The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 200 - Elin vs Clever


__ADS_3

“Gi-gila! Hanya dalam waktu sesingkat itu dia mampu mengalahkannya?!”


“Ini sudah berlebihan! Bagaimana mungkin seorang Player menjadi sekuat itu?!”


Keributan pun terjadi diantara para prajurit yang menonton latih tandingku dengan Pahlawan Perisai, Alistar. Tentu saja hasil seperti ini sudah terpikirkan olehku.


Bagaimana tidak? Alistar adalah seorang NPC dengan kemampuan bertahan yang sangat tinggi akan tetapi memiliki kemampuan penyerangan yang rendah.


Buktinya? Ia mampu menahan Skill [Magic Barrage] milikku yang telah diberi [Amplify] singkat. Magic Barrage memiliki kemampuan untuk menembus sebagian Defense milik targetnya. Mampu menahan 60 peluru sihir yang tepat mengarah ke tubuhnya….


‘Benar-benar monster….’


Alistar memiliki HP sebesar 598.200 poin yang membuatnya benar-benar kokoh sebagai seorang Tank. Bahkan Ia belum menggunakan Equipment terbaik. Oleh karena itu, aku sangat puas dengan hasil ini.


“Apakah kau baik-baik saja?” Tanyaku kepada Alistar sambil mengulurkan tanganku.


“Tentu saja, Tuan Eric. Pertarungan barusan benar-benar membuka mataku. Terimakasih banyak atas pelajarannya yang begitu berharga.” Balas Alistar sambil menjabat tanganku.


Segera setelah itu, aku menggunakan skill [Heal] untuk menyembuhkan seluruh luka yang Ia alami.


Kemudian babak pertarungan pun memasuki ronde berikutnya.


Kini, Elin berdiri di hadapan sang Pahlawan Pedang, Clever. Ia adalah seorang Pria yang cukup tampan dengan zirah perak yang indah. Dengan rambut merahnya yang menyala itu, Ia memberikan tekanan yang cukup kuat sebagai seorang Pahlawan Pedang.


“Nona Elin, aku mohon bimbingannya.” Ucap Clever sambil menundukkan kepalanya.


“Aku juga, Pahlawan Pedang Clever. Bahkan aku merasa akan kalah darimu karena perbedaan senjata kita.” Balas Elin sambil tersenyum dan memandangi belati hitam dengan corak merah seperti petir itu.


Aku pun segera melangkah ke tengah lapangan untuk menjadi wasit.


“Apakah kalian berdua siap? Dalam hitungan ketiga, latih tanding ini akan dimulai. Satu…. Dua…. Tiga!” Teriakku dengan keras.


‘Sraaat!!’


Kali ini, yang bergerak maju terlebih dahulu adalah Elin. Meski tak menggunakan Buff [Blessing of the Lightning Prince] miliknya, Elin masih mampu bergerak secepat kilat.


Dengan segera, Ia mengarahkan kedua belatinya tepat ke tubuh Clever. Melihat kejadian ini, Clever nampak memberikan tatapan yang tajam tanpa ekspresi sedikitpun.


Sesaat sebelum Elin menusukkan belatinya….


‘Wuooossh!!!’


Tekanan angin yang sangat kuat membuat Elin terlempar jauh ke belakang.


Kini, tubuh Clever telah diselimuti oleh api merah yang membara kuat. Api itu memberikan tekanan yang cukup besar ke segala arah. Bersamaan dengan itu, Clever mulai berbicara.


“Maafkan aku Nona Elin. Tapi aku akan bersungguh-sungguh untuk mengalahkanmu dengan seluruh kemampuanku.”


Clever segera mengayunkan pedangnya dengan kuat.

__ADS_1


Aku pun menyadari bahwa ayunan pedang ini dapat memberikan dampak yang berbahaya. Oleh karena itu aku segera melompat ke barisan depan penonton yang berada tepat di arah tebasan itu.


Dengan segera, aku menggunakan skill [Mana Shield] dengan jangkauan yang lebar untuk menahan efek tebasan itu.


Benar saja….


Dari tebasan kuat yang diberikan oleh Clever, muncul api yang membara dan terbang ke arah Elin.


‘Duuaaarrr!!! Wuoooshh!!!’


[Anda telah menerima 32.124 damage!]


[Mana Shiled telah ….]


“Gila! Hanya dari tebasan seperti itu? Bahkan Elin telah menahan sebagian tebasanny!” Teriakku penuh terkejut.


Di hadapanku, terlihat sosok Elin yang menyilangkan belatinya untuk menahan tebasan api itu. Seluruh tanah yang ada di samping tubuhnya nampak terbakar hingga menghitam.


“Menarik!” Teriak Elin sambil tersenyum lebar. Ia memberikan tatapan yang sangat tajam serta dipenuhi oleh kebahagiaan pertarungan ini.


Pada saat itu juga….


