The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 84 - Angie


__ADS_3

Angie berjalan secara perlahan mendekati Magic Golem itu.


Penampakan dari Magic Golem itu cukup unik dan besar. Monster itu tersusun dari logam-logam yang seakan berasal dari tambang ini. Tak hanya itu, di setiap bagian sendinya terdapat semacam logam sihir yang memancarkan beragam cahaya. Tinggi Magic Golem itu mencapai 4 meter.


Tapi Angie sama sekali tak takut menghadapinya.


Seakan… Ia tahu bahwa dirinya akan menang.


Angie segera mempercepat langkahnya, dan kini mulai berlari. Di tangan kanannya muncul anak panah dengan ujung yang mengkilap sedangkan di tangan kirinya muncul busur yang cukup besar.


“Apakah dia berencana untuk melakukan Quick Swapping?!” Teriakku setelah melihat tindakannya.


Quick Swapping.


Sesuai dengan artinya yaitu pertukaran Item dengan kecepatan yang tinggi. Pengambilan ataupun penukaran Item yang ada di Inventory hanya perlu memikirkan namanya saja.


Sebagai contoh. Jika aku ingin mengambil Staff of Enigma, maka aku hanya perlu memikirkan namanya saja. Tentu saja hal itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, terdapat metode pemanggilan Item dari Inventory yang lebih cepat.


Metode itu disebut dengan Numbering. Seperti namanya, metode ini memanfaatkan penomoran pada item yang berada di Inventory sesuai urutannya di daftar Inventory.


Sebagai contoh jika Staff of Enigma milikku berada di urutan ke 21 dalam Inventory, maka aku hanya perlu memikirkan nomor 21.


Meskipun jauh lebih cepat, tapi metode ini sangat beresiko untuk memanggil Item yang salah. Untuk pemanfaatannya secara maksimal, dibutuhkan daya ingat serta reflek yang sangat tinggi.


Tapi perbedaannya sangat jauh.


Jika pemanggilan Item dengan menggunakan nama, maka paling cepat berada pada kisaran 0.5 detik. Sedangkan dengan metode Numbering dapat memotong waktu pemanggilan hingga 0.1 detik. Dengan kata lain, 5 kali lebih cepat.


Tentu saja, untuk aplikasinya di pertarungan langsung sangatlah mustahil mengganti item dengan cepat atau Quick Swapping dengan memanfaatkan salah satu metode itu.


Itu semua karena refleks manusia terbatas. Situasi pertarungan yang ricuh dan penuh variabel tidak memungkinkan seseorang memanfaatkan Quick Swapping dengan sempurna. Kemungkinan terbaik hanyalah untuk memanggil Potion.


Tapi seakan membantah semua itu, Angie dapat melakukannya melebihi bayanganku.


Dengan segera Angie melompat ke udara menarik busur itu dengan anak panah di tangan kanannya. Targetnya sangat jelas, yaitu Core atau inti dari Golem yang ada di bagian perutnya.


“Piercing Shot.”


Anak panah itu melesat dengan sangat kencang sambil menghempaskan udara di sekitarnya.


‘Klaaang!!!’


Tapi sayangnya, anak panah itu tak cukup tajam untuk menembus pertahanan yang gila milik Golem. Salah satu karakteristik yang paling jelas dari monster Golem adalah status Defense yang sangat tinggi.


[Anda memberikan 1.092 damage!]


Sebuah notifikasi yang muncul di hadapan Angie nampaknya juga direkam dan ditampilkan di sisi kanan bawah video tersebut. Setelah aku memperhatikannya dengan baik, video pertarungan Angie melawan Magic Golem itu diupload sebanyak 3 kali.


Yang pertama adalah video mentah yang menampilkan seluruh Angle atau sudut kamera. Sedangkan video kedua adalah video yang hanya fokus pada 1st Person Point of View atau dari sudut pandang Angie sendiri. Sedangkan video ketiga merupakan gabungan dari seluruh sudut yang telah diedit sedemikian rupa agar menarik untuk ditonton.


Video mana yang kulihat? Tentu saja aku melihat video yang ketiga.


Pertarungan masih berlanjut. Angie yang menyadari akan rendahnya damage yang dihasilkan dengan segera melakukan Quick Swapping. Dirinya yang masih berada di udara segera mengganti busurnya dengan Great Sword atau pedang besar.


“Rolling Cut!” Teriak Angie sambil memutar badannya secara vertikan. Rolling Cut merupakan salah satu Skill jenis akrobatik yang cukup sulit untuk dikuasai. Meskipun bisa digunakan untuk banyak senjata, penggunaannya dengan pedang besar sangat jarang ditemukan karena tingkat kesulitannya yang tinggi.


‘Kraaak!!!’


Suara benturan pedang besar dengan kepala Magic Golem yang terbuat dari logam itu terdengar cukup keras. Namun kali ini, Angie mampu memberikan kerusakan yang cukup besar dengan skill itu.


[Anda telah memberikan ‘Critical Hit!’]


