
Segera setelah pertukaran tinjuku dengan Pria tak ku kenal ini….
“Hah…. Hah…. Kau hebat juga. Siapa namamu?” Tanyaku singkat kepadanya.
“Rendy…. Kau sendiri siapa?” Tanya Rendy kepadaku.
“Erik. Aku adalah kakak dari Rina. Ia bilang seseorang telah membullynya di sekolah ini. Tujuanku kemari adalah menemukan orang itu. Apakah kau tahu sesuatu?” Tanyaku balik.
“Hah?! Siapa yang berani-beraninya membully Rina?!” Teriak Rendy.
“Itulah permasalahannya. Apakah kau mau membantuku mencari orang itu?”
“Tentu saja! Sampai aku memukul wajah sialan orang itu, aku takkan berhenti mencarinya!”
Pada saat itulah.
Seorang gadis memasuki ruangan yang sepi ini.
“Kakak! Apa yang kau lakukan?!” Tanya gadis berambut panjang yang terurai, Rina.
“Rina, kau masih disini? Baguslah, sekarang ceritakan kepadaku apa yang terjadi!”
Rina segera menjelaskan seluruh kejadiannya.
Pada intinya, dia menuduh Rendy melakukan pembullyan kepadanya.
Tentu saja aku tidak percaya karena Rendy merupakan seseorang yang menurutku cukup bisa dipercaya. Alasannya sederhana, itu karena Ia sangat terus terang dalam setiap ucapannya.
“Rina. Kau jangan seenaknya menuduh Rendy. Lagipula, bukankah Rendy hanya ingin menyatakan perasaannya kepadamu? Apakah kau pernah disakiti olehnya?” Tanyaku dengan nada dingin.
“Ti-tidak juga sih…. Tapi kan….”
Argumen terus berlanjut.
Pada akhirnya….
“Baiklah…. Aku minta maaf karena menuduhnya. Tapi dia memang selalu menggangguku.” Ucap Rina.
“Lalu berikan saja jawabanmu. Apakah kau menerimanya atau tidak. Dengan begitu semuanya akan berakhir kan, Rendy?” Tanyaku kepada Rendy untuk memastikan hal ini.
“Jika memang perasaanku tak bisa diterima…. Itu bukanlah hal yang kuinginkan tapi aku akan berusaha menerima seluruh keputusanmu, Rina.” Balasnya dengan sedikit menundukkan wajahnya.
“Lihat kan? Kenapa kau membingungkan masalah sepele seperti ini? Sekarang sudah sore dan aku belum makan. Rendy, apakah kau mau ikut denganku? Aku akan mentraktirmu makan.” Tanyaku sambil meliriknya.
Ia mengangguk dengan sangat cepat dan penuh semangat.
Sedangkan Rina? Ia nampak sedikit resah dengan semua ini. Mungkin memang ini adalah masa-masa bagi dirinya memasuki usia yang merepotkan.
...***...
...Kerajaan Farna...
...Kota Forgia...
Situasi Kerajaan Farna setelah penyerangan ke Kota Lesta sangat buruk. Itu semua karena krisis pangan belum diselesaikan dan krisis tempat tinggal karena peperangan internal antara keluarga kerajaan dan bangsawan.
Meski begitu, sang Raja nampak sangat optimis dengan masa depan kerajaan ini.
Di dalam istana kota Forgia yang sedang diperbaiki itu….
__ADS_1
“Yang Mulia, untuk saat ini produksi makanan masih sangat rendah. Oleh karena itu, aku mewakili seluruh Menteri Kerajaan Farna mengusulkan untuk pembukaan lahan pertanian yang baru. Sedangkan untuk modal yang diperlukan yaitu sekitar 680.000 koin emas.” Jelas seorang Pria dengan pakaian yang cukup mewah itu.
“Aku hanya bisa memberikan 200.000 koin emas sekarang. Sisanya akan menyusul. Segera kerjakan pembukaan lahan itu.” Balas Raja Arlond.
