
Pada akhirnya, aku dan Elin tidak dapat memenangkan apapun. Tapi itu bukan hal yang buruk bagiku. Setidaknya aku mulai memahami mengenai batasanku sebagai seorang Player yang tidak mengandalkan kekuatan Summoning.
Sebuah kenyataan bahwa aku sangatlah lemah tanpa keberadaan monster panggilanku. Aku sadar karena memang aku seharusnya bertarung dengan monster panggilan. Meski begitu….
“Aku ingin menjadi lebih kuat, setidaknya untuk melindungi diriku sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain.” Ucapku pada diriku sendiri.
Elin yang duduk di sebelahku di dalam pesawat ini segera membalasku.
“Apa yang kau katakan tiba-tiba Erik?”
“Sudah kubilang, aku ingin lebih kuat sebagai seorang pemain. Aku tidak ingin terlalu mengandalkan kekuatan Summoner.” Balasku.
“Kau itu seorang Summoner, Erik. Wajar saja jika kau harus bertarung dengan memanfaatkan kekuatan monster panggilanmu. Tapi jika kau ingin menjadi lebih kuat…. Mungkin kau bisa berlatih menjadi seorang penyihir.
Jika kau hanya berlatih tanding dengan Lucien, kau tidak akan berkembang karena kemampuan kalian berdua terpaut sangat jauh.” Jelas Elin dengan panjang lebar.
“Berlatih sebagai penyihir?”
“Ya, kau bisa meminta bantuan dan pencerahan dari Alice. Bagaimanapun, Alice merupakan seorang penyihir yang cukup kuat.” Balas Elin.
‘Eh? Alice penyihir yang kuat? Bukankah dia seorang Teleporter?!’ Tanyaku kebingungan. Wajar saja karena bayanganku tentang Alice hanyalah seorang yang pekerjaannya memindahkan banyak hal setiap hari.
“Baiklah, aku akan menghubunginya nanti setelah mengajak Lucien bersamaku.”
...***...
24 Mei, 2073.
Wilayah Kerajaan Salvation.
Istana Kerajaan.
“Huh? Kau ingin berlatih sihir denganku? Bagaimana dengan monster panggilanmu?” Balas Alice dengan wajah yang sedikit kebingungan.
“Aku mohon, Alice!” Ucapku sambil membungkukkan badanku.
“Uh…. Aku sangat ingin membantumu, Eric. Tapi aku masih cukup sibuk dengan pekerjaanku.”
Tapi aku masih terus membungkukkan badanku pada Alice. Beberapa menit berlalu dan Alice nampak semakin kebingungan dengan situasi ini.
“Hah…. Baiklah, Eric. Aku akan membantumu melatih dasar-dasar cara bertarung sebagai seorang penyihir. Tapi setelah itu, kau harus berlatih sendiri. Kau mengerti?”
Aku dengan segera mengiyakan dan mengikuti Alice. Ia menggunakan sihir teleportasinya segera setelah aku berdiri di sebelahnya. Lucien yang hanya diam sejak tadi hanya terus mengikutiku.
__ADS_1
Sesaat setelah itu, pandanganku berubah.
Di hadapanku nampak pohon. Tidak…. Nampak banyak sekali pohon hingga aku tidak bisa melihat apapun.
“Alice? Dimana ini?”
“Kita akan berlatih di Hutan Besar Rodiria, di sebelah Timur Pegunungan Selias, wilayah Kerajaan Salvation.” Jawab Alice sambil mengotak-atik jendela menu di hadapannya. Nampaknya Ia membalas berbagai pesan yang diterimanya.
“Ah, jadi hutan ini bernama Rodiria?”
“Ya, kita akan berlatih disini. Atau lebih tepatnya kau. Aku hanya akan mengajari dasarnya.”
Setelah itu Alice mengajariku cara bertarung seorang penyihir tipe agresif.
Peraturan pertama adalah mengetahui bahwa penyihir memiliki kekuatan serang yang tinggi namun memiliki pertahanan yang lemah. Oleh karena itu, gaya bertarung agresif sangat cocok bagi penyihir. Aku harus menanamkan hal itu di kepalaku.
“Mengerti? Kau terlalu banyak bertahan dengan menggunakan Mana Shield. Memang benar bahwa Mana Shield dapat berguna untuk menghindari serangan yang tak terelakkan. Tapi hanya itu. Kau lebih baik menerima damage dan bergerak untuk memperoleh posisi strategis.”
Alice menjelaskan itu semua setelah membuatku babak belur dengan kemampuan sihirnya. Bahkan Health Point milikku saat ini hanya tersisa kurang dari 10% saja!
Tak pernah kusangka bahwa Alice mampu bertarung sebaik ini. Atau lebih tepatnya, aku yang terlalu lemah.
Lucien yang melihat pertarunganku dengan Alice nampak tersenyum. Entah apa yang membuatnya senang melihat Tuannya dihajar hingga babak belur.
Tentu saja, arah pergerakan yaitu mencari posisi strategis bagi penyihir.
Untuk menggunakan sihir tingkat tinggi yang mampu mengakhiri pertarungan, pastinya akan membutuhkan waktu yang lama untuk aktivasi sihir. Oleh karena itu posisi terbaik adalah sejauh mungkin dari lawan dengan catatan penyihir itu masih mampu melihat targetnya dengan baik.
