
"Jadi? Seperti apa rencana yang kau pikirkan? Benarkah bisa menghasilkan banyak uang?" Tanyaku dengan penuh curiga.
Elin tersenyum. Akan tetapi senyumannya sama sekali tidak manis. Aku merasa senyumannya penuh dengan kelicikan.
"Aku tak pernah menyangka pemilik skill dari buku kuno akan sebodoh ini, bahkan tidak menyadari potensi yang dia miliki hahaha...."
Elin terus menerus mentertawaiku. Kini aku mulai ragu untuk mempercayai orang yang setiap saat hanya meledekku.
"Jika kau hanya berniat untuk meledekku setiap hari, mungkin sebaiknya kau pergi saja. Suasana hatiku sedang tidak baik." Jawabku sinis.
"Jangan terlalu kaku menjadi seorang laki-laki, nanti tidak ada perempuan yang mau denganmu lo, hihihi."
'Sialan, gadis sialan ini memang kesini hanya untuk menggodaku. Aku seharusnya langsung mengusirnya sesaat setelah dia masuk.' Pikirku dalam hati.
"Mari kita mulai dengan perkenalan terlebih dahulu!"
Ia terus menerus tersenyum setiap mengatakan sesuatu. Meski demikian, aku tidak begitu menyukai senyumannya.
"Baiklah, namaku Eric, aku...."
Belum sempat menyelesaikan perkataanku, gadis sialan ini menyelaku kembali.
"Untuk apa kau mengatakan itu? Aku sudah mengetahui semua hal tentangmu di dalam dunia game ini, hahaha."
'Haruskah aku membunuhnya? Bukankah sebaiknya aku membunuhnya saja? Gadis sialan ini memang hanya berencana untuk meledekku.'
Emosiku mulai memuncak, tapi aku tetap tenang. Jika aku bertindak gegabah dan mati disini, aku akan kehilangan banyak hal yang seharusnya bisa kuberikan kepada Rina.
"Baiklah kita sudahi bercandanya sampai disini...." Lanjut Elin dengan ekspresi yang serius. Ia pun membenahkan posisi tempatnya duduk.
"Namaku Elin, aku seorang Assassin berbasis sihir pengendalian Mana. Dengan menggabungkan Epic Skill : Mana Siphon dan Mana Zone kini aku memiliki Unique Skill : Mana Authority. Selain itu, aku memiliki...."
Elin terus menerus menjelaskan mengenai dirinya secara mendetail. Berapa lama pun waktu berjalan, penjelasannya tetap tak kunjung selesai.
Kemampuan, status, skill, batasan, kelemahan, kelebihan, semuanya. Saking banyaknya hingga membuatku kebingungan.
'Apakah aku salah menilainya?'
Hingga pada akhirnya Ia mengatakan sesuatu yang membuatku naik pitam.
"Ya, dalam bahasa sederhana yang bisa dimengerti olehmu.... Aku adalah seorang pengendali mana dengan level 129 dan 2 Unique Skill yang kuperoleh bukan dari buku kuno." Jawabnya dengan sinis.
"Level 129?"
Melihatku masih ragu, Elin segera mengirimkan permintaan pertemanan denganku.
[Permintaan pertemanan diterima]
__ADS_1
[Player : Elin (Level 129) Ingin berteman dengan Anda]
[Apakah Anda akan menerima permintaan pertemanan ini?]
Tanpa menunggu lama aku segera menerima permintaan itu. Tapi ada satu hal yang menggangguku.
"Uh, kau seorang Unofficial Ranker? Kenapa kau mendatangiku?"
"Sudah kukatakan sebelumnya, Eric. Kau memiliki potensi yang sangat besar. Sedangkan aku juga membutuhkan uang dalam jumlah yang banyak. Kau juga begitu kan? Anggap saja ini merupakan hubungan saling menguntungkan bagi kita."
Setelah memasuki mode serius, Elin tidak pernah sekalipun meledekku. Mungkin ini sifat aslinya? Entahlah.
"Baiklah kalau begitu, karena kita sudah saling mengetahui satu sama lain, bisakah kau menjelaskan mengenai rencanamu?" Tanyaku kepada Elin.
"Sebelum menjawab itu, aku ingin memastikan sesuatu. Panggil salah satu goblinmu kemari."
Sesaat setelah aku memanggil salah satu goblin itu untuk mendekat, Elin mengeluarkan sebuah item dari inventorynya. Item yang sangat kukenal sejak dahulu kala.
Beliung.
Sebuah perlengkapan untuk menambang.
Elin kemudian memintaku untuk memberikan otoritas perintah goblin itu padanya. Aku pun dengan segera menyetujuinya.
