
‘Duaaaaarrr!!!’
Terdengar suara ledakan yang sangat besar di tengah padang pasir ini. Dari kejauhan nampak bola api yang besar dengan diameter ledakan setidaknya 25 meter. Inilah salah satu skill milikku, Fire Blast.
[Fire Blast]
Rarity : Epic
Konsumsi Mana : 20.000
Cooldown : 120 detik
Efek : Menciptakan ledakan yang besar dengan elemen api. Ukuran ledakan api yaitu sebesar 10 meter ditambah jumlah Intelligence dan Magic Power yang dimiliki. Memberikan Magic Damage sebesar 150% dari total Magic Power pengguna Skill.
Sebuah skill yang cukup sederhana. Gunakan skill ini dan ciptakan ledakan besar yang kuat. Itulah skill jenis [Blast].
Variasi lain dari skill ini didasarkan atas elemennya. Sebagai contoh untuk elemen angin yaitu [Wind Blast] dan elemen air yaitu [Water Blast].
Tapi ada yang aneh….
Berdasarkan deskripsi skill maka ukuran ledakannya yaitu sekitar 10 meter. Lantas bagaimana bisa ledakan yang terjadi mencapai ukuran 25 meter?
Tentu saja itu semua efek dari skill [Amplify] yang aku gunakan sebelumnya! Meskipun baru 1 kali amplifikasi, tapi efeknya sangat menjanjikan!
“Sialan…. Tak kusangka akan seberat ini….” Ucapku sambil meneguk botol Full Mana Potion.
Aku berencana untuk berlatih menggunakan kombinasi antara [Amplify], [Overdrive] dan [Fire Blast] terlebih dahulu sebelum hari invasi. Meskipun, hanya tersisa 1 hari saja hingga mencapai Dungeon Perbatasan.
“Penggunaan Amplify nampaknya memberikan beban yang cukup besar bagi tubuhmu, Tuanku. Selain itu, diperlukan konsentrasi yang cukup tinggi untuk terus menerus menggunakan Overdrive. Belum lagi masalah Mana Point yang….” Jelas Lucien.
Tentu saja, aku tak melupakan mentor terbaik di dunia ini! Setidaknya menurutku, dia adalah mentor yang terbaik.
“Terimakasih, Lucien. Tapi aku sedikit tidak memahami mengenai alasan dibalik menutup mata kiriku dengan kain ini.” Balasku sambil menunjuk kain hitam di mata kiriku.
“Fufufu…. Itu karena kekuatan Tuanku yang sangat dahsyat, maka kau harus menahannya agar tidak meluap! Sedangkan aku….”
Aku salah. Lucien memang sering memberi arahan yang baik dan membangun. Tapi sesekali, Ia melontarkan omong kosong yang aneh itu.
Tanpa membalas perkataan Lucien yang bahkan hingga sekarang belum selesai, aku segera melepas kain hitam yang menutupi mata kiriku ini. Bahkan aku membuangnya ke tanah setelah mengetahui alasan konyol itu.
__ADS_1
“Aaaah!!! Tuanku! Kenapa kau melepaskannya?! Jika kau melakukannya maka kekuatan naga kegelapan akan….” Teriak Lucien sambil melontarkan omong kosong berikutnya.
Bahkan Ia mulai jatuh tersungkur di tanah sambil menutupi wajahnya seperti orang yang benar-benar ketakutan.
Aku sekarang menjadi sedikit heran, dimana Lucien mempelajari berbagai hal itu? Naga kegelapan? Dewa kematian? Anak dari cahaya? Apa-apaan semua itu?
“Huh…. Hentikan omong kosongmu, Lucien. Aku perlu berkonsentrasi. Amplify….” Ucapku menghiraukan perkataan Lucien.
Secara perlahan, muncul lingkaran sihir berwarna merah di ujung tongkatku. Lingkaran sihir itu semakin lama semakin besar hingga mencapai ukuran terbesarnya setelah aku menggunakan 200.000 Mana Point dan aktivasi sihir selama 30 detik.
‘Bahkan seberat ini meskipun baru satu lingkaran sihir?’ Ucapku dalam hati.
Benar saja, sesaat setelah aku menggunakan skill [Amplify], aku merasakan beban yang cukup besar di tangan kananku. Terutama di ujung Staff of Enigma milikku. Rasanya seakan aku mengangkan tongkat yang memiliki tambahan beban di ujungnya seberat 50 Kg.
Menghiraukan berat yang kurasakan, aku segera menggunakan skill [Overdrive].
Seketika, muncul 4 buah lingkaran sihir berwarna perak yang mengelilingi tubuhku secara diagonal. Bahkan, wujud lingkaran sihir ini menyerupai bentuk gerigi mesin. Dengan kalimat sederhana, sihir ini terlihat sangat keren!
[Tentukan Skill yang akan dipengaruhi oleh efek Overdrive!]