[Anda telah memberikan 9.934 damage!]


Tak hanya diam, Golem itu segera berusaha untuk memukul Angie yang saat ini masih mengarahkan pedang besar dengan kedua tangannya di kepala Golem itu.


‘Wuuussh!’


Tangan golem yang besar itu melayang dengan cepat. Tapi reaksi dari Angie jauh lebih cepat dari itu. Ia dengan segera menarik pedang besarnya dan melompat jauh ke belakang.


Lagi-lagi, Angie melakukan Quick Swapping dan mengganti pedang besar itu dengan sebuah tongkat sihir.

__ADS_1


“Curse!” Ucap Angie sambil mengarahkan tongkat sihir itu ke arah Magic Golem.


Seketika muncul lingkaran sihir berwarna hitam di tempat Magic Golem itu berdiri. Dari tanah, muncul asap hitam yang mulai menyelimuti Magic Golem itu.


Notifikasi sistem yang dilihat oleh Angie kembali ditampilkan.


[Anda telah berhasil memberikan efek Curse!]


[Seluruh status target menurun sebesar 20%]


“Gi-gila! Dimana dia menemukan skill sebagus itu?!” Teriakku segera setelah melihat notifikasi sistem itu.


Angie kembali mengganti senjatanya. Kini di kedua tangannya memegang sebuah belati yang nampak sangat biasa.


“Windtalk…. Aerial….” Ucapnya sebelum mulai bergerak. Seluruh tubuhnya seakan dikelilingi oleh angin dan cahaya berwarna hijau. Setelah itu, Angie berlari dengan sangat kencang setelah merapalkan sihir tipe Buff itu.


Kecepatan gerak Angie meningkat dengan drastis. Hanya dalam sekejap, Ia berhasil mendekati Magic Golem itu. Kedua lengannya telah siap untuk menebas Golem yang sangat keras itu dengan belati yang nampak seperti Item tingkat Rare. Itu karena penampilannya yang sangat biasa.


“Armor Breaker….” Ucap Angie sambil memutar tubuhnya secara horizontal. Ia bergerak dengan sangat cepat sambil menyayat tubuh logam itu berkali-kali dengan kedua belatinya.


‘Sraat! Sraat! Sraaaat!’


[Anda telah memberikan 194 damage!]


[Anda telah memberikan 237 damage!]


[Anda telah memberikan …. ]


[Armor Breaker berhasil merusak pertahanan target!]


[Pertahanan target telah turun sebanyak 25% selama 120 detik!]


‘Duaaarrr!!! Duaaarrr!!!’


Golem yang tak terima karena tak bisa mendaratkan bahkan satu serangan kepada Angie nampak kesal. Magic Golem itu segera memukul tanah disekitarnya dengan kedua lengannya. Meskipun daya hancurnya sangat kuat, hal itu tak berarti apapun jika tak menganai target sama sekali.


Angie dengan lincah mampu menghindari setiap serangan dari Golem itu. Ia dengan cepat dapat menentukan kapan untuk melompat kemana. Seakan…. Dia bisa memprediksi seluruh pola serangan dari Golem itu.


Meskipun Magic Orb dan Staff sama-sama meningkatkan kekuatan sihir, keduanya memiliki perbedaan yang jelas secara fungsional.


Magic Orb menawarkan penurunan aktivasi sihir secara signifikan. Tapi sebagai gantinya, kekuatan serang dan daya hancur dari sihir yang diberikan menurun drastis.


Sebagai contoh sihir Magic Barrage yang membutuhkan sekitar 1 detik lebih untuk diaktivasi dapat menjadi 0.3 detik saja dengan menggunakan Magic Orb. Tapi sebagai gantinya, kekuatan yang dihasilkan hanya sekitar 40% saja dari potensi sihir yang sebenarnya.


Sedangkan Staff yaitu sebaliknya. Staff menawarkan Magic Power yang sangat besar tanpa adanya penurunan waktu aktivasi sihir.


“Water Burst!” Ucap Angie sambil mengarahkan Magic Orb miliknya ke Golem itu. Seketika muncul semburan air yang sangat kuat dan besar dari bawah tanah. Semburan air itu mengenai seluruh tubuh Magic Golem.


‘Wuuooosssh!!!’


[Anda telah memberikan 843 damage!]


[Target mengalami status ‘Wet’]


Status Wet merupakan sebuah status tipe Debuff. Jika memiliki status Wet, maka suatu target akan menerima setidaknya 100% damage tambahan jika dikenai damage tipe petir atau listrik.


Jumlah damage tambahan yang diterima tergantung dari seberapa banyak air yang ada dalam status Wet. Semakin banyak tentu damage tambahannya semakin besar.


Angie dengan segera melangkah mundur setelah menggunakan sihir itu. Setelah membuat jarak yang cukup jauh, Angie kembali merubah senjatanya. Kini Ia memegang sebuah busur dan anak panah lagi.