Sesaat setelahnya, Elin mengambil pedang usang yang sejak awal dipegang oleh goblin itu dan menggantinya dengan sebuah beliung.
Ia kemudian memerintahkannya untuk menambang. Hasilnya menakjubkan, goblin itu bisa menambang dengan baik.
Aku merasa bodoh dan mengajukan pertanyaan kepada Elin.
"Jadi kau ingin aku memerintah goblin itu untuk menambang?"
"Aku sudah tahu bahwa kau itu bodoh tapi tak kusangka hingga seperti ini...." Elin menjawab sambil menghela nafasnya.
"Menambang hanyalah sebagian kecil dari rencanaku. Lagipula aku sudah senang mengetahui bahwa aku dapat mengganti item dan pekerjaan mereka." Lanjut Elin.
"Lalu, apa rencanamu yang sebenarnya?"
Keheningan mengisi ruangan ini.
Elin yang terdiam melebarkan senyumnya sedikit demi sedikit hingga pada akhirnya membuka mulutnya.
"Kita akan mendirikan sebuah kerajaan kita sendiri!" Teriak Elin dengan sangat puas.
'Eh? Kerajaan? Dengan menggunakan monster? Apakah itu mungkin? Lagipula mereka tidak menghasilkan uang kan?'
Lagipula, saat ini aku hanya mampu memanggil sekitar 20 goblin setiap jamnya. Untuk ukuran kerajaan bukankah jumlah itu terlalu kecil? Lagipula aku bahkan tidak tahu bagaimana cara mendirikan kerajaan!
__ADS_1
"Bukankah sudah kukatakan sebelumnya? Aku adalah seorang pengendali Mana. Tidak hanya untuk melawan musuh, tapi juga bisa kugunakan untuk membantu kawan." Jelas Elin.
Saat itu aku mulai paham.
Benar.
Elin memiliki Unique Skill : Mana Authority yang memungkinkannya untuk mengendalikan mana. Di dalamnya jika aku tidak salah ingat....
"Dengan menggunakan salah satu skill milikku, aku dapat membuat sebuah zona yang kaya akan mana sehingga kita akan meregenerasi mana dalam kecepatan yang luar biasa. Selain itu, aku bisa membuat Mana Link yang menghubungkan Mana milikku dengan milikmu. Dengan kata lain, kau juga dapat menggunakan mana yang ada di tubuhku."
'I-ini dia!'
Aku sekarang mulai paham. Dengan menggabungkan antara regenerasi mana super cepat serta kemampuanku dalam memanggil monster tanpa adanya cooldown maka... membuat kerajaan monster bukan hanya sebuah mimpi!
"Tapi ada sedikit masalah dengan rencana ini." Lanjut Elin dengan wajah yang sedikit serius.
"Uh, apa itu?"
"Apa yang akan dilakukan player jika melihat monster? Apalagi dalam jumlah yang banyak?"
Aku mulai memahaminya. Aku teringat kejadian saat pertama kali bertemu dengan kelompok petualang. Sebelum mereka mengetahui bahwa monster ini ada di bawah kendaliku, mereka berencana untuk melawannya sekuat tenaga.
Jika jumlah monster yang ada sangat besar....
"Para Player dan NPC akan melakukan penaklukan?"
Mendengar jawabanku Elin sedikit terkejut.
"Tidak kusangka kau bisa memahami maksudku. Ya intinya seperti itulah. Ditambah lagi...."
Elin mengeluarkan sebuah kertas tua yang merupakan peta dunia Re:Life. Ia kemudian menunjukkan jarinya pada salah satu kerajaan.
"Kerajaan Suci Celestine. Mereka membenci monster hingga ke dalam jiwa mereka. Jika mereka mengetahui ada suatu perkumpulan monster dalam jumlah yang besar, mereka akan mengerahkan seluruh kekuatan mereka untuk menumpasnya." Jelas Elin.
Aku mulai meneguk ludahku.
Selama ini aku tidak pernah memikirkan karakteristik, politik serta konflik dari kerajaan-kerajaan yang ada di dunia ini.
Aku bahkan sudah mulai lupa di kerajaan apa aku tinggal.
Tapi kini aku menyadari betapa pentingnya pengetahuan mengenai itu langsung dari seorang Top Player dengan level dan pengalaman sebesar ini.
Aku yakin tidak akan ada kesalahan selama bersamanya.
"Oleh karena itu, aku punya ide yang sedikit menarik bagiku Eric." Lanjut Elin dengan senyum yang lebar. Entah kenapa, kini senyumannya tampak begitu manis.
__ADS_1
"Apa itu?"
"Kita akan membuat kerajaan di bawah tanah! Dengan kata lain, kita akan membangun sebuah Dungeon!"