Notifikasi sistem itu selalu muncul setelah aku menggunakan skill [Overdrive]. Dengan segera, aku memilih skill [Amplify]. Caraku memilih? Aku tak perlu menekan berbagai tombol yang ada di jendela menu milikku. Tapi aku hanya perlu memikirkannya saja.
Seketika, sistem memahaminya.
[Skill Amplify telah mengalami pengurangan Cooldown sebanyak 600 detik!]
[Skill Amplify telah siap digunakan kembali!]
“Amplify!” Teriakku setelah melihat notifikasi sistem itu.
Secara perlahan, muncul lingkaran sihir lagi di atas lingkaran sihir Amplify yang sebelumnya. Kali ini, memiliki warna merah yang lebih tua dan ukuran yang sedikit lebih kecil.
“Uggh!!! Sialan! Berat sekali….”
Segera setelah skill [Amplify] kedua selesai diaktifkan ke titik maksimum, aku merasakan berat yang luarbiasa di tangan kananku. Bahkan aku harus menopang tangan kananku dengan menggunakan tangan kiriku. Semua itu hanya untuk menahan tongkatku tetap tegak.
Berat yang kurasakan? Mungkin kali ini 3 kali lipat berat yang sebelumnya. Untuk tepatnya aku tak dapat mengetahuinya secara pasti. Yang jelas, ini sangatlah berat.
‘Sialan…. Jika seperti ini, apakah memang mungkin untuk menggunakan Skill [Amplify] sebanyak 10 kali? Bukankah beratnya akan semakin mengerikan nantinya?’ Pikirku dalam hati.
__ADS_1
Tanpa menunggu lebih lama lagi, aku melepaskan sihir [Fire Blast] di arah kejauhan. Targetnya? Hanya padang pasir yang sangat luas dan tak memiliki salah apapun. Sayangnya, pasir itu harus menerima ledakan ini.
“Fire Blast!” Teriakku sambil mengangkat tongkatku cukup tinggi, menyesuaikan arah dan lokasi yang kuinginkan.
Seketika, 2 buah lingkaran sihir merah Amplify mulai berputar dengan cepat. Semakin dekat dengan selesainya aktivasi sihirku, perputarannya semakin cepat hingga akhirnya melebar dan mulai memudar.
Di kejauhan, nampak setitik bola api kecil. Tapi dalam waktu kurang dari satu detik, bola api itu membesar dengan sangat cepat. Ledakan yang ditimbulkan sangat besar dan memekikkan telinga siapapun yang mendengarnya.
‘DUUUUUUAAAAARRRR!!!’
Kali ini, setelah 2 kali Amplifikasi, ledakan yang terbentuk lebih besar dari 40 meter. Aku sedikit heran mengapa tidak menjadi 50 meter atau lebih. Apakah tipe peningkatan ukuran ledakannya tidak berbanding lurus? Aku tak tahu. Yang jelas….
Angin yang terhempas dari ledakan di kejauhan itu menerpaku dengan kuat. Bersamaan dengan pasir yang menghujani tubuhku dan Lucien.
Tak cukup sampai disitu….
[Anda telah mendengar suara yang terlalu keras!]
[Anda menerima efek Deaf selama 30 detik!]
[Anda tidak dapat mendengar suara apapun selama 30 detik!]
[Suara yang terlalu keras telah merusak gendang telinga Anda!]
[Anda telah menerima 3.521 damage!]
“Gi-gila! Bahkan jarakku dengan ledakan itu cukup jauh! Jika seperti ini, aku rasa membunuh ribuan barbarian sekaligus bukanlah hal yang mustahil! Tapi apa-apaan efek ini?!” Teriakku setelah melihat notifikasi sistem itu.
Tentu saja, aku tak dapat mendengarkan perkataanku sendiri. Lucien nampak mengatakan sesuatu tapi aku sama sekali tak bisa mendengarnya. Yang dapat kudengar saat ini hanyalah suara nyaring ‘ngiiiiiing’ yang terngiang di dalam kepalaku.
Tapi melihat hasil ini, aku sangat puas. Dengan kemampuan ini, aku yakin kalau aku dapat memotong banyak sekali pasukan barbarian yang menyerbu besok. Selain itu…. Aku bisa sedikit memamerkan kekuatan baruku kepada Chris dan Salvation.
‘Bukankah jika seperti ini, Chris akan memberikanku hadiah? Hahaha…. Bercanda.’ Ucapku dalam hati.
Segera setelah ledakan sihir terakhirku itu, aku memutuskan untuk beristirahat selama beberapa saat. Tentu saja, Lucien mulai mengulas mengenai sihir yang kulontarkan barusan. Tak lupa, Ia juga mengocehkan omong kosongnya.
“Sudah kukatakan padamu, Tuanku! Kekuatan naga kegelapan yang berada jauh di dalam dirimu akan mengamuk karena kau melepaskan segel di mata kirimu itu!”
Mendengar hal itu, aku hanya bisa tersenyum. Tunggu…. Jangan katakan bahwa aku mulai menyukai omong kosongnya?!
__ADS_1