
...Wilayah Hutan Suci...
...Daerah Barat Daya Kerajaan Suci Celestine...
Beberapa puluh menit telah berlalu semenjak kami berlari ke arah yang ditunjukkan oleh Rianne. Hingga akhirnya, kami pun tiba.
Apa yang kami lihat adalah apa yang telah kami cari selama ini. Yaitu para Elf.
Hanya saja….
“Tolooooong!!!”
“Selamatkan anakku!!!”
“Hiks…. Hikss….”
Apa yang tersisa di tempat ini hanyalah keputusasaan dan kesedihan.
Hanya melihat pemandangan ini saja membuat tubuhku gemetar.
“Siapa…. Siapa yang berani membantai para kaum Elf yang cantik ini!!!” Teriakku penuh kesal sambil melangkah mendekati mereka semua.
Elin dan Cathy mengikutiku. Sementara Lucien dan Rianne nampak berjaga di belakang dan memantau situasi.
“Apa yang telah terjadi?” Tanyaku kepada seorang wanita dengan rambut pirang yang panjang dan halus itu. Ia nampak sedang menangis sambil memeluk sebuah boneka. Penampilanku yang ditutupi oleh topeng perak itu justru nampak cukup mengerikan. Tapi aku tak begitu memperdulikannya.
“Putriku…. Mereka telah membawanya pergi…. Bersama dengan ratusan gadis yang lain….” Ucap wanita itu.
‘Diluar dugaan…. Mereka mempercayai kami? Atau karena sudah tak ada lagi tempat untuk meminta pertolongan?’ Pikirku dalam hati melihat reaksi mereka.
“Siapa yang membawa mereka?” Tanya Elin singkat. Ia juga mengubah [Ethereal Silver Mask] ke mode [Real] sehingga menutupi wajah manisnya itu.
“Para manusia sialan itu!!! Aku akan membalaskannya!!!”
Tanpa ku sangka, ekspresi wanita yang sebelumnya dipenuhi dengan kesedihan itu berubah total. Ia kini menunjukkan wajah yang hanya dipenuhi oleh satu emosi. Yaitu amarah.
Bersamaan dengan hal itu….
...[Hidden Quest!]...
...[Rage of the Wooden Elves]...
...[Rank : ???]...
...[Misi]...
...Balaskan dendam para Wooden Elves dengan memburu para penculik kaum mereka. Jika memungkinkan, selamatkanlah semua Elf yang sudah diculik!...
...[Hadiah Menyelesaikan Misi]...
...Suku Wooden Elves akan selamanya berterimakasih kepada Anda!...
...Memungkinkan perubahan Ras menjadi Wooden Elf dan meningkatkan 10 Growth Point pada Status AGI. Memperoleh Unique Racial Skill : Swiftness of the Wooden Elves....
...[Konsekuensi Menerima Misi]...
...Harus menyelesaikan Quest dalam waktu kurang dari 3 hari dunia game....
...[Konsekuensi Menolak Misi]...
...Tidak Ada....
...[Apakah Anda akan menerima Hidden Quest ini?]...
__ADS_1
...[Ya] [Tidak]...
Melihat jendela menu yang muncul di hadapan kami berdua, aku dan Elin segera tersenyum lebar.
‘Inilah yang kunantikan dari sebuah petualangan! Aku akan memikirkan pembuatan kontrak dengan mereka nanti! Sekarang….’
Setelah tersenyum puas di balik topeng itu, aku pun membalas perkataan wanita itu.
“Serahkan saja pada kami. Sekarang, katakan. Siapa dan darimana para penculik itu?” Tanyaku sambil menyilangkan kedua lengan di dadaku.
Elin juga nampak menganggukkan kepalanya mengenai hal ini.
Bersamaan dengan diriku yang menekan tombol [Ya], notifikasi sistem yang baru muncul di hadapan kami.
[Anda telah menerima Hidden Quest : Rage of the Wooden Elves]
[Sisa Waktu – 71 : 59 : 52]
Akan tetapi, apa yang keluar dari mulut wanita itu membuat seluruh tubuhku merinding.
“Para wakil Dewi sialan itu…. Mereka menyebut kami sebagai makhluk hina?! Apanya yang hina?! Bukankah mereka hanya menculik para gadis dan membawanya hidup-hidup tapi membunuh yang lainnya?! Sialaaaan!!!”
“Eh?”
“Wakil Dewi? Jangan katakan….”
Pada saat itulah…. Aku sadar bahwa aku telah melakukan salah satu kesalahan terbesar selama permainan ini. Sebuah kesalahan…. Yang akan menentukan takdirku di masa yang akan datang.
...***...
...Ibukota Kekaisaran Avertia...
...Kota Avarice...
...Penjara Bawah Tanah...
Di balik jeruji besi yang tebal dan kokoh itu, nampak sosok seorang Pria dengan kulit yang cukup gelap dan tubuh yang kekar sedang mengayunkan palu besar ke sebuah bilah pedang. Ia menggunakan sebuah Anvil yang besar sebagai tumpuan untuk menempa pedang itu.
‘Klang! Klang!’
Waktu terus berlalu.
Meski begitu….
“Gagal lagi ya?” Ucap Pria itu pada dirinya sendiri. Ia pun segera melempar pedang yang patah itu ke sudut ruangan.
‘Traangg!’