“Siap laksanakan, Yang Mulia.” Balas Menteri itu sambil melangkah mundur.
Berikutnya, Jendral Pasukan yang maju untuk menyampaikan laporannya.
“Lapor, Yang Mulia. Kekurangan prajurit untuk menegakkan ketertiban dan keamanan menyebabkan maraknya bandit dan perampokan di berbagai tempat. Aku memohon dengan sangat untuk melakukan perekrutan prajurit baru” Jelas Jendral yang merupakan seorang NPC tingkat tinggi itu.
“Aku mengijinkanmu untuk mengibarkan bendera api emas. Rekrutlah sebanyak mungkin prajurit ke dalam naungan Legiun Api Emas. Sedangkan untuk anggarannya…. Aku hanya bisa menyiapkan 120.000 koin emas untuk itu. Lakukan sebisamu.” Balas Arlond.
“Baik, Yang Mulia.” Balas jendral itu yang segera mundur.
Beberapa petinggi Kerajaan Farna terus menerus memberikan laporannya secara bergantian. Masalah yang dihadapi kerajaan ini sangatlah banyak. Itu semua karena ekspedisi Kerajaan ini ke dalam Dungeon Misterius milik Eric.
Beberapa jam telah berlalu….
Hingga akhirnya, Arlond telah menerima seluruh laporan dan memberikan perintahnya.
Ia nampak memasang wajah yang begitu lelah meskipun duduk di singgasana emas itu.
“Hah…. 7.840.000 koin emas melayang begitu saja dalam beberapa jam ini. Kurasa aku harus menjual berbagai barang dekorasi tak berguna seperti singgasana emas ini.” Ucap Arlond pada dirinya sendiri.
“Aku lelah…. Jika dipikirkan kembali, Eric selalu memiliki banyak bawahan di sisinya setiap saat. Haruskah aku mencari seseorang untuk tugas itu?”
Pada akhirnya, Arlond memutuskan untuk Log Out dan beristirahat. Ia juga berencana untuk mengabari Eric bahwa kebutuhan uang untuk perbaikan Kerajaan Farna masih sebesar gunung. Arlond berharap jika Eric bisa menyumbangkan sebagian untuk masalah ini.
...***...
...Kerajaan Salvation...
...Kota Reinard...
Tak hanya itu, pasukan yang ada di Kerajaan ini nampak begitu kuat.
Hal yang wajar karena semua prajurit di Kerajaan Salvation mengenakan perlengkapan tingkat Rare ke atas dan juga memiliki level di atas 80.
Jumlah mereka yang mencapai angka lebih dari 50.000 di kota Reinard ini saja memberikan jaminan keamanan yang sangat tinggi.
Hasilnya?
Tak hanya bidang ekonomi dan keamanan, tapi juga pangan, industri dan juga kemiliteran berkembang dengan sangat pesat.
Semua ini berkat kepemimpinan Chris yang sangat luarbiasa. Ia mengerahkan segalanya untuk memajukan ekonomi terlebih dahulu. Segera setelah ekonomi Kerajaan Salvation maju, seluruh bidang mampu menyusul dengan cepat.
Akan tetapi….
Di balik kegemilangan Kota Reinard ini….
Sedang terjadi suatu permasalahan di Istana Kerajaan.
“Aamori! Apa yang kau katakan?!” Tanya Chris dengan keras sambil berdiri dari singgasananya.
“Aku telah menyelesaikan semua pesanan yang ada darimu. Termasuk pesanan Eric. Sekarang, aku ingin menikmati udara segar di luar dinding istana ini.” Balasnya dengan wajah yang tak acuh.
“Bisakah kau menjelaskan alasanmu?” Tanya Chris keheranan.
“Eric telah menunjukkannya kepadaku bahwa seorang legenda tak seharusnya berada di bawah siapapun. Seorang legenda seharusnya terbang bebas dan melebarkan sayapnya sesuka hati. Tidak terkurung di dalam istana seperti seorang tahanan.” Balas Aamori dengan memberikan tatapan yang tajam.
