The Dungeon Master

The Dungeon Master
Chapter 182 - Hukuman


__ADS_3

...Dungeon Origin...


...Lantai 13...


Tak ada yang istimewa dengan lantai ini. Hanya sebuah gua yang cukup besar dengan berbagai sekat yang menutupi sebagian besar tempat ini. Tentu saja, lingkaran sihir teleportasi terdapat di lantai ini yang memudahkan pergerakan antar lantai dan antar dungeon.


‘Bruk!’


Lucien melempar Scarlet ke tanah dan mengikatnya ke suatu pilar. Setelah itu, Ia segera membuka penutup matanya.


“Tuanku…. Aku telah membawakan Wanita bodoh itu.” Ucap Lucien sambil membungkukkan badannya ke arahku.


“Kerja yang bagus. Aku akan memberikan hadiah kepadamu nanti. Sekarang….” Ucapku sambil melangkah mendekati Scarlet.


Scarlet yang masih kebingungan dengan kondisinya saat ini segera melihat ke berbagai arah. Di segala penjuru terdapat obor dengan api yang berwarna kuning kemerahan. Itulah satu-satunya penerangan yang ada di dalam gua yang sama sekali belum dibangun ini.


‘Tik! Tik!’


Sesekali, tetesan air dari langit-langit gua berjatuhan dan menghantam tanah batuan ini. Tetesan itu menghasilkan suara ringan yang cukup mengganggu telinga semua orang yang berada di dalam gua ini.


Pada saat Scarlet menoleh ke arahku….


“Jadi kau wanita sialan yang meniru skill milikku?” Tanyaku dengan wajah datar. Aku segera berjongkok tepat di hadapannya. Melihat sosok Scarlet yang terikat Skill tingkat Unique, Astral Chain, membuat diriku cukup senang.


“Pada akhirnya, kau bahkan tak mampu berkutik ketika berhadapan dengan salah satu bawahanku. Meski begitu, kenapa kau bisa begitu sombong?” Tanyaku kepada Scarlet sekali lagi. Ia nampak menunjukkan ekspresi yang penuh dengan ketakutan dan kekesalan.


Tapi di balik semua itu, emosi penuh kemarahan tergambar jelas di wajahnya.


“Eric! Lepaskan aku!!” Teriak Scarlet sambil meronta-ronta. Tapi rantai itu berkata lain. Scarlet sama sekali tak ammpu untuk mengendurkan bahkan sedikit pun rantai itu.


“Jangan terlalu bersemangat. Bukankah kau punya banyak sekali waktu untuk memfitnah diriku? Aku juga demikian. Kini, aku memiliki segudang waktu untuk menyiksamu.” Ucapku sambil menjentikkan jariku.


‘Ctik!!’


Seketika, seluruh petinggi Dungeon beserta dengan bawahan mereka yang terpercaya memasuki gua ini.


Oliver, Knox, Minis, Tasmith, Liz, Catherine…. Semuanya hadir.


Mereka memandang rendah sosok bernama Scarlet yang berani mengganggu seluruh rencanaku ini.


“Ka-kau…?” Ucap Scarlet dengan mata yang terbuka lebar. Terlihat dengan jelas pupilnya yang bergetar kesana kemari karena dirinya yang dipenuhi oleh satu emosi. Yaitu ketakutan.


Aku pun mengacuhkan perkataan dan ekspresi Scarlet seakan itu tak penting sama sekali. Kemudian, aku segera bertanya kepada seluruh eksekutif Origin.


“Menurut kalian…. Hukuman paling apa yang cocok untuk wanita bodoh sepertinya?” Tanyaku dengan nada yang datar.


Lucien adalah yang paling pertama menjawab pertanyaanku.


“Lebih baik kita terus menerus menyerangnya agar dia merasakan rasa sakit untuk selamanya.” Ucap Lucien sambil membungkukkan badannya kepadaku.


“Tidak tidak…. Aku rasa meledakkan bagian tubuhnya dengan menggunakan permata milikku jauh lebih indah.” Sambung Tasmith yang seakan tak ingin ketinggalan pesta.

__ADS_1


“Lebih baik kujadikan bahan penelitian!!!” Teriak Catherine atau Cathy dengan kegirangan.


“Cathy…. Aku ragu bahwa kau akan menyiksanya. Kemungkinan kau hanya ingin mencicipi rasanya saja kan?” Tanya Oliver dengan wajah yang terlihat jijik.


“Tidak! Aku ingin menelitinya! Aku belum pernah menikma… maksudku meneliti manusia sebelumnya!” Balas Cathy dengan gugup.


“Kau…. Barusan akan bilang menikmati kan?” Tanya Knox dengan wajah yang sama-sama merasa jijik dengan Cathy.


“Sudah-sudah kalian semua. Tuan kita sedang bertanya mengenai apa yang sebaiknya kita lakukan kepada makhluk rendahan ini.” Ucap Minis sambil mengayun-ngayunkan beliungnya ke sekelilingnya.


Setelah perdebatan yang singkat aku menyadari sesuatu.


“Hei! Jangan berpikir kau bisa melakukan itu di hadapanku!” Teriakku kepada Scarlet yang nampak menggigit lidahnya sendiri. Bar HP miliknya telah bergeser ke tingkat 18% tanpa kusadari.


Scarlet yang melihat diriku menyadari aksinya, segera mempercepat tindakannya.


‘Ayolah! Cepat! Aku harus segera mati dan respawn di….’


Sebelum sempat menyelesaikan perkataan dalam hatinya….


“Heal.” Ucapku sambil mengarahkan Oracle Staff milikku kepada Scarlet.


[Anda telah menyembuhkan 139.841 Health Point milik target!]


Bar HP milik Scarlet seketika kembali penuh.


