamori....
...Bagi yang menyukai karakternya atau suka dengan petualangan…....
...Maka kisah ini akan sangat cocok untuk Anda!...
...Terlebih lagi, ada bonus mengenai sisi lain dunia game ini yang mungkin takkan pernah diketahui oleh Eric!...
...Selamat menikmati....
...[Aamori’s Journey]...
...[Part 1]...
Setelah berpisah dengan Eric, Aamori segera menaiki kapal yang akan membawaku beserta penumpang lain ke Kerajaan Ilandis. Perjalanan akan membutuhkan waktu lebih dari 2 hari karena kapal akan mengambil rute aman yang telah dilindungi oleh pihak militer dari bahaya Sea Serpent.
“Bisa lihat bukti pembelian tiketmu?” Tanya petugas itu.
“Tentu saja.” Balas Aamori sambil meraih secari kertas dengan stempel api merah itu.
“Silakan masuk.”
Kapal ini cukup besar dengan ruangan penumpang yang penuh dengan kursi. Semuanya berjejer rapi. Meski begitu….
“Kenapa sepi sekali?” Gumam Aamori pada dirinya sendiri.
“Pertama kali ke Kerajaan Ilandis, Tuan?” Tanya salah seorang pelaut yang sedang membersihkan ruangan ini.
Aamori hanya mengangguk ringan terhadap pertanyaannya.
“Hah…. Kerajaan itu sudah hampir tamat. Kekaisaran Avertia mengirimkan banyak pasukan untuk melakukan invasi ke Kerajaan Ilandis. Maka dari itu, mereka adalah pelanggan terbesar Kerajaan Farna dalam hal persenjataan dan militer. Termasuk tentara bayaran. Wajar saja tak banyak orang yang ingin kesana.” Jelas pelaut itu sambil meletakkan kain pelnya.
“Sejak kapan peperangan terjadi? Aku tak ingin terjebak dalam peperangan di perjalananku ini.” Tanya Aamori penasaran.
“Sebaiknya kau bertanya dulu mengenai kondisi tujuanmu sebelum naik. Hah…. Ceritanya akan panjang. Biarkan aku menyelesaikan pekerjaanku terlebih dahulu. Setelah itu, aku akan menceritakannya untuk 5 koin perak.” Ucap pelaut itu sambil tersenyum.
Mendengar syaratnya, Aamori hanya bisa tersenyum.
‘Murah sekali.’
Aamori segera meraih tas kulit di pinggangnya untuk mengambil uang. Ia nampak menghitungnya dengan teliti.
Tapi sungguh disayangkan. Tanpa Ia sadari, sisa uangnya hanyalah 3 koin emas dan 73 koin perak serta beberapa receh koin perunggu.
‘Hah…. Kurasa aku akan menukar uang asli untuk beberapa koin…. Tunggu!’ Teriak Aamori kaget setelah mengetahui tombol [Top Up] telah terkunci dengan warna yang gelap dan simbol gembok putih.
‘Bukankah sistem telah terkunci untukku?! Jadi itu juga termasuk menukar uang dunia nyata menjadi koin emas?! Jika begini…. Nampaknya aku harus berhemat dan mencari pekerjaan di dunia ini….’
Pada akhirnya….
__ADS_1
Aamori dengan berat hati menyerahkan 5 koin peraknya yang sangat berharga.