The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 120 - Epilog


__ADS_3

Semenjak penyerbuan pasukan skala besar ke Dungeon misterius itu, seluruh dunia menjadi heboh. Semua orang mencoba untuk berspekulasi mengenai identitas yang sebenarnya dari Dungeon itu.


Sementara itu, para wartawan menyerbu semua player yang mengikuti penyerbuan itu. Tentu saja, ribuan pertanyaan dilontarkan tanpa jeda sama sekali.


“Katakan pada kami, Tuan Agmar! Apakah benar bahwa di dalam Dungeon itu terdapat kekayaan yang sangat melimpah?!” Tanya seorang wartawan yang menyerbu Agmar pada saat sedang berjalan keluar rumahnya.


“Kalian bisa melihat sendiri di video yang diunggah oleh rekanku. Video itu berdurasi 18 jam lebih dan tak ada bagian yang dipotong sama sekali. Dengan kata lain, video itu meliput seluruh aksi penaklukan kami. Untuk menjawabnya, benar. Harta yang ada sangatlah melimpah.” Jelas Agmar.


“Lalu apakah keberadaan buku kuno di dalam Dungeon itu benar adanya?” Tanya wartawan lainnya.


“Benar. Buku itu ada di dalam ruangan boss, menanti untuk diambil setelah mengalahkan bossnya.” Balas Agmar singkat.


“Tuan Agmar! Bagaimana reaksi para bangsawan terhadap kegagalan Anda dalam menaklukkan Dungeon Misterius iti?!” Tanya seorang Wartawan.


“Para bangsawan, termasuk sang Raja tidak menyalahkanku atas kegagalan itu. Itu karena setidaknya aku mampu membuktikan keberadaan harta serta menyusun denah Dungeon itu. Selanjutnya, sang Raja sendiri yang akan menyusun pasukan penaklukan untuk menyerbu Dungeon itu.” Balas Agmar dengan rinci.


“Lalu apakah Dungeon itu sangat sulit?” Tanya seorang gadis kecil yang sama sekali tak nampak seperti seorang wartawan.


“Dungeon itu sendiri sebenarnya cukup sulit. Wajar saja mengingat hadiahnya. Meskipun, informasi dungeon menjelaskan bahwa rekomendasi level minimalnya adalah 80. Kekalahan kami murni karena kurangnya persiapan dan level prajurit yang hanya berada pada kisaran 50.”


Agmar tiba-tiba terdiam sejenak. Seluruh wartawan yang melihat wajahnya sontak ikut terdiam, menunggu apapun yang akan dikatakannya berikutnya.


“Tapi…. Jika diingat kembali, Dungeon itu sebenarnya tidak terlalu sulit. Perangkap yang ada sudah terekam dengan jelas mulai dari lantai 1 hingga lantai 9. Sedangkan untuk lantai 10 hingga 20 entah kenapa tak ada perangkap ataupun monster sama sekali. Mungkin hal itu ada hubungannya dengan jumlah penyerbu Dungeon yang masuk.


Tapi aku tidak bisa memastikannya. Selain itu, Dungeon misterius itu telah berhasil dipetakan dan dapat diunduh di situs kami. Siapapun yang ingin mencoba Dungeon itu dapat menggunakannya sebagai referensi.” Jelas Agmar panjang lebar mengenai pertanyaan sederhana itu.


“Tolong jawab pertanyaanku! Apakah sosok yang sebenarnya dari boss dungeon itu?! Apakah sangat kuat?” Tanya seorang wartawan wanita.


Mendengar pertanyaan itu, Agmar hanya bisa teringat kembali mengenai pertarungan Partynya melawan boss dungeon itu. Sungguh pertarungan yang berat sebelah.


Setelah beberapa saat berpikir, akhirnya Agmar mulai berbicara.


“Aku sendiri berpendapat bahwa boss Dungeon itu adalah seorang raja iblis. Ia memiliki 4 pengawal yang terlampau kuat. Goblin raksasa, manusia serigala, dan dua orang vampir. Sedangkan kekuatan raja iblis itu sendiri mampu untuk menghadang sihir kelas Unique. Tapi….”


Agmar kembali berhenti berbicara selama beberapa saat.


Segera setelah itu….


“Dia menyebut dirinya adalah seorang penguasa dungeon.” Lanjut Agmar sambil melanjutkan langkah kakinya.


Dengan pernyataan terakhir Agmar itu, seluruh dunia menjadi semakin heboh.


...***...


[Boss dungeon itu adalah seorang penguasa dungeon?]


[Apakah ini ada hubungannya dengan berita kemunculan penguasa dungeon legendaris sekitar setangah tahun yang lalu?]

__ADS_1


[Apakah boss ini seorang player atau NPC?]


[Bagaimana dungeon ini bisa muncul dengan tiba-tiba?]


Beragam artikel dan berita terus menerus bermunculan tanpa henti. Semua orang mencoba membuat spekulasinya sendiri. Termasuk juga Nico yang ikut merekam dari luar Dungeon saat itu.


“Yang bisa kukatakan adalah, kelahiran seorang legenda tak harus merupakan seorang player. Seperti yang pernah dikatakan oleh pihak pengembang Re:Life bahwa NPC juga mampu untuk membaca buku kuno, apalagi memperoleh kekuatan legendaris.” Jelas Nico dengan wajah yang serius.


Di belahan bumi yang lain….


“Kami akan menyiapkan sebagian besar Player dari Jepang untuk misi penaklukan dungeon misterius itu! Tentu saja, persiapan kami akan jauh lebih matang! Bagaimana pun….” Ucap seorang Pria muda dengan mata yang agak sipit itu.