“Eh?!”


“Kau pikir aku akan membiarkanmu mati dan kabur begitu saja? Jangan bermimpi. Tidak setelah kau memfitnah diriku separah itu.” Ucapku sambil memelototi Scarlet.


“Sialan! Segera lepaskan aku! Bukankah ini hanya sebuah game?! Kenapa kau begitu serius tentang semua ini?!” Teriak Scarlet sambil kembali meronta-ronta.


“Hanya sebuah game? Jangan membuatku tertawa.” Balasku sambil menodongkan Oracle Staff milikku ke wajahnya.


“Memang benar kan?! Ini hanyalah sebuah permainan!”


“Kau tahu? Pada awal aku mengetahui bahwa kau meniru skill milikku, aku berniat untuk membiarkanmu begitu saja. Tapi kenapa kau menyebarkan berita palsu mengenai diriku yang membantai berbagai desa di Kerajaan Farna? Apakah itu sangat menyenangkan bagimu?” Tanyaku kepada Scarlet.


“Ya! Itu sangat menyenangkan! Aku sangat ingin melihat sosok player yang sok seperti dirimu itu hancur berkeping-keping hahahaha!!!”


Scarlet membalas pertanyaan seriusku dengan sebuah tawa yang gila. Pada saat itulah, aku kehilangan semua sisa rasa kemanusiaanku kepadanya.


Kini….


Aku hanya menganggapnya seperti seekor monster tak berakal.


“Lucien. Tunjukkan skill favoritmu itu.” Ucapku singkat sambil melangkah mundur dan duduk di tanah.


“Dengan senang hati, Tuanku. Rasakanlah ini, dasar wanita gila. Endless Pain.” Ucap Lucien sambil mengarahkan tangan kanannya ke wajah Scarlet.


Hanya dalam satu detik….

__ADS_1


“Gyaaaaaah!!! Tidaaaak!!! Tolong hentikan ini!!! Arrrghhh!!!”


Scarlet berteriak dengan keras seakan merasakan rasa sakit yang begitu luarbiasa di tubuhnya. Tapi sungguh disayangkan….


“Bagaimana menurutmu? Apakah menyenangkan?” Tanyaku kepada Scarlet 1 menit kemudian.


“Kau benar-benar busuk, Eric! Kau pikir aku akan takut hanya dengan skill itu? Dengan Cooldown 10 menit, Skill miliknya….”


“Ah ya…. Kau benar. Skill milik Lucien itu memiliki Cooldown selama 10 menit yang menjengkelkan. Tapi…. Kurasa kau tidak memeriksa seluruh daftar skill yang ku miliki dengan baik.” Ucapku sambil menyindir Scarlet.


“Apa maksudmu?”


Tanpa membalas, aku hanya mengarahkan tongkat sihirku kepada Lucien.


“Overdrive….”


Seketika, 4 buah lingaran sihir berwarna abu-abu yang berbentuk seperti gerigi muncul mengelilingi tubuh lucien. Semakin lama, gerigi itu berputar semakin cepat hingga akhirnya menghilang dengan sendirinya.


Bersamaan dengan hilangnya gerigi abu-abu itu….


“Kau…. Jangan katakan bahwa kau akan….” Ucap Scarlet dengan mata yang terbuka lebar.


“Jangan khawatir. Aku tak sebaik itu kepadamu. Lucien….” Ucapku sambil memanggil Lucien untuk mendekat.


“Ya, Tuanku.”


“Amplify….”


Sebuah lingkaran sihir berwarna merah muncul di tangan Lucien. Sebuah lingkaran sihir…. Yang merupakan keputusasaan itu sendiri.


“Eric…. A-aku…. Aku tidak bermaksud untuk….”


Kini Scarlet mulai benar-benar panik. Memiliki kemampuan Observer untuk melihat deskripsi Skill justru hanya membuatnya mengetahui apa yang akan terjadi berikutnya.


“Hah? Tidak bermaksud untuk apa?” Tanyaku sambil memakan kacang-kacangan yang dibawakan oleh Cathy.


“Aku ti-tidak bermaksud untuk…. Kau tahu…. Aku minta maaf atas tindakanku….” Ucap Scarlet sambil berusaha memelas.


“Kau pikir aku akan merasa iba kepadamu? Sayang sekali tapi sedikitpun aku tak merasakannya. Ah…. Aku lupa memberitahukan sesuatu padamu.” Balasku kepada Scarlet.


“A-apa itu?” Tanya Scarlet dengan tubuh yang gemetar.


“Aku pernah menjalankan sebuah Quest yang menyebabkan diriku terkurung di dunia game selama 14 hari. Notifikasi untuk memaksa Log Out oleh sistem mulai muncul di hari ke 8 kalau tidak salah jadi….


Lebih baik kau mempersiapkan dirimu karena aku akan mengurungmu di sini setidaknya selama 8 hari lebih.” Jelasku sambil terus memakan kacang-kacangan itu bersama Cathy dan eksekutif Origin yang lain.


Mendengar hal itu, ekspresi wajah Scarlet seketika berubah drastis. Wajahnya dipenuhi dengan ketakutan bukan hanya karena rasa sakit di dunia ini tapi….


“K-kau…. Jika aku benar-benar mengalami masalah kesehatan atau bahkan koma di dunia nyata…. Kau pikir kau bisa selamat tanpa terjerat hukum?!” Teriak Scarlet seakan itu adalah tenaga terakhirnya.


“Terjerat hukum? Kenapa? Bukankah kau sendiri yang bilang bahwa ini hanyalah permainan? Aku hanya menikmati peranku dalam menghukum penjahat.”

__ADS_1


Scarlet hanya bisa menganga dan membuka matanya lebar-lebar ketika mendengar penjelasanku itu.


__ADS_2