
...Kamar Hotel...
'Klak!'
Aku membuka pintu itu secara perlahan.
"Selamat atas kemenanganmu Erik." Ucap Elin yang nampak berjalan ke arah pintu.
Meski begitu, penampilannya tak terlihat begitu bahagia. Aku pun segera menyadari sesuatu telah terjadi padanya.
"Elin, ada apa?" Tanyaku singkat sambil membelai kepalanya.
"Entahlah Erik.... Aku sangat mual hari ini." Balasnya segera sambil memelukku.
Mendengar hal itu aku sedikit kebingungan.
'Hmm.... Apakah hanya karena makanan bisa semual ini?'
Setelah berpikir beberapa saat, aku memutuskan untuk mengajaknya untuk menemui dokter besok pagi.
Elin dengan senang hati mengangguk dan kami berdua pun memutuskan untuk beristirahat dengan tenang malam hari ini.
...***...
Keesokan harinya di sebuah rumah sakit....
"Apa?!" Teriakku dan Elin bersamaan setelah mendengarkan penjelasan sang dokter.
"Berdasarkan hasil check-up dan juga uji urin yang telah dilakukan, sudah dipastikan bahwa istri Anda sedang hamil. Dan kini telah memasuki usia 6 minggu kehamilan."
Penjelasan itu bagaikan petir yang menggelegar bagi kami berdua. Sebuah perkataan yang mungkin berada di tingkat Legendary karena membuat kami berdua sangat Shock.
Setelah menerima kenyataan itu, perasaanku dan Elin bercampur aduk. Di satu sisi kami berdua sangat bahagia mendengar hal itu karena pada akhirnya kami akan menjadi sepasang Ayah dan Ibu.
Akan tetapi di sisi lain....
"Penggunaan mesin berteknologi Accelerated Thoughts dalam jangka waktu yang cukup panjang membuat rasa mual yang dialami Nyonya Elin terus meningkat. Hal itu dikarenakan...."
Sang dokter pun terus menerus menjelaskan semuanya secara mendetail.
Setelah beberapa menit penjelasan yang begitu panjang dan lebar, Ia mengakhirinya dengan sebuah kalimat yang cukup mengerikan.
"Terlebih lagi Nyonya Elin yang saat ini mengikuti Kompetisi Internasional, beban pikirannya menjadi bertumpuk sehingga menyebabkan stress berat. Hal itulah yang memicu rasa mual berlebihan padanya.
Saya sama sekali tidak memiliki maksud apapun mengenai kompetisi yang sedang dijalani oleh Nyonya Elin. Akan tetapi saya menyarankannya untuk mengundurkan diri demi kesehatan diri Nyonya Elin sendiri beserta kandungannya."
Setelah diskusi singkat di tempat itu, kami berdua pun memutuskan untuk segera meninggalkan rumah sakit dan beristirahat kembali di hotel.
...***...
__ADS_1
...Kamar Hotel...
"Elin, bagaimana menurutmu?" Tanyaku setelah merebahkan tubuhku di kasur yang besar dan empuk itu.
"Huaaaaaaaaa! Erik! Aku tidak mau mengundurkan diri!!!"
Elin tiba-tiba berteriak dan menangis tak karuan segera setelah mengunci pintu kamar.
Hal yang wajar karena Ia baru saja memasuki babak perempat final dan hanya tersisa 2 pertandingan lagi hingga mencapai final.
Pertandingan Elin berikutnya yaitu melawan seorang pendekar pedang yang tak begitu terkenal dan juga tak begitu kuat. Ia hanya beruntung karena terus menemui lawan yang lemah sehingga akhirnya bisa mencapai babak perempat final.
Bahkan hampir 90% lebih analis dan pengamat pertandingan mengatakan bahwa pertarungan Elin berikutnya akan menjadi kemenangan yang sangat mudah baginya.
Meski begitu, kini Ia harus dihadapkan dengan masalah ini.
"A-aku akan mencoba masuk dunia game selama beberapa menit." Ucapnya sambil berjalan ke arah Kapsul yang disediakan oleh hotel ini.
"Elin...."
Beberapa menit telah berlalu semenjak Elin memasuki dunia virtual itu. Jujur saja kupikir dia akan bertahan sedikit lebih lama.
Akan tetapi....
'Bzzzttt!'
Suara terbukanya pintu kapsul itu terdengar cukup lirih. Bersamaan dengan itu, terlihat sosok Elin yang segera berlari ke arah kamar mandi.
"Hoeeeeekk! Hoeeeekk!"
Teriakannya yang seperti sedang memuntahkan sesuatu pun terdengar begitu keras.
