
...Di Tengah Hutan...
...Wilayah Kerajaan Farna...
‘Kurasa aku harus segera kembali dan memanggil lebih banyak monster untuk ….’
Sebelum menyelesaikan perkataan dalam hatinya, Scarlet menjadi terkejut bukan main. Bukan tanpa alasan, tapi karena terlihat sosok seorang Pria di hadapannya.
Penampilan Pria itu sangatlah menawan dengan pakaian ala bangsawan yang indah. Kulitnya yang putih pucat serta rambutnya yang hitam dan mengombak hanya menambah daya tarik Pria itu. Akan tetapi, tak terlihat sedikit pun senyum di wajahnya.
“Si-siapa kau?!” Tanya Scarlet sedikit panik.
“….”
Pria itu hanya terdiam. Setelah beberapa saat, Ia melemparkan sebuah batu ke arah Scarlet. Mungkin lebih tepat jika disebut dengan kerikil karena ukurannya yang kecil.
‘Tukk!’
[Anda telah menerima 2 damage!]
Notifikasi itu muncul di hadapan Scarlet. Melihat hal itu, Scarlet nampak kebingungan selama beberapa saat lalu tertawa lepas.
“Buahahaha! Kupikir apa! Ternyata hanya sampah! Hahaha! Bagus!” Tawa Scarlet dengan keras.
“….”
Mendengar hal itu, sang Pria berkulit putih pucat itu hanya terdiam sambil memandangi Scarlet dengan tatapan yang sangat tajam.
Scarlet memanfaatkan momen ini untuk mengintip Status milik Pria itu dengan menggunakan Unique Skill : Observer miliknya.
[Nama : Lucien]
[Ras : Vampire]
[Rarity : Unique]
[Level : 298]
Pada saat itu juga, Scarlet tersadar.
“Tu-tunggu dulu! Ap-apa maksudnya….”
Belum sempat menyelesaikan perkataannya, tubuh Scarlet telah terangkat ke udara dengan tangan kanan Vampir bernama Lucien itu.
Dari bibirnya yang pucat, muncul sebuah kalimat yang hanya membawa keputusasaan.
“Kau telah memilih lawan yang salah, manusia.” Ucap Lucien sambil memandangi mata Scarlet dengan tajam.
“Kuhg! Lepaskan!” Teriak Scarlet sambil berusaha melepaskan cekikan Lucien.
[Anda telah menerima 3.749 damage!]
[Anda kesulitan bernafas!]
[Anda akan menerima 1.000 damage per detik!]
‘Apa-apaan ini?! Hanya dengan tangan kosong?!’ Teriak Scarlet dalam hati dengan perasaan yang seakan tidak mempercayai semua ini.
Dengan tatapan yang tajam, Lucien kembali berbicara.
__ADS_1
“Jujur saja, aku sangat ingin membunuhmu sekarang. Tapi kalian, sebagai Player, akan selalu hidup kembali. Membunuh kalian tak akan menyelesaikan permasalahannya. Oleh karena itu….” Ucap Lucien dengan ekspresi yang datar. Tak sedikit pun senyum yang terlukis di wajahnya.
Bersamaan dengan perkataannya, Lucien segera melepaskan cekikannya.
“Uhuk! Kuhg!”
Scarlet mengalami batuk yang cukup hebat karena tak mampu bernafas selama beberapa saat sebelumnya.
Sebelum sempat mempersiapkan dirinya kembali….
“Aku akan memberikanmu pelajaran atas keputusasaan yang sebenarnya.” Ucap Lucien sambil menjentikkan jarinya.
‘Wuoooossh!!!’
Seketika, kegelapan menyelimuti seluruh hutan ini. Jarak pandang Scarlet hanya tersisa 1 meter saja. Selain itu….
“Skill macam apa ini?! Kenapa semuanya tiba-tiba menjadi sangat gelap?!” Teriak Scarlet kebingungan.
“Fireball! Holy Light!”
Scarlet terus menerus mencoba menggunakan berbagai skill untuk mengusir kegelapan itu. Tapi sayangnya, tak ada satu pun yang bekerja. Semuanya tak berguna. Kegelapan itu masih menyelimuti seluruh pandangan Scarlet.
“Eternal Darkness. Apakah kau sudah panik hanya dengan skill rendahan seperti ini?” Tanya Lucien dengan nada yang meremehkan.
“Hentikan semua ini! Jika tidak….”
“Apa? Kau akan membunuhku? Jangan bermimpi.” Potong Lucien dengan singkat.
“Kau memaksaku! Summon! Lizardmen!” Teriak Scarlet sambil mengarahkan tangannya ke depan.
Seketika, muncul lingkaran sihir yang….
“Eh?!” Teriak Scarlet kaget.
Aktivasi sihir Summoning miliknya gagal. Tak hanya itu….
‘Bruk! Bruk!’
“Tidak…. Tidak mungkin…. Tidaaaaak!!!” Teriak Scarlet penuh kesakitan. Kedua tangan yang Ia arahkan ke depan telah terpotong begitu saja. Ia bahkan menghiraukan notifikasi yang muncul di hadapannya karena rasa sakit yang cukup besar itu.
