
Istana bekas Kerajaan Rena, Reinard.
Beberapa jam setelah dikalahkannya tangan kanan Behemoth.
“Apakah mereka memang sekuat itu, Elin?” Tanya Chris dengan wajah serius.
“Ya, tak salah lagi. Mereka semua kuat. Terutama Executioner, dengan kata lain Evalina memiliki kekuatan yang sangat besar. Ia bahkan telah melakukan Rebirth sebanyak 5 kali.” Ucap Elin.
Chris menoleh ke arah Neo. Memahami apa maksud Chris, Neo kemudian mengangguk menandakan perkataan Elin sepenuhnya benar.
Kami semua akhirnya memahami kekuatan yang sebenarnya dari Guild Seven Star. Mungkin apa yang ditunjukkan kemarin masih belum seberapa.
Tapi Chris nampak tenang. Kenapa? Karena dia telah memperoleh pandai besi legendaris bernama Aamori. Dia bahkan bergabung ke dalam Guild Salvation dan memperoleh kontrak kerja yang sangat memuaskan untuk Aamori dan 3 saudaranya.
Chris juga mengatakan bahwa aku dan Elin boleh mengajukan permintaan untuk pembuatan item oleh Aamori. Tentu saja harga tiap item setidaknya 50 ribu koin emas.
“Hah, dasar Neo sialan ini. Dia justru pingsan melihat mereka datang.”
“Maafkan aku, Chris. Tapi aku sangat terkejut dengan kehadiran mereka.” Jawab Neo sambil menundukkan wajahnya.
“Lalu bagaimana dengan perangnya?” Tanyaku kepada Chris. Ya, aku hampir tidak berperan banyak dalam pertarungan melawan Raja Iblis Behemoth. Akan tetapi tak ada yang tahu bahwa penyebab kemunculan Behemoth adalah aku.
“Beberapa saat yang lalu, Alice telah pergi ke wilayah Federasi untuk mengajukan perdamaian. Setelah beberapa kali berdiskusi, pihak Federasi akhirnya menerima permintaan damai itu.” Jawab Chris.
Dengan kekalahan telak pasukan Federasi di tangan Raja Iblis Behemoth, pihak Federasi tidak memiliki pilihan lain selain menerima permintaan perdamaian.
7 hari.
Jika pemberontakan yang dilakukan oleh Chris mampu bertahan selama 7 hari dengan keadaan damai, maka Chris akan mampu mendirikan kerajaannya sendiri.
“Aku sungguh berterimakasih pada kalian. Kalian telah menjaga wilayahku dengan baik bahkan saat kami tidak ada. Meskipun ada hal yang tidak terduga, tapi selama hasilnya baik aku akan menerima itu.” Ucap Chris sambil membungkukkan kepalanya.
“Kemudian mengenai Guild Seven Star…. Apakah kalian ada minat untuk bergabung dengan Guild Salvation milikku? Aku ingin mengumpulkan orang-orang kuat seperti kalian untuk berjaga-jaga jika Guild Seven Star berencana untuk melawanku.” Lanjut Chris.
Elin yang mendengar tawaran itu nampak bahagia. Ia telah membayangkan dirinya diberikan jabatan tinggi oleh Chris lalu memperoleh banyak kekayaan.
Tapi apa yang aku ucapkan bahkan jauh melampaui perkiraan Elin.
“Maaf tapi aku tidak ingin bergabung. Aku telah menemukan tujuanku.” Jawabku dengan perasaan mantap.
“A-apa? Apa yang kau katakan Eric?!” Teriak Elin terkejut mendengar jawabanku.
“Bisakah kau tidak meniruku dalam hal terkejut, Elin? Aku telah memiliki tujuanku. Dan aku ingin menggapainya.” Balasku mendengar ucapan Elin.
“Tujuan?! Bukankah kau ingin kekayaan? Jika itu keinginanmu lebih baik kita bergabung dengan Guild Salvation kau tahu?” Teriak Elin.
“Aku ingin menjadi lebih kuat. Untuk itu, aku tidak bisa terikat dengan konsep Guild. Jika kau memilih untuk bergabung dengan Guild Salvation, maka aku tidak akan mempermasalahkan itu, Elin. Aku akan menjalankan semuanya sendiri.”
“Ka-kau! Sejak kapan? Apakah ini skill penyamaran? Dimana Eric yang biasanya bodoh dan tidak berguna itu?!” Ucap Elin sambil melihat kesana kemari seakan mencari diriku yang asli.
“Sudah kuduga aku memang tidak berguna kan? Kalau begitu sampai jumpa. Terimakasih atas bantuanmu hingga saat ini, Elin. Chris, bolehkah aku meminta bantuan Alice untuk mengirimku kembali ke kaki Pegunungan Alpa tempat kita pertama bertemu?” Jawabku sambil berdiri dari kursi tempat kami semua duduk.
“Ya, tentu saja. Alice, tolong bantu Eric untuk kembali ke wilayah Kerajaan Farna. Ah, dan juga ini. Sedikit bonus untukmu Eric. Aku mendengar bahwa kau butuh uang untuk pengobatan adikmu.”
...[Chris akan memberikan Anda 5.000 koin emas!]...
__ADS_1
...[Apakah Anda akan menerimanya?]...
Dengan segera aku menekan tombol [Ya] dan berterimakasih kepada Chris.
“Kau! Kenapa kau seakan-akan tahu apa yang harus kau lakukan?!” Elin terlihat sangat marah melihat tingkahku.