"Elin, kau baik-baik saja?" Tanyaku sambil mendekati Elin dan memijat pundaknya.
"Ugh.... Apakah kau sudah gila? Tentu saja aku tidak baik-baik saja!!"
Entah apa yang ada di pikiranku dengan menanyakan hal itu barusan. Tapi pada akhirnya, aku memijat Elin hingga memuntahkan semua isi perutnya.
Dan ini, aku harus keluar dari hotel dan mencarikan berbagai hal yang sangat diinginkannya saat ini juga.
'Hamil ternyata cukup merepotkan juga....'
...***...
...Stadion Kompetisi...
Setelah pertandingan berakhir dengan kemenangan mutlak Angie, tak ada satu orang pun yang bersorak soray.
Ini adalah hal paling aneh yang terjadi selama berlangsungnya Kompetisi Internasional ini.
__ADS_1
Bahkan sang pembawa acara sama sekali tak bisa berkata-kata mengenai apa yang barusan terjadi dan kini hanya bisa membuka mulutnya lebar-lebar.
Semua itu bukan karena banyak orang membenci Angie. Apalagi karena tidak mendukungnya.
Akan tetapi, suasana ini diakibatkan karena hal yang begitu sederhana tapi sangat sulit untuk dipercaya.
Di seluruh layar yang menampilkan pertandingan Angie melawan salah satu wakil terkuat dari Cina bernama Zhang Lie itu, terlihat angka yang sangat mengerikan.
...[00 : 00 : 01]...
Dengan kata lain, pertandingan barusan berakhir hanya dalam satu detik sejak dimulainya pertarungan.
Zhang Lie yang merupakan salah seorang anggota terkuat Golden Dragon itu nampak keluar dari kapsul dengan wajah yang juga kebingungan. Pria yang memiliki Build sebagai seorang Pengguna Tombak ini seakan tak mampu mempercayai atas apa yang baru saja terjadi.
Wajar saja karena sejak sebelumnya, Angie selalu memenangkan pertarungan dalam waktu yang lebih dari 5 menit.
Angie terus menekan lawannya dengan penggunaan pedang satu tangan, magic orb, busur dan panah, pedang besar, dan belati. Semua itu adalah skillset yang sangat umum diketahui oleh semua orang, dimana Angie mampu mengganti-gantikan senjatanya sesuka hati dan memperoleh kemenangan.
Pertarungannya selama ini begitu indah dengan pergantian senjata yang begitu cepat dan membuat semua orang tak percaya bahwa seorang player bisa melakukan hal itu.
Akan tetapi pertandingan barusan, Angie hanya menggunakan satu jenis senjata yaitu sebuah tombak. Senjata yang sama sekali belum pernah Ia gunakan selama kompetisi ini.
Saat ini Angie nampak berdiri dengan santai di tengah panggung kompetisi itu sambil memejamkan matanya, seakan pertandingan barusan adalah hal yang normal.
Pada akhirnya, sang pembawa acara telah memutuskan untuk melakukan replay dengan kecepatan 0.25x untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi pada pertarungan barusan.
"Ma-mari kita putar ulang videonya secara bersama-sama!" Ucap sang pembawa acara yang masih gugup dan bingung dengan situasi ini.
Pada seluruh layar yang berada di dalam stadion kompetisi ini, terlihat video pertarungan barusan diputar kembali dengan kecepatan pemutaran yang rendah.
Dengan ini, seluruh gerakan Angie seharusnya dapat terlihat dengan jelas.
Akan tetapi, semua itu cukup sia-sia.
Sesaat setelah pertandingan dimulai, Angie dengan sangat cepat melesat ke arah Zhang Lie yang berjarak sekitar 30 meter lebih itu.
Segera setelah berada di dekat Zhang Lie, Angie segera mengeluarkan tombak perak dengan alur keemasan yang begitu indah.
Pada saat itu juga....
Lebih dari 11 tusukan tombak berhasil dilancarkan oleh Angie dalam waktu kurang dari setengah detik.
Bersamaan dengan sebelas tusukan itu, Zhang Lie dengan segera mati dan berubah menjadi cahaya putih.
Pemenang pertandingan pun segera dideklarasikan oleh sistem dan catatan waktu pun segera terekam.
Bahkan dengan kecepatan pemutaran 0.25x sekalipun, kecepatan tusukan tombak yang dilakukan oleh Angie masih sulit untuk dilihat.
Kini, semua orang mulai berspekulasi.
__ADS_1
Apakah Angie benar-benar pendekar tombak legendaris yang dulu sempat menghebohkan dunia dengan daya hancur tombaknya yang melubangi dunia Re:Life itu?