Seakan tak ingin membiarkan Scarlet hidup dengan tenang….
“Jangan berani-beraninya menggunakan Skill milik Tuanku. Sampah sepertimu bahkan tak pantas untuk menyebutkan nama kemampuan itu.” Ucap Lucien singkat sambil berdiri tepat di hadapan Scarlet.
Pada saat itulah, Scarlet menyadari semuanya.
“Tuan…? Skill…? Jangan katakan bahwa kau….”
Scarlet dengan segera memutuskan untuk kabur. Ia sadar tak mungkin menang melawan monster yang mengerikan ini. Bahkan dari segi level saja, sudah sangat jelas perbedaan mereka berdua bagaikan langit dan bumi.
‘Aku harus kabur dari sini! Jika diperhatikan, tempat hutan ini masih sama. Hanya diselumuti kegelapan saja tak menjadi masalah bagiku. Meski tak bisa kabur…. 5 menit! Aku harus menghindari semua serangannya selama 5 menit agar bisa Log Out dan….’ Pikir Scarlet dalam hati.
Tapi sungguh disayangkan. Lucien yang telah terbiasa membunuh Player mengetahui akan hal itu.
‘Bruk!’
Sebuah kerikil kembali terlempar dan mengenai bagian belakang kepala Scarlet.
[Anda telah menerima 17 damage!]
__ADS_1
‘Sialan! Sialan!!’
Kejadian itu terus menerus berulang setiap 2 menit. Ketika Scarlet telah merasa aman dan bersembunyi dengan baik, Lucien akan melemparinya dengan kerikil untuk menjaga status ‘Dalam Pertarungan’ milik Scarlet dan Lucien tetap aktif.
Selama status itu aktif, Player tidak dapat Log Out. Player harus menyelesaikan pertarungan, atau bersembunyi dan tidak memberikan atau menerima damage selama 5 menit. Jika tidak bisa….
‘Mati! Aku harus mati! Benar juga!’ Teriak Scarlet dalam hati. Ia dengan segera mengarahkan lengannya yang telah terpotong.
‘Fire Bla….’
Sebelum lingkaran sihir berwarna merah menyala itu terbentuk….
‘Sreett!’
Lucien dengan sigap segera mengamankan lengan Scarlet.
“Jangan berpikir untuk kabur dengan membunuh dirimu sendiri. Astral Chain.” Ucap Lucien singkat.
Bersamaan dengan itu, 4 buah rantai berwarna putih keemasan muncul dan melilit tubuh milik Scarlet. Tentu saja, dengan ikatan Astral Chain maka target akan kesulitan untuk bergerak dan menggunakan skill. Melawan tak mungkin untuk dilakukan dengan kondisi Scarlet yang saat ini.
“Kau! Sialan!! Aku akan membalasmu!!! Lihat saja nanti! Aku akan segera membalasmu!!!” Teriak Scarlet penuh amarah.
Bahkan mendengar perkataan sebodoh dan seburuk itu, Lucien sama sekali tak tersenyum.
“Membalasku? Katakan itu lagi setelah menerima hukumanmu nanti.” Ucap Lucien sambil menarik tubuh Scarlet yang telah terlilit rantai itu.
Lucien juga memasangkan penutup mata kepada Scarlet. Tujuannya sangat sederhana, yaitu untuk meminimalisir kemungkinan Scarlet mengetahui lokasi yang akan dituju oleh Lucien.
Dungeon Origin, lantai 13. Sebuah lantai yang dibuat khusus untuk menghukum Scarlet.
...***...
...Sementara itu…...
...Di hutan yang sama...
“Eh? Kenapa tiba-tiba gelap sekali disini?” Tanya seorang Player yang sebelumnya melewati Scarlet.
“Entahlah. Aku merasa ada yang aneh. Kalian semua! Persiapkan senjata! Kemungkinan besar akan ada serangan dari boss di hutan ini!”
‘Sreett!!’
Mereka semua segera mengangkat senjatanya. Tongkat sihir, busur, pedang, perisai. Semuanya telah disiapkan. Mereka bahkan membentuk formasi yang cukup bagus dimana penyihir dan pemanah berada di bagian dalam dan para petarung jarak dekat berada di depan.
1 menit….
2 menit….
5 menit….
Mereka terus menanti dengan sabar dan perasaan yang gugup. Kesunyian menyelimuti kelompok itu. Hingga akhirnya….
“Hei…. Kenapa bossnya masih belum muncul?” Tanya sang penyihir yang saat ini menggunakan sihir cahaya untuk menerangi sekitarnya.
“Aku tak tahu!”
Pada akhirnya…. Mereka semua membubarkan formasi setelah kegelapan yang menyelimuti hutan itu menghilang dengan sendirinya.
Dengan begitu, mereka melanjutkan penjagaan dan pencariannya.
__ADS_1
Mereka tak tahu jika target mereka telah diamankan.