__ADS_1
Seluruh Ksatria yang ada di ruangan ini nampak menarik senjata mereka. Semuanya bersiap untuk menahan Aamori melakukan apapun. Bukan karena apapun, tapi tatapan tajam Aamori yang seakan menghina Raja Chris itu membuat seluruh Ksatria menjadi waspada.
“Jadi begitu…. Apakah aku tidak memperlakukanmu dengan baik?” Tanya Chris sekali lagi.
“Apakah kau masih kurang dalam mengeksploitasi diriku? Bukankah kau sudah memperoleh banyak sekali keuntungan dari semua item buatanku? Kau pikir aku tidak tahu bahwa item yang kau bilang untuk beberapa anggota Guild mu itu telah kau jual di Auction Market dan laku pada harga 2 juta koin emas lebih?”
Pada saat itulah, Chris menyadarinya.
‘Nampaknya dia sudah mengetahui semuanya. Jika begini keadaannya….’ Pikir Chris dalam hati.
Chris nampak mengangkat pedang besarnya yang bernama Aamori’s Great Sword itu.
“Aku akan menghentikanmu, Aamori! Kita telah menandatangani kontrak kerja bahwa….”
Sebelum Chris menyelesaikan perkataannya, Aamori segera memotongnya.
“Kau yang pertama melanggarnya karena menjual ke orang lain dan meraup keuntunganmu sendiri. Lagipula, aku sudah tak peduli lagi dengan semua itu. Aku hanya ingin melihat dunia yang luas ini layaknya seorang legenda.”
“Jadi begitu…. Semuanya! Bersiaplah untuk menahan Aamori!” Teriak Chris.
“Menahanku? Bahkan jika Neo dan Alice beserta pemain alat musik itu ada disini, kalian semua takkan bisa menghentikanku.” Balas Aamori dengan tatapan tajam. Warna kulitnya yang cukup gelap itu hanya menambah kengerian tatapannya.
“Jangan berlagak sombong Aamori…. Kau yang tak pernah melakukan leveling takkan bisa….”
“Recollection…. Replica.” Ucap Aamori memotong perkataan Chris.
Seketika, puluhan pedang nampak bermunculan di samping tubuh Aamori.
Chris yang mengenali beberapa pedang itu nampak panik.
‘Itu…. Pedang itu…. Kenapa bisa….’ Pikir Chris dalam hati dengan mata yang terbuka lebar.
“Apa tadi yang barusan kau bilang? Level? Aku tak membutuhkan hal sepele seperti itu selama aku memiliki seluruh koleksi karyaku.” Ucap Aamori sambil melangkahkan kakinya secara perlahan.
Ia dengan segera menjentikkan jarinya.
‘Ctak!’
Hanya dalam sesaat, puluhan pedang itu nampak melesat ke berbagai arah.
‘Deerr!! Sraaasshh!! Zraatt!!’
Seluruh Ksatria yang ada di ruangan itu mati dalam sekejap. Ruangan ini segera dipenuhi dengan cahaya putih yang tak terlalu indah dipandang.
Pada saat itulah, sebuah bilah pedang besar melesat ke arah Chris yang masih dikuasai oleh rasa kagetnya.
Sebuah pedang dengan wujud yang sama persis dengan yang ada di tangan kanan Chris.
Aamori’s Great Sword.
...__________________________________...
...【AUTHOR'S NOTE】...
...Spesial karna telah sampai dimana Eric menikahi Elin, maka Author akan melakukan Crazy Update sesekali. ...
...Huehuehue.... ...
...JANGAN LUPA LIKE SAMA KOMEN...
__ADS_1
...KALO LIKE MA KOMEN SEPI BESOKNYA MALES UPLOAD BUAHAHAHAHA!...
...Serius, apa susahnya sih ninggalin komen. Wa lempar cangkul ni kalo ga mau ninggalin komen. ...