Kemudian untuk menggunakan sihir tingkat menengah dengan aktivasi yang tidak terlalu lama, jarak yang baik yaitu cukup jauh untuk mampu menghindari serangan balasan dari lawan. Bagaiamana pun, kekuatan sihir menengah adalah pada kecepatan aktivasinya.
Sedangkan untuk sihir tingkat rendah dapat digunakan dimanapun untuk memberikan celah bagi penyihir. Sebagai contoh yaitu sihir Magic Missile, sihir Fireball, Magic Arrow dan lain sebagainya.
Lau terdapat sebuah sihir unik yang memiliki jarak dekat. Sebagai contoh yaitu sihir tipe Enchantment [Elemental Slash]. Elemental mengacu pada berbagai jenis elemen yang ada.
Sihir jenis ini dapat memberikan damage yang luarbiasa besar serta sebuah kejutan bagi lawan. Tentu saja, kelemahannya adalah jaraknya yang pendek.
Tapi sayang sekali, aku bahkan tidak memiliki sebagian besar sihir itu.
“Siapkan saja uang, Eric. Setelah itu aku akan memberikan beberapa anggota Guild Salvation sebuah Quest untuk membelikanmu itu.” Jelas Alice singkat.
“Baiklah. Terimakasih banyak, Alice.”
“Ya. Kalau begitu aku akan pergi dulu. Hubungi saja aku jika kau ingin kembali ke Reinard atau ke tempat lain. Dah.”
__ADS_1
Setelah menyelesaikan perkataannya, Alice segera menghilang dibalik cahaya biru lingkaran sihir teleportasi yang indah. Sedangkan aku? Aku masih berada di Hutan Besar Rodiria untuk melatih sihirku dengan melawan monster yang ada disini.
Tentu saja, Lucien selalu ada di sampingku untuk menemaniku. Ia akan menjagaku dan memberi pelajaran tambahan selama Alice tidak ada.
...***...
Di suatu tempat.
Di dalam sebuah bangunan yang cukup indah.
“Jadi…. Apakah pekerjaan itu kau terima?” Tanya seorang Pria muda dengan badan yang cukup kekar, Grund.
“Ya, lagipula bayarannya cukup besar. Setelah negosiasi yang cukup alot dengan Player Cina itu, aku memperoleh kontrak dengan bayaran sebesar 14 juta Dollar. Kita bisa mengerjakannya bersama dan membaginya untuk 7 orang.” Jelas seorang Wanita dengan rambut putih dan mata merah, Evalina.
“Lalu, seperti apa pekerjaannya?” Tanya seorang Wanita dengan rambut berwarna perak dan mata biru, Luna.
Segera setelah itu, Evalina menjelaskan situasinya secara rinci kepada seluruh anggota Guild Seven Star. Pada intinya, Guild Golden Dragon yang merupakan Kliennya ingin Seven Star untuk memperoleh informasi mengenai seorang peserta Kompetisi Internasional.
Alasannya sangat sederhana. Itu semua karena meskipun Player ini tidak memiliki kemampuan sama sekali dalam bertarung, tapi Ia memiliki level yang sangat tinggi. Bahkan….
“Apa?! Dia naik 150 level hanya dalam waktu kurang dari 3 minggu?!” Teriak Grund.
“Ya, setidaknya itulah yang dikatakan oleh Liu Ying. Nampaknya Ia memiliki beberapa pegawai yang tugasnya adalah memperhatikan Leaderboard level dari banyak pemain yang memiliki potensi.” Balas Evalina.
“Tapi…. Bagaimana bisa? Bahkan kita….”
Grund seakan tidak percaya atas apa yang telah Ia dengar.
Benar saja, menaikkan lebih dari 150 level hanya dalam waktu kurang dari 3 minggu sangatlah mustahil. Bahkan bagi Guild Seven Star yang telah menemukan tempat perburuan rahasia.
“Itulah kenapa, kita harus segera mengetahui rahasianya. Tentu saja kita akan membagikan informasinya kepada Guild Golden Dragon karena itu sudah termasuk dalam kontraknya. Bahkan jika kita tidak mampu untuk memperoleh rahasianya, mereka meminta kita untuk membawa orang itu secara paksa.” Jelas Evalina.
“Lalu…. Siapa sebenarnya orang ini?” Tanya Archie dengan suara yang lirih. Ia memiliki penampilan yang cukup sederhana dengan rambut pendek berwarna ungu gelap yang menutupi mata kanannya.
“Eric. Kita akan segera mencari informasi mengenai keberadaannya di Re:Life.”
“Eric?” Tanya Luna dengan mata terbelalak dan ekspresi yang sangat terkejut.
Setelah mendengar nama itu, beberapa orang nampak sedikit terkejut. Terutama Luna. Ya, bagaimana lagi? Ia bahkan masih ingat sosok Player pemula yang pernah Ia bantu di Desa Hige.
Mengetahui bahwa pemain pemula yang tak memahami apapun itu menjadi target? Bahkan memiliki kemampuan leveling yang melebihi Seven Star?
Rasanya sangat sulit untuk dipercaya.
__ADS_1