Sementara itu….


“Guild Haven akan mempersiapkan seluruh anggotanya. Ketua Guild kami telah diangkat menjadi seorang bangsawan di suatu kerajaan. Oleh karena itu, mengerahkan pasukan untuk mengambil alih buku kuno yang ada di dalam dungeon misterius itu….” Jelas seorang wanita yang sangat anggun, Rose, kepada media.


Seluruh dunia heboh memikirkan cara untuk menaklukkan dungeon itu. Hal yang wajar karena sejak tahun lalu, sudah tidak ada orang lain yang menemukan buku kuno baru.


Mengetahui bahwa sebuah buku kuno telah menunggu untuk diambil di dalam dungeon?


Tentu saja semua orang akan berlomba-lomba untuk menaklukkan dungeon itu. Hal yang wajar karena dengan sebuah buku kuno, kekuatan seorang player dapat meningkat secara signifikan dan jauh melampaui player biasa.


Meski begitu….


“Kami tidak akan mencoba untuk menaklukkan dungeon itu.” Ucap singkat Pria dengan rambut pirang dan badan kekar itu.


“Alasannya sederhana. Yang pertama, kerajaanku masih dalam tahap pengembangan dan dalam kondisi terancam serangan dari Federasi Pedagang. Aku tak akan membiarkan bahkan seorang prajurit pun untuk memasuki dungeon itu. Sedangkan alasan yang kedua adalah dungeon itu menyimpan banyak misteri….”


Chris menjelaskan panjang lebar mengenai alasannya mengapa tak ingin menaklukkan dungeon itu.


“Tentu saja. Aku sangat menginginkan kekuatan dari buku kuno itu. Tapi mengorbankan keamanan kerajaanku demi sebuah buku? Aku takkan melakukan itu.” Ucap Chris dengan senyuman dan tatapan mata yang tajam.


Semua orang menerima alasan logis dari Chris tanpa mengetahui alasan yang sebenarnya.


‘Dasar Eric. Tak kusangka bahwa kau akan membuat hal seperti ini. Tapi aku sudah menduga sejak awal bahwa kau adalah orang yang hebat. Tentu saja, sebagai sahabatmu aku takkan menyerang dungeonmu kan?!’ Pikir Chris dalam hati sambil tersenyum.


...***...


...15 Juli 2073...


...Indonesia...


...Daerah Istimewa Yogyakarta...


...22.34...


‘Ding dong!’

__ADS_1


Aku menekan bel pintu rumahku setelah menyelesaikan rapat antar eksekutif yang berlangsung selama 3 hari itu. Hal yang dibahas? Mengenai beberapa investor yang berhasil digandeng oleh Elin dan perencanaan anggaran baru bagi Grandia Group.


Tapi aku tak sendirian.


Di sebelahku, terlihat sosok seorang gadis dengan tubuh kecil. Rambut hitamnya yang kini telah melebihi bahunya hanya membuat gadis ini semakin cantik saja.


Akan tetapi, sudah sewajarnya bagi seorang gadis untuk kelelahan setelah bekerja dari pagi buta hingga larut malam seperti ini.


Kesadarannya telah hilang separuh dan kini nampak berjalan sambil tertidur. Aku merangkulnya dengan erat agar Ia tak terjatuh.


“Uh…. Erik? Kita sudah sampai di rumah?” Ucap gadis itu.


“Baru saja, Elin. Maaf jika aku kurang bisa membantumu dalam pembahasan rapat barusan.” Balasku sambil tersenyum. Rangkulan lenganku hanya semakin erat melihat tubuh Elin yang mulai sempoyongan karena rasa kantuk.


“Tidak tidak…. Kau sudah bekerja dengan baik, bahkan melebihi perkiraanku. Terimakasih, Erik. Kau sudah berjuang keras….” Jawab Elin.


Saat kami berdua masih larut dalam pembicaraan singkat itu, pintu rumahku mulai terbuka.


Di balik pintu itu, terlihat sosok tiga orang. Ayah dan ibuku yang sudah mulai mengantuk, serta adikku yang terlihat sedang membawa beberapa berkas di tangan kanannya.


Mereka semua menyambutku dengan senyuman yang sangat ramah. Sebuah sambutan... yang meluluhkan semua rasa lelah di tubuhku ini.


“Kami telah pulang, Ayah, Ibu, Rina….”


...___________________________...


...[Author's Note]...


...Akhirnya, setelah 120 chapter utama dan beberapa chapter ekstra, kita telah sampai di penghujung Arc 1!...


...Dengan kata lain, sudah full tamat Arc 1...


...Aku ucapkan terimakasih banyak kepada pembaca yang selalu setia menanti, memberikan like, komentar, dan juga dukungan gift ataupun vote....


...Semua itu sangat berarti bagiku dan membuatku terus bersemangat untuk menulis....


...Pembaca bisa mengakhiri cerita The Dungeon Master disini atau melanjutkannya ke Arc 2. ...


...Itu karena aku merasa ini adalah ending yang sangat pas buat suatu cerita, meskipun masih banyak yang perlu dibahas....


...Arc pertama ini berjudul Emergence, ya wajar karena fokus utamanya adalah kemunculan si Eric MC kita ini....


...Kemudian untuk Arc kedua yang akan rilis besok berjudul Awakening. Aku ga akan membahas lebih lanjut soal itu....


...Untuk Arc ke 3, 4 dan 5 masih rahasia karena akan sepoil ceritanya....


...Akhir kata...

__ADS_1


...Terimakasih banyak atas dukungan kalian selama ini dan semoga tetap menyukai ceritanya!...


__ADS_2