
Beberapa jam telah berlalu semenjak Lucien mulai mengendalikan tubuhku.
Aku juga telah beristirahat cukup banyak selama itu.
Hasilnya?
Pertempuran berjalan dengan sangat sengit. Itu semua dikarenakan gajah-gajah sialan yang besarnya tak masuk akal ini.
Aku… lebih tepatnya Lucien bekerja sama dengan Chris untuk menumbangkan sebanyak mungkin gajah raksasa ini. Jumlah total mereka ada 22. Sedangkan untuk membunuh seekor gajah raksasa ini membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 5 menit.
Tentu saja, yang memenggal kepala monster itu adalah Chris. Bagaimana pun, Chris memiliki kekuatan serangan individual yang paling besar diantara kami semua.
Sedangkan para Barbarian dan penunggang hewan buas lainnya?
Mereka harus menghadapi pasukan pemanah yang dipimpin oleh Elin.
Neo dan Alice terus menerus berpindah tempat. Mereka terus memberikan laporan terkini mengenai kondisi pertempuran yang sedang berlangsung. Dengan begitu, ketika ada sisi dinding yang sedang kritis maka bantuan dapat diarahkan secepat mungkin.
Kami semua sangat bersyukur dengan kecerdasan luarbiasa yang dimiliki oleh Neo dan Elin. Dengan kehadiran mereka berdua saja, pergerakan pasukan dapat terjadi dengan sangat rapi serta meminimalisir kerusakan yang parah.
Bahkan sebelum menerima laporan dari Alice, Elin telah mampu memprediksi sisi yang akan menerima hantaman paling keras dari Barbarian.
“Divisi 14 dan 19! Pergi ke bagian Utara! Mereka membutuhkan bantuan dalam menahan serbuan Barbarian melalui lubang di dinding itu! Divisi 16! Apa yang kalian lakukan?! Cepat ke bagian Selatan dinding sebelum dinding itu roboh!” Teriak Elin sekeras mungkin sambil memperhatikan seluruh situasi.
Mereka semua bergerak sesuai dengan perintah Elin. Itu tidak hanya didasarkan atas rasa kepatuhan terhadap atasan semata. Melainkan karena mereka sangat percaya dengan perkataan Elin. Bagaimana pun, mereka telah berulang kali diselamatkan selama pertempuran singkat ini.
Sedangkan Oliver?
“Kita harus menghentikan para badak buas itu! Bagi regu menjadi 3 dan berpencarlah!” Teriaknya singkat. Secerdas apapun Oliver, Ia masih memiliki pengalaman hidup yang rendah. Oleh karena itu, dalam pertempuran pertamanya ini Ia hanya mampu memberikan perintah yang sederhana.
Meski begitu, perintahnya cukup efisien dan mampu menahan kerusakan-kerusakan fatal yang terlewatkan oleh Elin. Dengan demikian, beban Elin dalam memberikan komando sedikit berkurang.
Di sisi lain, Neo….
“Para badak itu memiliki kelemahan di bagian sekitar ekornya! Incarlah bagian itu! Sedangkan harimau itu memiliki kelemahan yang cukup fatal di kakinya! Kemudian….”
Ia terus meneriakkan titik kelemahan setiap lawannya kepada semua orang. Tentu saja, Ia ditemani oleh Alice agar mampu bergerak secepat mungkin.
Alice sendiri juga tak hanya bekerja sebagai tukang angkut. Meskipun Ia membuka puluhan lingkaran sihir teleportasi untuk memindahkan berbagai pergerakan pasukan, Ia juga menggunakan berbagai sihir jenis Support.
“Cleanse Debuff! Healing Area!”
Suasana pertempuran saat ini sangatlah ricuh.
__ADS_1
Di satu sisi, Elin sangat ingin untuk melakukan teleportasi beberapa divisi dan mengapit pasukan barbar dari belakang. Akan tetapi, masih terdapat beberapa gajah raksasa dan badak buas yang telah kehilangan tuannya.
Mengirim pasukan di tengah-tengah barisan musuh hanyalah sebuah tindakan bunuh diri.
Akan tetapi di sisi lain, jika Ia hanya bertahan di balik dinding seperti ini maka pertempuran akan berlangsung terlalu lama. Akibatnya seluruh pasukan akan mulai kelelahan dan melemah. Hasil terburuk yaitu kekalahan tipis dengan pasukan barbarian di tempat ini.
Tapi tentu saja, itu bukanlah hasil yang Ia inginkan. Oleh karena itu….
“Eric! Chris! Segeralah lakukan sesuatu dengan 3 gajah terakhir itu! Termasuk juga beberapa badak buas yang masih berkeliaran!” Teriak Elin.
Lucien yang mengendalikan tubuhku hanya tersenyum ketika mendengar itu. Ia sadar bahwa Ia terlalu lama dalam menghabisi gajah-gajah itu. Oleh karena itu….
“Chris! Aku akan menyerahkan sisa 1 gajah padamu! Sedangkan 2 lainnya akan ku bawa ke dalam Dungeon milik Tuanku!” Teriak Lucien sambil terbang mendekati 2 gajah yang berdekatan itu.
Mendengar hal itu, Chris hanya mengangguk dan segera berlari ke arah gajah yang sedang menubrukkan dirinya pada dinding kastil ini.
