The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 55 - Pengembangan Dungeon 3


__ADS_3

Beberapa minggu telah berlalu sejak Tasmith menyelesaikan Palu Mithrilnya. Ia telah bekerja keras sejak saat itu.


Kondisi keuangan Kota Origin kini meroket hingga ke angkasa berkat kehadiran Tasmith. Bagaimana tidak? Modal yang digunakan untuk membeli Mithril kualitas tinggi hanya sebesar 3.000 koin emas untuk pembuatan pedang satu tangan. Sedangkan hasilnya? Mencapai 10.000 koin emas setelah dilelang di pasar!


Lagipula siapa yang tidak ingin membeli Item tingkat Unique dengan kekuatan yang cukup mengerikan? Yah, meskipun sebagian besar pembeli merupakan orang kaya di dunia nyata. Tapi itu bukanlah masalah.


Akan tetapi kondisi Elin saat ini sedikit mengkhawatirkan. Ia kadang tertawa sendiri bahkan mulai sering berbicara sendiri. Aku yang melihatnya merasa kasihan. Apa dia mulai gila? Terkadang Ia juga melempar-lemparkan uang bagiannya.


Ya, Keuntungan sebesar 7.000 koin emas dibagi menjadi 3. Aku dan Elin mengambil 3.000 koin emas sementara sisanya aku berikan kepada Tasmith.


Bagaimana cara monster menggunakan uang?


Tentu saja Elin telah mengajari mereka cara kerja uang dan ekonomi. Kini para monster yang ada di Kota Origin tidak bekerja hanya untuk makan saja. Mereka juga akan mulai memperoleh bayaran yang diberikan oleh atasan mereka.


Kemajuan kota monster inilah yang memungkinkan semua itu terjadi. Monster yang pada awalnya hanya bekerja untuk menuruti perintahku dan menerima makanan, kini mulai berpikir untuk membeli berbagai barang-barang, senjata dan makanan yang lebih enak.


Jujur saja aku sendiri tidak begitu paham bagaimana Elin bisa mengajari mereka secepat ini, tapi semoga saja hasilnya akan menjadi baik. Beberapa Kobold dan Goblin yang ada juga nampak membentuk keluarga. Entah apa perbedaan antara monster pria dan wanita tapi selama mereka bahagia aku tidak mempermasalahkannya.


Di dunia nyata, sekarang adalah tanggal 26 Oktober 2072. Jika diingat-ingat kembali sudah cukup lama sejak aku pertama kali mulai menjual monster dan berjumpa dengan Elin. Kota Dungeon bernama Origin ini juga sudah berkembang dengan sangat pesat.


Kini populasi monster yang ada sudah mencapai angka 120.000 dimana 80.000 diantaranya merupakan Goblin sementara sisanya merupakan Kobold. Aku sudah memikirkan untuk membuat kontrak dengan Orc namun aku menunggu sedikit lebih lama lagi hingga populasi Kobold sudah cukup tinggi.


Pendapatanku dan Elin dari Kota Origin per hari dunia Re:Life mencapai angka 800 koin emas. Ya, itu semua merupakan keuntungan bersih setelah dipotong berbagai pajak yang Elin dan Oliver terapkan di Kota ini. Bahkan kami menyisihkan setidaknya 200 koin emas untuk disimpan di ruang harta.


Jika dijadikan Rupiah? Mungkin bisa mencapai 25 juta Rupiah. Per hari dunia Re:Life atau per jam di dunia nyata. Meskipun terdengar besar, aku dan Elin hanya menarik secukupnya dan mulai menabung untuk penggunaan Skill [Install Dungeon]. Kebutuhan koin emas dari skill ini cukup gila yaitu mencapai angka 50.000 koin emas!


Kenapa aku harus menggunakan skill itu dan menjadikan Kota Origin sebagai Dungeon? Tentu saja karena efek dari skill itu.


【Install Dungeon】


Konsumsi Mana : 100.000


Konsumsi Koin Emas : 50.000


Efek : Mengubah status suatu tempat menjadi Dungeon. Meningkatkan kemampuan seluruh penduduk Dungeon sebesar 10%. Meningkatkan perolehan EXP dan Koin Emas di dalam Dungeon sebesar 50%. Memungkinkan pemberian efek khusus pada Dungeon. Memungkinkan Dungeon untuk dipanggil ketika menggunakan Skill : Dungeon Manifestation.

__ADS_1


Aku dan Elin sangat penasaran dengan pemberian efek khusus pada Dungeon. Tentu saja peningkatan kemampuan penduduk dungeon dan perolehan EXP serta Gold juga berarti peningkatan penghasilan.


“Jadi sudah berapa banyak yang terkumpul, Elin?” Tanyaku sambil memperhatikan jendela menu di hadapanku.


“Di ruang harta terdapat setidaknya 20.000 koin emas sementara di Inventoryku terdapat 18.753 koin emas. Bagaimana denganmu?”


“Ah, aku mempunyai 16.924 koin emas di Inventoryku. Kurasa sekarang sudah saatnya untuk menggunakan Skill itu?” Tanyaku kepada Elin.


“Semakin cepat kita menggunakan Skill itu maka semakin baik. Peningkatan statusnya membuatku meneteskan air liur setiap kali membayangkannya. Kalau begitu aku akan segera ke ruang harta untuk mengambil uangnya.” Ucap Elin sambil pergi meninggalkanku.


