The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 158 - Pesta Pernikahan


__ADS_3

...12 Januari 2074...


...Kantor Grandia Group...


...Kulon Progo...


“Selamat malam, Tuan Erik.”


“Selamat malam.”


Seluruh pegawai nampak menyambutku dengan baik. Hatiku cukup senang melihat mereka menyukaiku sebagai pemimpin. Yah, bagaimanapun…. Aku membuat lapangan pekerjaan ini dengan tujuan utama adalah mensejahterakan mereka.


Untuk apa aku mengumpulkan uang hingga segunung jika aku sendiri tak mampu menghabiskannya? Oleh karena itu, aku memberikan gaji setidaknya 3x lipat lebih besar daripada perusahaan-perusahaan lain.


Efeknya sungguh luarbiasa dimana mereka sangat menghormatiku dan kinerja yang sangat bagus. Tak ada yang bermalas-malasan selama bekerja. Bahkan mereka nampak begitu bersemangat dan rela bekerja lembur tanpa bayaran.


Apakah aku merugi dengan pilihanku ini?


Tentu saja tidak. Keuntungan Grandia Group masih setinggi langit bahkan setelah memberikan gaji sebesar itu kepada seluruh pegawai.


Meskipun….


“Tuan Erik, mohon maaf tapi kapan Anda akan menikahi Nona Elin?” Tanya asisten pribadiku, Lisa.


“Eh?! Apa yang barusan kau tanyakan, Lisa?!” Teriakku penuh rasa terkejut.


“Seluruh pegawai di sini telah membicarakan mengenai status Anda dengan Nona Elin. Semuanya mendukung agar Anda segera menikahinya. Lagipula, gosip yang kurang baik mulai muncul dari beberapa media mengenai hubungan Anda dengan diriku.” Jelas Lisa.


“Dengan dirimu? Kenapa itu bisa terjadi?!” Tanyaku kaget.


Tapi aku segera menyadarinya.


Selama bekerja, dimanapun aku berada maka Lisa selalu ada di sisiku. Ketika di kantor, melakukan pertemuan dengan klien, rapat, bahkan wawancara oleh media. Selalu ada Lisa di sisiku.


“Gosip itu juga termasuk Nona Elin yang selalu bersama dengan beberapa asisten pribadi dan bodyguardnya. Mereka semua….”


Lisa kembali melanjutkan penjelasannya.


Setelah itu aku baru menyadarinya saat melewati kaca yang memantulkan sosok diriku dan Lisa.


Aku yang kini selalu rajin berolah raga dan berpakaian rapi nampak begitu menawan. Jas dengan warna abu dan putih itu sangat pas di tubuhku yang kini terlihat cukup berotot.


Sedangkan Lisa?


Rambut hitamnya yang panjang dan lurus itu terurai dengan indah. Pakaiannya yang berupa baju putih dan rok pendek berwarna hitam itu seakan tak mampu untuk membendung kemolekan tubuhnya yang putih itu. Jujur saja, aku baru sadar mengenai betapa cantiknya Lisa saat ini.


“Tuan Erik? Apakah ada masalah?”


Tanpa kusadari, aku telah terhipnotis oleh keindahan tubuh Lisa.


‘Plak!’


Aku menampar wajahku dengan kedua telapak tanganku.


“Tuan Erik?! Apa yang kau lakukan?!” Teriak Lisa histeris sambil berdiri di hadapanku dan memandangi wajahku.


‘Lisa sialan! Minggir! Jangan goda diriku dengan kecantikanmu itu!!! Erik!! Apa yang kau lakukan?! Bukankah kau hanya mencintai Elin seorang?!’ Teriakku pada diriku sendiri dalam hati.


“Uhuk! Maafkan aku, Lisa. Tapi sepertinya kau benar. Bisakah kau melakukan persiapan pernikahan untukku dan Elin? Jangan khawatirkan soal anggaran dananya, yang terpenting buatlah semeriah mungkin. Aku akan mengabari orangtuaku soal ini.” Jelasku kepada Lisa.

__ADS_1


“Akan segera kulaksanakan, Tuan Erik. Tapi…. Bisakah Anda berhenti memandangiku seperti itu? Aku merasa tidak enak kepada Nona Elin…. Tapi jika Tuan Erik benar-benar ingin untuk….” Balas Lisa sambil tersipu malu.


“Eh?! Tolong jangan katakan hal seperti itu! Nanti aku bisa lupa diri!!!” Teriakku sambil mengalihkan pandanganku ke samping.