Jujur saja. Sejak insiden peperangan ini aku paham bahwa diriku lemah dan tidak bisa melakukan apapun.
Apakah aku akan terus seperti ini?
Tidak. Aku ingin menjadi lebih kuat. Menjadi sosok yang mampu berdiri sendiri. Setidaknya… mampu menentukan pilihanku sendiri.
“Huh! Terserah kau saja Eric! Aku akan tinggal disini! Aku yakin kau tidak akan bisa bertahan tanpa bantuanku selama 1 menit!” Elin nampak berusaha memprovokasiku dengan sekuat tenaga. Tapi sayangnya itu tak akan berguna. Karena aku menyadari bahwa aku memang tidak bisa bertahan tanpa orang lain.
Oleh karena itu.
“Soul Container. Keluarlah, Goblin Shaman.”
Aku memanggil seekor Goblin Shaman yang kusimpan di dalam Skill Soul Container milikku. Ia merupakan Goblin yang pada saat perang sebelumnya menggunakan sihir untuk memberikan sinyal.
“Evolve.” Ucapku.
Bahkan hingga saat ini, Mana Link milik Elin masih terhubung denganku. Memungkinkanku untuk mengevolusikan Goblin Shaman ini.
[Goblin Shaman akan berevolusi!]
[Silakan pilih arah evolusi yang Anda inginkan!]
Goblin Magician
Goblin Lord
“Goblin Lord.” Aku pun menekan pilihan pada jendela menu di hadapanku.
Semua orang yang ada di ruangan ini terkejut melihat kemampuanku. Termasuk Neo yang baru saja memahami potensi kekuatanku yang sebenarnya.
Lingkaran sihir berwarna emas itu muncul dan menyelimuti seluruh tubuh goblin itu. Setelah proses evolusi selesai, muncul sesosok goblin dengan tubuh yang biasa. Seperti seorang manusia. Akan tetapi memiliki kulit berwarna hijau dan otot yang cukup besar. Di atas kepalanya terdapat mahkota kecil dari kayu.
“Bisakah kau membimbingku?” Tanyaku kepada Goblin Lord yang saat ini berlutut di hadapanku.
“Seluruh perintah Anda adalah anugrah bagiku, Tuanku. Saya akan membimbing Anda menuju kejayaan.” Jawab Goblin Lord itu dengan menundukkan kepalanya di hadapanku.
【Goblin Lord】
Rarity : Normal
Level : 43
Growth Status :
Str : 5
Agi : 3
Int : 9
__ADS_1
Vit : 5
Sta : 4
Dex :2
Sesuai dugaanku. Semakin tinggi tingkat evolusi suatu monster, tingkat kecerdasannya akan semakin meningkat. Aku berencana untuk menjadikannya raja dari seluruh goblin yang ada di Dungeon buatanku. Aku yakin jika dia yang memimpin, semua akan berjalan dengan baik.
“Mulai sekarang, namamu adalah Oliver. Layanilah aku dengan baik.” Ucapku kepada Goblin Lord yang ada di hadapanku.
“Terimakasih banyak, Tuanku!”
“Tenang saja Elin. Aku rasa aku bisa melakukan semuanya dengan bantuan Oliver kali ini. Jika kau memang berniat untuk….”
Belum sempat menyelesaikan perkataanku, Elin telah memukul wajahku dengan sangat keras hingga aku terlempar ke ujung ruangan.
Chris, Neo dan Alice yang melihat ini hanya tertawa. Aamori yang juga duduk di ruangan ini nampak bingung untuk menanggapi situasi ini.
“Dasar Eric bodoh! Bukankah kita sudah memutuskan untuk selalu bersama!” Teriak Elin setelah memukulku.
Sesaat setelahnya, wajah manis Elin mulai memerah menyadari apa yang baru saja Ia katakan.
“Ah, maaf Elin. Kupikir kau lebih memilih untuk ikut bersama Guild Salvation jadi ak….”
‘Brukkk!!!’
Dan terjadi lagi. Belum sempat aku menyelesaikan perkataanku, Elin kembali memukulku entah karena apa.
Setelah beberapa saat, kami berdua pun berbicara dengan baik-baik dan memutuskan untuk kembali ke kaki Pegunungan Alpa bersama. Tentu saja Oliver ikut.
“Hahaha! Tenang saja, kalian berdua sudah kuanggap sebagai anggota guild ku. Jika kau butuh sarana transportasi cukup kirim pesan kepadaku. Aku akan meminta Alice menjemput kalian!” Teriak Chris sambil melambaikan tangannya.
Aku dan Elin yang berada di dalam lingkaran ini sedikit tersenyum mengetahui kebaikan yang diberikan oleh Chris.
“Terimakasih, Chris. Jika aku butuh bantuan, aku pasti akan memintanya. Begitu pula dengan dirimu.” Balasku kepada Chris.
“Selamat jalan. Eric, Elin.”
Cahaya biru menutupi seluruh pandangan kami dengan lembut. Setelah mulai memudar, nampak pemandangan yang rasanya telah lama kami tinggalkan.
Kaki Pegunungan Alpa.
Dungeon buatan.
“Ayo, Eric!” Ucap Elin sambil menarik tanganku menuju ke dalam Dungeon buatan itu.
...___________________________________...
...[Sebelum lanjut membaca]...
...[Ada baiknya untuk menekan tombol Like]...
...[Dan juga meninggalkan komentar dalam bentuk apapun]...
...[Tak ada ruginya bagi kalian]...
__ADS_1
...[Tapi percayalah, hal sederhana itu yang menyemangatiku untuk terus menulis]...