Di sudut ruangan itu, nampak tumpukan pedang yang sangat banyak. Itu semua adalah produk gagalnya.
‘Bruk!’
Setelah mendapati bahwa pekerjaannya yang ke 749 juga berakhir dengan kegagalan, Pria itu segera merebahkan tubuhnya ke lantai batu itu.
“Aku…. Apakah aku akan selamanya terjebak disini? Memang benar bahwa mereka mengampuni nyawaku tapi…. Memintaku untuk menciptakan senjata dan zirah yang setingkat dengan itu…. Kurasa mustahil.”
Waktu terus berlalu….
Hingga pada akhirnya, Ia hampir kehilangan harapan.
“Kurasa…. Aku harus Log Out dan meminta bantuannya.” Ucap Pria itu sambil bangun dari tidurnya.
Ia dengan segera membuka jendela menu yang dipenuhi dengan simbol gembok dan warna yang gelap itu.
__ADS_1
Tapi pada saat jari telunjuknya telah berada di depan satu-satunya tombol yang tidak memiliki simbol gembok, Ia nampak ragu-ragu.
“Apakah…. Ini adalah pilihan yang benar? Dengan berbuat curang seperti itu…. Apakah pada akhirnya aku akan diakui?”
Pria itu semakin bimbang. Suatu hal yang sangat kontras dengan tubuh kekarnya.
Pada akhirnya, Ia memutuskan untuk menempa pedang yang baru. Ia melakukan semua ini di dalam sebuah ruang tahanan yang gelap dan dingin. Tak ada pencahayaan selain bara api dari tungku serta percikan bara dari logam yang Ia tempa.
Meski begitu….
Ia sama sekali tak gentar. Ia terus mengayunkan palunya tanpa mengenal rasa lelah.
Meskipun di hadapannya telah muncul jendela sistem berwarna merah menyala, yang menandakan Stamina Point miliknya telah berada di angka minus. Ia terus menggerakkan tangannya meskipun kini seluruh status miliknya mengalami penalti yang sangat mengerikan.
Bahkan setelah levelnya dikunci pada angka satu, Pria itu masih berusaha untuk berpegang teguh pada prinsipnya. Yaitu untuk membuktikan kesungguhan dan perjuangannya.
Hingga akhirnya….
“Gagal juga ya? Pedang ke 750 ini….”
‘Duuuaaaaarrrr!!!’
Terdengar suara ledakan yang begitu besar dari atas penjara ini. Tak hanya itu, getarannya pun mampu mencapai ruangan Pria itu.
“Apa yang sebenarnya terjadi?! Ada apa ini?!” Teriak Pria itu kebingungan. Ia segera mengambil dua buah pedang gagal miliknya sebagai senjata pertahanan. Pakaiannya yang hanya merupakan kain hitam itu seakan tidak memberi Defense sama sekali padanya.
‘Blaaaarr!!!’
‘Duuuaarr!!’
‘Wuuuooosshh!!!’
Suara gemuruh itu terus terdengar dengan sangat keras. Bahkan suaranya semakin keras. Seakan….
“Apakah…. Sumber suara itu mendekat kemari?! Sialan! Apa yang harus kulakukan?!” Teriak Pria itu kebingungan.
Hal yang wajar karena Ia tak boleh mati. Jika Ia sampai mati, maka seluruh perjuangannya hingga hari ini akan berakhir sia-sia.
Oleh karena itu, Ia memikirkan segala kemungkinan dan cara untuk bertahan hidup.
Hingga pada akhirnya….
Ia melihat sesuatu di balik jeruji besi itu.
Sosok seorang wanita dengan rambut panjang berwarna merah gelap. Ia memiliki dua buah tanduk merah kehitaman di samping kepalanya. Sedangkan matanya memiliki warna keemasan dengan iris yang tajam seperti hewan buas.
Tubuhnya tidak terlalu tinggi. Akan tetapi, tangan dan kakinya nampak memiliki sisik yang tebal di sebagian tempat.
Di bagian belakang tubuhnya, nampak sebuah ekor berwarna merah seperti ekor milik reptil.
Bersamaan dengan kedatangan wanita itu, Ia berbicara.
“Pemimpin para naga api, Arroth, telah mengirimku untuk menyelamatkanmu. Kau telah menunjukkan kesungguhan yang luarbiasa. Meski begitu, kau masih belum menemukan peninggalannya. Oleh karena itu, mulai hari ini aku akan menjadi penjagamu. Perlu diingat, aku takkan membantu apapun selain menjaga dirimu.”
Wanita itu menjelaskan situasi yang terjadi dengan suaranya yang begitu tajam dan tegas. Kemudian, wanita itu segera mengayunkan lengannya dengan cepat.
‘Zrraaatt!! Klaaang!! Blaarrr!!’
Jeruji besi yang tebal dan kuat itu hancur seketika.
Melihat hal ini, Pria itu seakan tidak mampu mempercayainya.
“Apa yang kau tunggu? Kita harus segera keluar dari tempat ini.” Ucap wanita itu sambil segera pergi.
__ADS_1
Dan itulah, awal mula seorang Pria bernama Aamori memperoleh kebebasannya setelah tertangkap oleh Imperial Royal Knights beberapa waktu yang lalu.
Kini yang menantinya…. Hanyalah kejayaan yang bahkan tak pernah bisa diimpikan oleh siapapun di dunia ini.