“Electric Arrow!” Ucapnya sambil menarik busur itu sekuat tenaganya. Panah itu melesat dengan sangat kencang sambil menyambarkan petir berwarna biru ke segala arah.


‘Sraaat!! Duaaaar!!!’


Panah itu menancap tepat di Core atau Inti tubuh Golem itu. Ledakan petir itu menyambar kesana kemari dengan sangat ganas, terutama di dalam Core Golem itu.


[Anda telah memberikan ‘Critical Hit!’]


[Anda telah mengenai titik kelemahan target!]


[Anda telah memberikan 18.348 damage!]

__ADS_1


[Anda telah memberikan 12.494 damage!]


[Anda telah memberikan …. ]


“Thunder Strike!” Teriak Angie yang saat ini telah memegang sebuah tombak. Kilatan petir yang cukup hebat menyambar kesana kemari dari ujung tombak itu. Magic Golem yang terus menerus menerima efek ‘Stun’ dari Electric Arrow yang sebelumnya diterima hanya bisa diam.


‘Jleebb!!! Duaaaarrr!! Craaack!!’


Suara tusukan tombak petir milik Angie terdengar begitu keras. Inti Golem yang menerima tusukan itu mulai mengalami keretakan. Tak cukup sampai disana, petir yang berada di ujung tombak segera meledak dengan liar. Memberikan damage besar karena Magic Golem itu masih dalam status ‘Wet’.


[Anda telah memberikan ‘Critical Hit!’]


[Anda telah mengenai titik kelemahan target!]


[Anda telah memberikan 24.312 damage!]


[Target menerima efek stun selama 0.3 detik!]


[Anda telah memberikan 21.455 damage!]


[Target telah menerima efek stun selama 0.3 detik!]


Rentetan notifikasi mengenai damage dan efek yang diberikan oleh Angie muncul secara terus menerus.


Tapi Angie segera melepaskan tombak itu dari genggaman tangannya. Ia segera mundur dan kembali mengambil senjata lainnya. Kini Ia menggunakan sebuah pedang satu tangan yang cukup sederhana. Ia memegangnya dengan tangan kanannya.


“Electric Aura…. Thunder Enhancement!” Ucapnya sambil memegang pedang itu. Ia dengan segera mengayunkan pedang yang kini telah diselimuti petir ke arah Inti Golem itu sambil memutar tubuhnya.


‘Pyaaaarr!!!’


Pada akhirnya, setelah serangan bertubi-tubi yang dilakukan oleh Angie ke arah Inti Golem itu, Angie menang. Inti Golem yang terus menerima damage segera mengalami kerusakan dan pecah.


Meskipun Golem memiliki Health Point dan Defense yang sangat mengerikan, semua itu tak akan berarti jika Core miliknya hancur. Ketika Core Golem hancur, maka Golem akan menerima kerusakan fatal yang langsung menghancurkan Golem itu.


[Magic Golem’s Core telah hancur!]


[Magic Golem mulai hancur!]


[Anda telah berhasil mengalahkan Field Boss : Magic Golem!]


[Anda telah memperoleh 22.913.421 Experience Point!]


[Anda telah naik level!]


[Anda telah naik level!]


[Anda telah …. ]


“Gi-gila!” Teriakku setelah menonton video pertarungan itu.


Bagaimana lagi? Angie yang hanya memiliki level 97 berhasil mengalahkan Field Boss Magic Golem dengan level 164 sendirian! Jika aku yang melakukannya sendirian tanpa monster panggilan, maka kematianku sudah dipastikan sejak awal.


Tapi ini merupakan hal yang bagus! Aku belajar sangat banyak dari video pertarungan Angie dengan Magic Golem itu. Keberadaan berbagai status Debuff, titik kelemahan lawan, pemanfaatan berbagai skill dan senjata, serta kombinasi skill yang saling menguatkan satu sama lain.


Tanpa jeda, aku segera menekan tombol Like dan Subscribe di layar televisi itu.


“Sungguh sebuah Channel yang sangat bermanfaat. Terimakasih Angie! Aku akan terus belajar darimu!” Ucapku sambil duduk kembali dan memakan apel kedua.


Pada akhir video itu, Angie kembali ke kamera pertama yang Ia letakkan. Pemandangan tambang yang penuh dengan logam dan batuan sihir menghiasi penampilan pertarungannya.


“Jadi begitulah bagaimana caraku mengalahkan Magic Golem itu! Mudah kan?! Bagi kalian yang ingin mencobanya, kalian bisa berlatih dengan Golem biasa terlebih dahulu! Sekian dari Angie, aku akan kembali Farming monster! Dah!” Ucapnya sambil melambaikan tangan kanannya.


...___________________________________...


...[Sebelum lanjut membaca]...


...[Ada baiknya untuk menekan tombol Like]...


...[Dan juga meninggalkan komentar dalam bentuk apapun]...


...[Tak ada ruginya bagi kalian]...

__ADS_1


...[Tapi percayalah, hal sederhana itu yang menyemangatiku untuk terus menulis]...


__ADS_2