“Tapi aku benar-benar tidak keberatan jika Tuan Erik ingin….”


“Kumohon hentikan sebelum aku lupa diri!!! Kau tahu kantor saat ini sudah sangat sepi kan?!” Balasku sambil menutup kedua mataku rapat-rapat.


Setelah itu, aku melanjutkan langkah kakiku untuk mengantarkan Lisa ke lantai 1. Di depan pintu sudah terlihat jelas sosok Pak Jarwo, atau Ayah dari Lisa yang telah menunggunya.


...***...


Setelah berpisah dengan Lisa, aku segera kembali ke rumahku. Yah, walaupun aku hanya perlu untuk naik lift dan sudah sampai.


"Selamat malam, Tuan Erik!” Sapa salah seorang petugas keamanan di ruangan yang memisahkan antara rumahku dengan kantor itu.


“Selamat malam. Apakah semuanya baik-baik saja?” Tanyaku sambil memperlambat langkah kakiku.


“Semua baik-baik saja, Tuan Erik. Selamat beristirahat!”


Aku melanjutkan langkah kakiku dan segera tiba di rumahku. Tak hanya itu, aku segera menjelaskan keinginanku untuk menikahi Elin secepat mungkin.


“Kenapa kau begitu terburu-buru, Erik? Apakah kau sudah tidak sabar untuk malam pertamamu?” Tanya Ayahku sambil tersenyum.


“Ayahmu benar, Erik. Kau sebaiknya merencanakan ini dengan matang. Jika kau hanya ingin untuk melakukan….”


Sebelum Ibuku selesai berbicara, aku segera memotongnya.


“Kenapa kalian semua berpikir aku hanya menginginkan itu?!!”


“Jadi kau tidak ingin melakukannya dengan Elin?” Balas Ayahku sambil tersenyum sinis.


Pada akhirnya perdebatan ini dimenangkan oleh kubu orangtuaku.


Tak hanya itu, pernikahanku diputuskan akan dilaksanakan 1 minggu lagi.


...***...


...19 Januari 2074...


...Yogyakarta Resort...


...Malam Hari...


Di sebuah hotel yang sangat megah ini, sedang terjadi suatu acara yang sangat besar. Bahkan pengunjungnya mencapai angka puluhan ribu!


Tentu saja, acara ini adalah pesta pernikahanku dengan Elin.


Tak hanya pengunjung biasa, bahkan media dari berbagai saluran televisi dan MeTuber juga turut hadir untuk menikmati acara ini sekaligus mencari bahan berita.


Hal yang wajar karena aku membuka acara pesta pernikahan ini untuk umum. Semua orang yang ingin hadir dan menikmati pesta dapat masuk sesuka hati.


Makanan dan minuman yang berlimpah, hiburan dari berbagai band dan musisi terkenal, serta banyak hal yang lainnya membuat semua orang ingin datang.


Tentu saja, aku mengundang media untuk memberitakan pernikahanku. Alasannya? Tentu saja untuk menghilangkan gosip-gosip mengenai kedekatanku dengan Wanita lain.


Meski semua orang bisa masuk dan menikmati pesta besar ini, hanya sebagian kecil saja yang diperbolehkan untuk berdiri dekat dengan inti dari acara ini yaitu aku dan Elin.


“Aku mengucapkan selamat kepada Anda, Tuan Erik! Semoga kau selalu diberkati dan diberikan kesehatan untuk terus berbisnis denganku, hahaha!” Ucap salah seorang Pria Tua dengan rambut yang telah mulai memutih itu.

__ADS_1


Ia adalah salah satu rekan bisnis Grandia Group yang bekerjasama dalam bidang kuliner. Seluruh kebutuhan bahan makanan dan minuman disuplai oleh Pria Tua bernama Wibowo ini.


“Hahaha…. Pak Wibowo bisa saja. Tenang, perusahaanku akan selalu menggandeng Pak Wibowo hingga waktu yang tidak dapat ditentukan!” Balasku sambil tertawa puas dan mengangkat segelas minuman di tangan kananku.


Sedangkan di tangan kiriku? Tentu saja sedang menggandeng Elin yang kini telah menjadi istriku.


“Pak Wibowo, kami harap kerjasama kita dapat terus saling menguntungkan kedepannya.” Ucap Elin sambil tersenyum manis.


“Tentu saja, Nona Elin. Kami selalu percaya atas perhitungan Tuan Erik dan Nona Elin untuk masalah bisnis.”