‘Jedaaarrr!!!’


Sebuah sambaran petir berwarna merah mengenai tepat tubuh Elin. Pada saat itu juga, tubuh Elin diselimuti oleh kilatan berwarna merah yang menyambar kesana kemari.


Arlond yang memahami betapa berbahayanya pertarungan ini segera meminta seluruh penjaga dan prajurit untuk mengungsi.


“Elin! Tahan dirimu! Jangan sampai kau menghancurkan tempat ini!” Teriakku dengan keras.


Meski begitu, Elin tak menjawabnya. Ia nampak sedang berusaha menembus pertahanan milik Clever sekuat tenaga.


‘Trraang!! Klaangg!! Wuooosshh!!!’


Pertukaran pukulan antara belati milik Elin dengan pedang milik Clever membuat seluruh tanah di tempat ini tidak hanya hangus dan mengitam, tapi juga retak dan hancur lebur.


“Fire Burst!” Teriak Clever sambil mengarahkan tangan kirinya ke tubuh Elin.


Seketika, semburan api merah yang sangat kuat dan besar menyelimuti seluruh tempat ini.


Alistar sang Pahlawan Perisai yang menyadari hal itu segera melompat untuk menahan semburan api itu. Perhitungan waktunya benar-benar tepat sehingga semburan api itu tak mengenai bangunan yang ada di lintasannya.


Elin yang nampak menerima damage besar ternyata telah melompat tinggi di udara. Ia menyilangkan belatinya dan nampak terjun bebas dengan kecepatan yang luarbiasa tinggi.


Clever yang menyadari hal itu segera menggunakan pedangnya sebagai perisai untuk menahan tebasan belati milik Elin.


‘Duaaarrr!!!’


Seluruh tanah yang menjadi tumpuan Clever hancur lebur. Bersamaan dengan itu, sambaran petir merah yang mengelilingi tubuh Elin nampak menghancurkan sebagian besar area di dekat tubuh Clever.

__ADS_1


Tak berhenti disitu, Elin dengan sangat cepat mendarat dan berlari mengelilingi tubuh Clever dengan kecepatan tinggi.


‘Masih 20 detik lagi!’ Pikir Elin sambil memperhatikan jendela menu di hadapannya yang menunjukkan sisa durasi Buff [Blessing of the Lightning Prince] miliknya.


Clever yang menyadari situasi memburuk karena Ia tak lagi mampu mengimbangi kecepatan serangan Elin segera menggunakan taktik yang mengerikan. Ia menyerang ke segala arah tanpa memberikan ampun.


‘Duaarrrr!! Wuooosshh!! Slaaashh!!’


Tebasan demi tebasan…. Sihir demi sihir…. Clever melontarkan segalanya.


Akan tetapi, Elin dengan mudah menghindarinya dengan memanfaatkan skill dari [Ancient Desert Dragon’s Footwork] yang memungkinkannya untuk menghindari segala serangan selama 4 detik.


Segera setelah itu….


;Srraaaatt! Sraat!! Sraattt!! Klaangg!!’


Elin bergerak melampaui batasan wajar di dunia ini. Kecepatannya sama sekali tak bisa diikuti oleh mata. Ia nampak menghilang tapi memberikan tebasan tepat di tubuh Clever.


Satu…. Dua…. Tiga….


Elin melancarkan lebih dari 4 tebasan tiap detiknya dari segala arah. Depan, belakang, samping kiri….


Ia melakukannya seakan Elin selalu berada di samping targetnya. Meski begitu, Elin sebenarnya terus menerus berlari mendekati Clever, segera setelah memberikan tebasan Ia segera menjauh dan bersiap untuk memberikan tebasan dari sisi yang lain.


Semua itu terjadi terus menerus.


Clever yang nampak kesulitan untuk menahan serangan Elin, pada akhirnya….


‘Klaangg!!’


Ia menjatuhkan pedang miliknya serta mengangkat kedua tangannya.


Melihat hal itu, Elin segera berhenti dan bertanya.


“Clever? Apa yang kau lakukan?” Tanya Elin dengan wajah yang kebingungan.


Mendengar pertanyaan konyol itu, Clever hanya bisa tersenyum masam dan membalasnya.


“Tentu saja aku menyerah, apalagi? Sungguh, kecepatan macam apa itu Nona Elin? Aku sama sekali tidak bisa mengikutinya.”


Bersamaan dengan itu, aku pun segera mendeklarasikan kemenangan Elin.


“Dan pada akhirnya! Pemenangnya adalah Elin!!!”


“Yeeeey!!!”


“Luarbiasa!”


“Apa-apaan pertarungan barusan?! Hebat sekali!”

__ADS_1


“Aaah! Sayang sekali aku tidak bisa merekamnya!”


Ternyata seluruh Prajurit baik NPC maupun Player, hanya mundur sedikit dan tetap menonton pertarungan latihan yang gila ini.


__ADS_2