Hal yang membuat pasukan gabungan antara monster dan prajurit Salvation mulai kesulitan adalah kehadiran gajah raksasa itu sendiri. Bagaimana tidak, ukurannya saja lebih besar daripada dinding kastil ini.
Seluruh barbarian yang berusaha untuk memasuki dinding akan mendaki tubuh gajah itu, lalu menggunakannya sebagai tangga untuk memasuki bagian dalam dinding. Sungguh suatu cara yang sangat sembrono. Meski begitu, cara itu sangat efektif dalam merusak barisan pasukan di pihak kami.
Tak hanya itu, pada saat gajah itu menghantamkan kepalanya yang memiliki gading raksasa itu….
‘Bruuuukk!!! Duuuuuuuaarrr!!!’
Muncul lubang yang besar di tengah dinding yang ditubruknya. Satu kali…. Dua kali…. Hingga akhirnya dinding itu mulai roboh dan menciptakan jalan masuk yang lebar bagi para Barbarian.
Sungguh pemandangan yang mengerikan jika kau bertanya kepadaku.
Segera setelah itu….
“Dungeon Manifestation! Origin!” Teriak Lucien dengan menggunakan tubuhku.
Seketika, muncul sebuah kubus hitam yang berukuran cukup besar. Kubus itu membungkus 2 gajah raksasa itu, termasuk dengan seluruh barbarian yang ada di sekitarnya. Sedangkan ukuran kubus itu sendiri sekitar 30 x 30 meter.
Melihat kemunculan kubus itu, Elin nampak tersenyum puas. Ia dengan segera melanjutkan komandonya.
“Fokus untuk menghabisi gajah terakhir itu! Bantu Chris dalam menjatuhkannya! Pemanah! Penyihir! Persiapkan serangan kalian!”
Chris segera melompat kesana kemari dengan menggunakan tubuh para barbarian yang menghalanginya. Dengan segera, Ia mulai menaiki dinding yang telah setengah roboh itu. Dengan bermodalkan pijakan sederhana itu, Ia berhasil melompat hingga mencapai gading gajah itu.
Chris dengan segera mempersiapkan dirinya untuk menebas kepala gajah sialan itu.
“Powered Strike! Wave Slash!” Teriak Chris sambil mengayunkan pedangnya secara vertikal ke arah kepala gajah raksasa itu. Dari tebasannya itu, muncul gelombang yang mulai melebar dan bergerak sangat cepat di udara.
__ADS_1
Seketika, muncul notifikasi sistem di hadapannya.
[Powered Strike telah meningkatkan kekuatan tebasan berikutnya sebesar 150%]
[Anda telah memberikan 641.318 damage!]
Sebuah angka yang sangat besar. Meski begitu….
“Kurang dalam….” Ucap Chris pada dirinya sendiri.
Benar saja, kepala gajah raksasa itu masih tersambung meskipun kini nampak mulai bercucuran darah. Benar-benar sebuah monster dengan HP yang sangat tinggi.
Tapi sebelum Chris sempat kecewa lebih lama, Ia segera melompat ke belakang dan kembali di atas tembok. Alasannya?
“Tembak!” Teriak Elin sekuat tenaga.
Dengan segera, ribuan anak panah dan ratusan sihir dari berbagai elemen meluncur ke arah gajah raksasa itu. Hasilnya?
Tentu saja gajah yang sudah mulai terluka itu tak mampu menahan seluruh serangan prajurit itu. Meskipun, monster itu belum mati dan hanya terjatuh saja. Tapi setidaknya, hal itu sudah cukup bagi Chris untuk melakukan serangan berikutnya.
Chris kembali berusaha untuk memenggal kepala gajah raksasa itu. Karena kini gajah itu sudah berbaring di tanah, Chris lebih mudah dalam melancarkan serangannya.
Hingga akhirnya....
Bersamaan dengan Chris yang berhasil membunuh seekor gajah raksasa itu, kubus hitam yang membungkus Lucien beserta 2 gajah dan para Barbarian itu menghilang. Di balik kubus itu hanya menyisakan seorang Pria yang terbang di udara dengan sayap kelelawar di punggungnya.
Sedangkan di tangan kanannya, nampak tongkat dengan kubus hijau yang indah di ujungnya.
“Kita akan segera menyelesaikan pertempuran ini! Semuanya! Berikan semangat terakhir kalian!” Teriakku yang kini kembali mengendalikan diriku sendiri.
..._________________________________...
...Author's Note...
...Ehehe ekstra chapter lagi....
...Kenapa? Berhubung karyaku Dungeon Master ini sudah dikontrak, aku akan berusaha untuk memenuhi kuota 60.000 kata perbulannya....
...Jujur, jumlah itu banyak banget dan aku perlu nulis sampe berjam-jam setiap harinya. But hey, aku bisa dapat uang tambahan. Itung-itung buat beli bensin ke lahan lumayan lah....
...Jadi.... Bulan ini akan rilis sekitar 2 chapter per hari, yaitu jam 8.30an pagi dan malam....
...Mohon bantuan like dan komennya ya, ngga juga gpp.... Ngga maksa. Tapi kalo ada yg komen soal isi cerita jujur itu buat aku seneng bgt....
__ADS_1
...Oh ya, yang komen MCnya kok begini begitu dan lalala mending buat novel sendiri baca sendiri. Kalo bagus aku juga bakal ikut baca. Fufufu.......
...So.... Tanpa banyak cingcong lagi, selamat menikmati.......