Tak hanya Pak Wibowo, seluruh staff dan eksekutif dari Grandia Group dan berbagai perusahaan-perusahaan besar lainnya juga turut hadir dalam acara ini. Termasuk teman-temanku semasa SMA dulu dan juga teman-teman orangtuaku.


“Hahaha! Anakmu sangat luar biasa, Pak Indra! Aku tak menyangka bocah tengik seperti Erik dapat menjadi sukses seperti ini! Jika kau tidak keberatan, bisa lah untuk membagikan sedikit kekayaanmu hahaha!” Teriak salah seorang Pria tua yang gendut. Ia adalah teman Ayahku.


“Tentu saja! Aku sudah tahu sejak Erik baru saja lahir, tidak! Aku sudah tahu bahwa anakku akan sangat sukses semenjak aku bertemu dengan calon istriku!”


Candaan mereka terdengar begitu keras. Meski begitu aku merasa tertusuk di dalam hati. Kenapa?


‘Ayah, candaanmu sama sekali tidak lucu. Kumohon hentikanlah….’ Ucapku dalam hati sambil memejamkan kedua mataku karena dipenuhi rasa malu.


Tapi pada saat itulah, aku bertemu dengan seseorang yang seakan telah lama tak kujumpai.


“Yo, Erik! Hanya tak berjumpa selama setahun, bagaimana bisa kau menjadi seperti ini?!” Teriak seorang Pria dengan badan yang cukup besar. Wajah konyolnya seakan menghilang ketika mengenakan setelan pakaian yang rapi itu.


“Ceritanya cukup panjang, Ryan. Apakah yang lainnya juga menghadiri acara pernikahanku?” Tanyaku sambil menjabat tangan Ryan.


“Ketika mendengar ada pesta besar dan kehadiran musisi legendaris disini, mereka lari terbirit-birit untuk kemari. Apalagi mengetahui mereka memperoleh undangan VIP sebagai temanmu. Meskipun….” Ucap Ryan sambil mulai mengerutkan dahinya.


“Syukurlah jika mereka suka dengan pesta pernikahanku. Tapi apa ada masalah?” Tanyaku penuh kebingungan.


Tapi sebelum Ryan dapat menjawabnya, terlihat sosok seorang Wanita yang dulu sangat kubenci karena selalu membully diriku.


“Erik…. Kau tahu, sebenarnya aku….” Ucap Wanita yang sangat anggun itu dengan wajah yang memerah. Rambutnya yang hitam dan mengombak hingga mencapai pinggangnya sangatlah indah. Ditambah lagi dengan gaun berwarna keunguan yang sangat elegan itu hanya semakin mempercantik dirinya.


Yah, bagaimanapun Ia memang sudah cantik sejak awal. Itulah kenapa aku pernah menyukainya.


“Yo, Adelia. Bagaiamana kabarmu? Apakah ada sesuatu yang kurang di pesta ini? Aku akan segera memanggil beberapa orang untuk membereskannya.” Jawabku dengan nada sinis.


Adelia nampak berusaha sekuat tenaga untuk mengucapkan sesuatu. Tapi karena terlalu lama tak terucap, Elin segera melangkah dan berdiri di depanku.


“Bukankah kau wanita yang mengejek dan mengusir Erik dari acara reunian tahun lalu? Ada apa? Apakah kau menyesal sekarang? Tapi sayang sekali, Erik adalah milikku seorang. Takkan kubiarkan wanita manapun mendekatinya.” Ucap Elin dengan senyuman yang seakan dipenuhi rasa kemenangan.


‘Apa yang Ia pikirkan….’ Ucapku dalam hati sambil menghela nafas.


Tapi tanpa kusadari, aku juga merasakan hal yang sama. Aku seakan telah memenangkan sesuatu. Entah apapun itu yang penting aku cukup senang dengan situasi ini.


...__________________________________...


...【AUTHOR'S NOTE】...


...Spesial karna telah sampai dimana Eric menikahi Elin, maka Author akan melakukan Crazy Update sesekali. ...


...Huehuehue.... ...


...JANGAN LUPA LIKE SAMA KOMEN...


...KALO LIKE MA KOMEN SEPI BESOKNYA MALES UPLOAD BUAHAHAHAHA!...


...Serius, apa susahnya sih ninggalin komen. Wa lempar cangkul ni kalo ga mau ninggalin komen. ...

__ADS_1


__ADS_2