Ia ditemani 2 Goblin Knight yang bisa disebut sebagai Elite Pertarungan karena levelnya telah mencapai 70 lebih. Swardia dan Spire. Meskipun kota ini sangat aman, aku masih takut jika ada penyusup Player dari luar.


Sedangkan aku?


Aku hanya duduk santai di tengah kota yang padat ini.


Jalanan paving telah tersusun dengan rapi, mempermudah transportasi para monster. Seluruh bangunan juga terbuat dari bata dan penerangan berupa lentera yang indah. Sebagian besar bahan yang diperlukan dibeli oleh Elin di kota manusia.


Lalu bagaimana produksi makanannya?


Lurka sebagai pemimpin di bidang pertanian telah berevolusi menjadi Goblin Alchemist. Kemampuannya dalam meracik ramuan yang menyuburkan tanah gua ini sangat membantu meningkatkan produksi makanan. Begitu juga dengan Elrio yang kini menjadi Goblin Alchemist.


Jumlah ternak yang kini telah sangat banyak membuat seluruh penduduk kota Origin mampu merasakan daging yang enak. Bukan berarti daging yang dijatuhkan oleh Orc itu tidak enak. Hanya saja sangat keras dan sulit untuk dimakan.


Minis sebagai pemimpin para penambang juga telah berevolusi menjadi Goblin Knight. Kemampuan fisiknya yang meningkat dengan drastis membuatnya menjadi penambang yang hebat. Ya, meskipun… aku tidak akan berkomentar banyak mengenai seorang Ksatria yang menjadi penambang. Minis juga cukup bahagia dengan pekerjaannya jadi aku juga ikut senang.


Begitu juga para bawahan langsung dari petinggi Goblin dan juga Kobold. Aku telah membuat mereka berevolusi setidaknya ke tingkat dua, yaitu Goblin Warrior dan Goblin Shaman.


Para Kobold telah berevolusi menjadi beberapa jenis. Sebagian besar menjadi Kobold Smith untuk membantu Tasmith. Sisanya menjadi Kobold Jeweler yang kini bertugas membuat aksesori dan perhiasan. Meskipun item yang dihasilkan cukup laku, tapi karena rarity hanya mencapai tingkat Rare sehingga harganya cukup rendah.


Sementara itu Kobold Carpenter bertugas dalam pengolahan kayu dan berbagai keperluan bangunan lainnya di kota ini.


“Jika diingat kembali pada saat aku masih seorang penjual monster… situasi saat ini sangat mengesankan. Aaah…. Aku tidak menyangka bahwa aku dapat sampai disini. Elin, terimakasih karena telah membimbingku dalam menggunakan Skill ini.” Ucapku pada diriku sendiri.


“Apa yang kau katakan dasar Eric bodoh? Aku meletakkan semua taruhanku padamu kau tahu? Dan ternyata memang benar bukan? Aku memperoleh Jackpot dengan menginvestasikan semuanya kepadamu.” Jawab Elin yang tiba-tiba muncul di belakangku.

__ADS_1


“E-Elin?! Kau sudah sampai?” Teriakku kaget karena baru saja mengucapkan hal yang menurutku cukup memalukan.


“Ya, baru saja.”


“Ngomong-ngomong apa yang kau maksud dengan taruhan, Elin?”


“Kau pernah mengatakannya sendiri kan, Eric? Aku akan mencari Player yang memungkinkanku untuk menghasilkan banyak uang. Aku telah bekerjasama dengan banyak orang tapi hasilnya sebagian besar jauh dibawah harapanku.”


“Sebagian besar membawa pergi keuntungannya sendiri, ada juga yang malas untuk bermain serius bahkan ada yang menyerah di tengah jalan.” Lanjut Elin.


“Ah, benar juga ya. Memang itu kan tujuanmu sejak pertama bertemu denganku.” Balasku singkat. Aku tahu memang hubunganku dan Elin merupakan kerjasama tim yang saling membutuhkan.


Aku butuh saran dan masukannya agar tiap pilihanku selalu memberi keuntungan. Sedangkan Elin membutuhkan skillku untuk mampu mewujudkan keinginannya.


“Aku bisa saja mencari Aamori pada saat itu dan membujuknya menjadi partnerku. Tapi aku punya firasat, tidak… aku sangat yakin bahwa kau akan jauh melebihi Aamori! Dalam hal menghasilkan uang tentunya, hehe.” Jawab Elin sambil menjulurkan lidahnya seakan mengejekku.


“Dan kini semuanya sudah terbukti. Kemampuanmu memang sangat luarbiasa, Eric. Aku senang karena memutuskan untuk selalu bersamamu.”


“Elin… sebenarnya aku….”


Belum sempat menyelesaikan perkataanku, Elin dengan secepat kilat memotongnya.


“Sudah cukup basa-basinya untuk saat ini! Eric! Ayo kita gunakan skill [Install Dungeon]mu itu!” Teriak Elin sambil menudingkan jarinya kepadaku.


...___________________________________...


...[Sebelum lanjut membaca]...


...[Ada baiknya untuk menekan tombol Like]...


...[Dan juga meninggalkan komentar dalam bentuk apapun]...


...[Tak ada ruginya bagi kalian]...


...[Tapi percayalah, hal sederhana itu yang menyemangatiku untuk terus menulis]...

__ADS_1


__ADS_2